The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)

The Adventure Of Eric (Penyelamatan Putri Elf)
13. Istana Jatuh


__ADS_3

Rombongan para wanita itu memutari taman, untuk mencapai halaman depan. Sebab kediaman sudah penuh dengan asap hitam.


"Ronda, apakah kau membawa saputanganku?" tanya Angel. Karena tak ada jawaban, Angel menoleh ke arah para pelayan wanita di belakang.


"Di mana Ronda?" tanyanya heran.


Semua pelayan wanita saling melihat kiri dan kanan. Namun, mereka tak menemukan Ronda, pelayan pribadi Angel.


"Tadi dia berjalan di belakang, Nyonya," jawab salah satu pelayan wanita yang berdiri di belakang.


"Mungkin dia terhalang sesuatu. Sebaiknya kita tunggu sebentar di sini," kata Angel.


"Biar saya lihat ke sana." Satu pelayan wanita sudah berlari ke arah jalan yang mereka lalui tadi.


Api sudah membesar dan menerangi hampir seluruh halaman belakang. Panasnya udara sudah terasa hingga ke tempat mereka bersembunyi. Pepohonan di taman yang semula sangat segar dan indah, kini mulai terlihat layu akibat udara yang panas.


"Nyonya, kita tak bisa terus di sini. Jika api mencapai bangunan teras itu, maka kita tak bisa lewat lagi!" pengawal mengingatkan.


Angel melihat ke sana. Memang ada teras samping yang persis berada dengan tepian halaman. Mereka harus melintasi teras untuk bisa sampai ke halaman di mana post teleportasi berada.


Ludah yang ditelannya terasa pahit. Ditolehnya ke belakang. Pelayan yang pergi tadi sudah berlari ke arah mereka. Tapi tak ada Ronda bersamanya.


"Apa kau tidak menemukannya?" todong Angel, begitu pelayan itu tiba.


"Tidak ada, Nyonya." Pelayan wanita itu menggeleng lesu.


"Baik. Kita lajutkan perjalanan, sebelum teras itu dilahap api!"


Rombongan para wanita itu kembali berlari kecil. Melintasi teras kecil itu dan melihat pertarungan hebat terjadi di depan mata mereka.


Sambil bersembunyi diantara patung taman, para wanita itu melihat situasi, dan makin mendekat sedikit demi sedikit.


"Kenapa kalian di sini? Berbahaya!" seorang prajurit pengawal khusus, menegur pelayan yang berdiri bersama Angel.


"Kami harus ke post teleportasi. Harus ada orang yang bisa mengantarkan pesan ke luar!" Angel menjawab pertanyaan si pengawal.


"Nyonya!" Pengawal itu terdiam. Kata-kata Angel adalah perintah. Apa lagi itu untuk mengirimkan pesan pada pihak lain. Dia melihat ke post teleportasi berada. Ada pertarungan sengit di sana. Mereka mempertahankan post itu sekuat tenaga, agar tak ada Orc lain lagi yang bisa lolos naik ke tempat itu.


Kemudian asap pekat mulai menyeruak ke tempat itu. Saat itulah pengawal itu sadar bahwa ada banyak tempat yang lolos dari perlindungan mereka, hingga kediaman super besar dan indah itu, sebentar lagi akan tinggal puing.


"Tunggu sebentar. Saya buka jalan!"


Pengawal itu langsung merangsek maju, mendekati pengawal lain dan membantunya menghadapi satu Orc raksasa yang tak juga menyerah untuk menguasai post teleportasi itu.

__ADS_1


"Saya akan bantu mereka!" salah satu pengawal pribadi Angel, maju dan ikut mengeroyok satu Orc yang sudah luka-luka.


Sepuluh menit kemudian, Orc itu tumbang dan menggetarkan tanah dengan tubuhnya. Angel melihat itu dengan ngeri.


"Ayo, cepat! Pengawal di sana memanggil.


"Kalian pergilah! Hati-hati di jalan. Aku sangat berharap kalian menemukan mereka dan dapat kembali lagi dengan selamat ke sini!"


"Terima kasih untuk berkat Anda, Nyonya." Dua pengawal yang akan pergi itu segara naik kuda setelah membungkuk sedikit.


Kemudian mereka berjalan pegi ke post teleportasi. Petugas post yang terluka memberi peringatan. "Jalur teleport ini sedang tidak stabil, karena di bawah tidak ada pihak kita yang menjaga. Jadi, kalian harus bersiap untuk hal terburuk, mungkin terhempas, atau terputus saat masih di ketinggian. Kendalikan kuda itu dengan baik!"


"Kami mengerti!" Pengawal itu mengangguk cepat.


"Nyonya!" sebuah suara megagetkan Angel dan para pelayan wanita yang bersembunyi.


"Dari mana saja kau? Kami mencarimu sejak tadi," tegur Angel.


Saya pergi ke kamar Nyonya dan mengambil kotak perhiasan Anda. Ini!" Ronda menyodorkan kotak berukir itu pada Angel.


"Untuk apa ini?" tanya Agel keheranan.


"Sebaiknya Anda pergi dengan para pengawal itu untuk menyelamatkan diri. Bawa perhiasan ini untuk bekal di jalan!" Mata Ronda berkaca-kaca saat mengatakannya.


Pelayan lain mengangguk setuju dengan pendapat Ronda. "Di sini sangat berbahaya untuk Anda, Nyonya!" kata mereka.


Angel membuka kotak perhiasannya. Diambilnya sesuatu dari sana. Kemudian menunjukkan sebilah pedang pendek. "Kita harus melawan!" kata Angel geram. Para pelayan itu terkejut. Tak percaya Angel yang selalu lembut, akan mengatakan hal seperti itu.


"Baik. Kita harus harus melawan!" pelayan lain mulai bersemangat.


"Pelayan kediaman ini tak akan mudah menyerah sebelum melawan!" sambung yang lainnya.


Sekarang mata mereka mulai bercahaya. Pedang yang terlepas dari genggaman pengawal yang tewas, mereka ambil dan hunus ke depan tanpa rasa takut. Bila harus mati, maka lebih baik mati saat melawan, dari pada dilecehkan oleh para Orc.


Kumpulan para wanita itu sangat bersemangat, hingga tak menyadari bahwa bangunan samping mereka telah hampir habis dijilat api.


"Nyonya!" teriak penjaga dan pengawal yang berdiri di post teleport.


Angel terkejut mendengar panggilan itu. Dan dia terlambat merespon peringatan. Runtuhan kayu yang hangus, jatuh menimpa para pelayan dan juga Angel.


Para pengawal bergegas lari untuk menyelamatkan Angel dan para wanita yang sebagian sudah menjerit akibat terjilat api ataupun kena bara.


"Nyonya!" teriak mereka memanggil.

__ADS_1


"Nyonya aman!" kata Ronda yang mengalami luka bakar akibat tertimpa balok kayu yang membara.


Mereka menolong Ronda yang malang dengan mengangkatnya. Tak disangka, di bawah tubuh Ronda, ada Angel yang sedang terkejut.


"Nyonya!" mereka segera menolong keduanya dan membawa menjauh. Meskipun tubuh dan wajah Angel selamat, tetapi kakinya mengalami luka bakar parah.


"Kami akan membawa Anda bersama, Nyonya." Dua pengawal yang semula hendak pergi, kembali menawarkan agar Angel ikut serta pergi ke negeri kurcaci biru.


"Tidak! Kalian harusnya sudah pergi sejak tadi. Aku akan menunggui rumah ini, meskipun jadi hantu!" tegas Angel.


Para pengawal tak bisa berkata-kata lagi. "Baik. Kami berangkat!" Keduanya mundur dan langsung dikirim pergi oleh penjaga teleportasi.


"Kalian harus berhasil!" lirih Angel sambil menahan sakit.


*


*


Dari jendela kamarnya Pangeran Felix melihat asap membumbung di kejauhan dengan ekspresi khawatir yang tak bisa disembunyikan. Itu adalah kediaman Glenn, putranya. Masalahnya, dia sendiri tak bisa pergi ke mana pun juga, untuk menolong Angel dan cucunya yang pasti sedang terjebak di sana.


"Ada apa?" tanya istrinya yang melihat suaminya terus termangu di depan jendela tinggi.


Melihat pertanyaannya hanya terbang seperti angin, wanita tua itu menjadi khawatir. Kemudian dia ingat sesuatu. Pandangan dari jendela itu, mengarah ke tempat putranya berada.


"Apakah terjadi sesuatu di kediaman itu?" tanyanya sambil bangkit dari tempat tidur.


Pangeran Felix masih tidak menyahut, seperti nyawanya sedang tak berada di sana sekarang. Dengan tak sabar, wanita tua itu menariknya dari depan jendela.


"Menyingkirlah. Aku mau melihat apa yang kau lihat!" ujarnya marah.


Saat itu Pangeran Felix kembali tersadar. Tapi istrinya sudah melihat ke luar jendela dengan mulut setengah terbuka dan mata membesar penuh kengerian.


"Bodoh! Kenapa tak kau katakan dari tadi kalau di sana kebakaran!" umpat istrinya kesal.


Wanita tua itu berlari keluar kamar dan menuju ke teras atas yang menghadap ke arah kediaman Glenn.


Tangannya bergerak dengan mulut komat-kamit membaca mantera. Wajahnya menegang, khawatir kemampuannya tak seberapa, sementara menantu dan cucunya butuh bantuan di sana. Itu menjadi hal yang sangat menakutkan baginya.


Pengeran Felix dan pelayan menyusul ke teras. Akan tetapi mereka tak bisa membantu banyak. Kemampuan sihir Nyonya mereka adalah karena dia putri keturunan raja Bangsa Penyihir.


"Tuan!" seorang pengawal menghampiri Pangeran Felix dan berbisik. "Pesan dari istana!"


Felix menerima gulungan kertas yang pasti dikirim oleh seekor burung. Dibukanya gulungan dan membaca pesan. Itu tulisan Sang Raja bserta lambangnya!

__ADS_1


"Istana Jatuh! Paman Kuangkat menjadi raja sementara kerajaan para Elf!"


*******


__ADS_2