
"Kita masuk?" Hasya mengangguk kemudian berjalan di samping kursi roda Zehan dengan elegant, Zia dan Gibran mengikuti mereka dari belakang, memasuki pelataran ballroom yang sudah sepi yang artinya mereka sudah terlambat untuk membuat kehebohan di awal karena acara sudah di mulai setengah jam yang lalu, yang sesuai dengan rencana mereka untuk menjadi pusat perhatian nantinya.
Setelah dilakukan pengecekan undangan merekapun dipersilahkan masuk ke dalam ballroom yang terlihat sangat mewah. Jari jemari Hasya menggengam erat cluth yang dibawa tangan kirinya. Zehanpun menggenggam lalu mencium punggung tangan kanan Hasya yang sedari tadi ia genggam untuk menenangkan Hasya yang sedang gugup perempuan yang menjadi pendampingnya malam ini.
"Alexa,.." Deren kemudian berlutut ala-ala pangeran " Disaksikan semua orang har ini aku untuk kesekian kalinya mengungkapkan dengan tulus, menikahlah denganku" ucap Deren, Alexa tersenyum lebar lantas mengangguk tanda ia menerima lamaran Deren, Derenpun meraih tangan kanan Alexa dan menciumnya lembut dari saku celana kirinya ia mengeluarkan cincin bermakhkotakan berlian yang cukup besar.
Tiba-tiba lampu sorot otomatis mengarah otomatis ke arah pintu masuk menandakan seseorang baru saja masuk ke dalam ballroom. Fokus semua orang kembali teralihkan bahkan langsung beralih pada sosok yang baru saja masuk. Acara pertunangan Alexa dan Deren yang seperti mimpi kini buyar karena kehadiran Zehan dan Hasya. Zia tersenyum julid dengan puas karena sudsh menghancurkan pesta pertunangan Alexa.
Awak media berebutan untuk mengambil foto Zehan karena sudah hampir satu tahun Zehan seolah menghilang bak ditelan bumi sejak kecelakaan itu. Kemudian mereka berbisik-bisik saat melihat Zehan yang tetapa terlihat tampan seperti biasa meski ia tengah duduk di kursi roda, fokus mereka makin berpusat saat melihat seorang wanita yang berdiri disampingnya.
"Eh dia artis ya? cantik banget.."---"Ah kayaknya bukan deh, aku ngga pernah lihat di tivi mana pun, tapi emang beneran cantik banget"----"tampilan sederhana makeup ala-ala korea, tapi makin cantik alami"--- " itu wajahnya mulus banget pasti mahal banget perawatannya" juga beberapa juga membicarakan keadaan Zehan yang kini duduk di kursi roda namun tetap terlihat tampan dengan tuxedo yang ia kenakan.
Deren bangkit dari posisinya, kemudian iapun ikut melihat siapa yang baru saja datang sekaligus merusak moment dirinya dan Alexa. Netranya seketika menatap sinis pada Zehan yang duduk di kursi roda dengan penuh percaya diri. Sedang Alexa menatap sinis pada Hasya yang berdiri mendampingi Zehan.
"Kau lihat sayang, semua mata kini tertuju padamu" ucap Zehan dengan tanpa mengubah riak wajahnya yang dingin dan kaku sinis menatap Deren. Seolah mereka tengah saling melesatkan anak panah dari sorot mata mereka. Mereka terus melangkah masuk hingga terhenti di tengah-tengah ballroom. mata dan senyum Zia tidak bisa berbohong, ia terang-terangan mengulas senyum manis namun sinis penuh kemenangan tatkala ia melihat wajah Alexa merah padam menahan kekesalannya.
"Berengs*k! " umpat Alexa mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
"Kakak ipar," Hasya sedikit menoleh pada Zia yang berbisik di telinga kirinya tanpa menyahut.
"Kakak lihat perempuan ular itu sampai merah padam karena pestanya sudah kita rusak" ucap Zia puas dengan hasil perbuatannya.
"Kau ini" timpal Hasya singkat, sejurus kemudian ia menegapkan tubuhnya dan menatap lurus tajam ke arah Alexa yang geram karena pesta pertunangannya telah di rusak karena kehebohan yang diakibatkan oleh rombongan Zehan. Siapa yang tidak akan terkejut jika Zehan dengan memakai kursi roda serta perempuan yang tak kalah atau malah lebih menarik pusat perhatian orang-orang dari pada berfokus pada dirinya.
Namun di antara semua audiens ada satu orang yang hanya fokus pada makannya saja, siapa lagi kalo bukan bumil kita Nayuwan istri Gavin Harraz Widjaya yang memang hadir untuk menemani suaminya. "Pelan-pelan.. kalau kamu mau lagi nanti aku bisa pesankan yang lebih banyak dan lebih mewah dari ini" ucap Gavin yang khawatir istrinya tersedak. "Kenapa? tuan malu? Tuan pikir aku ngga sanggup beli sendiriMm" tanya Nayuwan dengan sinis dengan pipi bulat yang dipenuhi dengan makanan, seketika Gavin tersenyum hingga matanya menyipit. Gavin lebih ngeri jika istrinya sampai ngamuk-ngamuk hanya karena ia menghardiknya sedang makan dengan lahap. Sejak hamil nafsu makan Nayuwan memang meningkat pesat, alasannya karena ia sedang hamil anak kembar. Gavin akhirnya hanya mengelus punggung istrinya agar istrinya tidak tersedak.Di saat bersamaan rombongan Zehan berjalan ke arah meja mereka.
"Hallo Pak Gavin apa kabar?" ucap Zehan setelah Hasya menurunkan rem kursi rodanya. Gavin yang terkejut segera berbalik karena ia memang tidak terlalu memperhatikan keadaan ia terlalu fokus pada Nayuwan yang asyik makan saja.
"Tolong maaf istri saya malam ini, ia sedang mengidam" Nayuwan yang mendengar kata-kata suaminya kemudian menoleh dengan tanpa membersihkan lelehan saus bercampur minyak dari beef steak yang ia makan.
"Aah.. pak Zehan, rupanya bapak yang baru saja datang, pantas saja saya mendadak merasa jadi pusat perhatian, rupanya karena bapak" ungkap Nayuwan ramah sambil berdiri kemudian memutar kursinya untuk menyalami rombongan Zehan. Zehan hanya tersenyum, diam-diam ia membayangkan jika Hasya yang sedang hamil pasti lebih menggemaskan.
"Aih.. ibu Nayuwan kandungannya sudah besar ya?" ucap Zia antusias. Tentu saja hal itu makin membuat mereka terlihat cukup dekat dan akrab dilihat oleh tamu yang hadir di pesta tersebut. Nayuwan pribadi tidak merasa terganggu sudah terbiasa juga ia menghadapi tatapan heran atau awak media mengerubungi seperti lalat terlebih sejak menikah dengan Gavin setiap hal pasti jadi sorotan, perkara dia jajan mie ayam pinggir jalan pun bisa jadi headline news esok harinya.
"Iya nih, mungkin karena kembar jadinya terlihat lebih besar dari yang seharusnya" sahut Nayuwan tersenyum lebar sambil mengelus memutar dengan lembut perutnya yang memang sudah nampak membuncit.
__ADS_1
"Bu b...oleh aku elus perutnya ngga, gemes banget" rengek Zia dengan binar antusias.
"Boleh dong, pegang aja siapa tau nanti malah nular cepet isi dede bayi juga perutnya bu Zia" ucap Nayuwa menyodorkan perutnya dengan bangga. Zia mengelus lembut perut Nayuwan dan tiba-tiba satu gerakan teraba olehnya.
"Ommo ommooo dia gerak sayang" kata Zia terkejut. Nayuwan hanya tersenyum saja. "Mungkin dia mau kenalan sama onty" mendengar ucapan Nayuwan, Zia mendekatnya wajahnya ke perut Nayuwan.
"Dede mau ketemu onty ya, sabar-sabar nanti ketemu, doain onty ya dalam waktu dekat punya dede bayi juga biar kalian bisa sahabatan sama anak onty nanti" ucap Zia kemudian mengelus kembali dengan lembut perut Nayuwan yang terus muncul selang seling seolah-olah memahami dan mengaamiini apa yang dikatakan oleh Zia kepada mereka.
Keakraban.. Tidak, mungkin lebih tepatnya kemesraan mereka terlihat semua oleh Alexa yang kini tengah mencengkram dengan kuat sisi kiri kanan gaun panjangnya yang ia tengah kenakan menjadi pelampiasan emosinya ingin sekali ia mengamuk pada Zia karena ia berpikir pasti perempuan itulah yang berinisiatif untuk datang dan melakukan semua inj hanya untuk merusak pesta pertunangannya dengan Deren.
"Dasar wanita jal*ng sial*n beraninya kalian merusak pesta ku malam ini !!!" umpat Alexa yang geram dengan tingkah sengaja Zia yang membuat kehebohan sendiri di pesta miliknya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1