The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 97


__ADS_3

Nayuwan masuk begitu saja ke dalam kamar Deliza yang sedang di kelilingi keluarganya.


"Maaf dok, saya akan bawa anak ini ke rumah sakit" kata Nayuwan tiba-tiba. Semua orang menoleh kearah, tidak ada satu orang pung yang tidak bingung melihat penampilan Nayuwan hari ini.


"Hasya, Zehan, tolong izinkan aku membawa Deliza sekarang juga jika ingin melihatnya selamat. Semua orang tertegun, begitu pun sang dokter, ia ingin mencegahnya namun disatu sisi ia juga tahu bahwa apa yang sedang dialami oleh gadis kecil itu adalah kejadian diluar penanganan medis. Dokter itu pun mundur beberapa langkah sembari melepas snailing dari telinganya.


"Secara medis, anak ini sedang koma, bukan sangat berbahaya jika tidak segera dibawa ke rumah sakit besar ?" tanya Dokter tegas


"haaiissh !! Merepotkan !!" Desis Nayuwan, dengan langkah penuh emosi. Lalu ia menutup semua tirai kamar itu. Kemudian ia berdiri dengan kaki sedikit terbuka.


"Tadimya aku tidak mau melakukan hal ini di depan kalian semua, tapi benar yang dikatakan dokter itu, Deliza sedang koma, sedang mati suri tepatnya. Dan aku juga tidak bisa mengambil resiko dengan nyawa anak ini. Tapi bersumpahlah apapun yang kalian lihat, kalian tidak akan menceritakannya pada siapapun." kata Nayuwan tegas. Setelah semua orang setuju Nayuwan kemudian berdiri tepat di bibir tempat tidur Deliza. Dia memejamkan mata lalu ia menaruh tangan kanannya di atas tubuh Deliza dengan jarak sekitar 1 meter dari tubuh gadis itu. lantas Ia merentangkan jari jemarinya. Jangan harap dia seperti dukun akan komat kamit merapalkan matra atau atau sejenisnya. Wanita itu hanya dia saja, namun tatapannya terlihat lebih gelap dari biasanya. Dan aura dingin diruangan itu makin terasa mistis yang membuat siapapun orang didekatnya bisa merasakan aura pekat itu.


Setelah beberapa saat tubuh Deliza perlahan mengeluarkan cahaya kehijauan dan dari dadanya munculah kalung yang dulu pernah Nayuwan berikan padanya. Kondisi kalung itu hancur menjadi 4 bagiam, bibir Nayuwan berkedut menahan kemarahannya.


"Br3ngs3k !! bahkan dia bisa menghancurkannya hingga berkeping. Bodoh !! " umpat Nayuwan. Hasya dan yang lainnya bergidig ngeri saat melihat kalung yang hancur itu. Meski mereka tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Hejun baru saja sampai ke rumah Hasya, dia langsung menuju kamar Deliza karena melihat Joon Woon berdiri di sana. Dan alangkah terkejut saat ia melihat Nayuwan tengah berdiri di dekat tubuh Deliz dengan tangan berlumuran. Tunggu bukankah Nayuwan sedang bertarung dengan mahkluk tinggi besar di luar sana hingga membuat Diana pingsan, lalu dia siapa?


Nayuwan merogoh sesuatu dalam saku celananya. Ternyata itu adalah kalung yang sama dengan yang Nayuwan berikan dulu pada Deliza untuk mengikat rohnya dengant tubuh anak itu. Kalung itu ia pasangkan kembali, dengan posisi yang sama seperti tadi Nayuwan memasukan kalung yang baru ke tubuh Deliza. Begitu prosesnya selesai "Brukk!!" tiba-tiba Nayuwan pingsan karena kehabisan energi. Dokter yang kebutulan berdiri didekatnya dengan sigap menangkap tubuh Nayuwan yang ambruk. Semua orang terkejut melihat hal itu namun setelah sadar mereka merasa lega di sana saat ini tidak Gavin. Karena jika pria itu melihat adegan barusan sudah pasti pria itu akan tetap mengamuk karena cemburu ketika melihat wanitanya diselamatkan pria lain, meski itu hanya reflex wajar .


Kemudian dokter itu membaringkan Nayuwn di samping Deliza. Ajaib, saat Nayuwan masih pingsan Deliza perlahan mulai beraksi seperti akan terbangun. Cepat-cepat pak Dokter itu menghampiri dan memeriksa tubuh Deliza dengan seksama.


"Bagaimana dok?" tanya Hasya masih dengan raut cemas.


"Wah ini benar-benar baru kali ini saya melihat hal seperti ini secara langsung" Ungkap kagum dokter tersebut.

__ADS_1


"Maksud dokter?" Zehan bingung


"Sungguh saya kali ini harus mengalah pada sesuatu yang di luar logika, mau dibantahpun tapi kita semua melihatnya secara langsung. Namun kuat dugaan saya, sebenarnya anak ibu terkena santet atau ilmu hitam semacamnya saya juga kurang paham, karena yang bisa menjelaskannya hanya ibu yang tengah pingsan di sana." dari raut Hasya semua orang, mereka masih belum mencerna apa yamg diungkapkan oleh dokter ,mereka juga heran seorabg dokter bisa mengatakan hal demikian.


"Mungkin saja benar anak ibu tadi mengalami mati suri, dan sekarang keadaan sudah kembali suhu tubuhnyanya juga sudah mulai kembali, dengan kata lain putri ibu sudah baik-baik saja. hanya tinggal menunggu mereka sadar saja." terang dokter lagi. Meski masih menyisakan raut khawatir namun setidaknya mereka sudah bisa sedikit lega setelah dokter mengatakan Deliza sudah berangsur pulih.


"Ma,," panggil Deliza lirih. Hasya cepat-cepat menghampiri putrinya begitu mendengar Deliza memanggilnya.


"Kamu udah sadar nak, mana yang sakit? bilang sama mama nak?" tangais Hasya pecah saat ia berhambi memeluk Deliza seraya pelan-pelan membantu posisi Deliza agar sedikit duduk bersandar.


"Kamu mau ada yang kerasa sakit nak? " Deliza menggeleng lemah,


"Aku cuma haus ma" Zehan segera menyodorkan segelas air sambil berlutut dihadapan Deliza dan Hasya.


"Aku udah ngga apa-apa" kata Deliza setelah menghabiskan segelas air dalam beberapa kali teguk.


Di tengah-tengah itu Nayuwan pun mulai tersadar dari pingsannya, namun tidak seperti orang yang baru bangun dari pingsan pada umumnya Nayuwan malah bertingkah seperti orang yang baru bangun tidur. Ia perlahan duduk sambil menggeliat geliat meregangkan tubuhnya sambil menguap lebar tanpa sensor serta tanpa memperhatikan jika sekarang semua mata yang sedang melihat tingkah konyolnya.


"Huuuuaahh.. Kamjagiya! "Nayuwan terkejut sendiri ketika manik matanya tidak sengaja menangkap penampakan si dokter yang berdiri di sampingnya, ia cukup terkejut karena kebetulan hari ini si dokter sedang memakai kemeja putih yang dipadu celana chinos berwarna salem.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Nayuwan polos seraya mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Lho inikan kamarnya aku wa" jawab Deliza menoleh pada Nayuwan yang terlihat bingung.

__ADS_1


"Tunggu apa aku melupakan sesuatu?" batin Nayuwan.


"Jam berapa sekarang??" tanya Nayuwan setelah selesai berpikir.


"Hampir jam sepuluh malam Bu" jawab Hejun. Nayuwan lalu menyipitkan netranya ketika melirik pada Deliza Kemudian ia menghela nafas lega saat melihat anak itu sudah dalam normal kembali. Nayuwan lantas turun dari tempat tidur dari sisi sebelahnya dengan bertelanjang kaki.


"Ibu baiknya istirahat saja dulu" cegah dokter yang berdiri di dekatnya.


"Tidak perlu dok, waktu saya tidak banyak sebelum jam dua belas malam saya harus menangkap orang yang berniat mencelekai keluarga keponakan saya." kata Nayuwan lantas melanjutkan langkahnya menuju keluar kamar, namun langkahnya kembali terhenti ketika melihat orang yang harus dia tangkap sudah duduk bersila di depan sesajen dan tungku dupanya yang tengah mengepul. Sepertinya orang itu tidak sadar jika sudah tidak berada di tempatnya. Zehan, Hasya, dan semua orang saling bertukar tatapan, mereka semua sama sangat terkejut melihat kehadiran sosok Adi kakak tertua Sultan berada di sana. Nayuwan menyeringai puas lalu ia berjengkok dengan bertumpu dengan tangan dilututnya.


"Ilmu mu ternyata tidak seberapa tinggi. hah.." ejek Nayuwan.


Pria yang sedang terpejam sambil merapalkan matra itu tentu saja terusik oleh suara Nayuwan. Saat ia membuka matanya, bola matanya melotot, hingga seperti hampir keluar karena terkejut, tubuhnya pun itu terjengkang terkaget melihat sosok Nayuwan sudah berada tepat di depan matanya.


"Jadi kau, orang yang ingin mencelakai kepokanakanku, Hah ?!!" bentak Nayuwan dengan mata menyalang penuh kemarahan


"Si.. siapa kau??" tanya Adi terbata-bata.


"Harusnya aku yang bertanya kenapa kau mengusik sesuatu yang sudah ku lindungi. Kau pikir makhluk jelek yang kau kirim untuk merusak pelindung ku itu tidak bisa aku musnahkan. Hah??!!" kata Nayuwan masih dengan luapan emosi. Hejun nampak berpikir, artinya apa yang dilihatnya tadi itu bukan halusinasi belaka.


"Glek! " pria itu menelan salivanya dengan susah payah.


"Sa.. saya hanya ingin mengambil kembali sesuatu yang sudah lama saya cari." Nayuwan memicingkan mata kanannya, "Artinya ia tau sesuatu tentang masa lalu Deliza sebelum terjebak dalam tubuh anak itu" batin Nayuwan.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan menghukum mu terlalu berat asal kau menceritakan dengan detail roh siapa sebenarnya yang terjebak dalam tubuh anak itu, tapi jika kau berbohong satu hal saja, ku pastikan kau akan menyesal seumur hidup mu!!" ancam Nayuwan menipiskan bibirnya, namun jelas dari tiap kata yang dilontarkan Nayuwan bukan sekedae kata-kata belaka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2