The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Inovasi


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak kejadian di markas bandit itu....


Pekerjaan Raynor dalam penempaan sudah masuk ke bagian akhir yaitu mengasah mata pedang.


Begitu pula dengan kondisi Tuan Lamo yang kini semakin memperihatinkan, meski Raynor sudah melakukan perawatan tiga hari sekali, parah penyakit di miliki oleh lelaki tua itu jauh lebih buruk.


Bahkan jika sebelumnya tuan Lamo masih bisa berjalan walau harus di topang dengan tongkat, tapi kini kedua kakinya tidak lagi mampu untuk dia gerakan, kelumpuhan permanen karena kerusakan bagian vital sudah menjalar ke tubuh bagian bawah.


Meski pun Raynor memiliki cara


Tapi seakan tidak ada penyesalan di wajah tuan Lamo, dia masih bisa tersenyum ketika melihat sebilah pedang besar yang tergeletak diatas meja batu.


"Tidak diragukan lagi, ini adalah senjata terbaik yang pernah aku lihat." Tuan Lamo mengakuinya.


"Tentu saja tuan Lamo, aku benar-benar mempertaruhkan semuanya untuk senjata ini, kalau tidak sesuai keinginan ku, aku akan membuat yang lain." Jawab Raynor penuh semangat.


"Hanya saja apa anda yakin mampu menggunakannya tuan Raynor."


"Biar aku tunjukan." Raynor percaya diri.


Raynor kini berdiri di samping meja batu, kedua tangan menggenggam erat gagang pedang yang perlahan dia angkat ke atas.


Memang berat pedang logam pamor yang dia buat terlalu besar, meski begitu kekuatan tangan Raynor tidak diragukan lagi, dia cukup yakin mengangkat benda dengan berat ratusan kilo.


"Benar-benar seperti yang aku inginkan." Gumam Raynor dengan tatapan serius.


Erza dan Sania pun sangat tertarik dengan wujud pedang itu.


"Raynor untuk apa kau menempatkan batu kristal di senjata mu, apa hanya sekedar pernak-pernik agar terlihat bagus." Bertanya Sania.


"Tidak, bukan hanya sebuah pernak pernik, tiga batu kristal dan ukiran simbol prasasti yang ada di pedang ini memiliki kegunaan."


Ada sedikit modifikasi dari senjata yang dia buat, dimana terdapat tiga bola kristal di bagian tengah pedang, dan ukiran pola prasasti khusus dari ciptaan Raynor sendiri.


"Menang apa kegunaannya." Kini Erza pun bertanya karena penasaran.


"Apa kau tahu cara kerja senjata energi." Balik Raynor bertanya.


Sania mengangguk...."Ya sedikit, senjata energi memiliki kekuatan khusus sesuai dengan batu energi alam yang di gunakan."

__ADS_1


"Itu benar, aku menggunakan cara kerja yang sama dari senjata energi, tapi perbedaannya, jika senjata energi akan habis tenaga setelah digunakan beberapa kali, tapi pedang yang aku buat ini, tidak akan pernah habis."


"Bagaimana mungkin." Terkejut Sania dengan pernyataan Raynor.


Sebuah senjata energi di buat secara khusus oleh Shaman dengan menggabungkan Senjata dan batu energi, tentu mereka tidak asal saja menempelkan batu itu di badan senjata.


Ada simbol prasasti yang mengikat dan menghubungkan dua komponen sebagai satu kesatuan. Tapi sedikit kesalahan dalam membuat senjata energi akan berakibat fatal. Dimana senjata itu bisa saja meledak dan berbalik melukai penggunaannya.


"Tiga batu ini hanyalah batu energi yang kosong bekas batu jiwa binatang iblis tingkat tinggi dan simbol prasasti yang aku buat adalah jalur pengisian energi dari tenaga dalam ku sendiri, apa kalian paham ?."


Sania atau pun Erza tidak paham dengan penjelasan Raynor, mereka hanya menggeleng.


"Biar aku perlihatkan."


Raynor mengalirkan energi tenaga dalam ke pedangnya, simbol prasasti pun menyala dan mengalirkan energi milik Raynor ke tiga batu di tengah-tengah pedang.


"Awalnya pedang ini adalah senjata biasa tanpa kekuatan energi, tapi sekarang pedang ini menjadi pedang energi."


Erza dan Sania terkejut, mereka tidak habis pikir jika Raynor mampu membuat suatu inovasi dengan kemampuannya sendiri.


Tidak ada satu ahli pun yang terpikir membuat senjata seperti milik Raynor, karena hal terpenting bukanlah batu kristal itu, melainkan simbol prasasti untuk mengisi batu energi di tengah pedang.


Kini mereka semua berjalan keluar untuk melakukan uji coba, Raynor bisa mengayunkan tiga serangan beruntun dengan pedang besar seberat seratus dua puluh kilo ini, lebih dari itu tangganya akan merasakan kram dan kesemutan.


Bersiap dengan kuda-kuda yang kokoh, kedua tangan pun menggenggam erat pegangan pedang, aliran tenaga dalam sudah terisi ke setiap batu kristal. Kemudian Raynor pusatkan tenaga dalamnya ke satu titik di pergelangan tangan untuk meminimalisir terjadi resiko keseleo.


Satu ayunan yang Raynor lepaskan mengeluarkan suara gemuruh layaknya guntur, ledakan keras pun membentuk gelombang kejut disertai hembusan angin besar dan membuat beberapa pohon di sekitar tumbang.


Setiap orang dalam jarak sepuluh meter akan terdorong mundur hanya karena efek gelombang ledakannya saja, bahkan jika bukan karena Sania menahan laju gelombang, itu sudah membuat tuan Lamo dan Sisha jatuh.


"Apa-apaan senjata itu, kau bisa merasakan satu pasukan hanya dengan sekali ayunan saja." Berkata Erza ketika melihat bagaimana senjata itu menghasilkan ledakan energi.


"Bukankah sudah aku katakan, aku ingin membuat senjata yang mampu meratakan gunung dalam satu tebasan, meski pun ini masih belum cukup untuk melakukannya." Jawab Raynor


"Jika kau melakukannya, aku yakin siapa pun yang melawanmu akan tewas."


"Sejak awal senjata memang diciptakan untuk membunuh, tapi dengan alasan apa mereka harus membunuh, demi melindungi diri kah ?, Atau hanya sebatas hobi ?."


"Tapi kau juga sama, akan berbahaya jika kau menggunakannya dengan sembarangan." Balas Sania.

__ADS_1


"Tentu aku pun memiliki alasan sendiri, karena tanpa adanya kekuatan, aku tidak bisa melindungi kalian." Jawab Raynor tanpa ragu.


Orang yang disebut oleh Raynor tentu kepada Sania dan Erza, keduanya tersipu malu dan menyembunyikan wajah agar tidak terlihat oleh Raynor.


"Tapi tuan Raynor, ada satu masalah terakhir yang anda harus selesaikan sendiri." Berkata Lamo.


"Apa itu tuan ?."


"Senjata dari logam pamor yang anda buat terlalu keras, batu asahan biasa tidak akan mampu menggores dan membentuk ketajaman mata senjata sedikit pun."


"Apa ada cara lain." Bertanya Raynor yang kebingungan.


"Selama aku di kota kerajaan Losborn ini, batu yang paling keras adalah batu hitam, tapi lokasinya ada tengah muara ujung sungai, batu itu tidak bisa di angkat, sehingga anda harus membawa pedang ini ke sana."


Dengan berat senjata yang lebih dari seratus kilo, tentu akan sangat repot membawa pedang itu ke muara sungai, apa lagi rute jalanan bukit dan berbatu membuat perjalanan semakin sulit.


Tapi selama satu bulan lebih Raynor menempa palu, kekuatan fisik menjadi lebih kuat, termasuk bentuk tubuh semakin terbentuk dan tidak merasa sulit membawa pedang yang dia buat.


Dan juga keseimbangan antara kekuatan pondasi fisik dan tingkat energi dalam sangatlah penting, dimana kekuatan fisik akan mempengaruhi daya dahan tubuh Raynor ketika mengeluarkan tenaga dalam.


Jika fisiknya terlalu lemah tentu akibat dari tekanan tenaga dalam yang terlalu besar akan melukai dirinya sendiri.


"Itu sangat mudah untukku." Raynor berkata demikian karena dia memiliki kemampuan menyimpan segala benda di dalam dunia spiritual.


Sehingga tidak perlu ada kerepotan karena harus membawa pedang sebesar dan seberat itu di belakang punggungnya.


"Lalu apa kau sudah memikirkan nama untuk pedang ini tuan Raynor." Bertanya Tuan Lamo.


Nama untuk pedang memang bukan suatu keharusan, namun bagi para ahli tempa, memberikan nama kepada senjata buatan mereka, seperti ikatan seorang ayah kepada anak. Meski pun tidak ada seorang ayah yang menjual anaknya, karena ini hanya sebuah perumahan.


Tapi cara Raynor berbeda, dia tidak hanya memberikan nama kepada pedangnya, melainkan sebuah janji darah, dimana senjata itu akan mengakui bahwa hanya Raynor pemilik satu-satunya.


Jika pun ada orang lain mencuri dari Raynor, mereka tidak akan bisa menggunakannya, kecuali ketika sang pemilik mati maka perjanjian pun terlepas.


Raynor membuat sayatan di tangan, menggoreskan darah dalam bentuk simbol prasasti ikatan antara dirinya dan pedang, darah itu di serap habis tanpa sisa.


"Asarc rex spatium." Ucap Raynor.


Ternyata tidak hanya sebagai bentuk perjanjian saja, pedang Asarc Rex spatium menerima darah Raynor dan muncul goresan warna merah.

__ADS_1


__ADS_2