The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
empat hal


__ADS_3

Raynor melihat jika di mulut Raja ikan julung-julung itu sedang membawa tubuh seorang wanita yang coba melawan untuk bisa membebaskan diri.


Raynor ingat jika itu adalah putri Erdian Xersas, adik dari pangeran Erdan dari kerajaan Balasumpang, tapi Raynor tidak tahu kenapa dia masih berada di dalam danau sedangkan situasi sekarang sangat kacau.


Erdian Xersas kehabisan darah karena luka gigitan raja ikan julung-julung merobek daging serta ototnya, itu adalah luka yang sangat fatal, bisa dikatakan, jika terus menerus Erdian kehilangan darah nyawanya terancam lunas.


Bergerak cepat Raynor berenang mengejar mereka, kecepatan luar biasa dari raja ikan julung-julung memang tidak main-main, dia melewati setiap bebatuan tanpa kesulitan. Seakan semua yang ada di dalam danau adalah taman bermain setiap harinya.


Menggunakan kemampuan ruang tanpa batas, Raynor coba memastikan kondisi dari Erdian, tapi ada ekspresi tidak menyenangkan dari Raynor, dimana Erdian sudah tidak sadarkan diri dan mungkin dalam beberapa menit dipastikan tewas.


Tanpa pikir hal lain kecuali rasa kepastian untuk mengelas seorang wanita yang hampir Tewas, Raynor membuka segel pertana energi tenaga dalam milik penguasa tertinggi.


Gelombang energi meledak kuat mengguncang seluruh danau Cicaban hingga permukaan pun bergoyang-goyang seperti menunjukkan ombak yang besar.


Raja ikan julung-julung tentu merasakan energi luar biasa yang tiba-tiba saja muncul, tekanan seperti sebuah batu di taruh di atas kepala dan rasa takut ketika aura membunuh mengarah kepada dirinya.


Binatang iblis yang sudah membuka kecerdasan spiritual, tentu sadar ketika ada satu kehadiran pemilik tekanan energi besar dan tidak ada kesempatan untuknya memang, maka dia akan lebih memilih mundur.


Tapi laju kecepatan datang kearahnya bergerak lurus menghantam batu-batu besar yang menghalanginya berenang, seakan tidak mungkin di hentikan, Raja ikan julung-julung terkejut dimana sosok Raynor kini berada tepat satu meter di depannya.


"Manusia ini tidak sembarangan, kekuatan yang dia miliki jauh lebih besar dari pertemuan pertama. Dan juga, aura yang dia miliki jelas berbeda dari sebelumnya."


"Kau mau pergi kemana." Saut suara jiwa dari Raynor yang diarahkan kepada raja ikan julung-julung.


Tanpa kesulitan Raynor menahan kepala raja ikan julung-julung dengan menggenggam satu tanduk menggunakan satu tangan. Raja ikan tidak bisa bergerak maju atau pun mundur, cengkraman tangan Raynor benar-benar kuat dan tidak goyah sama sekali


Satu pukulan tangan kosong menghantam tubuh raja ikan julung-julung membuatnya terlempar jauh dan melepaskan putri Erdian dari gigitan mulut itu.


Raynor segera menangkap tubuh putri Erdian sebelum menghantam bebatuan dasar danau, melihat pakaian sudah tidak utuh, sobek kiri dan kanan, bahkan punggung dan perut depan bisa di lihatnya dengan jelas, tapi luka besar merobek daging.

__ADS_1


Darah terus keluar dan menarik perhatian ikan julung-julung tingkat rendah yang mencari mangsa meski tidak sadar jika harus melawan Raynor. Mereka belumlah membuka kecerdasan spiritual, sehingga insting binatang itu hanya memikirkan makanan saja.


Erdian tidak sadarkan diri, darah keluar dari setiap bagian tubuh yang terluka dan itu terbilang cukup banyak, jika terus di biarkan maka nyawa putri Erdian akan tewas.


Segera Raynor mengalirkan energi pengobatan, mengusap di setiap bagian tubuh untuk menutup luka, termasuk jika itu terdapat di balik baju, tidak perlu malu-malu atau ragu-ragu, Raynor dengan serius menikmati... Maaf, mengobati tubuh putri Erdian.


Tapi sayang, putri Erdian belum sadar, setelah kehilangan kesadaran, mungkin dia cukup banyak menelan air danau, sehingga jalur pernafasannya terganggu. Satu-satunya cara adalah menyedot air yang masuk di dalam mulut, tenggorokan dan paru-paru Erdian agar bisa bernafas lebih baik.


Raja ikan julung-julung bangkit kembali, dia belum kalah hanya dengan satu pukulan dari Raynor. Perlahan regenerasi luka pun mengembalikan wujudnya seperti semula, semua itu karena dia menyerap energi murni danau Cicaban dan darah dari putri Erdian.


Bagi para binatang iblis atau pun ras iblis yang nyata, darah manusia, terutama seorang gadis per*awan adalah kualitas terbaik, belum tercemar dan sangat istimewa. Itu bagi mereka, dikarenakan jenis teknik meditasi ras iblis seperti menyerap energi tenaga dalam dari tubuh orang lain.


"Empat kali kau membuat kesalahan kepada raja ini, dan aku yang sudah bersabar, kini benar-benar marah." Ucap raja ikan julung-julung menggelegar.


"Kapan aku melakukan kesalahan, jika itu karena aku memukul mu, tentu sebatas cara melindungi diri."


"Jangan berlagak bodoh kau manusia, pertama kau tanpa permisi menyerap energi alam di danau kekuasaan ku. Kedua kau menyembunyikan kenyataan bahwa ada yang mengotori tempat ini. Ketiga, kau sudah melukai tubuhku hingga sakit."


"Keempat kau masih berani berdiri di depan raja ini dengan sombong."


"Hmmm jadi apa yang kau inginkan."


"Tentu saja membunuhmu." Teriakan keras terdengar lewat suara jiwa.


Raja ikan julung-julung melesat lurus ke arah Raynor dengan niat menghujamkan dua tanduknya yang kini berisi energi alam.


Tapi seperti bukan masalah bagi Raynor, dimana kini dia sudah membuka segel gerbang pertama langit surgawi dan kekuatan penguasa tertinggi meluap-luap karena terlalu besar.


Satu ayunan tangan maju di hadapan raja ikan yang hanya berjarak satu meter sebelum tandur menancap di kepala Raynor.

__ADS_1


Merasa seperti sebuah dinding tak kasat mata menghentikan laju serangan raja ikan, dan tubuhnya juga berhenti bergerak karena ada tekanan energi yang memaksa untuk tetap diam.


Tangan Raynor seperti sedang memeras, dan itu juga yang terjadi kepada raja ikan julung-julung, seluruh tubuhnya berputar seperti sebuah kain ketika harus di keringkan.


Pecah setiap bagian tubuh raja ikan dan meledak darah hingga menyelimuti seluruh air didalam danau Cicaban menjadi merah.


Selain menemukan energi murni di dalam danau Cicaban, kini Raynor pun mendapat batu kristal energi milik raja ikan julung-julung yang bisa dipastikan memiliki energi murni cukup banyak.


"Aku cukup beruntung karena lupa dengan lencana itu."


Jika Raynor masuk karena lencana dan tidak melakukan ujian, tentu dia tidak akan tahu jika di danau Cicaban memiliki energi alam sangat murni dan penghuni dasar danau adalah salah satu penguasa hutan Jatilowa.


Segera Raynor membawa Putri Erdian naik, merebahkannya di atas tanah dan mulai melakukan tindakan utama bagi orang yang tenggelam. Yaitu memberi nafas buatan, tapi bagi Raynor itu seperti menarik air yang masuk kedalam tubuh melalui mulut.


Satu kali Raynor memberi nafas buatan kepada Putri Erdian, air keluar dari mulutnya cukup banyak, tapi itu belum membuang semua yang sudah dia telan.


"Untung saja kau wanita cantik, jika kau bapak-bapak dengan brewok lebat dan kumis melintang, aku tidak akan melakukan hal seperti ini."


Kali kedua Raynor memberi nafas buatan, Putri Erdian terbatuk-batuk, matanya sudah terbuka lebar dan memutahkan semua air yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Apa aku sudah mati ...?." Ucap Putri Erdian sedang mengigau.


"Sayangnya, kau masih hidup, jadi jangan menyesal."


"Siapa kau !!?." Terkejut Erdian melihat Raynor muncul di sampingnya.


"Bagaimana mungkin kau terkejut dengan orang yang menyelamatkan mu."


"Kau yang menyelamatkan ku ?." Masih saja Erdian bertanya.

__ADS_1


Senyum Raynor membalas...."Tentu saja, siapa lagi ?. Disini hanya ada kau dan aku."


Putri Erdian masih mencoba mencerna kejadian yang dialaminya barusan, dan memang kini dia sudah selamat.


__ADS_2