The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 81


__ADS_3

Musik pengiring dengan pola tabuh penca silat, mulai terdengar saat arak-arakan sisingaan yang berasal dari kota Subang itu setelah Zesya menaikinya. Namun uniknya sisingaan atau juga biasa disebut "odong-odong" itu bukan hanya satu, namun ada seratus sisingaan yang siap mengarak para calon manten khitan untuk berkeliling disekitar kampung.



Ya benar, selain Zesya masih ada sembilan puluh sembilan orang anak dari beberapa desa juga turut menjadi manten khitan di hari itu. Di awali dengan suara terompet yang khas kemudian disusul dengan alat musik tradisional lainnya seperti dog-dog, kendang, kempul, dan kecrek. Para pengusung sisingaan mulai bergerak dengan gerak improvisasi bersipat spontan mengikuti tabuhan musik yang meriah, masing-masing sisingaan diusung oleh empat orang dewasa.


Dalam sejarahnya awal mula keberadaan kesenian sisingaan di Kabupaten Subang berawal dari kegiatan ritual masyarakat yang akan menyunat anak laki-laki, dengan cara dihibur terlebih dahulu, diarak keliling kampung menggunakan kursi yang dihias atau disebut jampana. Pada jaman dulu sisingaan masih bersipat helaran atau berjalan secara biasa dengan mengenakan kostum seadanya. Berdasarkan perubahan waktu dan jaman, seiring pergeseran fungsi dan bentuk kreatifitas masyarakat, jampana pun mengalami perubahan pada bentuk patung singa bongsang, yaitu patung singa yang terbuat dari rangkaian bambu ( Carangka ) yang dibungkus karung goni, kepala dan kakinya terbuat dari Kayu Randu, rambutnya terbuat dari tali rapiya, matanya tebuat dari tutup botol minuman, namun tetap di usung oleh empat orang pengusung.


Sebelum menjadi kegiatan ritual masyarakat menjadi sebuah hiburan kesenian khususnya saat acara khitanan, sisingaan dulunya adalah sebuah simbol bentuk perjuangan masyarakat Kabupaten Subang terhadap penguasa, atau penjajah dari ketertindasan, pada waktu kekuasaan Kerajaan Inggris. Patung singa melambangkan penguasa kaum penguasa kala itu, yaitu lambang Negara Kerajaan Inggris, anak sunat yang menunggang patung singa melambangkan generasi penerus bangsa, payung simbol pelindung geneasi penerus bangsa, pengusung melambangkan masyarakat pribumi yang tertindas. Semakin berkembangnya zaman, sisingan yang dulunya merupakan simbol perlawanan kini sudah beralih fungsi sebagai kesenian sekaligus ikon gelaran identitas produk budaya masyarakat Kabupaten Subang.


Zehan menghadirkan sisingaan tersebut tentu saja karena permintaan sang istri tercinta. Awal mulanya mereka hanya merencanakan untuk Zesya saja. Namun setelah mereka berbicara pada Zesya, anak itu malah meminta mengadakan khitanan masal. Ide itu muncul ketika Zesya bersepeda beberapa waktu lalu, hari di mana dia bertemu dengan Deliza. Dalam perjalanannya ia beberapa kali menemukan warga yang kurang mampu meski ingin berbagi Zesya saat itu tidak membawa banyak bekal. Bahkan ia meminta uang pada Joon Woo yang mengawalnya untuk diberikan pada seorang kakek yang terlihat kepayahan membawa kayu bakar.


Ketika mendengar Hasya ingin mengadakan arak-arakan sisingaan saat acara khitanannya, ia pun meminta Zehan untuk mengadakan khitanan masal sekalian. Meski awalnya Hasya dan Zehan terkejut, namun mereka juga tidak menolak permintaan Zesya toh itu adalah permintaan yang sangat mulia. Kemudian Zehan langsung berbicara pada pak Camat agar bisa mengumumkan bahwa ada acara khitanan masal untuk sembilan puluh sembilan anak yang beruntung. Bukan ada maksud lain Zehan hanya memberikan kuota sembilan puluh sembilan saja, tapi mengingat tempat dan waktu yang terbatas saja makanya hanya sembilan puluh sembilan orang anak saja yang terpilih. Namun Zehan sangat menekankan kepada pak camat agar mendahulukan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu saja.


Acara arak-arakan sisingaan yang mengusung Zesya benar-benar berlangsung meriah dan penuh sukacita. Sayangnya senyum Zesya sempat menghilang saat ia berhadapan dengan dokter yang akan mengkhitannya. Meski ia tetap terlihat tenang dan tidak menangis saat dokter mulai mengeksekusinya. Berhubung karena Zesya lebih memilih berbaur dalam khitanan masal itu, mau tidak mau iapun menjalani khitanan manual dengan pisau bedah seperti anak-anak lainnya. Dan hanya mendapatkan bius lokal pada area mr. P nya. Seluruh prosedur berlangsung cukup cepat hanya sekitar 15 menit saja dengan diiringi doa-doa dan sholawat dari orang-orang yang menyaksikan pemotongan kulup mr. P milik Zesya. Jutru yang menangis histeris saat itu adalah Zehan dan Hasya.

__ADS_1


"Ma,, udah dong jangan nangis terus kan yang sunat itu Zesya lho ma" gerutu Zesya ketika sudah berada di singgananya.


"Tapi Zes, kamu beneran ngga apa-apa nak, mama aja ngeri liatnya.. hikss hikss.." ungkap Hasya sambil mengusap air matanya dengan tissu.


"Iya Zes, kamu pasti menderita kan nak, papa yang puluhan taun lalu disunat masih berasa kok cenat-cenutnya." timpal Zehan dengan wajah berantakan dengan bekas air matanya. Zesya menghela nafas panjang merasa frustasi dengan kedua orang tuanya yang masih juga belum berhenti menangis padadal moment membuang kulit yang menutupi kepala mr. P Zesya sudah berlalu sejak tadi. Gibran dan Zia meski merasa iba tetap saja merasa lucu dengan tingkah pasangan suami istri itu, begitu pun yang lainnya mereka berusaha menghibur Zehan dan Hasya agar bisa menikmati seluruh acara hingga selesai.


"Saya tidak menyangka kalau pak Zehan semelankolis ini?" sindir Gavin sambil senyum-senyum saat tengah akan mengambil foto bersama. Zehan langsung menghentikan tangisnya dan menanggapi ocehan Gavin dengan tatapan dingin.


"Udah bang, ngga usah sindir orang begitu. kamu malah lebih parah saat Gio dikhitan dulu, pake acara pingsan segala, untungnya acara khitanan sama syukuran beda hari, coba kalo bareng kaya Zesya hari ini pasti lebih berabe,, cih!" ungkap Nayuwan dengan raut julidnya yang khas. Dan tentu saja membuat mereka yang mendengar saling melempar tatapan tidak percaya satu sama lain dengan apa yang diungkapkan oleh Nayuwan. Gavin mengernyih kekih ketika istrinya membongkar aibnya.


"Waahh.. benarkah??" Gibran menyahuti dengan wajah antusias sambil berusaha mengulum tawanya.


"Sayang.. Jangan bongkar aib aku di sini dong.." bisik Gavin dengan tetap mempertahankan senyumannya. Tapi Nayuwan hanya menanggapinya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum mengenyek suaminya.


" Ternyata rumor tentang si "Devil of Iceberg" sudah mencair itu benar adanya ya.. " kata Zehan menyeringai balik mengejek Gavin.

__ADS_1


"Kalo soal itu, apa bedanya dengan si "the dog murderer" yang bertahun-tahun hanya sibuk mencari jejak bau majikannya" balas Gavin.


"Pck !! Dua orang ini.." gerutu Nayuwan sambil melipat tangan didad*nya. Sedang yang lainnya terkekeh melihat adu mulut 2 boss besar itu.


"Aku melakukan itu karena saya memang sangat mencinta istri saya, jadi wajarkan?" Zehan masih tidak mau kalah.


"Ya.. artinya apa yang saya katakan tadi benar kan? Apa bedanya anda dengan anjing pelacak .. hahahaa" ledek Gavin merasa menang. Nayuwan memutar matanya malas malas mendengar ocehan kedua orang itu.


"Haaaaahh..." Nayuwan menghela nafas. Matanya menyipit tajam, raut muka berubah mode serius, serta tangan yang masih terlipat didad*nya.


"Ekhem.. !! I'm sorry Mister Devil of iceberg and Mister the dog murderer, but if you all forgot, I'm still nicknamed Athena from hell it's still pinned on me" sela Nayuwan tersenyum tipis, manis namun menyeramkan. Gavin dan Zehan saling melempar lirikan satu sama lain dengan mimik wajah yang sulit menyembunyikan tekanan yang mereka terima dari Nayuwan. Benar mereka sama-sama kuat di dunia bisnis, tapi meski begitu siapa yang berani macam-macam dengan si pemilik julukan "Athena from hell". Julukan yang disematkan pada Nayuwan setelah ia berhasil menjadikan beberapa mafia di Asia yang terkenal kejam dan sadis menjadikan mereka "kakak angkatnya".


"Pak Gavin, sepertinya dalam hal ini saya lebih beruntung" kata Zehan tersenyum lebar seraya menepuk-nepuk bahu Gavin seolah sedang merasa iba sekaligus memberi semangat pada Gavin.


"Suami saya juga beruntung mendapatkan saya pak Zehan, karena di rumah suami saya tetap pemimpin sekaligus imamnya." sela Nayuwan lagi.

__ADS_1


"Melihat kalian semua, sepertinya Zesya harus berpikir ribuan kali untuk menikah" ungkap Zesya frustasi, dan tentu saja apa yang dikatakan Zesya membuat semua orang hening sesaat dengan pemikiran masing-masing, mereka lalu saling melempar lirikan bergantian kemudian mereka tertawa terbahak bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2