The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
7. Perjalanan Glenn


__ADS_3

Pagi itu, Pangeran Glenn dan pengawal pribadinya sudah bergabung bersama dengan pasukan yang disiapkan raja.


Rakyat sudah berkumpul dan mengiringi kepergian sang pangeran mencari putrinya. Berita hilangnya Putri Cristal menyebar dengan cepat ke seluruh negri. Mereka mulai marah dengan kelancangan yang ditunjuan bangsa Orc yang selama ini telah mengganggu di mana-mana.


"Selama aku pergi, kurasa lebih baik kau tinggal bersama orang tuaku," saran Glenn pada Angel. Akan tetapi, Angel tidak setuju.


"Aku tak mau membuat mereka berdua tambah sedih jika melihat aku menangis," tolaknya.


"Baiklah. Namun, jika terjadi hal di luar dugaan, maka kau sebaiknya segera ke tempat ayah dan ibu. Aku akan merasa lebih tenang jika kalian aman." Glenn mengingatkan.


"Akan kukunjungi ibu dan ayah besok," janji Angel menenangkan Glenn.


"Baiklah. Aku harus berangkat sekarang." Dipeluknya Angel dan putranya, sebelum bergabung dalam rombongan prajurit yang sudah mulai mengendarai kuda masing-masing.


"Mari kita pulang," ajak Pangeran Levyn. Angel mengangguk. Dia juga tak ingin terlalu lama di luar. Rakyat bisa melihat matanya yang bengkak karena terus menangis.


"Kau jangan ke mana-mana. Keadaan mulai tidak aman sekarang ini." Angel menasehati putranya yang sangat suka keluyuran dan menghilang entah ke mana.


"Iya, Bu," pangeran muda itu megangguk untuk menyenangkan Angel.


"Menurutmu, di mana kira-kira kakakmu mereka sembunyikan?" tanya Angel dalam perjalanan kembali ke tempat teleportasi.

__ADS_1


"Aku belum mendapatkan informasi apapun, Bu." Pangeran tampan itu lesu.


"Bagaimana dengan keadaan Gilang ya," gumam Angel, Dia jua mengkhawatirkan sahabat satu-satunya itu.


"Negara Peri tak memberi informasi apapun tentang Paman Gilang!" timpal Levyn.


Dia juga heran. Lalu di mana pamannya saat ini? Informasi yang diterima hanya jumlah korban tewas sepuluh orang prajurit peri, Seorang pelayan wanita dan seorang prajurit lain yang sedang sekarat. Mereka semua akan dikirim lewat jalan perbatasan antar kedua negara, secara bertahap.


"Arinya dua pelayan wanita hilang bersama Cristal." Angel berpikir keras. "Apakah Gilang juga ditangkap bersama Cristal dan para pelayan?" gumamnya lirih.


"Melihat jumlah yang tewas dan sakit. Maka komandan pasukan pasti ada bersama rang-orang yang ditemukan itu." Levyn kembali menimpali gumaman ibunya.


"Kemungkinan Gilang melindungi Cristal. Itu sebabnya dia tidak ditemukan bersama dengan yang lainnya." Angel menyimpulkan analisanya.


Angel mengangguk mengiyakan, Dia sudah sedikit tenang sekarang. Secercah harapan tumbuh di hatinya. Semoga Gilang bersama dengan putri kesayangannya.


*


***


Glenn dan pasukannya memacu kuda mereka sangat cepat. Debu-debu jalan terangkat ke atas, derap langkah kuda yang berlari kencang memberi peringatan pada burung dan binatang lain untuk menyingkir dari jalan.

__ADS_1


Mereka berhenti untuk beristirahat tepat sebelum memasuki wilayah tanah tak bertuan. Itu adalah area yang sangat berbahaya. Karena tidak ada hukum negara manapun yang berlaku di tanah itu. Hanya ada satu hukum tak tertulis yang diketahui. Siapa yang kuat, dialah pemenangnya.


"Kita akan berangkat lima belas menit lagi!" Randal mengingatkan pasukan kecil mereka. Komandan pasukan sedang berkumpul dengan Glenn untuk membahas strategi jika mereka bertemu dengan Orc di jalan.


"Hadapi saja. Tidak perlu memberi belas kasih. Mereka saja tidak menaruh belas kasih, hingga membunuh puluhan prajurit istana yang mengawal sang putri!" Satu orang mengatakan pendapatnya dengan emosional.


"Kita hadapi! Tapi, jika masih bisa digali informasi dari mereka, maka jangan dibunuh dulu. Jika sudah tak memberi manfaat, baru singkirkan!" timpal yang lain sadis.


Glenn tak terlalu fokus dengan perbincangan yang tak banyak memberi ide baru. Mereka sudah membicarakan rencana itu sebelumnya, di depan sang raja.


"Kurasa waktu istirahat kita sudah berakhir!" Glenn mendongak kelangit, untuk melihat waktu.


Mereka semua berdiri dan mengatur anggota pasukan masing-masing. Tak ada apapun yang mereka takutkan. Mereka pergi denga total dua ratus prajurit elf! Itu jumlah yang sangat besar untuk mencari seorang putri yang hilang. Hampir sebanyak jumlah tentara yang dikendalikan Pangeran Mahkota di perbatasan utara.


"Kita lanjutkan perjalanan!" ujar komandan pasukan paling depan.


"Tetap bersikap waspada pada sekitar. Kita tak tahu jebakan macam apa yang dibuat para Orc di tanah tak bertuan!" Komandan itu mengingatkan.


"Siap!" jawab para prajuri itu penuh semangat.


Debu kembali beterbangan ke udara, saat para kuda berlari seolah terbang. Glenn memimpin di depan dengan tak sabar. Para pengawal pribadinya menyusul dengan cepat seperti anak panah yang dilontarkan dari busurnya.

__ADS_1


Pasukan lain menjadi makin bersemangat, menyadari sang pangeran berada bersama mereka. Melewati tanah tak bertuan memang harus secepat mungkin. Hanya Orc yang bersedia menghabiskan waktu cukup lama di tanah itu. Tujuannya jelas, untuk memasang jebakan bagi para pelintas batas.


*******


__ADS_2