The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
kuali platinum


__ADS_3

Keesokan hari....


Raynor pergi ke tempat pembuatan ramuan untuk mendapatkan satu barang terakhir yang memang di butuhkan dalam melebur batu angkasa, kuali yang terbuat dari logam platinum.


Panas kobaran api yang terus menerus membakar kuali tentu tidak sembarangan, jika mereka menggunakan kuali dari baja atau besi, sebelum batu angkasa empuk, kuali akan matang duluan.


Karena itu Raynor membutuhkan kuali dengan kekuatan tahan panas luar biasa dan ternyata klan harimau merah memilikinya untuk membuat ramuan.


Bertempat di halaman belakang kediaman keluarga, bangunan terbilang luas dengan semua peralatan lengkap untuk pengolahan ramuan dan pembuatan artefak.


Terdapat puluhan tungku yang menyalakan api untuk merebus setiap bahan dalam kuali. Di bagian pengolahan ramuan klan harimau merah memperkerjakan ahli alkemis tingkat dua, sedangkan alkemis tingkat lima adalah orang yang membuat resep ramuannya.


Tidak semua orang berbakat menjadi ahli beladiri, hingga mereka mencari tujuan lain yang berguna untuk melanjutkan hidup, salah satunya adalah menjadi seorang alkemis.


Para ahli alkemis sama pentingnya dengan ahli tempa senjata atau pun ahli beladiri, mereka yang ingin menjadi seorang ahli alkemis haruslah belajar dengan para guru alkemis tingkat empat atau pun tingkat lima.


Tapi tetap saja, semua tidak semudah membalikkan telapak tangan, setiap orang harus melewati tingkatan demi tingkatan hingga mendapat lencana peringkat yang cukup tinggi.


Jika tingkat pertama hanya mempelajari dasar-dasar ilmu alkemis dalam membedakan bahan ramuan dan manfaatnya.


Tingkat kedua barulah mereka belajar mengolah ramuan sesuai dengan resep tertulis.


Tingkat tiga mulai membuat resep ramuan kualitas rendah.


Tingkat empat membuat resep kualitas sedang.


Dan tingkat lima barulah mampu membuat resep ramuan kualitas tinggi.


Hanya saja Raynor tidak perlu mempelajari ilmu alkemis di hidupnya sekarang, karena dia adalah penguasa tertinggi yang sudah menguasai pembuatan ramuan kualitas dewa.


Di dalam ruang pengolahan, lebih dari dua ratus orang yang dipekerjakan oleh klan harimau merah untuk membuat ramuan. Tentu tidak sedikit jumlah produksi ramuan milik klan harimau merah, karena ada 47 toko berdiri dan itu tidak hanya tersebar di wilayah kerajaan Losborn saja, bahkan sampai di kerajaan Soran dan sekitarnya.


Setiap toko dipegang oleh anggota keluarga utama, sistem bisnis kekeluargaan dengan kekuatan orang dalam, karena memang hanya anggota keluarga saja yang menduduki posisi penting. Sedangkan para orang luar, mereka akan bekerja sebagai tukang angkut, tukang teriak, tukang rayu dan tukang serabutan di dalam toko.


Jika pun ada orang luar memiliki pengalaman kerja dan pendidikan tinggi, mereka hanya berakhir sebagai wakil kepala toko atau pun pembuat ramuan.


Raynor bisa mencium aroma tidak sedap ketika memasuki tempat pengolahan, itu berasal dari keringat para pekerja yang mandi sehari sekali bahkan lupa mandi, aroma asap yang mengepul tebal dan bahan-bahan ramuan, begitu menyengat seakan menjadi campuran gas beracun,


Bagi pekerja yang sudah terbiasa mencium aroma campur aduk itu, tentu tidak menjadi masalah penting. Tapi bagi Raynor selaku penguasa tertinggi, dia merasa jika bau amis darah di medan perang masih jauh lebih baik.


Ketika Raynor berkeliling dengan tangan menutupi hidung, salah satu pekerja yang membawa tiga karung bahan-bahan ramuan di atas pundak, tanpa sengaja menabrak tubuh Raynor.


Kekuatan fisik Raynor sangatlah kokoh tanpa sedikit pun bergeming, tapi membuat pekerja itu sempoyongan dan jatuh tersungkur.


"Tuan apa anda baik-baik saja." Berkata Raynor yang coba membantu pekerja itu berdiri.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan Raynor, maaf aku yang tidak melihat anda berdiri." Jawabnya dengan rasa bersalah.


"Harusnya aku yang meminta maaf karena berdiri sembarangan."


Salah satu mandor pengawas datang menghampiri Raynor, setelah mendengar suara barang-barang yang jatuh dengan keras.


"Anak kecil, jangan berkeliaran di tempat ini, kau hanya menggangu pekerjaan kami."


Madsar adalah salah satu anggota keluarga utama harimau merah berusia tiga puluh tahun yang ditugaskan sebagai mandor pengawas.


"Maaf paman Madsar, aku disini untuk bertemu dengan ketua Wezo."


Sosok Wezo menjadi penanggung jawab atas produksi ramuan klan harimau merah, jika Raynor ingin meminjam kuali atau barang apa pun harus mendapat persetujuannya.


Terlebih lagi, kuali yang terbuat dari logam platinum sangatlah mahal, harga kuali ukuran kecil saja senilai seratus koin emas, tentu akan jadi masalah ketika Raynor mengambilnya tanpa meminta izin.


"Untuk apa kau mencari tuan Wezo, beliau sedang sibuk dan tidak bisa diganggu."


"Begitukah, tapi aku memiliki urusan penting."


"Kau ini... Jangan anggap kau anak dari tuan Rezar dan keponakan ketua Regar bisa seenaknya mengganggu pekerjaan disini." Semakin marah Madsar kepada Raynor seakan dia memang tidak menyukainya.


"Aku tidak berniat menganggu, tapi aku harus bertemu tuan Wezo."


"Ada apa Madsar. Kenapa kau memarahi Raynor."


"Tuan Wezo, maaf, tapi anak ini menganggu pekerja sampai menjatuhkan barang-barang."


"Benarkah itu Raynor."


"Aku tidak menyangkalnya, tapi aku tidak sengaja." Raynor membela diri.


"Kau dengar Madsar, Raynor tidak sengaja, tapi kau terlalu emosi." Seakan Wezo melindungi Raynor.


"Maafkan aku tuan Wezo."


Madsar pergi dengan wajah menunduk malu, dia tidak bisa melawan perkataan dari tuan Wezo, karena bagaimana pun juga dia adalah bosnya, orang yang bisa menyingkirkan Madsar jika memang bersalah.


"Jadi Raynor, apa yang kau lakukan ditempat ini." Bertanya Wezo.


"Tuan Wezo, aku ingin meminta izin untuk meminjam kuali platinum dari gudang penyimpanan." Jawab Raynor.


"Untuk apa kau meminjam kuali itu, kau tahu, kuali platinum sangat berharga, jika hanya digunakan untuk bermain-main, aku tidak mau mengizinkannya."


"Soal itu .... "

__ADS_1


Demi mendapatkan izin dari tuan Wezo, tentu Raynor memberitahu tujuannya, tentang pertemuan dengan ahli tempa senjata bernama Lamo dan keinginan untuk membuat sebuah senjata.


Wezo pun memahami jika batu angkasa yang ingin Raynor gunakan haruslah di panaskan dalam kuali berkualitas tinggi agar mampu bertahan dari panasnya api pembakaran.


"Aku sedikit tertarik tentang kau yang ingin belajar membuat senjata, dan aku pun pernah mendengar nama yang kau sebutkan, Lamo... Ya dia pernah mendapat masalah dari klan naga langit karena tidak mau bekerjasama dengan mereka."


"Soal masalah tuan Lamo aku tidak tahu apa pun, tapi tuan Lamo adalah ahli tempa yang sangat berbakat. Aku ingin belajar dengan beliau."


"Baiklah, aku bisa memberikanmu izin, tapi dengan satu syarat."


"Apa itu tuan Wezo ?."


"Setelah senjata yang ingin kau buat selesai, biarkan aku melihatnya."


"Tentu saja, bahkan jika tuan Wezo ingin memutar dan menjilatnya aku tidak keberatan."


Wezo mengangguk paham, dia membawa Raynor memasuki ruang belakang, sebuah gudang penyimpanan semua bahan dan peralatan untuk membuat ramuan.


Tapi satu hal yang membuat Raynor tertarik ada ruangan lain di sebelah pintu masuk menuju gudang dan bertuliskan 'Dilarang masuk kecuali para ketua klan.'


Sebuah larangan yang cukup kuat, bahkan untuk sekelas Madsar dia tidak berani melanggar aturan karena rasa penasaran terhadap ruangan khusus di sana.


"Tuan Wezo, tempat apa itu."


"Hmmm... Kau tahu jika klan harimau merah juga membuat Artefak ?."


"Ya itu tertulis di depan semua toko 'menyediakan ramuan dan artefak', tentu saja aku tahu."


"Bisa dibilang di sanalah kita memperkejakan seseorang yang membuat artefak untuk kita jual."


"Oh...."


Ini cukup membuat Raynor tertarik, bukan karena kualitas artefak yang dibuat klan harimau merah, karena bagi Penguasa tertinggi artefak di sini hampir tidak ada gunanya.


Tapi karena perbedaan antara pembuatan ramuan dan pembuatan artefak, Raynor sudah melihat sendiri jika pembuatan ramuan tidaklah rahasia.


Sedangkan di bagian pembuatan artefak, secara khusus di rahasiakan oleh klan harimau merah, hanya para tetua saja yang mengetahui dari mana mereka mendapatkan artefak untuk di jual.


Sosok yang mampu membuat artefak adalah seorang Shaman.


Artefak terbuat dari kepingan batu atau logam yang di ukir dengan simbol-simbol prasasti khusus, dimana dapat di gunakan untuk memperkuat energi tenaga dalam atau mengeluarkan serangan kepada lawan sesuai dengan jenis artefak yang digunakan.


Tapi satu kekurangan artefak adalah benda itu hanya bisa digunakan untuk sekali pakai dan artefak akan hancur.


(Note : besok libur dulu gak update, mau Revisi chapter n tanggal 1 baru up lagi.)

__ADS_1


__ADS_2