The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 133 > POV Part 2


__ADS_3

Jika di dunia ini ada yang bisa disebut sempurna , maka itu adalah kata yang tepat untuk disematkan pada Tania, istri yang sudah hampir satu tahun ini telah resmi menjadi istriku. Seorang mahasiswi cantik berhijab, cerdas, jurusan Social science di Oxford University. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya untuk berhijab, namun ketika ia mengatakan alasanny untuk berhijab sungguh sangat membuatku tersentuh. "Aku ingin bersama mu sehidup dan sesyurga, tapi bagaimana aku bisa sesyurga bersama mu jika hal sederhana seperrti behijab saja aku enggan" ah sungguh aku merasa sangat beruntung memilikinya.


Di awal-awal pernikahan kami, sebelum pada akhirnya kami ke tempat ini, para orang tua sangat rajin memberi kami nasehat ini itu, terkadang jengah mendengar setiap wejangan mereka terutama mama ku, entah kenapa aku merasa mama sangat overprotektif pada Tania. Satu hal yang sangat terngiang ditelinga ku adalah kata-kata mama, beliau mengatakan sebaik apapun sikap mama kepada istriku, tetap akan ada rasa canggung karena segan, dan meski mama berusaha memperlakukan Tania dengan kasih sayang yang berlimpah tetap tidak akan menjadi tempat ternyaman untuk Tania, tetap aku lah tempatnya menumpahkan segala keresahan suka dan dukanya. Yang tentu saja itu membuatku memiliki rasa jumawa karena dengan kata lain aku adalah pemilik atas seluruh dunia istriku. Namun mamaku juga mengatakan, jika aku juga bisa menjadi sumber kekecewaan terbesar Tania jika aku berlaku tidak jujur, dan terlalu menaruh curiga pada istriku. Ya aku cukup memahami apa yang dikatakan mama. Mama hanya tidak ingin Tania mengalami kehidupan yang sama dengannya di masa lalu. Yang harus bertahun-tahun menyembunyikan dirinya agar sang suami tepatnya papaku sadar jika fondasi dasar sebuah komitmet adalah keterbukaan dan kejujuran. Kurang komunikasi hanya akan menimbulkan kesalahpahaman yang akan mengakibatkan perpisahan. Meski begitu pada akhirnya mamapun tetap luluh memaafkan papa, sedang papa sekarang seperti anak anjing yang akan mengikuti mama kemanapun mama pergi. Awal aku mulai beranjak remaja aku sempat merasa risih dengan sikap papa yang selalu mengekor pada mama tapi sekarag aku mengerti kenapa beliau bersikap seperti itu, karena aku pun seperti dirinya saat ini.


Meski tidak 24jam aku terus mengekori Tania, tapi setiap ada waktu senggang aku lebih memilih menghabiskan waktu bersamanya. Entah hanya untuk menemaninya menoton drama Korea, belajar, belanja kebutuhan rumah, memasak atau membantu sekedar angkut-angkut saat Tania membersihkan rumah. Btw Tania mengurus sendiri rumah kami ini tanpa ART lho, padahal mama sudah menyiapkan dua orang asisten untuk membantu kami. Tapi istriku berhasil menolaknya dengan baik tanpa membuat mamaku tersinggung, entah apa yang ia katakan hingga mamaku bisa luluh. Aku tahu betul sifat mama yang keras kepala, bahkan papa sekalipun hampir tidak pernah mengatakan tidak atas apapun yang menjadi keinginan dan kemauan mama. Memang sebatu itu mamaku.


Subuh ini, Tania kembali menggodaku. Sudah menjadi hobi baru Tania sepertinya, setiap kali ia terbangun terlebih dahulu daripada aku, ia akan memandangiku untuk beberapa saat lalu menyentuh wajahku dengan ujung jarinya yang lentik. Terkadang aku biarkan saja toh menyenangkan juga diperlakukan demikian oleh istriku, tapi terkadang aku tidak bisa menahan diri jika "adik" ku sudah terasa menyempit di bawah sana. Aku baru paham ternyata sentuhan kecil saja sudah bisa membuatnya meronta -ronta. UUGH !!


Dan subuh ini, aku tidak bisa langsung membiarkan menelusup ke bagian yang ternyaman untuknya, karena perjanjianku dengan papa tidak akan membuat Tania hamil sampai beberapa tahun ke edpan mengingat usia kami memang sepertinya bukan suatu hal yang bijak jika aku membuat Tania hamil. Jadi biarkan saja kami menikmati masa pacaran sesudah menikah ini. Lagi pula kami hidup jauh dari lingkungan yang akan mempertanyakan "kapan punya anak?" buatku bukan hal menyebalkan, tapi belum tentu untuk Tania. Jadi ku putuskan untuk "bersolo ria" di kamar mandi, hal yang sebelum menikah tidak pernah aku lakukan. Meski terkadang aku bangun dengan tidur dalam keadaan "basah".

__ADS_1


Ku dengar suara lembut Tania ketika mengaamiinkan doa-doaku sepelas sholat subuh ini. Ku putar tubuhku lalu ku sodorkan tanganku untuk diciumnya. Kulantunkan beberapa doa dipuncak kepala istriku adgar ia selalu dalam lindungan Allah SWt di setiap aku tidak bersama dirinya.


Aku menatap lembut wajah istriku yang terlihat polos tanpa polesan bedak dan gincu. Ah ya Tuhan sungguh aku sangat bersyukur karena menjadikannya sebagai bagian yang hilang dari tulang rusuk ku.


"A, Aa mau sarapan apa?" tanyanya lembut. Sejak menikah ia juga memanggilku Aa, katanya tidak sopan jika seorang istri memanggil nama suaminya secara langsung, terserah dia saja apapun panggilannya untu ku tidak jadi soal. Karena bagi ku apapun yang ia sematkan kepada ku adalh panggilan bahasanya cintanya untuk ku.


"Baiklah,, aku buat nasi goreng kampung saja, hari ini aku sedang ingin makan itu, bagaimana?"


"Iya boleh sayang, massaklah apapun yang kamu mau."ucapku sembari sedikit mengacak-acak pucuk rambutnya yang lembut. Raut wajahnya makin terlihat menggemaskan saat cemberut dengan bibir membebek. Ahh,,, betapa lucunya istriku ini ya Allah.

__ADS_1


Ya Allah tolong tetapkan selalu hatiku untuk tidak berpaling kepada wanita lain yang mungkin seribu kali lebih baik dan lebih cantik darinya. Yakin selalu hatinya hanya aku yang akan selalu ada untuknya di setiap waktu. Hanya aku yang akan selalu menggenggam tangannya, menjaga setiap langkanya agar selalu beriringan di sampingku. Meski aku tahu aku mungkin tidak akan selalu membuatnya behagia tapi aku berjanji ya Allah aku akn berjuang agar ia tidak mengeluh dan terbebani karena menerima ku menjadi suaminya.


Aku akan membuktikan bahwa aku bahagia ku adalah karena memilikinya dalam hidupku. Sempurna hidupku karena menjadikan ia pendampingku di sisa umurku. Aku benar-benar mencintaimu Tania Rie Hashimoto.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2