The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
19. Pesan Berantai


__ADS_3

Di kediaman Angel, para peri pohon menjadi bantuan yang tak diduga. Mereka bolak-balik membawa obat dan berbagai keperluan dari daratan, ke atas kediaman.


Angel dan para penghuni yang selamat, terjebak di kediaman karena tak bisa membuka gerbang teleportasi. Sebab, post teleport di bagian bawah masih dikuasai oleh Orc.


Jika jalur teleport dibuka dari atas, Maka para Orc bisa kembali naik dan mengambil alih kediaman! Mereka harus bertahan dalam keadaan sakit dan tak punya apa-apa.


Bantuan para Peri Pohon, Peri Bunga dan para kupu-kupu itu sangat terasa bagi Angel dan para pelayannya itu.


Tanpa rumah, maka orang-orang itu benar-benar harus istirahat di bawah langit. Dengan pakaian seadanya, compang-camping akibat terkena api. Akan tetapi, mereka tidak mengeluh sedikit pun.


Bagaimana mereka mampu mengeluh, kalau nyonya mereka saja tidak mengeluarkan keluhan. Angel begitu tenang dan percaya bahwa keadaan akan kembali baik. Mereka hanya perlu kuat menunggu saat itu tiba.


"Coba cari cara, bagaimana agar kita bisa mengirimkan pakaian untuk orang-orang di sana!" Pangeran Levyn tak sabar setelah mendengar kabar buruk tentang ibunya.


"Pelan-pelan, Pangeran. Yang paling penting untuk dilakukan para peri saat ini adalah mengobati orang-orang yang terluka. Pakaian bisa dipikirkan nanti!" kata pengawalnya menenangkan.


"Ibu bisa sakit jika mengenakan pakaian basah!" keluhnya getir.


Pengawal itu menghela napas panjang. Dia menghampiri salah satu peri yang sedang sibuk di post bantuan mereka yang sempit dan kecil.


"Ehem ...." Pengawal itu membuka percakapan dengan canggung.


"Ada yang bisa kubantu?" tanya peri wanita itu.

__ADS_1


"Pangeran Levyn berharap, kalian bisa mengantarkan selimut untuk Putri Angel. Bisakah itu?" tanyanya sungkan.


"Akan kami usahakan!" jawab peri itu cepat. "Saat ini kami sedang mendistribusikan tenaga kehidupan dari pohon dewa untuk semua prajurit yang terluka. Agar mereka bisa segera pulih kembali. Setelah itu, baru kita pikirkan cara membawa selimut besar ke atas sana!" tunjuknya ke arah langit.


"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih." Pengawal itu mengangguk dan pergi.


Pagi menjelang. Para pemilik rumah di pinggiran kota itu bahkan belum beristirahat sekejap juga. Akan tetapi, mereka terus bergerak seperti mendapatkan tambahan tenaga baru.


"Pangeran, Anda harus istirahat sedikit," saran pengawalnyaa yang sudah kelelahan.


"Jika kau lelah, istirahatlah sana!" ujar pangeran itu cuek.


Pengawal itu diam. Dia tahu bahwa pangeran muda itu sedang banyak pikiran. Biasanya dia hanya memikirkan hal ringan-ringan dan bermain bersama teman-temannya. Sekarang dipaksa keadaan untuk memikirkan keadaan keluarga dan negaranya.


"Menurutmu, apakah ayahku tahu keadaan di sini?" tanyanya.


"Jika terjadi pertempuran, Kita harus ikut serta!" ujar pangeran muda itu bersemangat. Pengawalnya hanya mengangguk.


"Untuk itu, sebaiknya Anda beristirahat dan mengumpulkan tenaga," sarannya.


"Baiklah. Bangunkan aku jika ada perkembangan baru!" pesan Levyn. Dia memejamkan mata sambil duduk. Matanya memang sangat berat sekarang.


Pengawal itu melihat suasana di luar. Para Orc mulai berkeliaran dan menangkapi para Elf yang terlihat. Namun, para peri bunga yang kecil, luput dari pantauan mereka. Pengawal itu kembali ke tempat persembunyian mereka di dalam lubang pohon.

__ADS_1


Denting pertarungan terdengar tanpa henti di negara Elf. Para tentara yang merasa tubuhnya sudah pulih, kembali bertarung setiap kali melihat warga ditangkapi di depan mata mereka.


"Kalian sudah kalah. Kerajaan ini sudah kami taklukkan. Jadi percuma saja melawan!" seru para Orc sombong.


"Kau salah! Selama bendera kerajaan masih berdiri, maka kerajaan ini masih ada. Raja kami masih hidup!" Salah satu Elf menunjuk ke arah kediaman Pangeran Felix yang mengibarkan bendera kerajaan di menaranya.


"Arrghhh!" Orc itu murka dan menyerang membabi-buta. Dia mengayunkan gadanya ke segala arah. Beberapa Elf yang tidak waspada, terkena imbasnya dan terpelanting dengan tubuh berdarah-darah.


Para Elf mengamuk dan membalas, mengeroyok Orc yang hanya seorang diri. Mereka berlompatan dengan ringan dan menghajar Orc itu dari segala sisi.


Seorang kurcaci, berlarian membawa rantai besi di antara kaki Orc. Di berputar-putar mengelilingi tiap kaki, dengan lincahnya.


Para peri menaburkan bubuk pusing ke mata Orc, yang membuat dia tak bisa melihat dengan jelas dan mengalami sakit kepala hebat.


"Sekarang!" teriak kurcaci yang sudah selesai dengan tugasnya.


Sekumpulan peri memberi komando pada para kuda, untuk menarik rantai besi. Kuda digebah dengan kuat, membuatnya melompat tinggi. Rantai besi yang melilit kaki Orc mengencang dan menariknya hingga jatuh telentang. Para Elf berlompatan dan menghunjamkan pedang, untuk mengakhiri penderitaan Orc malang itu.


Sorak kemenangan menyemangati Elf lain. Mereka melakukan perlawanan secara sporadis. Menyasar setiap Orc yang berjalan sendirian.


Hingga lewat tengah hari, para Elf tiba-tiba menghilang. Hanya beberapa peri yang terbang secara diam-diam, untuk menghindari pengawasan.


Pengawal Pangeran Levyn juga mendapatkan kabar berantai.

__ADS_1


"Putra Mahkota akan menyerang sore nanti. Ikuti tanda suar cahaya!" begitu pesan yang beredar dari mulut ke mulut. Para Elf, peri dan kurcaci, mempersiapkan hal-hal yang mungkin dibutuhkan untuk perang besar sore nanti.


*********


__ADS_2