
Hari festival kerajaan Losborn telah tiba...
Jalanan kota semakin ramai dengan berbagai macam manusia datang untuk melihat parade pasukan kerajaan dan pawai empat klan utama yang membawa para generasi muda mereka.
Sorak-sorai penduduk begitu antusias entah sebagai bentuk dukungan atau memasang taruhan di jagoan masing-masing, tapi diantara semua petarung ada empat kandidat yang dianggap akan memenangkan festival peringkat empat klan utama ini.
Sania, klan harimau merah, kabar mengenai dirinya menjadi ahli beladiri tingkat raja tempur termuda di kerajaan Losborn sudah terdengar di telinga semua orang.
Mereka sangat membanggakan Sania, tidak hanya soal kecantikan yang mampu menghancurkan sebuah kerajaan untuk mendapatkannya, tapi bakat Sania pun di akui.
Sang Qian, klan naga langit, putra angkat dari ketua Sang Sursanto, seorang ahli beladiri tingkat raja tempur. Umurnya hampir dua puluh tahun, ini menjadi festival terakhir sebelum Sang kian memasuki usia dewasa.
Sang Qian berlatih di klan naga langit daratan tengah, dimana semua pencapaian itu adalah berkat perlakuan khusus dan juga pelatihan dengan guru-guru terbaik di sana.
Rayos Fang, klan serigala hitam, menjadi murid sekte teratai api bagian dalam termuda ketika belum mencapai usia dewasa.
Sebuah pencapaian luar biasa dan bakat tinggi untuk dirinya kembangkan dalam sekte teratai api, kabarnya dia akan menjadi murid langsung dari salah satu guru besar.
Dan Woyzo Elvord, putra angkat raja Sura, cukup disayangkan bagi klan Garuda api karena mereka sedang mengalami krisis generasi muda yang hanya memiliki bakat biasa saja.
Meski begitu, Woyzo adalah ahli beladiri tingkat pemahaman bumi tahap akhir dan cukup bisa dianggap sebagai lawan merepotkan, karena kemampuan bertarung tingkat tinggi serta senjata khusus untuk dia gunakan sebagai salah satu yang terbaik buatan ahli tempa kerajaan.
Mereka berempat lah para generasi muda yang di gadang-gadang akan memenangkan festival dan membawa namanya diatas rangking menjadi sosok terkuat.
Di sisi lain seorang lelaki berjalan lemas dengan melambaikan tangan ke setiap penduduk kota. Raynor Avya.
Raynor tidak diperhitungkan, bahkan nama Raynor membuncit di daftar terakhir hingga orang-orang enggan memasang taruhan untuk namanya. Itu bukan hal aneh, Raynor barulah datang ke Klan harimau merah tiga bulan lalu, sehingga para penduduk kota kerajaan Losborn masih belum saling kenal.
Tapi di sebelahnya, seorang wanita cantik yang memiliki wajah rupawan sebagai kecantikan abadi. Sania Avya.
"Seperti yang di harapkan, nona Sania benar-benar terkenal di seluruh kerajaan." Puji Raynor.
Wajah Sania merah karena malu..."Jangan menggodaku Ray."
"Itu sebuah pujian, harusnya kau merasa bangga Nia."
"Bicara tentang pujian, Sang Qian, dia adalah lawan terkuat di festival kali ini."
"Benarkah ?, Aku pikir dia hanya memiliki wajah yang tampan, tidak lebih dari itu." Balas Raynor.
Tidak ada alasan bagi Raynor memperhatikan wakil petarung dari klan lain, karena mereka benar-benar belum memenuhi syarat untuk Raynor akui bakatnya.
"Untuk orang yang sudah mengalahkan Raja ular putih, menganggap sang Qian hanya orang lemah, mungkin itu memang benar... Tapi tetap saja, antara aku dan Sang Qian, dia masih jauh lebih kuat." Ucap Sania merasa kurang bersemangat.
Sania tidak pernah benar-benar bertarung menggunakan kekuatan dunia beku abadi, sehingga sangat wajar dia kurang percaya diri untuk menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
"Sania, kau terlalu meremehkan kekuatan teknik dunia beku abadi yang aku ajarkan, diantara semua orang disini, hanya ada dua orang yang bisa aku pastikan menjadi pemenangnya." Ucap Raynor penuh keyakinan.
"Siapa ?." Sania bertanya penasaran.
__ADS_1
"Kau dan aku." Singkat saja jawaban Raynor.
Tidak perduli jika Sang Qian adalah seorang raja tempur tahap awal atau pun tengah, Raynor sangat percaya, jika Sang Qian masih belum menandingi Sania.
Lokasi awal dari ujian pertama berada di sebuah bangunan berbentuk menara besar yang berdiri di sebelah istana kerajaan Losborn.
Menara setinggi lima puluh meter, hanya memiliki satu jalan masuk, yaitu dengan melangkahi anak tangga menuju ke atas. Itu juga yang akan menjadi ujian pertama, tangga penghakiman Surga.
Seperti penjelasan paman Yuran, tangga penghakiman Surga memiliki simbol prasasti yang dibuat oleh shaman terbaik kerajaan. Bagi siapa pun orang ketika melangkah di atas anak tangga, maka formasi ukuran prasasti itu akan aktif dan memberi sebuah tekanan mental.
Cara terbaik untuk menghadapinya adalah mengalirkan energi tenaga dalam agar bisa menghalau tekanan mental dari tangga penghakiman Surga itu.
Kini semua wakil petarung dari empat klan sudah berkumpul di depan tangga penghakiman Surga untuk mendengar sambutan raja Sura diatas podium kehormatan.
Hingga beberapa orang pun berjalan mendekati Raynor.
"Akhirnya kita bertemu disini, Raynor." Lelaki itu dengan jelas menunjukkan ekspresi tidak senang ketika menyapa.
"Siapa kau ?, Apa kita pernah bertemu sebelumnya." Balas Raynor bingung.
"Harusnya kau ingat baik-baik, karena mu aku dan dua temanku mendapat hukuman oleh ketua klan serigala hitam." Balasnya penuh kekesalan.
"Memang apa salahku ?, Jangan asal tuduh." Raynor membantah ucapannya.
"Kau yang memintaku membayar semua pesananmu di rumah makan itu."
Seakan tidak berdosa Raynor berpikir..."Ah aku ingat sekarang, terimakasih karena telah berbaik hati.... Hmmmm siapa namamu ?."
"Baiklah, Rayus." Sebuah kesalahan dalam ejaan namanya.
"Pakai O, Rayos."
"Maaf tapi aku tidak ahli dalam mengingat nama, terlebih jika itu lelaki."
"Lupakan, kau harus membayar kembali semua uangku."
"Itu tidak bisa, karena melanggar prinsip yang aku yakini, 'Barang yang sudah diambil jangan diberikan kembali'." Balas Raynor.
Prinsip apa ?, Raynor hanya mencari alasan agar tidak mengganti rugi, karena dia cukup tahu harga yang harus dibayarkan sama seperti membeli sepuluh senjata kualitas tinggi.
"Peduli setan dengan prinsip mu itu, kau tahu, karena mu, semua tabunganku dan tabungan kedua temanku habis untuk membayar makanan yang kau ambil." Rayos jelas tidak bisa melupakan begitu saja.
"Kau benar-benar keras kepada Rayos."
"Kau yang keras kepala, aku hanya ingin uangku kembali."
"Bagaimana kalau begini, mari kita taruhan, jika aku bisa menang darimu dalam ujian pertama, maka kau harus lupakan semua masalah hutang yang kau sebutkan tadi."
Rayos menyimak dan menganggukkan kepalanya..."Tentu, itu jika kau menang."
__ADS_1
"Tapi jika kau yang kalah, kau harus memberikan kompensasi karena aku menang darimu."
"Memang kau pikir bisa mengalahkan ku." Rayos memiliki kepercayaan diri tinggi karena notabenenya dia adalah murid bagian dalam sekte teratai api .
"Ini adalah pertandingan, apa pun bisa terjadi."
"Baik aku setuju."
Raynor dan Rayos berjabat tangan untuk membuat kesepakatan, dia pun kembali ke kelompok klan serigala hitam, sedangkan Raynor berpikir jika lelaki itu benar-benar bodoh.
Setelah sambutan raja Sura selesai, setiap peserta bersiap dalam barisan di depan anak tangga penghakiman Surga.
Langkah kaki pertama para peserta mulai menapaki satu persatu anak tangga, ada lima puluh tujuh anak tangga dan semakin tinggi mereka naik, semakin kuat pula tekanan energi untuk menjatuhkan mental mereka.
Tapi kini seseorang yang jelas Raynor tahu siapa menunggunya untuk berbicara, dia adalah Darnu.
"Bagaimana Raynor, apa ujian ini terasa sulit."
"Ya, aku bisa rasakan itu." Raynor menjawab meski sebuah kebohongan.
"Kalau begitu. Mari kita bertaruh."
"Apa kau yakin."
"Ya tentu saja."
"Apa yang ingin kau pertaruhkan Darnu ?."
"Sepuluh koin emas jika kau bisa naik ke puncak melewati ku."
"Hmmm aku tidak yakin." Raynor berpura-pura.
Dia tahu, semakin dianggap rendah lawannya, Darnu akan semakin bersemangat menantang orang itu, dan Raynor hanya ingin memancing kepercayaan diri Darnu.
"Harusnya kau bisa dengan mudah melakukannya, bagaimana apa kau setuju." Darnu mengulurkan tangan.
"Baiklah, aku setuju." Jawab Raynor selagi mengambil keuntungan dari taruhan Darnu.
Penuh semangat Darnu melangkah lebih cepat meninggalkan Raynor, dia merasa yakin akan mengalahkannya dengan mudah.
Meski untuk awal hingga empat puluh langkah akan dirasa mudah, karena mereka hanya perlu memperkuat aliran tenaga dalam demi mengurangi efek tekanan yang memasuki tubuh.
Tapi ketika memasuki langkah ke empat puluh satu itu menjadi ujian yang sebenarnya. Rangkaian formasi prasasti di langkah empat puluh satu memiliki bentuk lain.
Mereka tidak menyadari, jika ada perbedaan rangkaian formasi prasasti untuk menguji kemampuan peserta, dimana bukan mengeluarkan energi yang membuat para peserta tertekan.
Melainkan energi yang dikeluarkan dari tubuh mereka sendiri akan diserap oleh formasi prasasti dan berbalik memasuki tubuh pemiliknya. Semakin banyak peserta menggunakan kekuatan tenaga dalam, maka semakin berat pula efek tekanan yang di terima oleh mereka.
"Oh, ini menarik, orang yang membuat rangkaian formasi prasasti di tangga penghakiman Surga ini cukup cerdas." Puji Raynor.
__ADS_1
Raynor menyadari dan segera melenyapkan seluruh energi tenaga dalam dari tubuhnya, sehingga tanpa bersusah payah, dia bisa melangkah dengan santai tanpa terkena efek pembalik dari rangkaian formasi prasasti.