
Malam yang sangat mencekam di negara Elf. Satu per satu, post teleportasi menuju kediaman para bangsawan telah jatuh!
Di kediamannya, Angel disembunyikan oleh pengawal dan pelayannya di gedung tak terawat, dekat istal kuda.
"Putraku! Di mana Levyn!" tanyanya berulang kali.
"Sang pangeran bilang, mau ke istana Yang Mulia Baginda Raja, Nyonya." jawab pengawal yang sebelumnya mengawal Levyn dan kembali seorang diri.
"Anak bandel itu benar-benar tak bisa diberi tahu bahwa itu sangat berbahaya!" kesal Angel diantara ketakutannya.
Pengawal dan pelayannya tak menyahuti. Mereka berkonsentrasi mendengar keributan besar dari rumah utama. Pasukan khusus Pangeran Glenn memang berkurang banyak.
Setengah dari jumlah itu, dibawa ke perbatasan utara yang terus ricuh. Dari sisa setengah, sebagian lagi dibawa Pangeran Glenn sendiri untuk melindunginya dalam pencarian Putri Cristal. Sisa seperempat tenaga penjaga yang ada di kediaman.
Sebagian kecil ditempatkan di post teleportasi bawah dan dapat dipastikan sudah kalah! Sekarang, sekitar dua puluh lima penjaga yang ada, dibantu oleh para pekerja pria di kediaman, melawan dengan gigih.
Para pelayan wanita disembunyikan bersama Angel. Sangat berbahaya bagi mereka jika dilihat oleh Orc yang terkenal ganas dan kasar pada wanita.
Ada ada tiga orang pengawal pribadi Angel, ditambah seorang pengawal putranya, yang menjaga para wanita.
"Ambilkan burung pengantar pesan!" kata Angel. Para pelayan wanita itu saling berpandangan. Mereka mengintip ke arah rumah, dimana burung itu ditempatkan.
"Biar saya yang mengambilnya. Apa nyonya ingin kertas dan pena juga?" tanya pengawalnya.
"Ya! Berhati-hatilah!" pesan Angel khawatir. Dia harus mengirim pesan pada Glenn tentang keadaan di kediaman.
Pengawal itu bersembunyi dan berlari berulang kali, selama mendekati kediaman. Bagian belakang memang belum terpengaruh keributan di depan rumah. Setelah yakin bahwa tak ada Orc di sekitar, pengawal itu berlari cepat masuk ke dalam rumah dan langsung menuju lantai atas kediaman, tempat ruang kerja pribadi Angel. Di sana lah burung pengantar pesan itu biasanya berada.
Dia menemukan burung itu terlihat gelisah di dalam sangkarnya. Diambilnya kertas dan pena dan langsung berlari lagi menuruni tangga ke lantai dasar rumah besar itu. Setelah yakin tidak ada siapapun di sana, dia melintasi ruangan dengan cepat. Berlari mengarah ke pintu taman.
Bau kayu dan kulit terbakar sangat pekat. Terlihat di bagian kiri, sayap lain rumah itu sedang terbakar. Dan tidak ada yang sempat untuk mematikan apinya.
Pengawal itu langsung berlari. Dia harus memberi tahukan hal ini pada Angel. Bagaimana pun, jika kebakaran itu tidak segera diatasi, maka apinya akan melahap seluruh kompleks kediaman itu, termasuk dapur dan istal serta kandang ternak.
"Aku kembali!" teriak pengawal itu sejak masih lima meter dari persembunyian Angel.
__ADS_1
"Apa kau mendapatkan yang kuminta?" tanya Angel tak sabar.
"Ini, Nyonya." Pengawal itu menyerahkn apa-apa yang diinginkan Angel.
Dengan sedikit penerangan, Angel menulis pesan. Kemudian kertas pesan diikatkan pada kaki burung.
"Kau harus bisa menemukan tuanmudi negri para penyihir. Kami mengandalkanmu!" bisik Angel pada si burung. Lalu burung itu dilepas ke angkasa.
Dilihatnya sepotong kertas lain di tangan. Angel menulis pesan lagi. Tulisannya agak panjang dan hurufnya tak dimengerti oleh para Elf lainnya.
"Aku menulis pesan untuk Robert. Itu jika kalian bisa mengingat bahwa aku bukan dari dunia ini. Aku tidak tahu di mana dia dan yang lainnya berada. Tapi inilah usaha terakhir yang bisa kulalukan. Siapa dari kalian yang bersedia menjadi sukarelawan untuk mencari teman-temanku itu?" tanya Angel.
Ditatapnya wajah setiap orang yang menatapnya dengan bingung. "Nyonya, kita saja terjebak di sini. Entah bisa meloloskan diri, atau tidak. Lalu, bagaimana caranya mengantarkan pesan ini pada teman Anda yang kami tidak tahu di mana?" tanya salah satu pelayan, mewakili pertanyaan semua orang.
"Kalian harus mengikuti rute yang mereka ambil waktu itu. Mereka pergi ke laut, lewat negara kurcaci biru." Angel menjelaskan.
"Lalu bagaimana kita akan turun?" tanya seorang pelayan lain.
"Para Orc telah membuka gerbang teleportasi. Kalian harus bisa melewati penjaganya dan pergi!" kata Angel dengan ringan.
"Biar saya yang pergi!" Seorang pengawal Angel mengajukan diri.
Angel menatapnya lama dan serius. "Kau sangat tahu bahwa permintaanku terdengar konyol. Akan tetapi, kita harus tetap memiliki setitik harapan. Sekonyol apapun itu. Semustahil apapun, harus diperjuangkan!" kata Angel penuh perasaan.
"Saya mengerti!" jawab pria itu.
"Aku akan pergi bersamanya!" kata pengawal Levyn tak mau ketinggalan.
Asap tebal mulai menyeruak ke tempat persembunyian mereka.
"Nyonya, kediaman di selatan terbakar hebat." Pengawal yang pergi tadi, memberi tahukan perkembangan di luar.
"Asapnya sudah sampai di sini. Artinya, api sudah menjalar lebih dekat ke sini!" seorang pelayan wanita menyimpulkan.
"Bukankah dengan begitu, kita harus mencari tempat persembunyian baru?" kata yang lain.
__ADS_1
Angel mengangguk. Pesan yang ditulisnya tadi, dimasukkan dalam botol kaca kotor yang ditemukannya di tempat itu.
"Pesan ini untuk Robert dan Dokter Chandra!" Botol berisi pesan diserahkan pada pengawal setianya. Pria itu langsung menyimpan botol itu di balik pakaiannya.
"Sekarang mari kita keluar!" ajak Angel.
"Tapi Nyonya ...."
Bantahan itu hilang ditelan asap yang makin tebal. Dihembuskan angin ke arah persembunyian mereka. Para wanita itu memang dipaksa untuk keluar dari tempat persembunyiannya.
Tak ada lagi bantahan. Mereka justru berebut keluar untuk menghirup udara segar.
"Kami akan mengalihkan perhatian mereka, agar kalian bisa pergi!" kata Angel dengan tegas.
"Nyonya!" kali ini pengawalnya yang lain ikut protes. Mereka harus menyelamatkan Angel, bukan malah menunjukkan diri dan menjadi umpan! Itu sama sekali bukan rencana bagus.
"Sedikit berkorban, untuk harapan yang lebih besar!" kata Angel memberi semangat dan pengertian.
Para pengawal dan pelayan itu menunduk. "Baik!" jawab mereka lirih. Bagaimana mau menolak? Nyonya mereka saja berani berkorban agar ada yang bisa lolos untuk mengirimkan pesan darurat ke tempat lain!
"Ayo kita keluar!" ajak Angel. Pengawal di depannya segera memeriksa jalan di depan mereka.
"Tempat ini akan segera terbakar. Keluarkan semua binatang ternak dari kandangnya. Biarkan mereka menyelamatkan diri masing-masing!" perintah Angel.
"Baik!" Dua pelayan wanita menyelinap pergi ke arah kandang. Tak lama memang terdengar suara panik semua binatang itu. Kemudian pelayan yang pergi tadi, kembali dengan membawa dua ekor kuda gagah kesayangan Angel.
"Ah, aku lupa. Kalian akan membutuhkan kuda ini dalam perjalanan ke negeri kurcaci biru. Bawalah!"
Dua pengawal yang mendapat tugas untuk pergi, menerima tali kekang dua kuda besar itu.
"Bagaimana jika anda ikut pergi dengan kami, Nyonya?" tanya pengawalnya masih menaruhh harapan untuk bisa menyelamatkan Angel.
Angel menggeleng. "Pergilah! Ini rumahku. Aku akan tetap di sini."
"Ayo! Semakin cepat kalian pergi, makin baik!" Angel melangkah dengan ayunan kaki yang mantap. Dia sama sekali tak terganggu dengan suara derik kayu dilalap api. Sama sekali tidak menangis histeris karena rumah dan harta berharganya sebentar lagi hancur jadi abu!
__ADS_1
******