
Pagi hari yang mendung. Badai langganan yang biasa menerpa Hongkong akhirnya baru mereda saat menjelang subuh. Bahkan masih menyisakan rintik-rintik di tempat ku dan Hasya tinggal saat ini.
"Mas mas.." sebenarnya tanpa mendengar rengekan Hasya pun aku sudah mulai terjaga semenjak beberapa menit yang lalu. Dengan mata yang masih terpejam, aku beringsut pelan merengkuh tubuh istriku yang sepertinya masih sama seperti saat pertama kali aku memeluknya seperti ini. Dia benar-benar merawat tubuhnya dengan sangat baik. Diet olaharaga teratur menghndari gula ternyata benar-benar efektif, terbukti orang-orang masih sering mengira jika Hasya masih berusia tigapuluhan. Aku tentu saja bangga dengan hal itu. Karena aku bisa dengan sangat jumawa berbangga memamerkan istriku yang masih terlihat muda dibanding dengan istri-istri kolaga ku yang cenderung glamor khas ibu-ibu arisan yang kolot. Aku terus mendorong tubuh istriku untu merangsek masuk ke dalam dekapanku.
"Ih mas,, bangun.." Hasya sedikit mendorong dadku hinga ia bisa mendongak menatap ku. Aku tersenyum banyak arti sambil mengerjapkan mataku yang masih enggan terbuka. Namun aku bisa melihat wajah cemberut istriku. karena sepertinya ia sudah merasakan sesuatu dibawah sana yang mulai menggeliat ke sana kemari menyentuhku kulitnya yang tidak tertutupi kain sehelai pun.
__ADS_1
"Satu kali lagi yuk" pinta ku menggodanya sambil meremas salah satu buah dadnya " Mass iihhhh" erangnya sambil menggigit bibir bawahnya.
"tapi mas..Eeegghh" aku tersenyum ketika mendengar Hasya mulai melenguh menikmati setiap sesapanku dan membuatku makin liar memainkan putingnya yang mulai menegang oleh permainan lidahku. Aku benar-benar menyukai reaksi dan ekspresi alami istriku yang mulai menikmati kembali setiap sapuan sentuhanku. Aku mulai ******* bibir istriku yang berwarna segar. Hasya mulai mencengkram bahu ku sambil menahan desahannya.
"Sayang... eeeghhh" kembali istriku mendesah sepertinya ia sudah tidak sanggup lagi menahan setiap sentuhan ku.
__ADS_1
Heii jangan lupa aku sudah hampir 20tahun menikahi istriku. Aku tidak mungkin tetap sama egoisnya saat awal-awal pernikahan kami yang terkadang hanya asal hasrat ku tersalurkan. Tentu saja tidak, seiring waktu aku pun semakin memahami selain komitmen, materi hubungan di atas ranjang juga menjadi sesuatu hal yang penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga kami. Dan aku juga sangat sadar alasan istriku menerapkan pola hidup sehat, rajin berolahraga, serta rajin meriset skincare yang tepat untuknya khususnya. Alasannya tentu agar kehidupan kami tetap hangat dan menggebu seperti saat ini. Dan ku akui semua usahanya berhasil, di usia kami yang sudah tidak muda lagi kami tetap bisa melakukan kegiatan semacam ini lebih dari satu kali dalam semalam, terkadang juga bonus di pagi hari atau kapan pun saat kami ingin kami bisa melakukannya. Bahkan di kantorpun kami sering melakukannya hanya agar tidak bosan.
"Sayaaangg... aaaaahhhhhh puaskan ak...u sekarang.. " rintihnya, sepertinya istriku sudah mencapai puncaknya. Aku kembali memasukan milik ku dengan perlahan-lahan, namun sepertinya istri ku kurang puas dengan tempo lambatku. Di banding tersinggung justru aku malah puas melihat istriku yang mulai frustasi.
"Aaahh !! Kamu sengaja kan mas?" aku tesenyum saat Hasya mengomel sembari membalikan keadaan\, kini Hasya berasa diatasku\, mengangkangiku dan dia mulai memainkan permainannya. Aku mulai mer3mas bok**ngnya\, dan makin membuat Hasya makin mendesah\, aku pun menyesap dengan rakus buah da** yang menggantung indah menghadapku. Ritme gerakan maju mundur\, naik turun pinggul Hasya seiring dengan gerakan ku\, yang sesekali aku hentakan milik ku hingga entah untuk keberapa kalinya istriku melenguh dan mendesah karena kenikmatan yang merasukinya. Aku semakin rakus saat Hasya makin menekan buah da**nya untuk semakin aku hisap hingga di satu gerakan ia mengejan.. Brrrrrrrr tubuhny menggigil dibarengi ada aliran hanya mengalir ke batang yang masih menancap dengan gagah di dalam rongga yang mulai makin terasa berdenyut itu. Rupanya istriku sudah mencapai puncaknya. Hasya terdiam sesaat sedang aku tetap sibuk menyusv padanya dan satu tanganku meremas bok**ng istriku dengan lembut.
__ADS_1
"Sekarang giliranku sayang" Aku kembali membalikan keadaan, kembali mengungkung istriku, melumat bibir istriku, meremas lebih pelan da istriku dan kami pun saling menyatu, menyalurkan hasrat kami yang saling kami ingin kan untuk yang kesekian kalinya dengan perasaan kami yang juga mengalir deras sederas hujan yang kembali mendera di pagi ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...