The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 126


__ADS_3

Merah jingga di langit Jakarta petang itu terasa lebih hangat dari biasanya, seorang pria yang sedari tadi terus sibuk dengan laptopnya sekarang terlhat sudah bisa meregangkan otot-otot kaku.


 "Tok tok.. " pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dari luar. Pria itu pun menolwhnke arh sumber suara, tidak berapa lama kemudian muncul seorang pria dengan stelan serba hitam masuk ke dalam ruangan itu lantas membungkuk dengan hormat kepada pria yang memperhatikannya sejak orang itu memasuki ruangannya.


"Oh kamu sudah datang" sambut Zehan sembari beranjak dari kursi empuk yang ia duduki hampir seharian.


"Duduklah, tidak usah kaku begitu" Zehan mempersilakan pria itu untuk duduk di sofa. Pria berpakaian serba hitam itu pun mengikuti perintah Zehan.


"Jadi bagaimana hasil penyelidikanmu ?" tanya Zehan  seraya tersenyum.


"Sesuai petunjuk yang diberikan ibu Nayuwan kepada kita, keluarga Nona Deliza memang melakukan praktik ilmu hitam kepada beliau. Keluarga asli nona Deliza mengumumkan bahwa nona Deliza meninggal akibat kecelakaan tunggal. Dari hasil forensik pun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.Karena itulah Polisi yang menangani kasus kecelakaan itu menyatakan bahwa kecelakaan itu adalah murni sebab kelalaian pengendara. Namun sayangnya kita tidak bisa menyeliki jenazah nona Deliza yang asli  karena sudah dikremasi dengan alasan karena tubuhnya terlalu hancur untuk dilakukan pemakaman seperti biasanya. Meski keputusan itu banyak mengundang pertanyaan dan rumor dilingkungan kerabat dan perusahaan tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena yang memutuskan hal itu adalah Pak Danar, paman yang ditunjuk menjadi wali nona Deliza. Sedang Kakak nona Deliza hingga saat ini, saya masih belum ditemukan keberadaannya. Nyaris tidak ada informasi sama sekali mengenai keberadaannya. Tapi saya bisa memastikan jika kakak nona Deliza masih hidup tuan. Dugaan iitu diperkuat oleh karena beberapa orang kerabat mereka di luar negeri sempat bertemu dengannya, meski tidak lama kemudian kakak nona Deliza pasti akan segera berpindah tempat lagi." Joon Woon dengan lugas menerangkan hasil penyelidakannya selama beberapa bulan terakhir. Setelah beberapa tahun dari kejadian waktu itu akhirnya Nayuwan bisa menemukan awal titik penyelidikan mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Deliza hingga akhirnya ia bisa bertukar roh dengan gadis kecil yang ditemukan Zesya saat itu.


"Bagaimana dengan perusahaannya?"


"Perusahaan nona Deliza saat ini dijalankan oleh Hendrik anak tertua dari pamannya nona Deliza. Sayangnya perusahaan itu tidak sedang dalam keadaan baik. Dari data yang saya kumpulkan selam bekerja di perusahaan itu, setidaknya Hendrik sudah menggelapkan dana perusahaan lebih dari sepuluh milyar, belum lagi beberapa kerugian karena beberapa buyer yang membatalkan kerja sama dengan berbagai alasan. Akibatnya dalam dua bulan terakhir ini sudah dua ratus orang karyawan/ti tidak diperbahurui kontraknya atau dengan kata lain mereka semua di PHK. Yang tersisa kini hanya orang-orang lama yang memang sudah diangkat menjadi kartap, tentu itu menjadi masalah baru karena target  produksi yang tetap harus mereka kejar."


"Hendrik tidak mungkin bergerak sendiri bukan?"

__ADS_1


" Sesuai dugaan tuan, semua itu diketahui oleh pak Danar, paman nona Deliza."


"Artinya orang yang berada dibelakang layar tetaplah orang tua itu?" ucap Zehan sembari mencondongkan posisi tubuhnya


"Benar tuan" Joon Woon menjawab dengan singkat.


"Berapa persen saham yang sudah kita miliki saat ini?"


" Kita sudah menguasai 30% dari total keseluruhan. 20% dikuasai oleh Hendrik, 29% lagi masih dikuasai oleh pak Danar. Sisa 21% lagi adalah saham gabungan dari para investor dan direksi."


"Orang tua itu cukup pintar ternyata, dengan pembagian saham seperti itu artinya orang tua itu adalah tetap memiliki kekuasaan tertinggi dalam perusahaan."


"Dengan kata lain kita harus menemui para investor agar mau bekerja sama dengan kita bukan ? Karena jika kita hanya berfokus pada saham saham gabungan itu akan menyita terlalu banyak waktu. Benar?"


"Benar tuan." Zehan menghela nafas panjang sembari menyandarkan punggungnya kembali pada sandaran sofa.


"Lalu kamu sendiri apa yang ingin kamu lakukan pada keluarga itu?" tanya Zehan serius seraya melirik tajam pada Joon Woon dari sudut ekor matanya.

__ADS_1


"Untuk saat ini saya tidak bisa langsung memutuskannya tuan. Karena bagaimana pun semua ini harus harus saya bicrakan terlebih dahulu  dengan nona Deliza. Supaya beliau sendiri yang akan memutuskannya akan seperti apa akhir yang beliau inginkan. Saya hanya bergerak sebagai kepanjangan tangan dari nona Deliza."


"Jika aku perintahkan kamu untuk mengambil alih perusahaan itu, apa kamu sanggup Joon?" riak dan tatapan Zehan nambak lebih serius kali ini. Pemuda itu terlihat berpikir sejenak, lalu menghela nafas berat namun juga tipis.


"Jika tuan memberi saya sedikit kepercayaan setinggi itu, saya pasti akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Hanya saja pak Danar mungkin tidak akan melepaskan saya begitu saja begitu mengetahui rencana atau lebih buruknya lagi mengetahui keberadaan nona Deliza. Saya sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi pada nona Deliza setelah itu. Jika yang melawannya dengan fisik tentu saya tidak akan mudah tumbang, tapi jika berkaitan dengan kekuatan lain selain kekuatan manusia tentu saya akan mati saat itu juga."


"Soal itu kamu tidak perlu cemas. Perempuan itu tentu sudah memperhitungkan segala resiko yang akan kita hadapi saat dia memberitahukan semua informasi mengenai keluarga Deliza kepada kita. Kamu fokus saja pengambilalihan kekuasaan perusahaan Deliza." Zehan kembali menghela nafas karena merasa gusar dengan semua yang sedang ia hadapi saat ini.


Sebagai orang yang selalu mengedepkan logika, segala hal berbau mistis pasti ia anggap sebagai tahayul atau halunya orang jaman dulu saja. Tapi karena beberapa kali ia merasakn dan melihat sendiri bahwa hal kelenik itu ternyata memang masih ada di jaman modern ini, mau tidak mau dia harus mempercayainya. Terlebih setelah di beberapa kali Nayuwan membantunya secara gamblang  saat ada pesaing bisinisnya mengirimkan santet dan teluh kepada dirinya.


"Apapun yang terjadi perusahaan itu harus kembali kepada tangan pemilik aslinya. Dan sebagai calon suami dari putri ku, kamulah yang harus melakukan hal itu. Lagipula selama ini jalan mu menuju Deliza bukan kah terlalu mulus?'" Joon Woon menghela nafas kembali.


"Baik saya mengerti tuan, kalau begitu saya ijin pamit. Tadi saya sudah berjanji pada nona setelah ini akan menemaninya ke toko buku"


"Ok, pergilah lagi pula sebentar lagi aku juga mau kencan dengan istri ku. Ingat Joon aku percaya padamu, kamu bisa menjaga diri putri ku, meskipun aku tau dia sering menggoda mu"


"Saya akan selalu mengingatnya tuan" pemuda itu pun segera berdiri lalu sedikit membungkuk sebagai tanda penghormatan pada Zehan sebagai atasan sekaligus calon mertuanya.setelah Zehan mengangguk pelan barulah pemuda itu benar-benar meninggalkan ruangan Zehan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2