The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Rusak


__ADS_3

Beberapa waktu lalu ketika generasi muda melakukan penilaian bulanan, Raynor adalah seorang ahli beladiri tingkat penguasaan jiwa tahap tengah.


Darnu menganggap dirinya menang, dia jauh lebih berbakat dalam hal peningkatan kekuatan dari Raynor, walau semua orang tahu jika yang didapatkan oleh Darnu karena bantuan klan Wu Zang.


Kesombongan semakin meningkat dimana Darnu naik satu tahap lagi hingga mencapai satu langkah terakhir hingga memasuki ranah seorang ahli beladiri tingkat raja tempur.


"Memang apa gunanya kau melakukan penilaian, kau tidak akan memenuhi syarat untuk menjadi wakil klan harimau merah." Ucap Darnu dari barisan belakang.


"Aku disini karena memang sudah menjadi peraturan jika seluruh anggota klan, harus mengikuti segala kegiatan yang ada, tentu aku tidak bisa menolak."


"Jangan berlagak kau tidak ingin menjadi wakil petarung klan, semua orang disini tentu tahu, jika bisa menang maka masa depan akan terjamin."


"Kau berharap masa depan dari tangan orang lain, tidak berguna... Tanpa perlu menjadi pemenang pun aku menjamin masa depanku sendiri."


"Kalau begitu mundur kau Raynor, klan harimau merah tidak membutuhkan orang tidak tahu diri seperti mu."


"Kalau soal itu maaf saja, aku tetap harus mengikuti keinginan klan, dan juga, aku tidak mau orang seperti mu merusak wajah klan harimau merah." Tegas ungkapan Raynor kepada Darnu.


"Terserah saja, kau bahkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi wakil petarung."


"Jangan menyesal Darnu." Balas Raynor yang menghadapkan diri ke depan tugu artefak pengukuran.


Senyuman yang Raynor tunjukan penuh dengan bermacam makna, salah satunya adalah membuat Darnu menyesal.


Sejak awal Raynor memang ingin mempermainkan Darnu, karena melihat wajah kecewanya saat dia merasa sombong, itu sangatlah menyenangkan, karena semua yang diinginkan oleh Darnu tidak pernah sesuai harapan.


Raynor mulai mengalirkan energi kedalam dalam Tugu artefak pengukuran kekuatan, nyala simbol prasasti memasuki batu kristal, dan seketika itu hasilnya menunjukkan kata 'Bumi' garis satu.


Mata semua orang tidak salah lihat, Raynor yang beberapa Minggu lalu hanya seorang ahli beladiri tingkat penguasaan jiwa tahap tengah, kini melangkah dua tingkat dalam waktu singkat dan menjadi pemahaman bumi tahap awal.


"Paman Yuran, aku ingin Raynor melakukan pengukuran ulang, aku yakin tadi ada kesalahan."


"Tidak ada yang salah disini, apa kau pikir tugu artefak ini barang murahan dan mudah rusak, Darnu ?."


"Ya siapa tahu Paman, karena bukankah dua Minggu lalu Raynor bukan ahli pemahaman bumi, tapi bagaimana mungkin dia berkembang secepat ini."


"Sania juga mendapat peningkatan yang signifikan, tapi kenapa kau hanya meminta pengulangan pada Raynor saja."


"Soal itu karena aku mengenal Sania dan dia memang berbakat, tidak seperti Raynor."


Darnu mati kutu, tidak memiliki alasan yang tepat.


Tapi senyum terlintas di wajah Raynor.


"Aku tidak keberatan jika harus di ulang."

__ADS_1


"Apa kau yakin Raynor."


"Tentu saja."


Memang ini yang Raynor harapkan, kekuatannya sendiri tidaklah tahap awal melainkan tahap tengah, tapi sayangnya tugu artefak menggunakan simbol prasasti sederhana, sehingga bagi master artefak dan prasasti tingkat dewa, bisa seenak hati memanipulasi tulisan apa yang akan muncul.


Sekali lagi Raynor memasukan energi tenaga dalam ke tugu artefak dan memanipulasi dari arah simbol seperti yang dia inginkan. Dan kata bumi dua garis muncul.


"Loh kenapa jadi naik." Orang-orang bingung.


"Sepertinya tugu penilaian ini memang rusak."


"Tidak mungkin dari tahap awal naik ke tahap tengah."


Darnu melongo melihat hasil yang tidak sesuai harapan, termasuk juga para tetua pun terkejut atas hasil dari pengukuran milik Raynor.


"Apa ini memang rusak, Raynor biar aku periksa terlebih dahulu." Paman Yuran yang ikut bingung mulai meragukan tugu artefak.


Satu orang di panggil oleh paman Yuran, dia memiliki tubuh kecil dan menggunakan jubah hitam. seorang Shaman yang disewa klan harimau merah untuk membuat artefak.


Tidak ada yang tahu siapa sosok dibalik jubah itu kecuali para tetua saja, terlebih lagi, jubah yang dia gunakan memiliki kemampuan khusus agar bisa menyembunyikan wajah dan aura kehadirannya.


Hanya saja dengan kemampuan ruang tanpa batas Raynor cukup mudah melihat identitas dari Shaman.


Shaman itu berbisik kepada paman Yuran dan kemudian dia segera pergi meninggalkan halaman latihan.


"Tapi kenapa hasil milik Raynor berbeda-beda."


"Kalau begitu biar aku coba lagi."


Raynor menempatkan posisi di tugu artefak batu pengukuran untuk percobaan ke tiga, hanya saja hasil itu menujukan tingkat kekuatan Raynor menjadi pemahaman bumi tahap akhir.


Semakin melongo semua orang melihat nilai kekuatan Raynor, dari tahap awal hingga kini semakin meningkat lebih tinggi dari dua percobaan sebelumnya.


Tidak puas akan hal itu, Darnu masih menolak kenyataan, dia ingin melakukan percobaan yang lain.


Percobaan ke empat : Raja, garis satu.


Percobaan ke lima: Raja garis dua.


Semua orang merasa aneh dengan kejadian itu, bertanya-tanya tentang hasil pengukuran milik Raynor yang sebenarnya, tapi mereka pun percaya kepada Shaman bahwa tidak ada kerusakan apa pun di tugu artefak.


Apabila dikatakan tugu artefak pengukuran itu rusak, mereka akan menelan ludah, dimana alat pengukur kekuatan tenaga dalam menjadi barang mahal, berkualitas dan tidak ada garansinya.


Raynor berjalan mendekati Darnu, lelaki itu masih melongo memperhatikan hasil yang tercantum di batu kristal pengukuran terakhir.

__ADS_1


"Jadi apa kau inginkan dari, aku mendapat hasil sebagai pemahaman bumi tahap tengah atau raja tempur tahap tengah, tenang saja Darnu, dua-duanya hanya tahap tengah untuk aku memenuhi syarat sebagai wakil petarung klan." Kata Raynor dengan senyum mengejek kepada Darnu.


"Tolong jadikan itu sebagai pemahaman bumi tahap tengah saja." Lemas Darnu mengatakan untuk menggunakan hasil pengukuran kekuatan yang pertama.


Meski dua tingkat itu memang sama-sama tahap awal, tapi dalam ranah yang berbeda. pemahaman bumi dan raja tempur seperti layaknya bumi dan langit.


Sepuluh orang ahli pemahaman bumi belum tentu mampu mengalahkan seorang Raja tempur, ini adalah perbandingan yang benar-benar berbeda.


Dan jika nilai pengukuran Raynor menggunakan hasil raja tempur tahap tengah, itu akan menjadi sama kuatnya dengan ketua klan harimau merah, Regar.


Paman Yuran pun mencatat hasil Raynor sebagai pemahaman bumi tahap tengah, tidak ada tawar menawar lagi.


Gundira tertawa-tawa, dia merasa terhibur untuk tindakan dari Raynor.


"Kenapa guru tertawa." Regar merasa ada yang salah dari Gundira.


"Anak itu luar biasa dia benar-benar mempermainkan kita." Berkata Gundira menjawab kebingungan Regar.


Sangat jelas bahwa seorang guru besar dari sekte teratai api memberi pujian kepada Raynor. Regar yang pernah menjadi murid Gundira pun jarang mendengar gurunya itu memuji orang lain, kecuali Rezar.


"Memang ada apa dengan Raynor." Bertanya kembali Regar.


"Tugu artefak tidaklah rusak, tapi Raynor mengubah rangkaian formasi prasasti dengan tenaga dalamnya sendiri, itu jelas, melampaui Shaman yang ada di klan ini." Balas Gundira menjelaskan.


Regar sontak terkejut, dia tidak tahu soal kemampuan Raynor dalam hal artefak dan simbol prasasti, tapi perkataan Gundira bisa di percaya oleh siapa pun.


"Apa yang kau inginkan dari Raynor, Regar." Gundira bertanya dengan sorot mata serius.


"Tidak ada, hanya saja Raynor berharap bisa membalaskan dendam keluarganya yang terbunuh saat terjadi pemban*taian desa Maresha." Jawab Regar.


"Jadi begitu, tapi aku sendiri tidak menyangka jika ada orang mampu mengalahkan Rezar, padahal dia adalah seorang ahli beladiri tingkat Sovereign."


Gundira hanyalah seorang ahli tingkat master dan itu sudah cukup menjadikan dirinya disegani oleh para petarung di daratan timur. Rezar jauh lebih tinggi dari Gundira, di benua angin biru hanya ada beberapa orang mampu melangkah sebagai ahli beladiri tingkat Sovereign.


Tidak bisa dia bayangkan seberapa kuat lawan yang nantinya harus Raynor hadapi untuk membalas dendam Rezar.


"Begitulah guru."


"Kalau begitu, Raynor akan aku bawa ke sekte teratai api." Sebuah pernyataan dari Gundira.


"Tapi guru, aku berniat membawa Raynor ke akademi pedang suci bersama Sania." Regar sedikit memberi penolakan.


"Jika itu Siva dan Sania aku tidak banyak komentar, tapi untuk Raynor, aku sendiri yang memintanya."


"Aku tidak bisa menjanjikan apa pun, biar Raynor sendiri yang memutuskan."

__ADS_1


"Sepertinya kau benar." Gundira tahu bahwa akademi pedang suci adalah yang terbaik, sehingga untuk masa depan Raynor disana jauh lebih terjamin.


__ADS_2