The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 90


__ADS_3

"Eh eh kalian udah denger gossip terhangat soal Melinda tim kreatif?" -- "Baru kemarin lho kita obrolin.."--"Ah masa ia begitu?"-- "Tapi emang cantik sih orangnya"--"Gue juga misal jadi selir bigboss mah kagak nolak sih ya, secara duta pasti ngalir terus ya ngga?"--" Terus ada yang bilang mereka itu udah pernah nginep di hotel segala lho"-- " masa iya?"--" tempo hari katanya dikasih hadiah gitu"..


"haaaahh.." Melinda hanya bisa menghela nafas saat tidak sengaja gibahan-gibahan pegawai kantor saat makan siang di pujasera. Jikapun makan siang di kantin atau kafetaria di dalam kantor juga ia akan tetap saja mendengar ocehan-ocehan seperti itu. Belum lagi rasa jengahnya memudar tiba-tiba seseorang duduk begitu saja di sampingnya.


Yais..shh.. ba..pak" melinda seketika ternganga saat melihat orang yang duduk di sampingnya tanpa permisi. Pucuk dicinta ulam pun tiba-tiba. Orang yang tengah menjadi bahan gibah malah muncul dan duduk di samping Melinda sekarang tanpa rasa bersalah. Melinda bukan tidak senang hanya saja gossip miring mengenai dirinya yang katanya tengah mengincar posisi selir Zehan tengah jadi perbincangan hangat. Meski jujur dalam hatinya ia memang mengagumi pria itu namun tidak sedikit pun terbersit dalam hatinya untuk simpanan apalagi menjadi selir dengan terang-terangan. Ia masih punya hati untuk mengganggu rumahtangga bossnya itu.


"Kamu sudah pesan?" tanya Zehan santai seperti biasa, sontak saja suara Zehan membuyarkan semua hal yang ada di dalam pikirannya.


"Su sudah pak, sedang dibuatkan"jawba Melinda tergagap.


"Kamu kenapa? Santai aja sih, kayak yang baru kenal saya hari ini saja" Zehan sedikit terheran dengan sikap Melinda.


"Euhh.. .. Ngga apa-apa kok pak" Melinda mencoba bersikap biasa.

__ADS_1


"Saya tau kamu pasti terganggu dengan ocehan mereka. Saya sudah tau kok gossip yang sedang di godok di kantor ini" ungkap Zehan mencoba mencairkan suasana seraya menyurup es kelapa yang sudah disajikan untuknya.


"Sial.. Mereka seperti burung pemakan bangkai" gerutu Hejun ketika dengan jelas mendengar apa yang dibicarakan oleh orang-orang itu kepada bossnya.


"Jun" hardik Zehan.


"Maaf Tuan, tapi mulut mereka seperti tidak pernah memakan bangku sekolah. Setidaknnya ketika tuan berada di sini mereka harus bisa menjaga mulut mereka" geram Hejun menatap orang-orang yang sekarang masih berbisik.


"Biarkan saja. Toh apa yang mereka bicarakan itu tidak sepenuhnya salah. Atau kamu marah seperti ini karena merasa cemburu kepada ku?" ledek Zehan. Karena yang terjadi sebenarnya adalah Hejun lah yang sedang berusaha mendekati Melinda. Sejak melihatnya tempo hari saat acara makan bersama, Hejun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Zehan dan Gibran adalah orang-orang yang peka terhadap hal ini, dan alasan Zehan sering mengajak Melinda bertemu adalah untuk mendekatkan Hejun dan Melinda. Namun sayangnya malah membuat salah paham para pemburu bahan gibah.


"Sudahlah, kalian ini kan sudah dewasa, kita langsung adakan saja lamaran ke orang tuanya Melinda. Kan lebih enak pacaran setelah menikah bebas mau ngapa-ngapain juga" Gibran tiba-tiba nimbrung dari belakang Zehan entah muncul dari mana.


"Nah ide bagus itu ! Gimana Mel, kamu siapkan saya lamar?" ucap Zehan dengan sengaja membesarkan suaranya dan membuat Melinda makin tertunduk malu dengan frustasi karena kelakuan bossnya itu. Meski dalam hati ia senang saja karena ia tahu, Zehan melakukan hal itu untuk membelanya.

__ADS_1


"Gimana Jun?" senggol Gibran.


"Saya sih gimana Linda aja" jawab Hejun malu malu meong. Gibran mendadak merinding tatkala melihat Hejun yang biasanya seperti anjing doberman pinscher yang selalu terlihat garang, galak dan kaku. Ya meski begitu harus diakui bahwa anjing itu juga memiliki sifat yang sangat setia pada pemiliknya juga tergolong anjing yang cerdas.


"Baiklah kalo begitu saya akan melamar nona cantik ini setelah acara 7 bulanan istri saya, bagaimana nona Melinda apa anda siap jika acara lamaran sekitar dua bulan lagi dari sekarang?" tanya Zehan tersenyum lebar, senyumannya terlihat tulus dan hangat seperti senyuman seorang kakak pada adik perempuannya.


"Duh maaf,, ngga sengaja mbak" --"gimana sih kalo jalan liat-liat dong," Zehan sedikit menoleh dan melihat keributan itu dari ekor matanya, seringai tipispun muncul di bibirnya, juga di bibir Hejun, Melinda, dan Gibran.


"Waah.. sepertinya akan semakin gaduh jika mereka tau saat resepsi pernikahan kalian akan diadakan di Chakra Venue.


"uhk uhk..!! Chakra venue pak?" Melinda terbatuk-batuk selain karena tersedak kuah pedas bakso miliknya juga karena mendengar ucapan Gibran mengenai gedung resepsi pernikahannya jika ia menikah dengan Hejun.


Bagaimana tidak,tempat itu merupakan salah satu tempat impian pernikahannya sejak dulu. Meski sebenarnya Chakra Venue merupakan salah satu restoran di The Breeze, BSD. Namun dengan adanya sebuah chapel di tengah danau makanya tempat itu sering dijadikan tempat pernikahan dengan konsep tempatnya yang unik. Selain itu di area outdoor danau terdapat juga semi-taman yang bisa menampung hingga 1000 tamu, tempat ini sangat indah dan romantis saat malam hari ! Melinda langsung jatuh cinta dengan tempat tersebut saat pertama kali ia ke tempat itu beberapa tahun lalu bersama orang tuanya saat menghadiri undangan pernikahan saudaranya. Tempat itu termasuk salah satu kandidat kuat, walaupun sebenarnya ia harus memikirkan ulang jika mengadakan resepsi di sana, karena concern akan lokasi yang kurang strategis dan tidak ada ruang ganti untuk keluarga.

__ADS_1


Namun jika seorang Gibran yang merupakan orang nomor dua di kantornya artinya semua kekhawatirannya tentang hal itu sudah bukan lagi satu masalah besar. Karena ucapan Gibran hampir sama saja adalah perintah tugas dari Zehan yang embankan kepadanya. Dan tentu saja segala halnya harus diurus dengan teliti , sempurna dan tanpa cela. Selama ini pun Melinda diam mengenai gossip miring tentang dirinya tentu bukan tanpa alasan, tapi memang gossip itu salah sasaran. Alasan kenapa malah jadi gossip antara Zehan dan Melinda tentu saja karena ulah Hejun. Karena Hejun sejak dulu selalu meniru penampilan Zehan. Dia melakukan itu bukan ingin kurang ajar pada Zehan, namun lebih karena ia terlalu mengidolakan sosok Zehan, hingga apapun ia ingin menirunya. Lebih-lebih Zehan juga tidak keberatan jika Hejun sering dikira kaka beradik dengan bawahannya tersebut, toh memang ia sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri, wajah Hejun juga tampan, tubuhnya tingga tegap dan gagah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2