
Sepiring nasi goreng tersaji di depan Zehan, lengkap dengan telur orak-arik, beberapa udang, potongan timun dan kerupuk. Ia melirik ke arah samping tepat Hasya berdiri sedang menuangkan air putih hangat untuk Zehan. Raut wajahnya masih sama seperti seminggu yang lalu, tetap ketus dan judes.
"Mau kemana?"
"Ke kamar lah, saya ngantuk"
"Temenin saya makan dulu" tapi ini bukan permintaan, tapi perintah untuk Hasya, karena tangannya sudah lebih dulu dipegangi oleh Zehan. Hasya mendengus kesal namun tetap menuruti kemauannya, ia segera duduk tepat di samping kanan Zehan karena malas berdebat lelaki yang notabennya adalah suaminya.
Sesekali ia melirik mencuri pandang pada lelaki yang terlihat makan dengan sangat lahap.
" Dia beneran laper apa doyan, lahap bener ?" batinnya, memperhatikan Zehan.
"Kenapa? Kamu mau?" Hasya menggelengkan kepalanya,
"Terus ?? "
"Ngga apa-apa?" ketus Hasya.
"Atau kamu lagi terpesona sama kegantengan suami mu ini?" goda Zehan.
"Diih PD ! Udah cepetan makannya aku udah ngantuk banget ini" ucap Hasya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Apa kamu masih suka ada kontak sama Kevin?" Hasya mendelik tajam pada Zehan yang masih lahap dengan nasi gorengnya .
"Ngga, tapi 2 tahun lalu aku pernah ngga sengaja ketemu waktu dia ada acara di Bali, kebetulan aku jadi bagian vendor acara itu. Abis itu aku ngga tau lagi kabar dia kayak gimana sekarang" terang Hasya.
"Aku minta maaf Sya," Hasya menghela nafas kasar.
"Kalo Tuan udah selesai, aku mau tidur"
__ADS_1
"Sya.." Zehan menaruh sendok dan garpunya lalu menarik kedua lengan Hasya hingga mereka saling berhadapan.
"Lepasin tangan saya Tuan!"
"Berhenti memanggilku tuan, kamu itu istri ku" lalu Zehan mencium bibir Hasya dengan rakus. Hasya terdiam sesaat, ia benar-benar dibuat terkejut saat Zehan mendadak menciumnya. Dengan sekuat tenaga ia berusaha mendorong tubuh Zehan menjauh darinya.
"Istri?!! " teriak Hasya dengan nafas masih tersengal-sengal.
"Apa masih bisa di sebut istri jika suami ku tidak pernah mempercayai ku?" sambung Hasya dengan rongga dada yang naik turun. Melihat kepanikan Hasya, Zehan memejamkan matanya menyesali perbuatannya barusan yang seperti orang kesetanan.
"Sya.. Aku minta maaf.." ungkap Zehan lirih tertunduk lesu di hadapan istrinya yang masih berusaha mengatur nafas dan menenangkan dirinya.
"Sya tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku sudah berubah. Aku mohon" ungkap Zehan, saat melabuhkan kepalanya di bahu istrinya, namun Hasya masih tak bergeming, meski Zehan sudah memasang wajah memelas dihadapannya.
"Buktikan saja Mas." ucap Hasya seraya menghempaskan pegangan tubuh Zehan dan langsung masuk ke kamar lalu menguncinya dari dalam. Zesya yang melihatnya mendengkus kecewa karena mamanya masih belum bisa memaafkan Zehan sepenuhnya. Zesya memang tidak tahu apa yang menjadi duduk permasalahan yang menjadi pemicu kemarahan ibunya. Meski ada rasa takut kalau-kalau pada akhirnya kedua orangtuanya benar-benar berpisah namun ia juga tidak bisa memaksa ibunya untuk segera memaafkan ayahnya.
...****************...
Entah karena memang ia pintar bersembunyi, atau karena memang tuhan ingin menguji Zehan, hingga selama 7 tahun lamanya, barulah mereka bisa bertemu kembali. Seolah semesta mendukungnya untuk menguji perjuangan Zehan juga untuk membuktikan bahwa Zehan memang sudah benar-benar terlepas dari masa lalunya.
Tiba-tiba Hasya terkejut karena satu pelukan berasal dari tangan mungil Zesya melingkari di lehernya dari belakang.
"Heii.. anak mama baru pulang jogging " sapa Hasya. Zesya mengangguk tersenyum riang.
" Gimana seru?"
"Hooh, tapi Zesya kesel sama papa mah"
" Lho kenapa?"
__ADS_1
"Masa sepanjang kita jogging banyak teteh yang ngajak papa kenalan, mana beberapanya genit banget lagi minta foto bareng papa" sewot Zesya memberi laporan pada mamanya.
"Terus papa kamu mau?"
"Nolak sih mah, cuma tetep aja bikin kesel, sejak papa pulang, Zesya jadi punya saingan. Padahalkan kemarin-kemarin Zesya paling ganteng di daerah sini." Hasya mengernyih bingung harus menanggapi apa dengan keluhan putranya itu.
"Sayang, sejak kapan kamu peduli soal begitu, biasanya kamu stay cool, bodo amatan. "
"Iya dulu Zesya begitu karena Zesya yakin kalo mama itu ngga akan mudah berpaling dari papa. Harus diakui di kampung ini Zesya yang paling ganteng, tapi sekarang ada apa, tiap hari yang jadi pusat perhatian itu papa, Zesya ngga mau punya mama tiri mah " rengek Zesya sedih mulai menangis saat menggisik matanya. Hasya terkekeh mendengar penuturan putranya itu.
"Uluh-uluh lucu banget sih anak mama ini"
"Zesya ngga mau punya papa atau mama tiri, mah hiks hiks.., ngga mau nanti hiiikss kaya Heksa, papa mamanya cerai,terus papanya nikah lagi, hiiiikss terus mama tirinya galak banget suka mukulin Heksa." tutur Zesya berdrama. Hasya mencebik risih begitu menyadari putranya sedang memainkan sebuah peran.
"Sayang, sekalipun mama pisah sama papa, Zesya tetep bakal sama mama, kalo papa macem-macem kita tinggal kabur lagi aja ke tempat yang lebih jauh lagi"
"Kenapa mama ngga mau baikan aja , padahal kalo ada papa toko mama makin rame, terus om-om yang suka ngejar-ngejar mama juga ngga pernah muncul lagi?"
"Emang papa dan mama kenapa Ze?" tanya Zehan tiba-tiba.
"Papa ngga usah boong, Zesya tau papa dan mama maaih belum baikan. Buktinya papa masih tidur di kamar Zesya atau di kamar tamu. Kemarin juga Zesya ngga sengaja denger papa dan mama ribut lagi, dan mama bilang lebih baik pisah aja kalo papa masih belum berubah. Zesya ngga ngerti sama masalah papa dan mama tapi Zesya tau papa dan mama lagi ada masalah yang belum selasai. Padahal Zesya udah seneng banget sekarang Zesya bisa main sama papa, bisa bobo bareng sama papa, bisa belajar bareng sama papa, terus yang paling Zesya suka saat Papa jemput Zesya ke sekolah. Sejak hari itu ngga ada lagi yang manggil Zesya anak haram" jelas Zesya, Hasya segera memeluk anaknya erat-erat dengan perasaan iba.
Zehanpun lalu ikut berjongkok dan memeluk mereka berdua.
"Papa janji, mulai sekarang papa akan selalu bersama kalian, papa ngga akan membiarkan kalian pergi lagi" ucap Zehan lalu mencium puncak kepala Zesya dan Hasya bergantian.
Meski Hasya masih sulit menerima kehadiran Zehan kembali ke dalam kehidupannya, namun kali ini mau tidak mau berdebat saat Zehan mencium puncak kepalanya, ia tidak mau membuat putranya itu semakin bersedih, ia harus mau mengesampingkan egonya demi putra semata wayangnya itu.
"Kelincriing" pintu toko terbuka.
__ADS_1
"Hebaat ya keluarga cemara yang satu ini ! " pekik Zia sambil bertolak pinggang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...