The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 37


__ADS_3

Hasya bersiap meninggalkan rumah Zehan dengan hati hancur. Meski ia sudah menyiapkan diri untuk hal ini namun tetap saja ia tidak bisa membohongi perasaannya yang kini sangat terluka, pertahanannya seketika runtuh saat ia masuk ke dalam kamarnya,air matanya tak bisa ia bendung lagi. Ia benar-benar kecewa karena Zehan lebih mendengarkan ucapan Alexa dari pada mempercayai dirinya. Dengan cepat-cepat ia mengambil kopernya yang memang sudah ia siapkan jauh-jauh hari. Ia juga sempat membawa beberapa foto pernikahannya dengan Zehan.


Ia terdiam sesaat saat bayangan masa-masa indah dirinya dengan Zehan. Beberapa saat kemudian ia keluar dengan membawa barang-barang miliknya saja. Ia mematung sejenak berusaha untuk menenangkan dirinya terlebi dahulu sebelum ia kembali melangkah menuju pintu utama. Ia melihat ruang tengah yang masih berantakan karena amukan Zehan dengan getir, foto-foto dirinya yang tengah bersama Kevin pun berserakan begitu saja.


" Kamu lihat Ze, bahkan ia sepertinya ia sudah bersiap dari lama untuk meninggalkan mu." kata Alexa julid. Hasya hanya membuang nafasnya tetap berusaha mengendalikan emosinya agar tidak meledak saat itu juga.


"KAMU BENAR-BENAR KETERLALUAN SYA !!" bentak Zehan tiba-tiba, saat melihat Hasya ngeloyor begitu saja menuju pintu utama. Mendengar teriakan Zehan yang memekan telinga Hasya kemudian berhenti lalu berbalik dan berjalan menuju Zehan meninggalkan kopernya di sana. Sekali lagi ia menghela nafas dan menutup matanya untuk menenangkan perasaannya sebelum ia berbicara pada Zehan.


"Mas, aku pergi dulu. Tidak apa-apa jika saat ini kamu tidak percaya padaku. Tapi aku yakin jauh di dalam lubuk hatimu, kamu masih percaya sama aku, bahwa aku tidak mungkin melakukan hal itu. Coba tenangkan dulu hati mu, dinginkan dulu isi kepalamu, barulah kamu bisa melihat kebenarannya" ucap Hasya tenang.


"Halah, jangan percaya Ze, bukti sudah didepan mata masih saja berusaha berkelit." kompor Alexa ketus tanpa merubah posisinya berdiri yang sambil melipat tangan di dad*nya. Sekali lagi Hasya hanya menghela nafas saat melihat reaksi Zehan yang benar-benar termakan oleh hasutan Alexa. Ingin rasaya ia menampar mulut wanita itu. Namun tetap ia tahan demi rencananya.


"Mas.. (sniff sniff).. hhh.. Aku pergi ya,, jika suatu saat kamu sudah mengerti bagaimana keadaan situasinya segera perbaiki. Dan jika suatu saat kamu ada keinginan untuk mencariku.. hikss.. Aku berharap kamu sudah selesai dengan segala hal yang berhubungan dengan masa lalumu. Karena aku percaya kita bisa bahagia saat semua urusan di masa lalu sudah tidak mengganggu kita lagi" ungkap Hasya sembari pelan-pelan ia mengangkat tangan suaminya lalu menciumnya dengan takzim. lelehan air mata Hasya membasahi punggung tangan Zehan. "Deg!"

__ADS_1


Zehan mematung seolah ia tersengat listrik.Tiba-tiba saja, ada perasaan yang mengalir hangat di dalam relung hatinya. Ia menatap tajam pada Hasya yang masih membungkuk juga mencium tangannya. Ketika ia pikiran mulai berperang satu sama lain. Bertanya-tanya apa benar ini hanya salah faham, apa benar ia terlalu cepat mengambil tindakan karena terbakar cemburu? Di saat yang bersamaan Hasya mulai melepaskan genggam tangannya. Lalu beranjak berjalan kembali menuju pintu utama di mana kopernya sudah menunggunya dari tadi.


Bi Ani nampak sangat sedih dan tidak berhenti menyeka air matanya saat melihat Hasya menggeret kopernya dari dalam mantion. Hatinya benar-benar sakit saat melihat Zehan mengamuk dan memaki Hasya tanpa memberi Hasya kesempatan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Ia bahkan sudah sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri. Sedang pak Edy kemudian membantu Hasya membawakan kopernya masuk ke dalam bagasi. Dan berniat mengantarkan Hasya pulang ke rumah orang tuanya namun Hasya menolaknya dengan halus.


"Non.. hikkss... tunggulah sampai Non Zia kembali ke Indonesia, beliau pasti membantu Non Hasya mencari kebenarannya non.. hikkss" cegah Bi Ani berurai air mata. Hasya berdiri didepan Bi Ani yang sedang mengisak lalu mengusap air mata yang membasahi pipi perempuan yang hampir hampir sebaya dengan adik ibunya.


"Bi, udah ya.. Bibi doain aja semoga semuanya kembali baik. Tolong jagain Mas Zehan ya. " ucap Hasya seraya memeluk Bi Ani dengan lembut.


"Hikks. non..."


"Ayo snow kita pergi, nanti di rumah baru kamu tetap nyaman kok" ucap Hasya berusaha mengusir kesedihannya. Pak Edi tersenyum sekaligus iba melihat hal itu.


"Aku pamit ya pak, bi,, jika kita masih berjodoh kita pasti kembali bi tenang saja" ucap Hasya. Pak Edi mengangguk dengan senyum yang dipaksakan sedang Bi Ani semakin menjadi isak tangisnya sambil melambaikan tangannya saat mobil yang dilajukan Hasya makin menjauh kemudian menghilang di balik pintu gerbang.

__ADS_1


"Apa Hasya sudah pergi bi?" tanya Zehan dengan raut wajah panik seolah baru saja tersadar dari sebuah hipnotis.


"Ia Tuan, Non Hasya baru saja pergi kalo di susul pasti masih belum jauh Tuan" tanpa di beri aba-aba Pak Edi segera menyodornya kunci mobil lainnya. Detik itu juga Zehan langsung menyambar kunci itu lalu melajukan mobilnya dengan tergesa-gesa berharap masih bisa menyusul Hasya yang baru saja keluar dari area pemukiman Mantionnya. 10 menit mencari akhirnya ia bisa melihat ****** mobil Hasya berbelok menuju arah jalan raya.


"BRAAKKK !!" "TTTIIIIIIDDD" sialnya karena tidak memperhatikan jalan ia malah menabrak abang tukang becak yang hendak berbelok. Zehan keluar dengan tergesa-gesa dan memeriksa abang tukang becak tersebut syukurlah ia tidak terluka parah hanya ban becaknya saja yng jadi penyok di kiri dan kanannya, dalam keadaan begitu ia melihat mobil Hasya semakin menjauh dan tenggelam diantara mobil-mobil lainnya yang ada di jalan besar.


"Aaaarrrrgghhh !!" teriak Zehan frustasi seraya menyibak rambutnya dengan emosi. Abang becak yang melihatnya semakin ketakutan namun juga bingung harus berbuat apa, begitu pun orang-orang yang berkumpul di sana.


"Pak, bagaimana dengan abang becak ini?" tanya seorang warga yang kemudian menyadarkan Zehan dengan situasinya saat ini. "Hhhh !! PCk !!" Zehan memijat area pelipisnya, sedang tangannya masih bertolak pinggang. Setelah membuang nafas iapun menghampiri abang becak itu lalu memberinya 5 lembar uang 100ribuan untuk abang tukang becak itu.


"Bapak kan ngga ada luka serius, ini saya kasih untuk ganti rugi hari ini. Saya sedang buru-buru dan saya tidak bawa uang cas,.ini kartu nama saya. Besok bapak datang ke alamat ini ya " ucap Zehan saat berhadapan dengan si bapak, tukang becak itu lantas mengangguk dengan pelan karena masih syok dengan kejadian yang baru saja ia alami barusan.


"Kalo begitu boleh saya pergi dulu, saya harus mengejar istri saya" pinta Zehan dengan wajah polos. Lagi-lagi abang becak itu hanya mengangguk seolah terkesima dengan ramah tamah Zehan terhadap dirinya. Melihat hal itu Zehan ingin segera bergegas namun ia kembali terdiam saat melihat kondisi mobilnya. Beruntung di sana ada beberapa ojol yang bersedia mengantarnya untuk mengejar Hasya, senyum Zehan kembali terbit saat menerima tawaran tersebut tanpa basa basi merekapun segera bergegas.

__ADS_1


"Hati-hati bang jangan sampai nabrak lagi" teriak salah seorang warga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2