
Hasya sudah sampai di alamat restoran yang Hejun berikan kepadanya. Sebelum turun ia berusaha untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu, setelah siap lantas iapun keluar dsri dalam mobil di susul oleh putranya. Sebelum masuk ke area Gazebo, ternyata Hejun sudah menunggu mereka di pintu masuk restoran tersebut. Hasya mendelik tajam pada Hejun yang terlihat gelisah saat menyambut mereka.
"Papa sebelah mana Om Jun?" tanya Zesya tersenyum disertai mata rusanya yang berbinar.
"Bapak.. " Hejun nampak ragu untuk mengatakan kalimat selanjutnya. Hasya mengerutkan dahi dengan air muka penuh curiga.
"Jun?" "Glug" Hejun menoleh pada Hasya seraya menelan salivanya yang tercekat ditenggorokannya.
"Bapak ada di dalam kan?" selidik Hasya.
"Eeuh.. " riak cemas di raut muka pria itu makin membuat Hasya curiga.
" Bapak ba..baru saja pergi bu belum ada lima menit" jawab Hejun terbata-bata.
"Jadi maksudmu yang barusan itu mobilnya bapak?!" Hasya mengeraskan rahangnya, dan tangan kanannya menggenggam erat tali tasnya.
"Ma,, katanya makan bareng papa, Aku udah laper nih, tapi papanya kok ngga ada?" seru Zesya yang sudah terlebih dahulu mencari papanya di restoran tersebut. Hasya menatap tajam pada Hejun yang tertunduk ketakutan tidak berani menatap Hasya. perempuan itu lantas mendekati putranya lalu berjongkok seraya meraih bahu putranya.
"Papa tiba-tiba ada meeting sayang, lain kali aja ya makan malem sama papanya" bujuk Hasya. Zesya tertunduk murung, kecewa karena tidak bisa makan bersama papanya.
"Kan Zesya juga tau papa itu sibuk, hmm" rayu Hasya supaya Zesya tidak mengambek.
"Ini semua gara-gara mama! Hiks.. coba mama bisa maafin papa..hikss papa ngga akan pergi kaya sekarang, papa bakal nemenin kita terus.hikss maah.. hiikss.. Papa ngga mungkin prioritasin kerjaannya kaya sekarang..hiks... Kenapa sih ma? Mama ngga bisa maafin papa aja? hikss.. Apa Zesya nakal banget ya mah.. hiks. Zesya janji jadi anak baik, rajin belajar.. lebih nurut hiikss.. asal Zesya ngga kehilangan papa lagi ma.. hiikkss Kalo memang begitu harus.. Hhikss. Haruss kehilangan papa lagi.. Hiikkssss mending Zesya ngga usah tau kalos siapa papa Zesya. Hhikkss.. Hiiiik...hiiiiiiks.. kita ngga usah kumpul-kumpul lagi kaya kemarin,hiikss... hiikks.. ngga usah Zesya tau siapa keluarga Zesya.. hikss.. " ungkap Zesya menumpahkan kekesalannya, lalu berlari ke arah mobil kemudian membanting pintu mobil dengan kencang. Hasya tertegun, ia tertunduk, perasaannya benar-benar bercamlur aduk. Punggungnya mulai bergetar saat air matanya meluncur bebasa ketika Zesya berlari darinya.
"Bu.." suara lirih Hejun menyadarkannya lalu cepat-cepat Hasya berdiri tanpa berbalik, baru setelah ia menghapus air matanya ia berbalik lalu segera menyusul putranya tanpa berbicara apa-apa lagi pada Hejun yang mematung, serba salah.
...----------------...
"Kakak kok malah ngajak ke sini?" tanya Galuh saat mereka sampai di kawasan Ciwidey Valley.
"Kenapa? Kamu ngga suka?" ucap Zehan saat menoleh pada Galuh.
__ADS_1
"Ngga sih kak? Cuma kan tadi kita udah pesen makanan, terus motor aku juga kan masih di sana?" jawab Galuh mengerjap puppy eyes.
"Gampang itu mah, besok saya antar ke toko kamu" sahut Zehan dengan nada santai, mendengar hal itu Galuh pun hanya tersenyum saja. Tidak berselang lama seorang pelayan mendatangi mereka lalu memberikan menu book pada mereka.
"Saya pesan ini, ini dan ini, kamu mau pesan apa ?"
" Ahh.. saya samain aja" jawab Galuh. setelah mengulang menu yang di pesan lalu pelayan itu pun undur diri untuk menyiapkan pesanan. "Drrtt " ponsel Zehan yang di taruh di atas meja bergetar singkat pertanda sebuah pesan baru saja masuk. Zehan segera membuka pesan tersebut.
"Pak, bagaimana ini tuan kecil sampai marah-marah pada ibu saat mengetahui bapak sudah tidak ada di sini" tulis Hejun pada chat di aplikasi hijau.
"Apa ibu menangis ?" balas Zehan, lalu beberapa detik kemudian Zehan menerima sebuah video yang memperlihatka Hasya sedang berjongkok sambil menangis. Alis Zehan saling bertautan, bertanya-tanya apa yang dikatakan putranya hingga membuat ibunya menangis seperti itu.
"Pantau terus keadaan istriku, dan suruh orang untuk mengantarkan motor itu besok pagi ke minimarket gadis ini bekerja."
"Baik pak" lantas Zehan kembali fokus melihat-lihat pemandangan indah di sekitaran Ciwidey valley.
Zehan kembali pada Galuh yang nampak masih berusaha menguasai dirinya.
"Galuh kak"
"Eh ini kak dompetnya" segera gadis itu mengeluarkan dompet milik Zehan dari dalam dompetnya.
"Oia hampir lupa, makasih ya"
"Sama sama kak" sekitar lima belas menit berlalu makanan yang mereka pesanpun datang
Meski tidak sekhas sunda seperti di Sindang reret tadi, tapi suasana di tempat itu juga tidak kalah menyenangkannya, pemandangan dari atas bukit tetap memberikan kesan romantis bagi mereka yang sedang kasmaran, seperti Galuh saat ini.
Zehan tidak banyak bicara saat makan, meski sesekali menunjukan ekspresi cukup menggemaskan saat ia mencicipi rasa masakan yang tersaji di mejanya.
__ADS_1
"Kakak suka soto ya?" Zehan hanya tersenyum sambil mengangguk.
"hmm kapan-kapan aku bikinin, mau?" tawar Galuh.
"Ngga usahlah entar malah repotin, lagi pula besok saya harus balik ke Jakarta"
"Oh gitu ya" gadis itu kembali menyuapkan makannya agar bisa mengaburkan ekspresi kecewanya, padahal baru saja ia merasa nyaman. Tapi sepertinya Zehan bukan lah pria yang mudah untuk meluangkan waktu untuknya.
"Oiya,, kamu save aja nomor saya itu, siapa tau someday kalo kamu main-main ke Jakarta kamu bisa kontak saya. Nginep juga boleh, tenang rumah saya aman kok, dari pada kamu tinggal di hotel kan lebih berbahaya."
"Ah saya mah kapan coba main ke Jakartanya kak, main ke sini aja di teleponin ibu terus"
"Ya ajak dong ibu kamunya sekalian"
"Tapi misal aku main-main ke sana, nanti ada yang marah ngga nih"
"Marah lah kalo ngga bilang-bilang dulu mah, "
"Maksudnya?"
"Iya kan kalo tiba-tiba dateng kan ngga ada persiapan, wajar kalo sewot yang punya rumahnya, gitu" canda Zehan.
"Ah si kakak mah" sahut Galuh cemburut gemas
"Hahahaa udah makan aja" suruh Zehan masih sedikit terkekeh. Kembali ponsel Zehan bergetar agak lama kali ini adalah telepon dari Hasya, namun Zehan hanya melihatnya sebentar, ia tersenyum tipis saat jari-jari lentiknya menyentuh bibir bawahnya, lantas ia mengubah settingan teleponnya menjadi air plane mode.
"kenapa kak? Kok kaya girang banget? Sampe senyum-seny begitu"
"Ah ngga apa-apa" Zehan menyandarkan pumgguhnya dan kembali tersenyum kecil, Galuh yang melihatnya hanya menghedik saja juga ikut tersenyum saat melihat senyum Zehan yang alamak membuat gadis itu mabuk kepayang dibuatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1