
Zehan turun dari mobil dengan di bantu oleh Gibran sementara pak Edy menyiapkan kursi rodanya, kemudian beberapa petugas keamanan berdatangan menghampirinya dengan sigap, namun karena Zehan sudah duduk di kursi rodanya mereka hanya menyambutnya dengan membungkukan badan saat Zehan dan Gibran melewati mereka.
"Kasian ya, pak Zehan sekarang harus duduk di kursi roda gara-gara kecelakaan tahun lalu" ucap resepsionis pada kepala petugas keamanan yang memeriksa absensi anak buahnya.
"Walau begitu aura gunung esnya malah makin terasa, dulu beliau masih mau menyapa kita, sekarang.. Kamu bisa melihat barusan. Boro-boro pengen nyapa, liat mukanya aja udah horor" seloroh kepala keamanan bercanda.
"Biasalah kalo boss mah emang begitu, untungnya gaji di sini cukup besar besar ya pak, jadinya walau punya boss macam itu tetap semangat" timpal resepsionis mengekeh.
"Ya begitulah" jawab kepala keamanan tersipu malu.
"Daebak,, Eh.. Eh coba liat ini, cantik bangetkan?" ucap seorang resepsionis lainnya saat ia membuka forum perusahaan yang tengah ramai membicarakan kehadiran Zehan yang tiba-tiba saat pertunangan Alexa dan Deren tempo hari. Bukan hanya di forum resmi perusahaan, bahkan di berbagai media masa juga tengah hangat mengheadline berita tentang Zehan, namun sebenarnya lebih ke menggossipkan wanita cantik yang mendampinginya malam itu.
"Siapa ini? Artis? hmm bukan.. kayanya dia model" Citra yang tengah membererskan berkas absensi yang tadi diperikasa bapak ketua keamanan memanjangkan lehernya saat membaca sekilas berita yang tertulis.
"Bukaan... Makanya beritanya heboh banget,Menurut berita-berita yang aku baca katanya calon istri pak Zehan itu cuma mantan TKW yang dulunya sempat merawat beliau saat berobat kemarin" jawab Nia excited.
"Masa sih?" Bagas yang tadi hanya menguping menyimak ikut penasaran pada akhirnya.
"Eh si bapak ngga percaya, coba aja bapak bukan google headlinenya rata-rata lagi bahas soal itu, malah di twitt lagi trending hastag CinderellaTKW"
__ADS_1
"Tapi kalo cantik begini mah saya juga mau" ucap Bagas tersenyum saat melihat laman berita diponselnya.
"Inget istri pak" kata Citra.
"Canda kali mbak" sahut Bagas.
"Kalo tau pak Zehan ngga mandang status sosial udah gue pepet" ucap Nia.
"Cantik lho?!" gurau Citra pada rekan kerjanya itu yang memang sejak awal sudah menyukai Zehan.
"Kira-kira pake pelet apa ya yang dia pake, sampe-sampe si Mister Winter bisa luluh"
"Najis !!" kekeh Nia, tengah bercanda demikian Deren didampingi Alexa tiba-tiba datang dan berjalan melewati mereka dengan wajah yang tentu saja tidak ramah sama sekali. Suasana menjadi sunyi seketika saat pasangan itu melewati para pegawai padahal tadi mereka riuh rendah tengah menggossipkan soal pertunangan mereka yang bisa dikatakan sedikit berantakan karena kehadiran Zehan dan Hasya yang malah menjadi pusat perhatian di acara tersebut.
Suasana aula riuh rendah, dengan kebisingan obrolan para direksi, dan para direktur CEO yang bergabung di Genesis, pembahasannya jelas, yaitu voting mengenai kedudukan Zehan yang sekarang menjadi ketua mereka.
"BRAK !!" pintu terbuka agak kencan hingga semua orang berpaling ke arah pintu. Deren dan Alexa masuk dengan wajah ramah yang pastinya itu hanya di buat-buat agar mereka tetap mendapat dukungan dari mereka untuk mendepak Zehan. Mereka menyapa dengan sumbringah khas seorang penjilat.
"Halo pak Nathan, senang bertemu dengan anda," sapa Deren dan Alexa menyalami mereka.
__ADS_1
"Anda makin cantik saja, sayang anda sudah bertunangan dengan pria ini" gurau Pak Hasa, direktur Waisang Raya.
"Ah bapak bisa saja" sahut Alexa mengulas senyum.
Satu persatu mereka sudah duduk di tempat mereka masing-masing. Suasana aula meeting RUPS menjadi sedikit tenang dan mulai menjadi serius. Tepat di saat itu Zehan masuk ke dalam aula dengan menggunakan kursi rodanya. Di ikuti oleh Gibran juga Fitri sekertarisnya. Suasana menjadi tegang untuk sesaat, terlebih mereka sangat menyadari meski Zehan tengah duduk di kursi roda itu, namun auranya tetap sama, tetap dingin, tetap menyeramkan. Sebagian dari mereka nampak gusar dengan kehadiran Zehan, terlebih mereka yang sudah berkongsi untuk menurunkan Zehan dari posisinya saat ini.
"Saya harap. Saya tidak terlambat" ucap Zehan datar, tatapannya dingin mengintimadi semua orang yang ada di ruangan tersebut. Kursi roda Zehan melaju hingga tepat di mana kursi kepemimpinannya berada.
Tangan Zehan menahan pada handle kursi rodanya, Deren yang melihat hal itu tersenyum mengejek seraya menggelengkan kepalanya. Setelah Zehan pindah duduk dikursinya. Ia menghela nafas, mengedar pandangan keseluruh direktur yang hadir terhenti sesaat pada Alexa yang duduk di samping Deren dengan sikap acuh.
"Bukankah ini rapat RUPS?" tanya Zehan sinis. Semua orang saling memberi isyat dengan gerak mata alis serta gesture tubuh mereka, seolah tidak paham apa yang maksudkan oleh Zehan.
"Benar Pak, rapat kali ini adalah RUPS tahun, serta apa ada kemungkinan untuk adanya pergantian atau kebijakan baru di Genesis Grup. Mengingat kondisi Bapak yang sepertinya masih harus menfokuskan diri pada pengobatan kaki bapak" ucap Mahendra, direktur Daiji NT, yang sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan Deren tentunya.
"Oh begitu?! Lalu kenapa nona Alexa ada di sini setau saya beliau hanya seorang calon istri dari pak Deren, bukan pemilik dari perusahaan yang di kelola pak Deren?" ungkapnya dengan riak wajah yang tidak berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...