
Robert dan Ubbe mengikuti langkah Kepala Pengawal Istana. Mereka keluar dari bangunan utama dan berjalan ke bagian belakang. Ternyata ada cukup banyak bangunan lain di belakang sana. Bermacam-macam fungsinya. Dan ada banyak orang yang hilir mudik juga.
Kepala pengawal itu berhenti di sebuah bangunan yang kuat tapi tampak kusam. Yah, itu memang hanyalah sebuah gudang saja. Yang paling penting dari sebuah gudang adalah kemampuannya menyimpan dengan aman.
Setelah pintu dibuka, tampaklah ruang sangat luas dengan tiang penyanggga atap yang kokoh di beberapa bagian. “Tidakkah ini terlalu besar?” tanya Robert.
“Cukup besar memang. Akan tetapi, tidak ada ruangan lain yang benar-benar kosong sekarang. Jika pintu teleportasi itu sangat rahasia, maka hanya tempat ini yang bisa digunakan.” Jawab Kepala pengawal itu.
“Baiklah kalau begitu.” Robert menoleh pada Ubbe.
“Bisakah kau menemukan titik koordinat tempat ini dan menghubungkannya ke dunia kita?” tanya Robert.
“Akan kukerjakan!” sahut Ubbe. Anak muda itu mulai bekerja. Sementara kepala pengawal memanggil bagian pemeliharaan istana untuk segera membersihkan tempat itu.
Dalam satu jam, Ubbe berhasil menghubungkan titik koordinat teleportasi dengan tepat. “Jalur ini sudah siap!” ujarnya.
Robert mendatangi Kepala pengawal yang sedang mengatur orang-orang yang sedang bekerja membersihkan gudang. “Jalur teleportasinya sudah terhubung,” kata Rober.
“Sebentar aku laporkan pada Yang Mulia,” sahut pria itu cepat.
***
Sang Ratu yang mengobrol dengan para tamu bersama Angel, baru mengetahui bahwa Jason adalah seorang tabib. Jadi dia meminta Jason untuk memeriksa kesehatannya.
Dengan senang hati, pria muda itu memeriksa Sang Ratu. Tangannya yang bersinar putiih lembut itu menyelusup
masuk ke dalam tubuh Sang Ratu. Hal itu awalnya mengejutkan Raju dan Angel.
“Tidak apa-apa. Memang seperti cara Jason memeriksa penyakit,” Gerald menengkan pengawal dan pelayan sang ratu.
“Anda hanya lelah dan banyak pikiran, Yang mulia. Selain itu, kekurangan nutrisi. Jadi, saran saya, cukupi nutrisi, hilangkan pemikiran buruk dan istirahat yang cukup.”
“Baiklah … jika hanya itu saja, maka aku tak perlu khawatir lagi,” jawab Sang Ratu.
“Saya punya minuman pembangkit energi, yang bisa melawan kelesuan parah.” Jason menunjukkan botol obat yang isinya adalah campuran obat dan air abadi.
“Benarkah?” Ratu menerima botol yang diserahkan Jason. Tanpa ragu dia meminumnya.
“Rasanya sangat menyegarkan!” ujarnya gembira.
“Itu bagus untuk Anda, Yang mulia Ratu,” ujar Sofie.
__ADS_1
Raja masuk ke ruang itu bersama Penasehatnya.
“Suamiku, Dia seorang tabib. Cobalah minta diperiksa olehnya. Aku jadi merasa segar setelah meminum obatnya,” lapor Ratu.
“Benarkah? Mari kita coba!” Raja duduk di kursi utama di samping istrinya.
Jason mendekati dan memeriksa sang raja dengan seksama. Cahaya di tangannya menelusup masuk ke dalam tubuh Raja Felix.
Sang Raja tidak terkejut lagi melihat cahaya di tangan Jason. Dia sudah melihat cahaya yang menurut Robert paling kuat. Cahaya dari tubuh Eric. Sekarang dapat dipahaminya, bahwa orang-orang Bangsa Cahaya memiliki sinar cahaya berbeda, sesuai bakatnya. Dan Jason mendapatkan cahaya pengobatan, hingga dia memanfaatkannya untuk itu.
“Bangsa yang hebat!” Raja mengagumi dalam hatinya.
“Yang Mulia, Apakah Anda pernah sakit berat, dulu?” tanya Jason.
“Ya, Dokter Chandra yang mengobatiku. Apakah ada sakit yang lain lagi?” tanya raja.
Jason menggeleng. "Anda adalah orang yang sangat menaati nasehat dokter. Penyakit itu sudah teratasi. Tak ada hal serius, kecuali kelelahan akibat usia tua dan tekanan keadaan saat ini,” kata Jason. Dia menghentikan pemeriksaannya.
"Untuk menjaga kondisi agar tetap fit, saya hanya bisa menyarankan Anda meminum pil dan obat pemulih tenaga ini!” Di tangan Jason sudah tersedia obat yang dimaksudnya.
Raja memperhatikan dengan ragu. “Aku juga sudah meminumnya,” Ratu menunjukkan bekas botol obatnya yang kosong.
“Oh, jadi, apakah sekarang kau sudah merasa lebih segar?” Raja tersenyum.
“Bisakah kau berikan juga minuman obat itu untuk menantuku Angel?” pinta Ratu.
“Tentu saja.”
Jason memberikan satu botol lagi pada Angel. Dia memperhatikan bagaimana Sang Raja tidak lagi meragukan obat yang diberikan padanya. Dengan cepat pil dan minuman air abadi itu hilang dalam perutnya. Angel juga tak mau ketinggalan. Dia memang merasa lesu sejak hilangnya Cristal.
“Yang Mulia,” sapa Kepala pengawal istana.
Raja menoleh padanya. “Oh, bagaimana tugasmu tadi?” tanya raja.
“Jalur teleportasinya siap untuk digunakan!” jawab Kepala penagwal istana.
“Mari kita lihat ke sana!” Raja berdiri.
Bersamaan dengan itu, Sofie, Gerald, dan Fire ikut berdiri.
“Kalian mau kemana?” tanya sang ratu.
__ADS_1
“Kami harus ikut ke sana. Karena harus ada salah seorang dari kami yang mengantar Ubbe kembali. Dia bisa membuat jalur teleportasi dengan ilmunya. Tapi tidak bisa terbang untuk melewati tempat itu!” jelas Sofie.
“Oh, ahli teleportasi itu tidak bisa terbang …,” pikir raja dalam hatinya. Sekali lagi informasi Herdan benar. Ada juuga bangsa cahaya itu yang tidak punya kekuatan fisik. Namun, mereka diberi kelebihan kecerdasan.
“Mari kita ke sana, kalau begitu!” Raja melangkah di depan, bersama pengawal pribadinya, ratu, penasehat dan yang lain.
“Siapa namamu?” tanya Raja pada Jason yang mengikuti.
“Jason, Yang Mulia,” jawab Jason hormat.
“Obat yang kau berikan sangat berkhasiat. Aku merasa lebih berenergi sekarang. Terima kasih. Kurasa tabib istana perlu belajar padamu tentang itu, jika kau tidak keberatan,” kata Raja.
“Oh, Tabib Anda lebih baik belajar pada Ibu saya. Dia lebih ahli di bidang ini. Saya baru belajar saja,” jawab Jason.
“Hahaha … sudah sehebat itu, kau masih saja merendah. Kalian bangsa yang sangat hebat!” puji raja tulus.
Jason menoleh pada Gerald bingung. Bukan dia tak mau memberi tahu resep obatnya. Itu adalah minuman penambah tenaga biasa. Jason hanya menambahkan air abadi sebagai pencampur obatnya. Air itulah yang membuat khasiat obat jadi meningkat. Sementara sumber air itu tak ada di sini. Mau sepintar apapun tabib istana, hasilnya tak akan pernah bisa sama.
“Wah, kalian membersihkan tempat ini dengan cepat. Bagus!” puji raja yang melihat tempat itu sudah benar-benar bersih dari debu dan kotoran. Rasanya tidak akan terlalu memalukan menyambut kedatangan pemimpin Bangsa Cahaya itu di sini.
Kepala pengawal itu keheranan. Tadi saat dia pergi, tempat itu sama sekali belum rapi dan debu masih terserak di mana-mana. Dia melihat para pekerja istana yang berdiri berbaris membentuk jalan bagi sang raja. Mereka tersenyum cerah.
Robert keluar dari dalam bangunan gudang dan terkejut melihat raja Felix sudah berdiri di luar.
“Yang Mulia, jalur teleportasinya sudah siap!” Robert mempersilakan raja itu masuk.
“Eric!” sapa sang raja saat melihat Eric sedang berbincang dengan Ubbe di dekat sebuah pintu bercahaya kehijauan.
“Yang Mulia. Maafkan atas keteledoranku tadi.” Eric membungkuk hormat.
“Tidak apa-apa. Anak muda sudah biasa sangat bersemangat!”
Raja menepuk-nepuk pundak Eric. Dia senang melihat pemuda tampan itu tidak mengalami masalah serius setelah diikat Robert dengan ikatan cahaya berwarna merah api.
“Jadi, bagaimana cara kalian pergi ke sana? Atau, apakah aku perlu datang ke tempat kalian dan membicarakan hubungan kerjasama dua negara?” tanya Raja Felix.
Robert dan Eric saling pandang. “Saya sudah bicarakan dengan paman Robert. Untuk pertama kali ini, biarkan Ubbe dan salah seorang dari kami pergi ke sana. Ini penting untuk memeriksa keamanan dan kekuatan jalur teleportasi ini!” Eric menjelaskan.
“Ah, kau benar. Aku tidak akan memaksakan apa yang aku tidak ketahui. Kalian telah memiliki ahlinya, jadi lakukanlah yang menurut kalian perlu. Aku akan menunggu di sini.” Raja Felix mengangguk setuju.
“Sofie, bisakah kau membawa Ubbe ke dunia kita? Aku sudah memberikan pesan untuk ayah padanya,” kata Eric.
__ADS_1
“Baik!” Sofie mengangguk cepat.
******