
Sudah tiga hari Raynor berada di kota Tegalasa, dia, Erza dan Siva secara khusus menyewa penginapan untuk beristirahat dan menikmati bersama kedua wanitanya itu.
Terlebih Raynor sudah mengirimkan pesan kepada Guru Gundira jika kondisi mereka baik-baik saja, tapi memerlukan cukup banyak waktu untuk kembali ke Sekte teratai api.
Sedikit kebohongan dari Raynor agar tidak membuat Gundira khawatir, jika hanya menyangkut dirinya sendiri, tidak akan ada masalah. Tapi Raynor sedang membawa Siva, tentu jika Raja Sura mendengar bahwa Siva hilang, keributan besar di seluruh kerajaan Losborn dan pasti raja Sura mengirim seluruh pasukan pencari.
Jika diukur dari lokasi, sekte teratai api berada tidak jauh dari kota Tegalasa, atau lebih tepatnya, danau Cicaban ada di tengah-tengah jalan perbatasan, antara kerajaan Losborn dan kerajaan Soran, bahkan jika sedikit lebih jauh ke arah barat, terdapat pula kerajaan Reskna.
Di wilayah hutan Jatilowa antara kerajaan Soran dan kerajaan Reskna itulah Raynor bertarung melawan Xin Nian sebelumnya.
Raynor membuka mata, dia melihat ke sisi kiri dan kanan, dua kecantikan tanpa sehelai kain pun menutupi tubuh, mereka masih tertidur dengan mendekapnya erat.
Jika di malam memasuki penginapan, Raynor secara khusus Raynor melakukan Teknik meditasi gabungan jiwa bersama Siva. Dimana dia masihlah gadis suci, sehingga akan menguntungkan bagi keduanya untuk mendapat peningkatan tenaga dalam.
Setelah melakukan teknik meditasi gabungan jiwa, Siva kini menjadi seorang ahli beladiri tingkat raja tempur tahap awal, dan Raynor memasuki raja tempur tahap tengah.
Meski keuntungan tidak terlalu signifikan tapi mendapat satu peningkatan adalah hal sulit jika hanya mengandalkan penyerapan energi alam.
Tadi malam ketiga mereka di penginapan.
Tentu Raynor mengingat jelas apa yang terjadi dengan mereka semalam, tentang bagaimana dua wanita ini tidur dengannya., meski Erza secara tegas menolak untuk melakukan 'cocok tanam' bertiga, tapi pada akhirnya dia pun ikut ambil bagian karena merasa tidak sabar.
Siva tidak menolak, Raynor apa lagi, mereka saling bergantian hingga tidak peduli untuk orang lain yang menginap di sebelah. Pertarungan benar-benar sengit, dimana Raynor harus bekerja tiga kali lebih keras dari malam-malam sebelumnya karena selama dia harus bertarung dua lawan satu.
Tapi tetap saja, Raynor bisa membuat Erza atau pun Siva yang memiliki kecantikan luar biasa dan juga ahli beladiri tingkat pemahaman bumi terkapar dengan lemas.
Raynor merapikan diri dengan semua pakaian yang berserakan di lantai.
"Kau mau pergi kemana Ray ?." Ucap Siva yang terbangun karena suara langkah kaki Raynor.
"Hanya sedikit berjalan-jalan di sekitar kota, apa kau mau ikut Siva ?." Jawabnya.
"Tidak, aku akan beristirahat lebih lama, kakiku terasa lemas dan tidak bisa berdiri."
"Baiklah, aku pergi sendiri, kau beristirahatlah dengan baik, karena mungkin kita akan melakukannya lagi." Ucap Raynor selagi membelai rambut Siva.
Beranjak keluar kamar penginapan....
Suasana kota Tegalasa ramai seperti biasanya, tapi dari pada kota kerajaan Losborn yang sempit karena rumah-rumah para pendatang saling berdesakan di wilayah luar. Kota Tegalasa jauh lebih ramai namun teratur, dikarenakan lokasi kota ini, berada di persimpangan antara jalan perbatasan menuju kerajaan Soran dan kota kerajaan Losborn.
Kota ini menjadi jalur perdagangan yang sangat strategis, termasuk untuk para bandit, dimana mereka selalu bersembunyi diantara warung remang-remang hingga kandang ternak.
Raynor berjalan berkeliling sendirian, dia tidak takut tersesat karena luas wilayah kota Tegalasa cukup kecil, menggunakan kemampuan ruang tanpa batas sudah bisa memastikan lokasi penginapannya.
Ada banyak pedagang kecil hingga besar, dari yang menawarkan senjata anti karat, anti patah, anti tumpul, anti slip hingga anti mainstream pun ada. Bahkan ketika Raynor memasuki tempat perdagangan kota Tegalasa, sudah banyak orang-orang mengelilingi dirinya.
Mereka adalah para pedagang yang saling rayu, saling tarik, saling berebut pelanggan. Terlebih lagi ketika melihat jubah sekte teratai api milik Raynor. Tentu sebagai murid dari salah satu sekte besar, memungkinkan mereka untuk mendapat keuntungan.
__ADS_1
"Tuan silakan tuan artefak penguatan tubuh anti bacok."
"Kami menjual kuali pembuat ramuan yang tahan banting, Tuan"
"Senjata buatan kami berbeda dari yang lain, tidak pakai gagang tuan, silakan jika ingin mencobanya."
"Jika tuan tertarik, kami memiliki ramuan untuk mengobati lemah syahwat."
Raynor tidak sedikit pun tertarik untuk melihat apa yang mereka semua tawarkan kepadanya, karena dia tahu, seberapa baik kualitas barang-barang di kota ini, itu hanya sebuah kebohongan demi mencari untung.
Mereka bilang kuali tahan banting, bahkan hanya untuk memasak air saja sudah rusak, ya Raynor pun sudah pernah mencobanya. dan keesokan harinya, Raynor membeli semua kuali untuk dibanting didepan toko itu.
Tapi kali ini, Raynor berniat untuk menjual beberapa batu jiwa binatang iblis yang dia dapatkan ketika berburu di dalam hutan Jatilowa sebelum menuju kota Tegalasa.
Hasil perburuan yang lumayan besar, dimana kantong dimensi untuk mengangkut barang pun hampir penuh, ada ratusan batu kristal kualitas rendah, sekitar empat puluh batu jiwa binatang iblis kualitas menengah dan lima batu kualitas tinggi.
Sedangkan untuk batu jiwa binatang iblis kualitas spesial, Raynor simpan untuk dia gunakan sendiri. Seperti biasa, tempat penukaran batu jiwa binatang iblis berada di serikat perdagangan.
"Paman, paman, paman Raynor."
Terdengar suara dari seorang gadis yang memanggil pamannya semakin dekat.
Raynor merasa familiar dengan suaranya, terlebih lagi hanya satu orang di kerajaan ini yang memanggil dirinya untuk sebutan paman.
Seorang gadis kecil yang baru beranjak remaja kini datang memeluk Raynor dari belakang, dia adalah Shisa.
"Kenapa kau tidak menjawab panggilan ku." Ucap Sisha dengan kesal.
"Aku pergi bersama tuan Endru dan juga bocah tidak tahu diri untuk mengantarkan artefak ke toko di kota ini." Jawab Sisha.
Kemungkinan bocah tidak tahu diri yang Sisha maksud adalah Aslan, ya hubungan mereka berdua jelas tidak akur, malah Sisha tidak berniat akur dengannya.
Tentu Raynor masih ingat kali pertama dirinya bertemu Sisha di toko senjata kota kerajaan Losborn. Saat itu dia hanya seorang gadis kecil kurus kurang gizi, bahkan mungkin tidak perduli soal gizi atau pun nutrisi, asalkan dia dan ayahnya bisa makan satu hari, itu saja sudah menjadi berkah didalam hidup mereka.
Teringat pula, saat Sisha menggenggam erat tangan kurus koin emas yang diberikan oleh Raynor, itu seperti sebuah harta paling berharga dan tidak akan pernah dilepaskan.
Mata Shisa yang dulu cekung, kini berubah penuh semangat dan tampak lebih cerah. Semua menjadi perubahan nyata ketika dia mengabdikan diri di klan harimau merah setelah tuan Lamo meninggal.
"Paman, paman mau kemana ?." Setelah sekian lama tidak bertemu orang yang menolongnya membuat Sisha begitu bersemangat.
"Sudah aku bilang, aku bukan pamanmu." Lemas Raynor merasa lemas mendengar panggilan yang selalu dia dengar dari anak kecil tiga belas tahun.
"Paman adalah pamanku, tidak perduli apa kau tetap pamanku." Jawab Shisa yang tersenyum manis sembari menarik tangan Raynor.
"Ah terserah kau saja." Raynor tersenyum dengan lemas.
"Aku ingin pergi ke guild perdagangan untuk menukarkan kristal jiwa." Kata Raynor dengan mengangkat kantung yang ada di pinggang.
__ADS_1
"Aku ikut." Shisa benar-benar tidak ingin melepaskan Raynor untuk pergi dari sampingnya.
Raynor tidak bisa menolak apa yang diinginkan oleh gadis kecil itu, karena beberapa alasan jika ayah Sisha, Tuan Lamo pernah membantu mengajarinya dalam ilmu tempa senjata.
"Tunggu bagaimana dengan paman Endru, kau akan kena marah jika pergi seenaknya sendiri." Bertanya Raynor.
"Aku sudah meminta izin untuk berkeliling kota, jadi bukan masalah kan paman ?."
"Aku yakin sebenarnya kau bukan di minta untuk ikut mengantarkan artefak, tapi kau hanya ingin pergi berjalan-jalan saja."
Sisha tertawa sendirian, ya dia tidak perlu menjawab Raynor sudah tahu tentang isi pikirannya.
"Baiklah kau boleh ikut." Ucap Raynor.
Dengan membawa Shisa, Raynor memasuki serikat perdagangan, namun sekarang pandangan orang-orang di dalam serikat sedikit berbeda dari awal pertama kalinya dia datang.
Karena dulu, saat Raynor datang ke guild perdagangan. penampilan Raynor layaknya seorang gelandangan dengan pakaian sobek kiri kanan, depan dan belakang, dianggap juga dia berniat menjual ginjal untuk mendapat uang.
Jelas sekali Raynor dipandang sebelah mata oleh wanita-wanita dimeja penukaran kristal.
Tapi sekarang, karena dirinya menggunakan jubah dan sebuah lencana murahan di bagian dada. Sikap setiap orang menjadi penuh hormat, terkejut, dan tersenyum-senyum sendiri. Semua itu untuk mendapatkan perhatian dari Raynor sebagai murid sekte teratai api.
"Tuan selamat datang, ada yang bisa kami bantu ?." Kata wanita cantik yang bertugas untuk menghitung nilai batu jiwa binatang iblis.
"Harga ginjal berapa sekarang ?." balas Raynor bertanya.
"Maaf, kami tidak memperjualbelikan organ tubuh."
"Aku juga sedang bercanda." Ucap Raynor.
Raynor meletakan kantong artefak penyimpanan yang berisi hasil batu kristal binatang iblis diatas meja. Ketika Raynor mengeluarkannya, kilauan cerah bermacam-macam warna kristal berkualitas tinggi menyilaukan mata setiap orang.
Raynor tidak ingin terlihat sombong, tapi siapa pun bisa melihat jika isi kantong yang dia bawa memiliki puluhan kristal berkualitas.
"Tukarkan semua ini dengan koin emas." Kata Raynor yang tidak ingin berbasa-basi untuk mendengarkan penjelasan wanita itu.
"Baik tuan, tunggu sebentar, akan kami hitung terlebih dahulu." Dengan senyuman manis, dan sikap sopan wanita itu mengambil kantong milik Raynor dan menuangkan semua isinya kedalam penampan besar.
Semakin terkejut, mulut semua orang terbuka lebar, saat apa yang didapati dari isi kantong itu, jauh lebih banyak dari perkiraan mereka hingga berserakan ke lantai.
Shisa pun hanya bisa melongo melihat apa yang kantong Raynor keluarkan...."Paman itu banyak sekali, jika dibelikan cendol berapa gelas paman ?."
"Bahkan kau bisa mandi dengan cendol setahun penuh." Jawab Raynor yang tersenyum kepada Sisha.
Wanita bagian administrasi serikat perdagangan terlihat gugup untuk bicara dengan Raynor.
"A.. aku.. aku, tidak tahu jika sebanyak ini. Serikat kami tidak memiliki koin emas yang cukup untuk menukarkan semua kristal binatang iblis milik anda." Ucap Wanita itu dengan bingung karena baru pertama kalinya melihat batu kristal yang sangat banyak.
__ADS_1
"Nona, aku bahkan memiliki satu kantong lagi." Ucap Raynor yang menyisakan satu kantong lain di dalam dunia ilusi.
Membuat nafas wanita itu naik turun, merasa kalau Raynor bukan murid sekte teratai api biasa, karena sangat sulit untuk mendapatkan semua batu ini, jika masih berstatus sebagai murid sekte bagian luar.