The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 118


__ADS_3

Hasya tengah sibuk mengobrol dengan kerabat lainnya yang juga datang ke acara tasyakuran saudaranya mamanya Hasya, karena semua acara sudah rampung dengan lancar semua, kini tinggal sesi makan-makan hidangan yang sudah tersedia sambil bercengkrama akrab. Ibu-ibu tetaplah ibu-ibu, dimanapun mereka berkumpul ujung-ujungnya tetap saja bergossip apapun itu tema acaranya tetap saja ada hal yang kurang jik tidak saling bertukar informasi.


Zesya duduk sendirian sambil menjaga stroller Zefanya yang tengah tertidur di sana, padahal acaranya riuh seperti itu bisa-bisanya anak itu malah pulas seolah tidak kebisingan di sekitarnya bukanlah apa-apa.


"Zesya...!!" sapa seorang gadis dengan suara nyaring membuat beberapa orang yang berada didekatnya langsung menatapnya heran, gadis itu pun meringis meminta maaf, kemudian berjalan menuju tempat Zesya tengah duduk.


"Tania..?? Kamu di sini juga??" selidik Zesya sedikit tidak percaya bahwa ia akan bertemu gadis itu di sana.


"Iya nemenin mama ku" jawab gadis itu riang.


"Oh.." jawab Zesya singkat.


"Kamu sendiri kenapa ada di sini?" Tania kembali bertanya.


" Sama nemenin keluarga juga, yang punya hajatan beliau masih soudara jauh dari keluarga mama ku" kata Zesya seraya melihat mamanya sedang mengobrol entah dengan siapa. Namun Tania sepertinya mengartikan lain tatapan Zesya pada mamanya, padalagi pada saat Hasya melambai tangan pada Zesya.


" Cantik sekali gadis itu,, apa jangan-jangan Zesya naksir sama gadis itu. tapi masa ia selera Zesya perempuan yang lebih dewasa. Tapi wajar sih cantik begitu" ucap Tania merengut cemas sembari sesekali mencuri pandang pada Hasya yang sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Beberapa menit berlalu Zesya dan Tania kembali membisu, keduanya berkutat dengan pemikiran masing-masing.


Hasya yang dari tadi memperhatikan putranya itu lantas mendekati Zesya dan Tania sedang duduk.


"Zes, temennya ngga mau dikenalin ke mama gitu?"tanya Hasya tersenyum ramah pada muda mudi tersebut.


"Apa? Jadi perempuan yang aku kira gebetannya Zesya itu mamanya? What the...." raacau Tania dalam hati. Zesya hanya mendengus seraya berdiri.

__ADS_1


"Kenalin Tania, ini mama aku, dan mama ini Tania temen satu sekolah cuma beda kelas..Hmm dia baru pindah ke sekolah aku jadi mama jangan introgasi aku, kita ngobrol karena kebetulan kenal aja. Jadi mam jangan mikir yang aneh-aneh sama kita" terang Zesya menegaskan hubungannya dengan Tania. Hasya tersenyum banyak arti sambil melirik pada Zesya yang langsung saja menjelaskan perihal Tania.


Tania dengan gugup menyalami sekaligus mencium tangan Hasya dengan sopan dan takzim.


"Tania ,, tante" ucap Tania sedikit ragu saat memperkenakan dirinya pada Hasya.


"Masya Alllah,, udah mah cantik, sopan banget,," puji Hasya seray membelai lembut wajah cantik Tania. Baru saja kenal mereka sudah larut dalam obrolan seru seolah lupa jika mereka saat ini msih di acara tasyakuran saudaranya Hasya, swdang Zesya hanya menyimak saja. Siapa sangka jika mereka sama-sama kompak saat membicarakan idol kpop dan upadate drama yang sedag ongoing.


"Jadi tante juga suka drama yang itu?" Tania semangat.


"Iya lho,, Tante suka banget, apalagi kan akhir ceritanya happy ending juga, kan makin gemes!" ujar Hasya tidak kalah bersemangatnya dengan Tania.


"Tania !! Mama cariin lho dari tadi." seru seorang wanita berjalan tergesa seraya sedikit menaikan rok yang tengah dikenakannya menuju ke arah Tania dan Hasya yang sedang asyik bergibah drakor yang baru saja tamat tayangannya.


"Lho jeng Irma?" sapa Hasya begitu mengenali wajah wanita yang baru saja menegur Tania.


"Kenapa gue ngerasa kayak dijebak dalam perjodohan dua emak-emak ini ya?" ungkap Zesya dalam hati. Sedang Tania juga akhirnya hanya menyimak saja saat mamanya dan mamanya Zesya sedag berbincang, ingin ikut nibrung entah kenapa malah ciut saat ia tak sengaja menangkap sorot mata Zesya yang menyorot dingin.


"Sialan, dia natap tajam begitu gue malah makin kepincut" umpat Tania yang malah merasa makin penasaran dengan Zesya.


Waktu pun bergulir, tibalah waktu mereka berpisah. Tapi sebelum itu Hasya dan Irma sudah membuat janji temu di lain waktu.


Zesya duduk di depan kemudi, sedang Hasya,serta adik bungsunya duduk dibelakang, sedang neneknya duduk di samping Zesya.

__ADS_1


"Gimana Zes, acaranya tadi cukup menyenangkan kan?" tanya neneknya pada Zesya.


"Ya begitu lah Nek," jawab Zesya seadanya.


"Dasar bocah tengil, kalo orang ngajak ngobrol itu jawab yang bener Zes," tegur Hasya ketika mendengar jawaban Zesya yang terdengar datar.


"Zesya lagi nyupir ma, lagi konsentrasi," dalih Zesya. Hasya hanya menghela nafas dengan wajah di tekuk begitu mendengar sanggahan Zesya yang memang ada benarnya juga.


"Eh mah, tau ngga tadi tadi aku ketemu sama Irma lho, udah sukses banget ya dia" ucap Hasya saat mengingat pertemuannya dengan Irma temannya semasa SD dulu.


"Masa? Kamu ketemu dia tadi? Mama kok ngga ya?"


"Iya lho mah, katanya dia baru pulang dari Jepang, suaminya baru meninggal 6 bulan yang lalu makanya dia mutusin pulang ke Indonesia"


"Innalillahi wainaillaihi rrojiun, suaminya yang orang Jepang itu?"


"Iya mah, makanya dia pulang ke Indonesia lagi. Dia juga katanya bukan toko kue sama toko baju gitu di Senayan, makanya minggu depan aku udah janjian mau ke sana. Sekalian reuni" ujar Hasya begitu seru bercerita. Zesya menghela nafas seraya melirik mamanya dari pantulan kaca spion depan.


"Jadi tadi aku di sana benar-benar tidak menyimak apa yang mereka bicarakan ya, sampai-sampai aku baru tau kalo Tania itu anak yatim" ungkap Zesya dalam hati.


"Baik-baik kamu sama Tania Zes," ucap Hasya tiba-tiba.


"Lho emang aku pernah jahat apa sama dia?" Zesya berkerut kening.

__ADS_1


"Ya pokoknya, kalo ada apa-apa kamu harus bisa bantu dia. Tapi jangan tunjukan kalo kamu itu bantu dia karena kasihan." sekali lagi Zesya hasya menghela nafas saat mendengar wejangan mamanya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2