The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 87


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, kandungan Hasya pun sudah makin terlihat membesar. Para orang tua secara bergiliran menjaganya dengan hati sewaktu Zehan harus terpaksa kembali bekerja di Jakarta, meski Zehan sudah memintanya agar ikut ke Jakarta saja, biar lebih mudah namun Hasya masih tetap menolaknya, dengan alasan udara di Ciwidey udara lebih segar daripada di Jakarta, ya meski tidak bisa dipungkiri alasan Hasya itu masuk akal. Dengan terpaksa akhirnya setiap minggunya Zehan merolling paman dan bibi serta mertuanya untuk menemani Hasya selama Zehan berada di Jakarta. Padahal meski tanpa Zehan suruh pun mereka sudah berencana akan melakukan hal tersebut. Dengan perjanjian, tapi tetap dengan satu bulan sebelum melahirkan Hasya harus mau ke Jakarta, semua itu Zehan lakukan semata-mata agar Hasya bisa mendapatkan rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap agar keselamatan ibu dan anak lebih terjamin. Meski enggan, Hasya akhirnya menyetujui, dalam hal ini ia juga tidak boleh egois, apalagi dokter sudah mewanti-wanti meski Hasya ingin melahirkan normal namun karena dulu pernah operasi Myom dan Kista kemungkinan besar pada saat melahirkan harus melalui operasi caesar, namun begitu Hasya tidak menyerah ia rajin mengikuti kelas senam ibu hamil, serta tetap melakukan Yoga sebelum tidur. Beruntungnya sickness atau mual yang dialaminya sudah berkurang, terkecuali saat Zehan lupa memakai parfumenya.


Di kantor seperti biasa Zehan selalu sibuk berkutat dengan layar komputer dan file yang menumpuk.


"Pak ini laporan mengenai pembangungan pujasera yang bapak minta, total pedagang yang sudah kami data hingga saat ini sudah terhitung lima puluh enam, dan sisa lahan yang tersedia mungkin hanya cukup untuk lima belas sampau dua puluh pedagang lagi pak." Zehanpun segera memeriksa laporannya. Sejak ia mentraktir para pegawainya dengan cara jajan di para pedang kaki lima waktu itu akhirnya Zehan mencari lahan kosong agar para pedagang bisa berjualan dengan lebih layak dan nyaman. Beruntung di dekat kantornya ada sebuah gedung yang sudah terbengkalai hampir satu tahun. Iapun segera menghubungi pemilik lahan dan gedungnya, tujuannya tentu saja untuk membelinya dan ia jadikan sebuah pujasera para pedang kaki lima. Dan Khusus untuk para pedang dengan omset penjualan dibawah tiga ratus ribu, perusahaan akan langsung membayar dagangan mereka lalu membagikannya kepada orang-orang yang berkunjung ke pujasera tersebut.






__ADS_1









__ADS_1


Semakin lama pujasera tersebut pun makin ramai pengunjung, rencana awal Zehan membangun pujasera tersebut untuk dirinya dan para pegawainya, dengan jam bukannya pun dari jam lima pagi hingga jam tujuh malam, setelah benar-benar terbuka untuk umum kini terbuka 24 jam. Untuk keamananpun Zehan yang memfasilitasinya langsung agar para pedang bebas pungli para preman yang ingin mengambil kesempatan.


"Nad, nanti suruh pak Edwin untuk bangun lagi lima toilet, dan dua pos jaga, selebihnya kerjakan seperti biasa. Oiya tolong bilang juga sama pak edwin kalo yang parkir mobil suruh mereka parkir di basement kantor kita, biar ngga bikin macet. Pastikan lagi lahan parkir itu cuma untuk kendaraan roda dua saja, kalo ada PKL yang berdagang di sana suruh keamanan biar angkut mereka ke dalam. Pastikan juga kebersihan dan kerapihannya, terutama toilet wajib bersih." kata Zehan setelah melihat laporan yang di bawa Nadia, kemudian menyerahkannya kembali setelah ditandatanganinya yang kemudian nanti akan ditandatangani oleh Edwin sebagai penanggungjawab pujasera tersebut baru kemudian Nadia akan menyimpannya sebagai arsip.


"Baik pak,.. eh maaf pak, saya mau mengingatkan nanti jam tujuh bapak ada meeting dengan direktur Elang Perkasa, di Finest Restaurant, Mulia. Pak" jelas Nadia.


"Kamu udah siapin semua yang diperlukan, jangan sampai nanti Hejun uring-uringan lagi karena harus bolak balik mengambil berkas yang tertinggal?" Zehan mengingatkan


" heheheh.. sudah pakk.. hhe" kekeh Nadia tidak enak hati mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


" Ya sudah nanti kita berangkat ke sana sebelum magrib, jadi pas magrib kita sudah di tempat dan bisa sholat dulu d sana"


"Baik pak, kalo begitu saya permisi" Nadia lalu keluar dengan senyum indah terlukis dibibirnya, karena lega pekerjaannya hari ini cukup lancar jaya. Semua laporan juga sudah sebagian besar rampung yang perlu revisi saja dibeberapa bagian. Meeting malam ini pun hanya membicarakan pengembangan jaringan infrastruktur sekalian makan malam karena tanda tangan kontrak kerja samanya sudah dilakukan dua hari yang lalu. Anggap saja sebagai bentuk syukuran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2