The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
Bab 77. Istana Raja Felix


__ADS_3

Eric menunggu pria itu sampai.


“Ini, surat dari Yang Mulia Pangeran Mahkota. Berikan surat ini pada penjaga yang kalian temui.” Pria itu menyerahkan satu kertas tebal pada Eric.


“Terima kasiih,” jawabnya sambil mengangguk.


“Mari kita pergi!” seru Eric.


Dia langsung naik ke udara dan membuat semua Elf menjerit kaget.


“Dia bisa terbang!” seru mereka terkejut.


Kemudian lima orang lain yang telah dipilihnya, ikut naik ke udara dan berkumpul di sana. Lalu Gerald mengubah tubuhnya menjadi naga di atas ketinggian.


 “Merek semua bisa terbang!” seru para prajurit itu shock.


“Lihat itu! Dia berbeda dari yang lainnya!” tunjuk para rajurit Elf di kediaman Glenn.


Bahkan Levyn ikut terkejut. Sore tadi dia sudah ikut dibawa terbang. Dia tahu rasanya. Tapi ada dua orang yang pingsan dan disimpan Eric. Mereka menyebutnya naga.


“Jadi, seperti itukah bentuk naga?” pikirnya sambil mengingat dua orang tidak bisa bangun meski sudah diolesi darahnya.


“Jika tadi mereka dua, satu di sana, maka satu lagi pasti ada di sini. Sehebat apakah naga itu? Bagaimana mereka bisa berteman dan tidak takut sama sekali?”


Pangeran muda itu punya banyak pertanyaan di dalam kepalanya yang belum terjawab. Mereka terlalu sibuk dan langsung bergerak cepat untuk membagi makanan. Sehingga lupa mengenal satu persatu dari semua tamu itu.


“Pangeran, sebaiknya Anda menjelaskan hal ini pada Yang Mulia Pangeran Mahkota,” bisik penasehat itu. Levyn mengangguk.


“Aku harus membagi makanan ini dulu pada prajurit dan rakyat di sekitar sini. Setelah itu aku ke sana,” kata Levyn minta pengertian.


“Baik, aku tidak akan mengatakan apapun yang kulihat barusan. Sebaiknya kau berharap Yang Mulia tidak mendengar cerita itu dari orang lain. Atau  Dia akan sangat tidak senang jika ada informasi yang sengaja ditutupi!” Penasehat itu mengingatkan. Levyn mengangguk.


Dia segera membagi tugas pada para prajurit untuk membagikan bahan makanan secara adil pada para prajurit yang lapar dan juga rakyat di sekitar.


Di atas, Robert menunjukkan lokasi istana Raja Felix. Dalam sekejap mata, lima orang Bangsa Cahaya  dan seekor naga itu, melesat meninggalkan kehebohan di bawah.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mencapai istana Raja Felix. Dan seperti halnya saat mendarat di kediaman Glenn, mereka juga langsung ditodong dengan pedang.

__ADS_1


“Berhenti! Penyusup!” teriak seorang penjaga.


Yang lain langsung berlarian datang. Mengacungkan tombak dan pedang ada Eric dan teman-temannya. Pandangan mereka penuh kecurigaan, terutama melihat Gerald yang nangkring di atas tembok keliling istana itu. Bagi mereka, makhluk itu sangat mengerikan.


“Aku orang baik,” kata Gerald yang tahu bahwa mereka semua takut padanya.


“Hah!”


Para prajurit itu mundur dan jatuh terduduk mendengar makhluk asing itu bicara. Eric mengeluarkan surat yang diberikan oleh Pangeran Mahkota.


“Kami dari tempat Pangeran Mahkota. Dia memberikan surat ini,” ujar Eric ramah dan penuh senyum.


“Pangeran Mahkota?”


Para penjaga itu saling pandang. Seseorang mengambil surat itu dan membacanya dengan cepat. Lalu melihat pada Eric.


“Siapa pemimpin kalian?” tanyanya.


“Aku, Eric!” jawab Eric tegas.


Prajurit itu menatapnya tak percaya. Anak muda ini memimpin orang-orang dan makhluk aneh?


Robert menoleh pada Eric. “Keluarkan saja bahan makanan itu sekarang,” katanya lewat pikiran. Eric mengangguk setuju.


Maka semua bahan makanan serta Angel dan para pelayannya juga dikeluarkan. Para prajurit penjaga itu menjadi makin terkejut. Mereka mundur menjauh sekarang.


“Oh, apakah kita sudah sampai?” tanya Angel bingung.


“Ya, kita sudah sampai,” jawab Robert.


“Aku tidak ingin tahu bagaimana kita bisa sampai secepat ini. Tapi, mari kita masuk,” ajaknya.


Robert mengangguk setuju. Angel berbalik dan melihat para prajurit penjaga yang waspada. Dia tak mengacuhkannya dan melangkah ke teras.


“Stop! Anda dilarang melangkah lebih jauh!” ujar penjaga itu sedikit takut. Dia tak bisa membayangkan makhluk apa yang bisa meniru Nyonya Muda menantu kediaman ini.


“Hei! Apa kau gila!” Pelayan Angel marah besar. Mereka maju dan melindungi Angel di belakang tubuh mereka.

__ADS_1


“Kurasa kau ingin dipecat!” kata Herdan yang ikut dalam rombongan pengawal Angel. Dia berjalan maju dengan pedang terhunus.


“Kami datang karena diundang sang putri. Datang dengan bantuan dan akan menawarkan bantuan lain jika dibutuhkan. Tapi sikap kalian tidak simpatik. Kalian bahkan tidak memperhatikan surat yang dititipkan Pangeran Mahkota sama sekali!” kecam Eric.


“Kalian dengar? Jangan membuat malu bangsa kita. Pangeran Mahkota sudah memberikan surat pengantar. Mereka juga sudah tunjukkan itikad baik. Tapi kalian malah mau menghadangku!” kata Angel marah.


“Maaf, sebentar saya antar dulu surat ini ke dalam,” seorang prajurit mulai memahami situasinya. Dia langsung lari ke dalam tanpa menunggu lagi.


Di dalam istana, kepala pengawal istana menahan langkahnya. “Mau ke mana?”


“Di luar ada tamu, dan ini surat dari Pangeran Mahkota,” kata prajurit itu gugup.


“Kenapa mengantarkan surat saja, kau begitu gugup?” Kepala pengawal istana itu menggeleng. Dia menerima surat dan membacanya.


“Di mana tamunya? Kenapa tidak disuruh masuk?” tanya kepala pengawal itu heran.


“Karena … karena ….” Prajurit itu bingung mau menjelaskan bagaimana.


“Bawa aku ke sana!” kata kepala pengawal itu gusar. Dia melangkah cepat ke arah post teleportasi. “Tamu yang mau membantu, kenapa ditahan begitu lama. Kau tidak sopan!” tegurnya sambil berjalan. Tak lama keduanya sampai di depan post teleportasi atas. Tak ada orang lain di sana, selain penjaga pintu teleportasi.


“Tuan, mereka bukan di sini.” Penjaga itu merasakan tatapan tajam kepala pengawal istana.


“Lalu di mana. Apa kau sudah mempersilakan mereka istirahat?” tanyanya lagi.


“Mereka ada di halaman samping sebelah sana!” tunjuk penjaga itu dengan tangannya.


“Di sana? Bukankah tak ada apa-apa di sana,” gumamnya. Namun, kepala pengawal istana itu tetap berjalan mengikuti si penjaga.


“Ah, akhirnya kau kembali!” ketus Angel.


 Kepala pengawal istana itu terkejut melihat Angel yang berdiri dengan cemberut. “Apa yang kau lakukan!” dipukulnya penjaga itu dengan kesal.


“Maafkan keteledoran mereka, Putri. Dia penjaga baru. Tolong maafkan. Saya sudah membaca surat Pangeran Mahkota. Mengatakan mengirim beberapa orang untuk membantu di sini,” katanya mencoba mengambil hati Angel agar tidak marah.


“Mereka teman-teman dari negaraku. Aku waktu itu mengirim Herdan dan Khort untuk menemukan mereka dan minta bantuan untuk mencari Cristal. Tapi saat mereka datang ke sini, bahkan dengan begitu banyak bahan makanan, kami masih ditahan oleh para penjaga!” kesal Angel.


Kepala pengawal itu sangat terkejut. Dia berbalik dan langsung mengirimkan tatapan tajam pada bawahannya itu. “Kalian harus punya penjelasan bagus tentang ini, nanti!” katanya marah.

__ADS_1


*****


__ADS_2