The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 31


__ADS_3

Alexa meminta sopir taxi yang ia naiki dari kediaman Zehan di sebuah Mall ternama di ibu kota. Pertama ia memasuki area swalayan lalu membeli beberapa perlengkapan untuk Rexa, putranya. Sesekali ujung matanya mengekor sudut menyadari ada yang mengikutinya sedari ia keluar dari kediaman Zehan.


"Si*l !! " pekiknya seraya mengeraskan rahang. Kemudian ia terus melaju menyusuri tiap pertokoan di mall tersebut, lalu masuk ke dalam sebuah butik. Dan benar saja 2 orang pria yang meski dari penampilan mereka seperti pengunjung biasa tapi dari gerak geriknya jelas mencurigakan saat tengah sibuk mencari keberadaan dirinya.


"Mbak,, sini" panggil Alexa pada seorang pengunjung.


"Iya mbak, kenapa?" jawab perempuan itu mengerutkan keningnya dengan curiga.


"Mbak, maaf bisa saya minta tolong, saya lagi di kejar-kejar sama anak buah suami saya." tunjuk Alexa pada dua pria yang tengah frustasi mencari dirinya.


"Saya lapor polisi aja ya mbak?" ucap pengunjung itu setelah melihat 2 orang pria yang ditunjukan oleh Alexa.


"Percuma mbak, suami saya punya banyak uang, lapor polisi itu sama saja keluar kandang macam masuk kandang ular." cegah Alexa.


"Lalu bagaimana saya menolong mbaknya?" jawab perempuan itu bingung. Kemudian Alexa dengan cepat menarik tangan wanita itu ke dalam fitting room butik tersebut.


"mbak kita tuker baju ya?"


"Tapi mbak,, baju mbak kayaknya mahal banget, nanti kalo rusak saya ngga bisa ganti" tolak perempuan itu.


"Ngga apa-apa, yang penting saya bisa kabur dari suami saya, berharga dariad pakaian dan aksesoris bukan apa-apa," namun perempuan itu masih ragu.


"Mbak, saya pastikan mereka ngga bakal ngapa-ngapain mbak kalopun berpapasan bilang aja sejujurnya kalo saya bayar mbak buat tuker baju"

__ADS_1


"tapii..."


"Please tolong saya mbak" ucap Alexa dengan wajah memelas. Setelah berpikir beberapa saat ditambah dengan wajah Alexa yang terus saja memelas seakan benar-benar membutuhkan bantuan pada dirinya.


Beruntung bagi Alexa perempuan itu mau bertukar pakaian dengan dirinya. Tanpa ragu Alexa segera melucuti pakaiannya dan memakai pakaian pengunjung itu.


"Mbak nanti kita keluar barengan ya, mbak nanti pura-pura pilih baju ini ada sejumlah uang cukup buat beli beberapa barang di toko ini. Saya mau langsung ke parkiran. Makasih ya mbak jasa mbak ngga akan saya lupain" ucap Alexa sembari menggenggam tangan perempuan itu dengan mata berkaca-kaca. Perempuan yang entah siapa namanya itu hanya mengangguk saja. Saat mendengar arahan dari Alexa. Dan mereka pun keluar bersamaan dengan arah yang berbeda.


Satu dari 2 orang suruhan Gibran melihatnya dan langsung mendekati perempuan yang memakai pakaian Alexa. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat perempuan itu bukanlah Alexa. Kemudian perempuan itupun menegurnya karena ia menghalangi dirinya yang akan akan menuju kasir.


"Misi mas, saya mau ke kasir" tegurnya.


"Ah ia mbak, maaf maaf." ucap Keni dengan sungkan. Tapi beberapa detik kemudian karena merasa curiga iapun segera menghampiri perempuan itu.


" Iya mas kenapa? Duh mas maaf saya udah punya pacar, saya ngga bisa kenalan sama masnya," ucap perempuan itu percaya diri dengan wajah tengil. Yang tentu saja membuat Keni terperangah dibuatnya. Sontak Hejun yang melihatnya tersenyum geli dengan muka cengo temannya itu.


"Bukan mbak, saya cuma mau ngasih tau resleting bluesnya mbak belum naik" ucap Keni. Dengan panik si perempuan itu segera meraba punggungnya yang ternyata benar belum di resleting dengan benar. Lalu perempuan itu segera masuk kembali ke bilik fitting butik tersebut dengan wajah memerah.


"Dasar mes*m !!" umpat perempuan itu saat melewati Keni yang tersenyum padanya dengan terpaksa. Hejun yang melihatnya tetap berusaha stay cool padahal ia sangay ingin menertawakan sahabatnya itu saat dikatain "m*sum" oleh perempuan tadi.


"Gimana?" tanya Hejun dengan masih menyisakan sedikit tawanya saat mendatangi Keni yang kesal karena dikatai m*sum oleh perempuan tadi.


"Alexa cukup pintar untuk bisa lolos dari kita." ucap Keni sembari masih mengedarkan penglihatannya ke seluruh sudut butik tersebut. Kemudian setelahnya mereka pun akhirnya memutuskan kembali ke markas mereka untuk melaporkan jika mereka sudah gagal dalam misi kali ini.

__ADS_1


...----------------...


Alexa sudah sampai di Rumah sakit tempat Deren dirawat. Kemudian ia segera memakai pakaian perawat serta masker yang sudah ia persiapkan dari rumah. Alexa mengetuk pintu 5 kali dengan nada sebagai tanda atau kode isyarat kehadiran dirinya. Beberapa saat kemudian iapun masuk kedalam ruangan tersebut.


Di sana terlihat Deren tengah terbaring dengan oksigen di hidungnya. Perlahan Alexa naik ke atas tubuh Deren tanpa menunggu perintah dari pemiliknya. Lalu dengan lembut Alexa menyentuh si Jeki yang tengah tertidur.


"Kamu suka sekali mengganggunya saat tengah pulas kamu harus bertanggungjawab dengan kenakalanmu Alexa" ucap Deren tiba-tiba membuka matanya.


"Dengan senang hati sayang" ucap Alexa dengan suara berbisik nakal menggoda Deren.


...----------------...


Keni dan Hejun melaju kencang menuju ke sebuah restoran khas sunda tempat dimana Gibran tengah menjamu clientnya dari Malaysia. 15 menit berlalu, merekapun sudah sampai di restoran yang Gibran tunjukan. Sembari menunggu bossnya selesai meeting dan makan siang merekapun memesan makanan dan minuman di sana. Alasan mereka berbuat demikian pertama karena pakaian mereka terlalu mencolok jika harus langsung bergabung dengan teman sejawat mereka sebagai pengawal. Dan alasan lainnya karena mereka memang lapar saja belum makan siang.😅


Setelah client Gibran pamit dengan wajah sumbringah karena mencapai kesepekatan yang deal. Juga karena restoran yang dipilih Gibran ternyata turut membuat mereka nyaman, bisa sangat menikmati berbagai hidangan khas Sunda tersebut. Hingga memiliki kesan tersendiri pada diri para clientnya. Kemudian Gibran segera menyambangi meja Keni dan Hejun yang juga baru selesai makan siang.


" Enak ?" tanya Gibran saat melihat Keni dan Hejun yang kekenyangan. Dengan sigap mereka langsung berdiri saat boss mereka sudah berdiri tepat dibelakang mereka.


"Sudah duduk aja." ucap Gibran saat melihat ekspresi Keni dan Hejun yang terkejut oleh kehadirannya. Keni dan Hejung saling melirik satu sama lain kemudian duduk kembali ke kursi mereka tadi.


"Jadi ?" ucap Gibran dengan sorot mata tajam menatap pada Keni dan Hejun yang tiba-tiba saja bergidik ngeri melihat tatapan tajam seorang Gibran, dan juga merasakan tenggorokan mereka seolah kering hingga sulit untuk mereka menelan salivanya dengan tercekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2