The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
Bab 120. Pengangkatan Raja Elf


__ADS_3

Selama satu minggu berikutnya, pasukan Elf masuk dan


menaklukkan seluruh kota Orc, setelah mengumumkan kejatuhan ibukota dan tewasnya


sang raja. Pangeran Mahkota melihat sendiri bagaimana hancurnya tiga kota yang


berdekatan dengan ibukota. Itu sebuah kerugian yang sangat besar bagi negara


Orc.


Para prajurit Orc yang berhasil ditahan dipekerjakan untuk


membersihkan puing-puing kerusakan di seluruh kota. Penduduk pria juga


dikerahkan agar segala sesuatunya kembali normal dengan cepat.


Dengan penyelidikan Pangeran Mahkota, akhirnya diketahui


bahwa pria berambut pirang adalah putra bungsu dari raja sebelumnya. Setelah


kakaknya naik tahta, dia diusir dari istana dan gelar bangsawannya ditarik.


“Kami ingin negara Orc kembali dipimpin oleh raja yang cinta


damai seperti ayahmu. Bukan seperti mendiang kakek dan kakakmu. Jadi,


bersediakah Kau memimpin negara ini di bawah pengawasan negara Elf?” tanya


Pangeran Mahkota.


“Aku tak terlalu suka mengurus hal-ha seperti itu,” Pangeran


Oselin menolak halus.


“Kalau begitu, tak ada cara lain. Kami yang akan mengatur


urusan negara Orc!” Pangeran Mahkota berkata dengan tegas.


Pria berambut pirang itu mengangguk, tanpa keberatan sama


sekali. “Mungkin dengan cara ini, mereka bisa menyadari bahwa bersikap arogan


hanya akan merugikan diri sendiri,” katanya santai.


“Baiklah kalau begitu. Lalu kau mau ke mana setelah ini?”


tanya Pangeran Mahkota lagi.


“Eric mengajakku pergi melihat negaranya. Aku jadi ingin


berpetualang,” jawabnya jujur.


“Sepertinya aku kalah cepat dari Eric,” sesal Pangeran


Mahkota.


“Jika petualanganku selesai, mungkin aku akan kembali dan


membagikan pengalamannya pada rakyat Orc!” katanya penuh harap.


“Bagaimana jika saya beri Anda waktu lima purnama untuk


bertualang mencari pengalaman dan ilmu? Setelahnya, kembalilah dan menjadi


pemimpin negara Orc!” tawar Pangeran Mahkota.


“Kenapa kau sangat ingin menjadikanku pemimpin Orc?” tanya


Pangeran Oselin heran.


“Semata-mata agar semua negara di sini bisa berteman dalam


perdamaian!” jawab Pangeran Mahkota cepat.


“Biar kupikirkan dulu,” jawab Pangeran Oselin.


“Baiklah ....” Pangeran Mahkota Elf tidak memaksa lagi.


Hubungan baik dengan negara Kurcaci biru kembali terjalin.

__ADS_1


Dan dengan negara Peri pun kembali harmonis, mengingat kehadiran Pangeran Taksa


dan Karl di Tanah tak bertuan.


***


Hari ini, pelantikan Pangeran Mahkota menjadi raja negara Elf.


Semua utusan negara lain, hadir. Acara penobatan berlangsung meriah dan rakyat


merasa suka cita. Setelah perang yang begitu menyengsarakan, akhirnya rakyat


Elf bisa kembali ke rumah masing-masing dan merayakan kemenangan sang raja


baru.


“Selamat, Yang Mulia,” ujar Dean di istana raja.


“Terima kasih, Pemimpin bangsa Cahaya. Tanpa bantuan Anda dan


pasukan negeri Cahaya, kami mungkin sudah menjadi jajahan Orc dan musnah. Kami tidak


akan melupakan budi baik ini,” balas sang raja baru.


“Kita berteman sudah sejak teman-teman kami diterima dengan


baik di sini, dulu,” Dean menangkis pujian Raja Elf.


“Selain itu, saya ingin menyampaikan bahwa kami akan kembali


ke negeri kami. Sudah hampir dua bulan kami di sini,” ujar Dean.


“Meski sangat ingin kalian berlama-lama di sini, namun kami


tidak berhak untuk menahan. Lagi pula, sudah ada pintu teleportasi yang akan


memudahkan kita untuk saling mengunjungi.” Sang Raja mengangguk.


“Kapan akan kembali?” tanyanya lagi.


“Besok kami akan kembali. Pangeran Oselin, Pangeran Karl dan


“Itu bagus untuk pengobatan Pangeran Karl. Kuharap matanya


bisa kembali sembuh sepulang dari sana.”


“Kami akan membawanya ke dokter mata terbaik di sana,” angguk


Dean.


“Terima kasih untuk bantuannya dan silakan nikmati pesta hari


ini!” kata Raja Elf.


Di tempat lain, Eric dan teman-temannya juga berpamitan pada


Pangeran Levyn dan para pengawalnya. Berterima kasih karena mereka sudah


diselamatkan dari kematian di hutan sihir.


“Saat kakakku pulih, aku ingin pergi melihat keajaiban di


negaramu,” tekad Pangeran Levyn.


“Kami akan menunggumu. Aku bisa mengajakmu bermain di pantai


hingga puas!” kata Gerald. Mereka sudah berteman baik sejak pergi ke negeri Penyihir.


“Pasti menyenangkan terbang di atas punggungmu. Aku akan


mengunjungi kalian, nanti!” janjinya lagi.


Pertemanan baru yang hanya sebentar itu, akhirnya harus


dijeda untuk bertemu di lain kesempatan.


***


Pagi hari yang cerah.

__ADS_1


Dean sedang memberi instruksi pada penjaga pintu teleportasi


yang tinggal di negara Elf. Untuk sementara, teleportasi menuju negeri Cahaya


eksklusif berada di negara Elf, sebagai penghargaan atas pertemanan mereka yang


sudah berlangsung lama,


“Nanti kami akan mengirim ahli teleportasi dan membuat pintu


teleportasi lain ke pulau terapung yang diisi tanaman obat!” janji Dean pada


Pangeran Felix.


“Terima kasih, Pemimpin Cahaya,” kata Pangeran Felix senang.


“Katakan pada Widuri dan ibumu, jika kesehatan Cristal pulih,


aku akan datang menemui mereka dan melepas rindu.” Angel memeluk Sofie sebelum


berpisah.


“Iya, bibi. Akan kusampaikan,” angguk Sofie haru. “Atau ...


bagaimana kalau aku yang mengajak mereka ke sini, jika diijinkan ayah?” tawar


Sofie.


“Aku akan sangat senang jika begitu.” Senyum Angel muncul


diantara pipinya yang dibasahi air mata.


“Baiklah!” Sofie lega melihat Angel bisa tersenyum kembali.


“Kakek, aku pergi,” pamit Karl pada Pangeran Felix.


“Pergilah. Aku percaya pengobatan di sana jauh lebih baik


dari di sini. Semoga matamu bisa diselamatkan!” Pangeran Felix memeluk Karl yang


matanya ditutupi perban. Pengawalnya ikut serta bersamanya.


“Baiklah, kami berangkat!” Dean memberi aba-aba pada semua


anggotanya. Maka selain bangsa Cahaya, yang lain disimpan di kalung penyimpanan


agar aman. Lalu satu per satu mereka melewati pintu teleportasi dan menghilang.


“Sampai jumpa lagi,” ujar Glenn dengan suara tercekat haru.


Persahabatan yang dijalin istrinya telah membantu negaranya


keluar dari kehancuran. Dia sangat bersyukur memiliki istri seperti Angel yang


punya inisiatif untuk mengundang temannya datang.


Kebaikan akan selalu membuahkan kebaikan. Sekecil apapun itu,


jangan berhenti berbuat baik. Kita tidak tahu kapan buah dari kebaikan yang


kita tanam datang menghampiri. Mungkin dia akan datang di saat kita jatuh terpuruk.


--End--


Catatan penulis:


Dear pembaca setia, cerita genre apakah yang kalian sukai


untuk saya tuliskan lagi? Beri saya ide di kolom komentar ya. Senang bisa


menyelesaikan novel ini meskipun sedikit meleset dari tenggat waktu.


Untuk info terbaru, silakan bergabung di grup chat author,


ANGEL. Bisa lihat di profil ya. Terima kasih telah membaca buku yang banyak


sekali kekurangannya ini. Terima kasih juga untuk doa-doa saat author sakit.


Sementara hiatus dulu ya ....  Author

__ADS_1


mesti ikut fisio therapi agar bisa segera pulih.


__ADS_2