The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
Bab 94. Tabir Negara Penyihir


__ADS_3

 Glenn dan Levyn yang sedang membaca mantera sambil menutup mata itu langsung membuka mata dan terkejut melihat keadaan sekitar yang sangat berubah.


Glenn berdiri sambil mengangkat tangan. Dia menyibak rabutnya yang putih panjang itu untuk memperlihatkan telinga mereka yang khas. Semua bawahannya dan Levyn, mengikuti.


“Tenang saudara, kami adalah romongan dari kerajaan Elf. Saya Pangeran Glenn, ini putra Saya, Levyn. Mereka adalah orang-orang dalam tim saya.” Glenn menunjuk Eric yang tidur dan juga Hakon yang mengeluarkan cahaya indah di tubuhnya.


“Kami sedang mencari putri Elf yang diculik oleh para Orc saat masuk ke negara ini,” jelas Glenn lagi, saat orang-orang itu tak bereaksi.


Orang-orang itu kasak-kusuk sebentar. Kemudian keluar salah satu pria dan bertanya. “Bagaimana kalian bisa membuka tabir persembunyian kami?”


“Apakah kalian pernah mendengar, tentang putri negara ini yang dulu menikahi pangeran negara Elf? Itu ibu saya. Saya adalah bagian dari tanah ini juga. Ibu mengajari mantera itu pada putra saya. Dan sekarang saya sedang memperlajarinya." Glenn kembali menjelaskan dengan jujur.


Orang-orang itu kembali saling berdiskusi. Kemudian mereka menurunkan senjata yang tadi diacungkan. Seorang yang tampaknya dituakan dalam kelompok itu, mendekat.


“Salam, Pangeran. Anda juga pangeran negara kami,” ujarnya hormat dan membungkukkan punggungnya sedikit.


“Terima kasih. Berdirilah. Aku ingin tahu, mengapa kalian menyembunyikan diri seperti ini. Aku sudah dua bulan lebih mengembara di negara ini dan mengira tak ada lagi penduduk asli yang selamat,” kata Glenn.


“Kami adalah kelompok yang selamat dari penyergapan Orc ke desa-desa. Malam itu Orc bergerak serentak di seluruh daerah perbatasan. Nyaris tak ada yang selamat di sana. Kecuali orang-orang yang sedang pergi berburu, pergi memancing ataupun yang sedang mencari herbal di hutan. Sedikit-demi sedikit, kami berkumpul agar bisa hidup bersama dan saling melindungi,” jelas pria itu.


“Lalu?” desak Levyn.


“Beberapa kali kami hampir ketahuan. Jadi kami putuskan untuk menyembunyikan keberadaan kami dengan mantera pelindung. Itulah yang terjadi. Kami bergerak mendekati ibukota dan mengumpulkan lebih banyak orang yang selamat.” Pria itu kembali menjelaskan.


“Apakah kalian ada melihat kakakku dan pelayannya dibawa lari Orc?” tanya Levyn.


“Para Orc sering melarikan gadis-gadis muda ke arah ibu kota. Mungkin kakakmu juga dibawa ke sana!” katanya.


“Apa kalian pernah masuk ke ibukota?” tanya Glenn.


“Kami pernah mencoba masuk, tapi ibukota juga seperti dalam selubung. Suasananya sungguh aneh. Hanya saja, meski berkali-kali kami mencoba mantera pembuka, itu tetap tidak berhasil. Karenanya, kami keluar dari sana dan hidup di sini.” Orang itu kembali menerangkan dengan detail.

__ADS_1


“Ibu kota juga diselubungi dengan mantera? Dan kalian tidak bisa membukanya? Bukankah itu sangat aneh?” Glenn menggeleng heran.


“Memang aneh. Itu sebabnya kami meninggalkan tempat itu.” Pria itu menambahkan.


“Apakah mungkin ada sihir jahat yang bekerja?” tebak Gerald.


Semua mata menatap padanya. Membuat Gerald merasa jengah. “Maafkan aku. Bukan maksudku menyinggung, tapi biasanya jika ada yang baik, maka ada juga sedikit akar kejahatan yang tumbuh. Mungkin yang jahat itulah yang memasang mantera khusus itu, hingga kalian tidak bisa membukanya. Dan naluri kalian merasakan ketidak nyamanan berada di dekatnya, karena tidak satu vibe!”


“Kau ada benarnya!” Glenn setuju. “Bisa saja Orc mempengaruhi salah seorang penyihir kuat, mengotori hatinya menjadi gelap, agar bisa membuat mantera jahat.”


“Jadi sekarang bagaimana?” tanya Levyn. Pemuda itu merasa, keadaan makin rumit dari waktu ke waktu.


Mereka mendapat petunjuk bahwa  para wanita dibawa ke ibu kota, tapi ibukota justru diselubungi mantera penutup yang bahkan tidak bisa dibuka oleh para penyihir itu sendiri.


“Apa yang ingin mereka sembunyikan di dalam mantera itu?” gumam Glenn.


“Pasti hal buruk!” timpal Gerald.


Tiba-tiba Gerald melesat ke tempat Hakon yang masih berdiri siaga. Cahaya tubuhnya makin benderang. “Stop! Kalian tak boleh mengganggunya. Bahkan sihir kalian tak akan bisa menahan kemurkaannya.”


Gerald berdiri di depan Hakon. Menghadang para penyihir yang terus mendekat pada Hakon. “Jangan membuatnya marah. Kita bisa musnah dalam sekejap!” Gerald memperingatkan lagi.


Glenn dan Levyn berjalan ke tempat itu. “Tolong mundurlah. Mereka adalah orang-orang yang dikirim negara kami untuk membantu mencari putriku. Dia sedang istirahat. Dan tak boleh diganggu saat ini!” kata Glenn.


“Tubuhnya unik. Bisa bercahaya secantik itu. Dari mana mereka? Kami hanya ingin menyentuhnya,” kata mereka penasaran.


Glenn kehabisan kata dan menoleh pada Gerald. Hakon sedang dalam kondisi siaga, tak mungkin bisa diajak bicara lagi.


“Mereka Bangsa Cahaya. Tapi cahaya cantik itu sebenarnya adalah senjata. Jadi, kalian tidak akan bisa menyentuhnya, kecuali sudah bosan hidup!” kata Gerald bersungguh-sungguh.


Orang-orang itu menghentikan langkahnya dan saling pandang. Lalu bubar sambil bergumam. “Yah, seperti kita yang punya senjata sihir. Mereka Bangsa Cahaya, tak heran cahaya itu jadi senjatanya.”

__ADS_1


“Cahaya yang sangat cantik, tapi mematikan!” celetuk salah seorang dari mereka.


Glenn dan Gerald merasa lega. “Kau bisa menjaga calon pemimpinmu dengan tenang. Mereka tak akan mengganggu lagi,” kata Gerald sambil tersenyum.


Perlahan cahaya ungu Hakon memudar. Dia kembali duduk penuh perhatian di sebelah Eric. Glenn benar-benar kagum melihat pemuda itu.


“Apakah dia pengawal Eric?” tanya Glenn setelah kembali duduk.


“Bukan. Hakon adalah putra kepala suku. Dia akan menjadi kepala suku saat ayahnya tak ada. Dia dan beberapa lainnya masihlah bangsa cahaya murni yang berasal dari bintang. Sementara yang lainnya adalah keturunan campuran. Dan di dalam tubuh Eric, ada jiwa leluhur yang sangat mereka cintai dan hormati,” jelas Gerald panjang lebar.


“Aku mengerti. Jadi itu sebabnya dia menjaga bahkan tanpa diminta!” komentar Levyn.


Gerald mengangguk. “Semua Bangsa Cahaya, baik murni maupun campuran, sangat mencintai dan menghormati Eric!”


“Sekarang, mari kita bahas rencana selanjutnya. Kita harus apa sementara Eric sedang dalam keadaan begitu?” tanya Glenn.


“Kami keturunan Bangsa Naga punya kemampuan perlindungan sendiri. Kakekku pernah melakukannya saat terjadi bencana yang menghancurkan banyak dunia waktu itu. Ayah, Kakek dan seorang biksu yang bertugas menjaga makam kaisar, terjebak di sana ratusan tahun dan tak bisa keluar. Benar-benar terputus dari dunia lain, bahkan kehilangan nenek dan saudari ayahku. Menurut ayah, Paman Robert juga tersesat masuk ke dunia itu tanpa bisa keluar, hingga ayah Eric menemukan jalan keluar-masuk.”


“Sekuat itu?” Glenn dan Levyn berpandangan. Gerald menganggukkan kepala


“Artinya, kalau kau lakukan itu, maka kau akan terjebak di dalamnya!” Levyn memandang dengan mata melebar.


“Yah ... teorinya seperti itu. Aku sudah mempelajari manteranya. Tapi tidak pernah mempraktekkannya. Menurut ayah, kakek mengalamai luka dalam yang parah saat melakukannya. Itu membuat kesehatannya menurun dan usianya pendek untuk ukuran seekor naga. Bahkan kakek buyutku masih hidup.” Gerlad mengedikkan bahunya.


“Naga besar di istana itu kakek buyutmu?” tanya Levyn tercengang.


Gerald kembali mengangguk. “Ya!”


“Kalau seberbahaya itu, tidak usah saja!” putus Glenn tegas.


Pria itu menoleh pada Eric yang masih diselubungi cahaya putih susu. “Kalau Eric sudah pulih, kita serang saja ibu kota negara Penyihir!”

__ADS_1


__ADS_2