The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 66


__ADS_3

"Zesya, kan mama udah bilang jangan lari-lari, jatoh kan, mana yang sakit?" seru Hasya saat menemukan anaknya tengah dibantu seseorang."DEG" jantung dan waktu disekeliling pria itu seolah berhenti untuk beberapa detik saat mendengar pekikan seorang perempuan. Pria itu lantas berdiri saat perempuan itu langsung menghampiri bocah laki-laki yang baru saja menambraknya seolah perempuan itu tidak melihat keberadaannya di sana.


Ia memperhatikan dengan seksama wajah perempuan yang baru menyebut dirinya dengan sebutan "mama", ia sedikit memiringkan kepalanya sembari menyipitkan sepasang matanya, agar benar-benar bisa memastikan apa yang dilihatnya adalah benar-benar wanita yang ia cari selama ini. Meski ragu akhirnya ia memberanikan diri untuk memastikan perempuan itu adalah benar dia.


"Ha.. Hasya ??" ucapnya agak terbata, pun dengan perempuan itu tubuhnya terasa membeku beberapa saat saat melihat sosok pria yang tengah berdiri di depannya. saat ini. "Ke.. Kevin.." ucap Hasya terbata. Netranya membulat sempurna, sembari perlahan tangannya berusaha meraih tubuh mungil putranya.


"Ah.. hahhha" Kevin tertawa kecil tidak percaya dengan apa yang baru saja ditemukannya saat ini..


"Hahhh... Ini benaran kamu Sya.." tanya sadar ia mencengkram kedua lengan Hasya, lalu memeluk tubuh Hasya tanpa peduli banyak mata yang sedang melihat ke arah mereka.


"Iihh. om ciapa.. yepasin mama Eca, ga copan peyuk-peyuk mama Eca !!" suara cadel dan tangan mungil Zesya yang berusaha memisahkan pelukan Kevin yang sedang memeluk Hasya.


"Vin.." Menyadari hal itu cepat-cepat Hasya meregangkan pelukan pria itu.


"Eh maaf.." cepat-cepat ia melepaskan rangkulannya yang padahal Hasya sendiri tidak membalas rangkulan tersebut, atau lebih tempatnya kedua tangannya memang diam saja saking terkejutnya saat Kevin berhambur memeluknya. Kevin lantas menolah pada bocah laki-laki yang tadi menarik-narik kakinya. Iapun berjongkok sambil tersenyum ada bocah itu.


"Hai.. kenali nama om, Kevin, om bukan orang jahat, om ini... temen mama kamu, nama kamu siapa?" ucap Kevin mengulur tangan juga sambil senyum hangat mengembang dibibirnya. Zesya menatap curiga pada sosok pria itu lantas menoleh pada wanita yang berdiri disampingnya seraya tersenyum dan mengangguk kepadanya.


"Nama aku Eca Om" jawab Zesya singkat lalu mencium punggung tangan Kevin dengan takzim.


"Lucunya" ungkap Kevin mengacak puncak kepal Zesya gemas dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Hmmm sebagai permintaan maaf karena tadi Om udah peluk mama kamu tanpa izin, gimana kalo om traktir ice cream? Mau?" Zesya menoleh pada mamanya yang kemudian mengangguk kecil padanya. Melihat respon dari Hasya Zesya kecil melonjak kegirangan dan malah meminta di gendong oleh Kevin yang sudah pasti menyambutnya dengan gembira. Mereka pun menuju sebuah kedai yang ice cream yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.



Hampir dua puluh menit mereka mengantri di kedai tersebut untuk mendapatkan salah satu menu ice cream yang menjadi best seller di sana. Coconut Ice Cream.


"Zesya mua rasa apa?"tanya Kevin


"Olijinay keyapa" lalu Kevinpun memesan 3 porsi untuk mereka bertiga. Setelah mendapatkan ice cream dengan wadah unik tersebut mereka mencari tempat yang cukup teduh di sana. Zesya entah kenapa anteng saja duduk di pangkuan pria yang baru saja dikenalnya ia itu, ia bahkan menolak saat Hasya menyuruhnya untuk turun dari pangkuan Kevin.


"Jadi malah aku duluan yang menemukan mu Sya?" tanya Kevin di sela-sela makan ice cream. Hasya menoleh sebentar kemudian kembali beralih menatap pesisir pantai seraya menggangguk lemah.


"Seperti yang kamu lihat Vin, sekarang aku sudah memiliki Zesya, aku tidak mungkin tega memperkenalkan pria lain sebagai ayahnya" kata Hasya sembari mengaduk ice creamnya yang mulai meleleh.


"Mau sampai kapan?" Kevin menatap dalam wajah Hasya yang bahkan setelah beberapa tahunoun seolah tidak ada yang berubah darinya. Tetap segar, cantik, bahkan menurutnya auranya lebih cantik dan lembut.


"Entahlah.." ucap Hasya mengangkat bahunya.


"Om Evin nanti puyang ke mana, ma?" ah hampir saja Hasya lupa bahwa ada Zesya di sana, dan ia hampir lupa jika anaknya entah kenapa terlalu peka dengan suatu situasi.


"Om Kevin harus pulang ke rumah mamahnya sayang" jawab Hasya cepat-cepat, sebelum Kevin menjawabnya dan menjadikan itu sebagai alasan untuk pertemuan berikutnya. Kevinpun hanya bisa terdiam kecewa karena jalannya untuk mendekati bocah itu sudah Hasya tutup duluan tanpa memberinya kesempatan sama sekali.

__ADS_1


"Yaaah.. padahal Eca mau ajak Om Evin jajan lagi" ungkap Zesya murung.


"Nanti-nanti kalo Om Kevin ada kesempatan ajak Zesya jalan-jalan deh, tapi itu pun kalo mamanya Zesya ngizinin om" kali ini Kevin ambil kesempatan duluan.


"Janji ya Om, mah boyeh kan?" Hasya hanya bisa tersenyum hambar sembari melirik bergantian pada Kevin dan putranya itu.


Hari berikutnya Kevin menjemput Hasya dan Zesya dari hotel tempat mereka menginap lalu mengajak mereka berwisata alam. Meski sejujurnya Hasya tidak merasa nyaman dengan hal itu karena ia tahu pasti tujuan Kevin melakukan hal itu semata-mata untuk mendapatkan perhatian dari bocah berusia tiga tahun itu, namun ia tidak bisa mengabaikan kebahagiaan putranya saat diajak jalan-jalan oleh Kevin.


Sepanjang hari mereka menikmati Cagar Alam Pangandaran yang berada masih satu kawasan dengan Pantai Pangandaran. Taman Wisata Alam (TWA) itu dapat diakses melalui pintu masuk jalur Pantai Barat maupun Pantai Timur Pangandaran. Di sisi lain, mereka juga dapat menyewa perahu dari Pantai Barat Pangandaran menuju Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran.


Memasuki kawasan Cagar Alam, mereka dapat melihat keragama flora fauna seperti Kera Ekor Panjang, Lutung, Rusa, Kalong, Landak Jawa, Biawak dan Bunga Raflesia. Serta beragam peninggalan sejarah seperti Situs Batu Kalde, Situs Gua Parat, Situs Batu Meja, Goa Jepang, Goa Lanang, Goa Panggung dan Pemandian Cirengganis. Seperti sudah Hasya duga ia akan sedikit kerepotan saat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Zesya yang sangat suka penasaran apalagi ini adalah tempat yang tepat untuknya menggali macam-macam pengetahuan yang ingin ia tahu. Untungnya sedari awal mereka sudah meminta seorang tourguide karena jika tidak Zesya akan ngambek jika pertanyaan-pertanyaannya gagal ia dapatkan jawabannya.


"Zesya anak siapa sih cerewet banget, Om guidenya sampe senyum-senyum lho, karena Zesya cerewet" hardik Hasya yang mereka Zesya sudah agak berlebihan.


"Ngga apa-apa bu, bagus malah kalo masih kecil haus dengan rasa penasaran dengan alam dan lingkungan. Saya yakin nanti adenya bisa jadi seorang yang berhasil dan sukses" Zesya yang mendengar hal itu lantas tersenyum pada tourguide tersebut. Hingga sore hari barulah mereka kembali pulang ke hotel mereka. Hasya Dan Zesya nampak pulas tertidur di samping Kevin yang tengah mengemudikan mobilnya mengantar mereka kembali ke hotel. Pria itu lantas berhenti sejenak dan memperhatikan wajah tenang Hasya dan Zesya yang sedang tertidur.


"Andai kamu memberiku satu kesempatan saja Sya, aku pastikan aku akan membuatmu jauh lebih bahagia" ungkapnya lirih seraya mengecup kening Hasya dan Zesya bergantian.


**FLASHBACK OFF


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

__ADS_1


__ADS_2