The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 32


__ADS_3

Keni dan Hejun tertunduk dengan pertanyaan singkat bossnya itu. Sederhana namun terasa mencekam. Netra mereka saling mencuri pandang satu dengan yang lain, dari raut wajah mereka tergambar jelas ada satu kekhawatiran dari diri mereka.


" Maaf tuan Gibran, kami kehilangan jejak Nona Alexa ketika kami mengikutinya hingga di Senayan city. Dia menukar pakaiannya dengan seorang pengunjung di sana" jelas Keni dengan kepala tertunduk. Gibran yang mendengar hal itu hanya menghela nafas dengan tatapan tajam tanpa ada riak tersirat di wajahnya. Lalu ia mengedarkan pandangannya ke arah lain sembari menautkan jari jemarinya.


"Perempuan itu makin licik rupanya. Lalu bagaimana dengan kecelakaan Deren? Apa kalian tau apa penyebabnya?" selidik Gibran kembali menatap wajah anak buahnya itu.


"Dari beberapa saksi yang kami tanya dari warga yang melihat kejadian itu, katanya mobil tiba-tiba oleng lalu membentur ke road barrier" kata Hejun


"Jadi benar-benar kecelakaan tunggal?"


" Iya tuan, kami juga menyelidiki mobil tuan Deren, namun sayangnya black boxnya sudah diamankan oleh polisi serta CCTV yang ada dikawasan tersebut kebetulan sedang rusak."


"Rusak ? Hmmm dari perkiraan dia dari arah Bogor kan?"


"Benar tuan!" jawab Hejun sigap.


"Ok !! Hejun tugas mu sekarang fokus ke penyelidikan Deren. Aku yakin itu bukan kecelakaan murni."


"Baik tuan !"


" Dan kamu Ken, tugas mu tetap sama! Dan jangan sampai lolos lagi kali ini."


"Baik Tuan !" jawab Keni sembari menegapkan gestur tubuhnya.


"Kalian boleh pergi" Keni dan Hejun pun membungkuk sebagai penghormatan kemudian mereka meninggal Gibran yang sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.


...----------------...


Sudah 10 kali Zehan berusaha menghubungi Hasya namun ponselnya tidak aktif. Ia sengaja menghubungi istrinya karena tadi pagi ia terburu-buru pergi ke bandara tanpa berpamitan dengan istrinya karena mengejar meeting bersama clientnya di Bali.


"Kenapa ponselnya tidak aktif ! Apa dia marah karena tadi pagi aku tidak sempat berpamitan? Atau karena belakangan ini aku sering mengabaikannya jadi dia sekarang ingin membalas dendam dengan mengabaikanku? Aaarrrggghhh Hasya angkat telponnya aku bisa gila kalau tidak mendengar suaramu !?" gerutu Zehan.


Zehan benar-benar baru menyadari sejauh apa hubungan mereka saat ini. Ia juga menyadari waktunya banyak tersita dengan pekerjaan hingga ia pun hampir lupa dengan niat balas dendamnya. Dan lebih gilanya ia seakan baru tersadar jika di rumahnya kini juga ada Alexa.


"Tidak tidak ! Hasya baik-baik saja."

__ADS_1


"Tuut.. Tuuuuttt...!!"


"Iya halo!"


"Zi, kamu sekarang ke rumah, tolong lihat bagaimana keadaan rumah, kakak hari ini tidak bisa pulang besok siang baru bisa kembali ke Jakarta."


"Iish kakak ini"


"Zi, aku benar-benar khawatir, sudah 10 kali aku mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif."


"Ok ok !! Aku segera ke sana! Tapi kalo terjadi sesuatu pada Kakak ipar ku, aku akan langsung mengusir wanita ular itu tanpa mau mendengar alasan apapun!"


"Ok !! Terserah lalukan saja semau mu, pokoknya sekarang kamu ke rumah ok??!!"


"Iya aku ke sana sekarang, nanti aku hubungi lagi" Zia pun menutup saluran teleponnya. Zehan kemudian menghempaskan bok*ngnya di sofa kamar hotelnya. Pikirannya melayang pada Hasya yang masih tidak bisa ia hubungi nomor telponnya. Terlebih setelah bi Ani mengatakan jika Hasya dan Alexa sempat berselisih paham. Dan sejak selesai yoga Hasya tidak keluar dari kamar.


"Ya Tuhan Hasyaa !! Tolong angkat telponnya!!" Zehan kembali menggerutu dengan frustasi. Sekilas ia melihat ke arah jam tangannya dengan gusar ia segera menyambar jasnya lalu keluar dari kamar hotelnya dengan perasaan khawatir pada istrinya. Meski ia tahu apa alasan Hasya menghindari dan mematikan ponselnya karena kesalahan Zehan sendiri.


...----------------...


"Sya, apa kamu bahagia?" tanya Kevin dengan tatapan lembut menatap bola mata Hasya yang terlihat bergetar jelas menunjukan kerisuan hatinya.


"Euhm tentu saja" jawab Hasya dengan cepat, bibirnya tersenyum sumbrigah namun tingkahnya saat ia mengambil minumannya dan mengalihkan matanya dari tatapan Kevin jelas ia sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Sya.."


"Euhm.."


"Kamu bisa bohongi orang lain di dunia ini. Tapi kamu tidak akan bisa membohongi orang yang menyukaimu dengan tulus"


"Ekhem.."Hasya hanya berdehem tanpa berani lagi menatap Kevin yang masih menatapnya.


"Vin, aku pulang dulu ya? Udah sore juga. Makasih kamu udah mau nemenin aku jalan-jalan. Kamu sahabatku yang paling the Best" Kevin hanya mengangguk, bibirnya tersenyum tipis namun terasa hambar. Tidak dipungkiri ada kekecewaan yang menggores hatinya. Kevin sadar jika perasaannya kini adalah sesuatu yang salah. Tapi cinta tidak pernah bisa disalahkan. Karena cinta adalah bentuk perasaan yang manusiawi sebagai makhluk ciptaan Tuhan.


"Tunggu Sya" cegah Kevin. Hasya menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah.

__ADS_1


"Aku antar pulang, aku ngga mau nanti nuduh aku selingkuhan kamu yang suka ketemuan diam-diam, ayo!" bibir Hasya seketika mengerucut dan memerahkan telinganya saat mendengar gurauan Kevin.


"Udah ngga usah manyun gitu, aku cuma becanda.. hahahaha" ucap Kevin lagi saat melihat ekspresi sahabatnya yang ia cintai itu.


...----------------...


Zia menutup pintu mobilnya lalu berjalan ke pintu utama, di sana Bi Ani sudah menunggunya dengan wajah cemas.


"Hasya pergi dari jam berapa bi?" tanya Zia sembari menghempaskan bok*ngnya pada sofa di ruang tamu.


"Bibi kurang tau non, tadi bibi agak repot bantuin Teti momong anaknya non Alexa yang rewel karena habis imunisasi" jawab Bi Ani takut-takut.


"Lah emaknya kemana? Anak sakit kok malah keluyuran ngga jelas !" omel Zia.


"Tadi bilangnya mau nebus obat den Rexa, sekalian mau beli beberapa kebutuhannya den Rexa tapi dari jam 10 pagi sampai sekarang ya belum pulang-pulang. "


"Dasar perempuan gend*ng, ngga tau anak lagi kondisi gimana tetep aja ngeluyur" umpat Zia makin kesal. Sedang mengomel begitu terdengar suara mobil lain terparkir di halaman rumah.


"Coba liat bi, siapa yang dateng?!" seru Zia dengan ketus karena masih kesal. Bi Anipun manut dengan tergopoh-gopoh menuju pintu utama dan terlihat Hasya di bercandai oleh Kevin yang mengacak-ngacak rambutnya.


"Eh non, dari mana saja. Bibi sampai khawatir karena ponselnya non nggak aktif" sambut Bi Ani dengan wajah memelas


"Ponsel ku ngga aktif?" Hasya merengut kemudian ia meraih slingbagnya dan mencari-cari keberadaan ponselnya.


"Iissh, nyala kok? Tuh aktif kan?" tunjuk Hasya.


"Siapa bi kok ngga di suruh masuk?" tanya Zia sengaja meninggikan suaranya.


"Oh ada Zia bi?" tanya Hasya melihat ke dalam rumah.


"Iya non, baru aja sampe. Kayaknya lagi kesel dari tadi ngomel-ngomel terus." kata Bi Ani sedikit merendahkan suaranya. Hasya tersenyum sambil mendelik melihat gesture Asisten rumah tangganya itu.


"Ayo Vin, siap-siap kamu bakal kena semprot adik iparku" ucap Hasya Dee dengan senyum usil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2