The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
lembah besar tanpa akhir


__ADS_3

Pada akhirnya wanita itu ikut bersama Raynor untuk bekerja dan memperkenalkan diri dengan nama Erza, meski dia adalah seorang wanita, tapi kekuatan yang dimiliki, tidak kalah dengan lelaki.


Bisa dikatakan kehidupan keras yang dia jalani selama ini membuatnya harus menjadi kuat agar tidak dipecundangi oleh orang lain.


Erza termasuk seorang ahli beladiri tingkat pembentukan jiwa tahap tengah, itu sudah bisa dibilang cukup tinggi untuk wanita tanpa pelatihan secara khusus.


Tidak ada salahnya untuk Raynor membawa Erza, dia pun membutuhkan bantuan untuk mulai membuat senjata.


"Baiklah, karena sebelumnya kau menggagalkan rencana ku untuk membeli batu angkasa."


"Hei, aku membantumu agar tidak dibodohi oleh penjual itu." Erza menolak di salahkan.


"Ya aku tahu, karena itu mari kita cari toko lain yang menjualnya."


"Daripada kau mencari toko penjual batu angkasa, bukankah lebih baik kita pergi ke lokasi penambangan batu angkasa." Erza memberi saran yang jelas lebih menguntungkan.


"Aku pikir itu ide yang bagus, dan aku bisa membeli dengan harga murah. Tapi apa kau tahu tempatnya." Raynor pun setuju.


Erza tersenyum sombong..."Memang kau pikir aku siapa."


"Seorang bandit wanita yang kini sudah tobat ?."


"Ya itu benar, tapi aku juga pernah menjadi pengembara yang tahu bermacam tempat di seluruh kerajaan Losborn."


"Itu bagus, ayo kita pergi."


Perjalanan menuju tambang batu angkasa cukup jauh, memakan seperempat hari memasuki hutan Jatilowa ke arah perbatasan antara kerajaan Losborn dan kerajaan Soran.


Tapi satu tempat yang memisahkan antara kedua kerajaan adalah wilayah milik salah satu dari lima kekuatan besar tanpa bisa di usik oleh kerajaan mana pun.


Kuil lembah besar tanpa akhir.


Batu angkasa memang berasal dari langit, namun bukan berarti Raynor harus menunggu batu-batu itu jatuh sendiri, tapi jauh di masa lalu, kemungkinan ada batu angkasa yang menghancurkan hutan Jatilowa sehingga terbentuklah lembah besar tanpa akhir.


Erza menceritakan tentang orang-orang yang menjadi penambang batu angkasa, para penambang harus menuruni lembah dan mencarinya di pinggiran tebing, namun sebelum itu mereka harus memberi makanan atau barang-barang lain kepada penjaga kuil lembah besar tanpa akhir sebagai bentuk persembahan.


"Ray, memang apa yang ingin kau lakukan dengan batu angkasa sebanyak itu, bukankah batu angkasa hanya digunakan untuk membuat aksesoris atau patung pahatan saja ?." Erza bertanya karena dia sendiri tidak tahu menahu soal tujuan Raynor.


"Aku ingin membuat senjata dari batu angkasa."

__ADS_1


"Memangnya bisa ?."


"Kau akan melihatnya sendiri setelah kita mendapatkan batu angkasa itu."


"Apa karena tujuanmu itu, kau menawarkan pekerjaan kepadaku."


"Tepat sekali, membuat senjata dari batu angkasa sangatlah rumit dan aku membutuhkanmu sebagai pendukung." Jawab Raynor.


Seperempat hari pun sudah berlalu dan Raynor sudah sampai ke lokasi lembah besar tanpa akhir. Tepat di ujung tebing ada beberapa orang yang menjadi pengangkat batu angkasa sedang bekerja.


Setiap penambang membuat lubang di pinggiran tebing, menggali masuk dan mencari batu angkasa di dalamnya. Satu persatu batu angkasa mereka tarik menggunakan tali dan mereka kumpulan untuk di jual kepada para pengepul yang menjadi perantara di tempat perdagangan.


Erza membawa Raynor untuk menyapa mereka, karena memang tujuannya adalah mendapatkan batu angkasa dengan harga yang lebih terjangkau.


"Maaf tuan, apa boleh kami bertanya." Ucap Erza sebagai juru bicara dan ahli tawar-menawar yang cukup handal.


Satu penambang yang ada menjawab..."Silakan nona."


"Kami ingin tahu, apa disini kami bisa membeli batu angkasa."


"Tentu saja nona, tapi kenapa ?, bukankah kalian bisa mendapatkannya di kota."


"Berapa banyak yang ingin nona beli."


"1.000 kilo."


Terlihat wajah enggan atau hembusan nafas berat dari lelaki penambang itu... "Sepertinya membutuhkan waktu cukup lama, karena ada beberapa masalah yang membuat kami kesulitan mencari batu angkasa untuk sekarang."


"Memang apa yang terjadi ?." Raynor bertanya.


"Ada sesosok makhluk yang muncul menyerang kami, dan itu membuat kami kesulitan untuk mencari batu angkasa di bagian bawah lembah." Balas Si penambang batu.


"Jika boleh tahu, berapa lama aku bisa mendapatkan 1.000 kilo batu itu ?."


"Tiga hari hingga lima hari."


"Sebenarnya itu tidak terlalu lama, tapi saat ini aku diburu oleh waktu." Tentu Raynor memikirkan Lamo, dia tidak mungkin membuang waktu sedangkan masa hidup Lamo kian berkurang.


"Lantas bagaimana dengan kuil yang ada di dasar lembah ?."

__ADS_1


"Entahlah tuan, kami tidak sampai ke dasar lembah untuk melihat."


"Seperti apa makhluk itu."


"Apa yang kami ketahui, hanya makhluk itu memiliki tubuh kecil bersayap dengan gigi taring, bulu hitam dan ekor." Ucap si penambang dengan sedikit gambaran.


Raynor memikirkan ciri-ciri makhluk yang disebutkan oleh penambang, karena bagaimanapun pun itu mirip dengan ...


"Seekor iblis."


Erza tertawa mendengar ucapan Raynor..."Apa kau bercanda Ray, iblis di benua angin biru sudah lama di musnahkan, bahkan terakhir mereka menampakkan diri adalah lima puluh tahun lalu, selebihnya ras iblis hanya ada di benua langit hitam dan mereka tidak mungkin menerobos penghalang."


"Ini hanya spekulasi ku saja, jangan terlalu dianggap serius, Erza."


Meski Erza tidak percaya, iblis bukan sesuatu yang bisa dimusnahkan dengan mudah, mereka memiliki usia panjang dari manusia dan perkembangbiakan yang sangat banyak.


"Tapi apa ada korban karena makhluk itu." Bertanya Raynor.


"Untuk sekarang belum ada, tapi kehadiran makhluk itu benar-benar menyulitkan, karena hampir memutuskan tali yang kami gunakan."


Raynor memahami situasi yang dikhawatirkan oleh para penambang, karena perilaku dari makhluk itu menghambat pekerjaan mereka.


"Lantas apa yang kau ketahui tentang kuil di bawah lembah, Erza."


"Hanya sedikit informasi, jika kuil itu sudah ada sebelum kerajaan Losborn dan kerajaan Soran berdiri, mereka tidak memiliki pengikut, tapi satu sosok yang menjadi penjaga kuil seakan bukan manusia."


"Kenapa orang-orang menganggapnya bukan manusia, apa dia sejenis kadal ?." Balas Raynor.


"Tidak bukan seperti itu, penjaga kuil tidak menjadi tua atau berganti orang, selama ratusan tahun hanya dia saja yang melindungi kuil di dasar lembah besar tanpa akhir, termasuk kekuatannya benar-benar luar biasa." Itu yang Erza ketahui.


Itu bukan mustahil, bagaimana pun juga Davendra adalah sang penguasa tertinggi yang sudah hidup ratusan ribu tahun. Ketika manusia mencapai tingkat lord atau diatasnya, usia mereka akan bertahan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Tapi kehadiran seorang lord di benua angin biru, ibarat sosok berbakat tiada tanding, hanya segelintir orang mampu menjadi ahli beladiri tingkat lord.


"Baiklah tuan, bagaimana jika aku melindungi kalian dari gangguan makhluk hitam itu, sehingga penambang batu angkasa bisa berjalan lancar." Raynor mengajukan diri.


"Apa anda yakin ?."


"Tentu saja."


Lokasi terbaik untuk menambang batu angkasa ada di bagian bawah tebing, sehingga Raynor harus turun ke dasar lembah ketika harus melindungi mereka.

__ADS_1


__ADS_2