The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
6. Kembalinya Pangeran Glenn


__ADS_3

Glenn sedang mengatur strategi di tenda. Hari itu, tak ada pergerakan berarti di pihak lawan. Akan tetapi prajurit tetap siaga di pos masing-masing. Seorang prajurit penjaga tenda datang membawa burung pengantar pesan.


Dengan cepat pesan itu dibuka dan dibaca oleh Glenn. Hanya ada pesan pendek dari ayahnya. "Cristal diculik Orc!"


Wajah Glenn merah padam, setelah mengetahui situasinya. "Aku akan menghadap Pangeran mahkota!" katanya pada prajurit.


Prajurit itu keluar lebih dulu dan kembali menjaga tenda Glenn.


"Pesan apa itu?" tanya Randall, orang kepercayaannya.


Glenn menyerahkan kertas pesan dan terus melangkah ke luar, menuju tenda Pangeran Mahkota.


Randal menyusul sambil berlari kecil. Dia tak kalah terkejut mendapatkan berita itu. Pesan dikembalikan pada Glenn, untuk dilaporkan pada Pangeran Mahkota.


"Apa ada perkembangan baru?" tanya Pangeran itu, melihat wajah Glenn yang kusut.


Sebagai jawaban, Glenn menyodorkan pesan dari ayahnya. "Pesan dari ayahku."


Dengan dahi sedikit mengernyit, sepupunya itu meraih kertas yang diberikan. Lalu membaca dan segera terkejut juga.


"Apakah ada hubungannya situasi di sini, dengan di sana?" gumamnya.


"Mereka tak terlihat hari ini. Pasti karena mendapat kabar tentang hal ini juga!" ketus Glenn.


"Apapun situasinya, aku harus kembali ke ibukota!" Mata Glenn memaksa. Cristal adalah putri satu-satunya. DIa tak akan pernah membiarkan Orc menyentuh putrinya.


"Aku tak bisa membiarkanmu membawa pasukan di sini. Tempat ini belum sepenuhnya aman," Pangeran mengajukan syarat.


"Aku hanya akan membawa Randal. Bawahanku yang lain akan menemanimu!" Glenn mengangguk setuju.


Pangeran Mahkota mengangguk. "Oke. Selamatkan Cristal. Dia juga putri kesayanganku!" Pangeran itu memberi ijin pergi.


Glenn dan Randal membungkuk hormat, kemudian keluar dari tenda besar Pangeran.


Keduanya bergegas kembali ke tenda. Randal memanggil pemimpin pasukan yang dibawahi Glenn. Tak lama, keduanya datang menghadap Glenn di tenda.


"Ada situasi darurat di keluargaku. Aku dan Randal harus kembali. Dan Kau, yang menggantikanku untuk melindungi Pangeran Mahkota. Apa kau bersedia?" tanya Glenn.


"Akan kulakukan!" jawab Heindrich cepat.


Glenn mengangguk puas dan langsung membereskan peralatan pribadinya. Semua barang penting dibawa dan dimasukkan ke dalam tas kulit dan dipasang di pelana Glenn serta Randal. Tenda dan yang lain, akan dibereskan oleh bagian peralatan dan akan menyusul kemudian.


Saat Glenn keluar tenda, dua kuda sehat dan segar diserahkan padanya. Pasukan pribadi yang dibawanya sudah berbaris menunggunya memeriksa barisan terakhir kali.


"Selama aku pergi, kalian patuhi perintah Pangeran Mahkota dan Pemimpin Pasukan!" pesan Glenn.


"Siap!" terdengar jawaban serempak dan kompak. Dengan menaiki kuda, Glenn dan Randal melewati barisan pasukan kecilnya. Kemudian keduanya menghilang dari pandangan para prajurit.


Wajah Pangeran Mahkota mendung setelah mendapat kabar yang diberikan Glenn. DIa yakin, penculikan Cristal pasti punya tujuan khusus. Bukan sekedar penculikan acak para perampok.

__ADS_1


"Panggil semua pemimpin pasukan untuk menghadapku!" perintanya pada pengawal pribadinya.


"Anda mau membuat rapat khusus terkait berita itu, Yang Mulia?" tanya penasihat pribadinya.


"Hemm," sahut Pangeran Mahkota.


Dalam lima menit, seluruh pemimpin pasukan yang enam orang, berkumpul di depan sang Pangeran.


"Apa kalian tahu kenapa aku memanggil di situasi tenang ini?" tanya Pangeran.


Dilihatnya enam orang yang memimpin pasukan di depannya. Setiap pemimpin pasukan memimpin lima puluh orang prajurit. Setelah menunggu lama, tak ada seorang juga yang menjawab. Mereka saling tengok satu sama lain, kemudian menggeleng.


Mata Pangeran melihat salah satu dari mereka. "Apa kau juga tak tahu tentang apa rapat ini, Heindrich?"


Pria yang lebih banyak menunduk itu, melihat ke arah pangeran yang bertanya. "Apakah ada hubungannya dengan kembalinya Pangeran Glenn?" tanyanya cepat.


Pangeran Mahkota mengangguk. "Benar!" Pria itu duduk di bangkunya dan menatap keenam orang itu dengan pandangan membara.


"Orc berani menculik Putri Cristal! Itu sebabnya Glenn kembali ke ibu kota," Pangeran akhirnya menjelaskan situasinya.


Bisik-bisik terdengar, tapi kembali sunyi setelah melihat pangeran itu menggerakkan kepala. "Menurut kalian, apakah penculikan itu ada hubungannya dengan situasi tenang di sini?"


Para pemimpin pasukan itu kembali terkejut. "Benar, hari ini keadaan amat sangat tenang," seseorang seperti bicara pada dirinya sendiri.


"Kurasa, mereka telah mendapat kabar tentang penculikan itu. Jadi mereka menghilang, takut jadi sasaran kemarahan kita di sini, sementara penculiknya kabur entah ke mana!" ujar seseorang.


"Kalau begitu, kenapa kita tak serang saja mereka, mumpung mereka sedang bersembunyi! Kiba balaskan cara kotor itu dengan membantai mereka di sini!" Yang lain ikut bersemangat.


Dia tadi sudah mendengar dari Randal apa yang terjadi. Itu sebabnya, setelah Glenn pergi, dia menyiagakan seluruh bawahannya. Khawatir jika terjadi serangan mendadak di saat yang lain lengah dan santai.


Mata Pangeran Mahkota berkilat. Dia suka dengan seseorang yang punya kecerdasan seperti Heindrich. Bagus sekali Glenn meninggalkannya di sini.


Yang lain diam setelah melihat Pangeran Mahkota merenung lama.


"Analisamu bagus. Aku juga berpikir seperti itu. Jadi, sejak saat ini, mari kita tingkatkan kewaspadaan. Para Orc itu pasti sedang menyusun kekuatan dan strategi untuk mengejutkan kita. Mengira kita lengah setelah diberi ketenangan selama setengah hari!"


Pangeran masih memberikan beberapa perintah untuk menjaga perbatasan kota yang sering diganggu oleh Orc itu. Kemudian rapat dadakan itu bubar.


*


***


Glenn dan Randall sampai di kediamannya setelah petang turun. Tak pelak, tangisan Angel membuat hatinya berdarah.


"Aku harus membersihkan diri dulu. Setelah ini segera menghadap Raja dan minta ijin untuk pergi mencari putri kita," bujuknya lembut.


Angel mengangguk. Dia tak boleh menahan Glenn jika ingin putrinya segera kembali.


Glenn diikuti Randall dan Levyn pergi menghadap raja di istananya.

__ADS_1


"Ijinkan aku pergi mencari putriku, Baginda," ujar Glenn.


"Aku sudah menyiapkan pasukan. Kau bisa ikut dengan pasukan itu besok pagi!" kata sang Raja yang bijak.


"Bolehkan aku ikut serta, Paman Raja?" tanya Pangeran Levyn penuh harap.


Raja yang mulai tampak tua itu menggeleng.


"Kau sangat tahu aturannya Nak. Kerajaan ini tak bisa melepas semua pangerannya ke medan perang!" Mata raja memandang penuh kasih pada Pangeran Levyn.


"Lalu, siapa yang akan membantu Ayah di sana? Pasukan khususnya ditinggalkan bersama Pangeran Mahkota di perbatasan kota utara." Pangeran muda itu mengajukan alasannya.


"Jangan khawatir, ayah akan membawa sebagian tim ayah bersama. Yang lain akan menjaga kediaman. Jadi, kau harus menjaga ibu, kakek, nenek, paman, dan sepupumu!" pesan Glenn.


Pangeran Levyn masih ingin membantah namun tak jadi, setelah melihat tatapan tajam ayahnya.


"Baik, Ayah," sahutnya sambil menunduk. Terlihat patuh, namun merasa dongkol dalam hatinya.


Setelah membicarakan beberapa dugaan dan strategi untuk pasukan itu, Pertemuan itu selesai.


Mereka pergi ke kediaman Pangeran Felix setelah dari istana Raja. Glenn sedikit khawatir pada ibunya. Dari Angel diketahuinya bahwa perbatasan Negara Penyihir telah dikuasai Orc.


"Kau sudah kembali!" sapa Pangeran Felix senang, saat melihat putranya Glenn, berjalan menghampiri.


"Ya. Pangeran Mahkota mengijinkan aku kembali," jawab Glenn.


"Baaimana kabar ibu?" tanyanya sejurus kemudian.


"Ibumu murung setelah mendapat kabar jatuhnya perbatasan Negara Penyihir. Terutama lagi karena dia bahkan tak bisa mengirimkan pesan lagi sejak berita itu kami terima!" Pangeran Felix menggeleng ikut cemas.


"Aku akan temui ibu di kamar." Glenn meninggalkan ayahnya yang masih duduk membaca.


Seorang pengawal mengetuk pintu kamar saat melihat Glenn melangkah ke arahnya.


"Siapa?" tanya suara dari dalam.


"Pangeran Glenn," jawabnya.


Pintu terbuka, dan segera terdengar suara gelak tawa pecah. Glenn masuk dengan senyum lebar. "Ayah mencarimu, tapi kau ternyata sudah mendahuluiku!" ujarnya saat melihat putranya Levyn duduk di tepi tempat tidur neneknya dan mengganggu istirahat wanita tua itu.


"Syukurlah kau sudah kembali!" kata ibunya sambil membuka tangan.


Glenn menghampiri dan memeluk sang ibu dengan penuh kasih.


"Aku harus mencari Cristal. Yang Mulia Raja sudah menyiapkan pasukan khusus untuk berangkat besok pagi. Mohon ijinmu, Ibu," ujarnya


Wanita itu mengangguk. "Carilah cucuku sampai ketemu. Lalu, cari juga keluarga pamanmu di sana. Mereka tak bisa kukabari sama sekali!"


"Aku akan mencari mereka, Bu," janji Glenn saat melihat mata ibunya yang penuh kekhawatiran akan nasib keluarga besarnya di Negara Penyihir. ¹)

__ADS_1


*****


Keterangan: ¹) Informasi tentang asal-usul ibu Glenn ada di novel Para Penyintas.


__ADS_2