The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
tiga murid akademi pedang suci


__ADS_3

Mondar-mandir Regar berjalan dengan di dalam ruang pertemuan, sedangkan di sana ada Yuran dan Wezo yang ikut pusing dengan sikap ketua mereka.


Tapi jelas Regar sedang memikirkan seseorang cukup serius, tidak lain dan tidak bukan tentunya soal Raynor. Tapi mondar-mandir nya Regar membuat Yuran bingung.


"Ketua, jika kau mondar-mandir hingga besok, aku yakin lantainya akan rusak." Ucap Yuran.


"Memang apa yang sedang kau pikirkan Regar." Bertanya Wezo.


"Ini soal pelatihan dari Raynor kepada Aslan." Jawab Regar.


Wezo bingung dengan perkataan Regar..."Kenapa dengan anak itu, bukankah tidak ada masalah dengan pekerjaan Aslan selama ini."


Ketika Aslan menerapkan hasil pengajarannya tentang rangkaian formasi ke artefak buatan klan harimau merah, keefektifan dan keuntungan jelas semakin bertambah.


Entah itu soal peningkatan kualitas atau pun bahan yang jauh lebih sedikit, tapi ada hal lain untuk dipertimbangkan oleh Regar.


"Sebenarnya ada, karena jika Aslan menggunakan hasil belajarnya kepada artefak yang kita jual, aku sedikit canggung karena jelas akan jauh lebih mendominasi perdagangan artefak." Perjelas Regar.


"Bukankah itu bagus dan akan memiliki banyak untuk klan."


Menggeleng kepala Regar...."Tidak sesederhana itu Wezo, bagaimana dengan klan serigala hitam, dan klan-klan lain di luar kerajaan yang menggantungkan hidup mereka dalam penjualan artefak ?."


"Apa salahnya, mereka yang kalah dalam perdagangan karena ketidakberuntungan di bidang ini." Tapi pendapat Wezo berbeda.


"Aku merasa bersalah untuk itu." Jawab Regar.


Seakan Wezo mendapat pencerahan, dia tersenyum cerah dan berbalik mengarahkan pandangannya kepada Regar.


"Bagaimana jika seperti ini, kita buat kerja sama kepada klan serigala hitam atau pun klan lain yang menjual artefak dengan menjadi bagian penjualan kita." Ucap Wezo.


Regar tidak paham..."Apa maksudmu Wezo."


"Ini sederhana, kita menjual dengan harga seperti biasa, dan kita juga menawarkan artefak klan harimau merah untuk harga yang lebih murah kepada mereka. Sehingga mereka bisa menjualnya dengan harga sama seperti kita."


"Aku mengerti... Tapi apa mereka akan menerimanya." Balas Regar bertanya balik.


"Itu urusan mereka, kita menawarkan keuntungan dengan harga yang lebih rendah agar mereka bisa menjualnya kembali, mereka akan untung dan kita pun sama. Tidak ada kerugian untuk klan, bahkan kita bisa mendapat lebih banyak keuntungan."


"Baiklah. Aku akan coba membicarakan itu kepada klan serigala hitam."


Selagi pembicaraan Regar dan Wezo perihal artefak, satu orang mengetuk pintu. Dia adalah penjaga yang datang untuk menyampaikan sesuatu.


"Tuan Regar, tamu dari akademi pedang suci sudah tiba." Ucap penjaga itu.


"Bawa mereka masuk, aku akan menemuinya." Jawab Regar.


Akademi pedang suci adalah sebuah tempat yang membimbing para generasi muda di dalam jalan seni beladiri tenaga dalam aliran pedang dari salah satu penjaga benua. Kaisar pedang naga, Elonel.

__ADS_1


Mereka menjadi salah satu kekuatan besar yang mendominasi di benua angin biru. Tentu ada banyak jenius yang tersebar di segala penjuru benua ingin mendapat kesempatan berlatih secara langsung dari kaisar pedang naga.


Tidak perduli siapa pun orangnya, entah mereka dari kasta tinggi atau kasta rendah, asalkan memiliki bakat seorang jenius tentu secara langsung akademi pedang suci ingin merekrutnya.


Termasuk Sania, mereka menyadari potensi yang di miliki oleh seorang generasi muda berusia tujuh belas tahun dengan pencapaian ahli beladiri tingkat raja tempur.


Bakat jenius yang dimiliki oleh Sania itu, akademi pedang suci tidak akan melepaskannya begitu saja, secara terang-terangan mengirimkan surat rekomendasi kepada Regar.


Bagi siapa pun yang sudah mendapat surat rekomendasi, maka mereka akan mengikuti ujian hanya sebagai formalitas saja. Sedangkan bagi pendaftar jalur umum, mereka semua akan mendapat ujian dalam rintangan-rintangan dari akademi pedang suci.


"Jadi hari ini adalah keberangkatan Sania ke akademi pedang suci." Yuran tahu soal itu.


"Ya, setelah mereka mengetahui kemampuan Sania di festival peringkat generasi muda terbaik, salah satu guru menginginkan Sania untuk segera masuk ke tempat mereka." Jawab Regar.


"Itu sangat mengagumkan. Tapi bagaimana dengan Raynor, apa dia tidak ikut."


"Raynor lebih memilih pergi ke sekte teratai api."


"Begitukah, ya apa boleh buat, itu adalah keinginan mereka."


"Tapi keinginan Raynor untuk masuk ke Sekte teratai api seperti tidak berniat dalam berlatih, dia mencari kebenaran soal ayahnya di sana." Ucap Regar.


Sebelum Rezar memiliki anak dan berkeluarga, dia termasuk salah satu jenius di wilayah timur dan berkelana ke seluruh benua angin biru, dikenal sebagai murid dari sekte teratai api, membuat namanya cukup terkenal.


Tapi suatu ketika, dirinya berhenti mengejar kekuatan hanya demi seorang gadis tetangga, itu adalah tetangga sebelah kanannya Mina, panjangnya Minarsih, tapi ditolak. Rezar tidak berkecil hati, dia pun jatuh cinta lagi dengan tetangga sebelah kiri, Weina itu pun masih ditolak.


Setelah perang besar terjadi di kerajaan Losborn, Rezar memutuskan keluar dari klan harimau merah dan hidup terpisah untuk hidup di desa Maresha.


*******


Raynor dan Sania setiap hari dan tanpa absen terus berlatih untuk terus meningkatkan kekuatan masing-masing. Bahkan para pengikut klan harimau merah merasa bosan jika harus mengomentari kegiatan mereka berdua setiap hari.


"Hari ini mereka juga berlatih."


"Iya, bahkan sudah menghancurkan beberapa batu latihan kita."


"Sudahlah lupakan saja."


Dengan bantuan ramuan perbaikan tubuh yang Raynor buat, penyerapan energi alam Raynor dan Sania menjadi lebih baik, meski belum mendapat hasil untuk naik ke tingkat selanjutnya.


Jika orang normal membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hanya untuk naik satu sampai dua tahap. Dalam dua Minggu terakhir, Raynor sudah memasuki pemahaman bumi tahap akhir dan kekuatan Sania mencapai raja tempur tahap tengah.


Jika semua orang yang berlatih mati-matian mengetahui seberapa mudahnya Sania naik tingkat, mereka semua pasti akan mutah darah dan semaput seketika.


Tapi berbeda dengan Raynor, semakin tinggi tahap yang akan dia capai, maka semakin banyak pula sumber daya, waktu dan kerja keras untuk mendapatkan hasilnya.


Ketika Raynor memasuki ranah raja tempur nanti, teknik meditasi dunia nirwana menujukan keistimewaannya.

__ADS_1


Di halaman latihan klan harimau merah.


Ledakan demi ledakan terjadi ditengah arena tempat pelatihan, bisa terlihat jelas seberapa besar kerusakan yang terjadi oleh pertarungan Raynor dan Sania.


Bebatuan terbang entah kemana, lantai arena pun retak bahkan sampai terbelah dan semua itu terjadi dalam beberapa kali mereka berlatih.


"Cukup sampai disini Nia." Raynor menghentikan pelatihannya dengan Sania.


"Ray terima kasih." Kata Sania.


"Untuk apa kau berterimakasih."


"Dengan kecepatan pencapain ku sekarang, semua terasa seperti mimpi, sebelumnya, untuk sekedar naik satu tingkat saja, aku harus berkerja keras dan mengorbankan waktu yang lama, tapi sekarang naik tingkat seperti hal mudah." Sania mengatakan arti kata terimakasihnya itu kepada Raynor.


Raynor tersenyum manis menanggapi perkataan Sania, dia tidak mengatakan apa pun, berjalan maju dan mengusap rambut Sania dengan lembut.


"Kau harus ingat Nia, bagaimana pun pembelajaran mu di akademi pedang suci, jangan pernah mengganti teknik meditasi dunia beku dengan apa pun, dan jangan pula mengajarkannya kepada siapa pun." Tegas permintaan Raynor.


"Aku mengerti Ray."


Seketika perasaan Raynor tertuju ke arah gerbang, dia tentu menyadari akan hadirnya tiga sosok kuat ketika melangkah masuk.


Tiga sosok itu menggunakan jubah putih keemasan dengan simbol lima pedang yang tergabung menjadi satu, sedangkan di bagian tengah diantara pedangnya tertulis simbol khusus dari bahasa kuno, yaitu Suci.


Raynor cukup sadar dengan semua simbol di jubah mereka, akademi pedang suci dari daratan tengah.


"Apa mereka yang akan membawamu ke akademi pedang suci." Bertanya Raynor.


"Itu benar."


Berjalan masuk dengan mata melirik ke segala arah seakan sedang menilai, tapi ada senyuman yang memiliki makna tidak menyenangkan dari salah satu murid akademi pedang suci itu.


"Apa tidak salah, guru meminta kita untuk datang ke tempat ini, semua orang sini tidak lebih seperti sampah."


"Jangan bicara seperti itu kakak, bagaimana pun juga guru yang memerintahkan kita untuk datang menjemput seseorang."


"Mari kita lihat seberapa pantas orang itu memasuki akademi pedang suci."


Tidak lama Regar dan Yuran pun datang untuk menyambut ketiga murid akademi pedang suci.


"Selamat datang, murid-murid akademi pedang suci."


"Ya." Jawab satu orang di depan dengan singkat padat dan jelas.


Raynor tidak menyukai sikap mereka, jelas tersirat sebuah kesombongan dari cara satu orang itu menatap sekitar, senyum di wajahnya secara jelas sedang meremehkan.


Tiga murid akademi pedang suci tentu tidak menyadari jika saat ini ada seseorang yang dengan kesal menatap mereka, dia adalah Raynor.

__ADS_1


__ADS_2