
Memang benar jika di ujung hutan Jatilowa terdapat markas rahasia dari kelompok bandit Taring Hitam.
Raynor memperhatikan dari atas dahan pohon besar yang bisa melihat langsung ke arah tebing, dimana para bandit itu menempati sebuah Goa sebagai tempat persembunyian.
Kemampuan ruang tanpa batas milik Raynor lah yang membuatnya mampu mengetahui lokasi itu dengan sangat mudah, termasuk juga untuk beberapa orang berjalan menyusuri hutan dari kejauhan.
"Woooah jumlah mereka memang cukup banyak, apa mungkin jumlahnya ada sekitar seratus." Ucap Erdian tampak kagum.
"Lebih tepatnya, mereka ada seratus empat puluh dua orang." Balas Raynor.
"Dari mana kau tahu Raynor."
"Ya aku ahli dalam berhitung cepat." Meski pun itu tidak ada hubungannya.
Merasakan aura kehadiran yang dikeluarkan dari masing-masing bandit di sekitaran goa itu, ada lebih dari lima puluh ahli beladiri tingkat pemahaman bumi, dan sisanya hanya setingkat ahli beladiri pembentukan jiwa.
Tentu bukan masalah bagi Raynor, bahkan jika dia harus melawan semua bandit itu sendirian. Tapi akan menjadi hal yang merepotkan ketika jumlah sebanyak seratus orang membahayakan Siva dan Erdian.
"Apa yang harus kita lakukan ?, Aku kurang yakin jika kita akan menang kalau melawan mereka." Ucap Siva khawatir.
"Bicara soal menang atau tidak. Aku pikir kita bisa saja menang, tapi tidak mudah. Para bandit itu memiliki persenjataan lengkap dan jelas sangat berbahaya." Balas Raynor.
Siva pun mengangguk setuju..."Ya kau benar, jadi apa perlu kita menunggu teman-teman lain untuk datang dan menyerang bersama-sama."
"Itu keputusan yang paling tepat dengan kondisi sekarang, aku tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu kepada kalian berdua." Jawab Raynor.
Ada ketertarikan di wajah Erdian mendengar pernyataan Raynor...."Jadi aku termasuk ?."
"Bisa di bilang begitu...."
"Aku baru pertama kalinya merasa kau perhatian denganku." Ada senyum terlintas di wajah Erdian.
"Aku tidak ingin bertanggung jawab jika nanti di interogasi oleh raja Balasumpang karena membahayakan nyawa putrinya." Raynor memberi alasan.
"Oh karena itu."
Erdian jelas tidak menyukai jawaban Raynor, karena dia lebih mementingkan dirinya agar terhindar dari masalah yang mungkin diberikan oleh kerajaan Balasumpang.
Tapi kenyataannya selain kelompok perkumpulan ASKAR yang sedang mengikuti misi penyelamatan putra pedagang ini. Ada murid sekte teratai api lain datang di hutan Jatilowa.
Mereka berjumlah tiga orang, hanya ada satu murid yang memiliki kekuatan sebagai ahli beladiri tingkat raja tempur tahap akhir. Dua lainnya tidak lebih sebagai teman perjalanan atau pun tim hore saja.
Siva dan Erdian tidak menyadari hal itu, dimana hanya Raynor sendirilah yang merasakan kehadiran tiga aura lain di dalam ruang tanpa batas.
Dari tempat mereka bertiga....
Satu orang yang menggunakan lencana sekte teratai api murid bagian luar melirik ke kiri dan kanan, merasa waspada dengan tangan siap mengeluarkan senjata.
Hutan Jatilowa memang terbilang berbahaya, selain kehadiran binatang iblis tingkat rendah hingga tinggi, di tempat mereka pula sering menjadi tempat para bandit melakukan serangan.
"Senior Jugo, bukankah cukup berbahaya jika kita memasuki wilayah para bandit itu." Ucap seseorang yang mengikuti dari belakang.
Satu lelaki besar di depan seakan tidak peduli, dia berjalan tanpa takut sedikit pun...."Kalian pikir aku takut dengan para bandit kelas keroco itu, aku bisa mengalahkan mereka semua sendirian."
"Tapi bagaimana dengan kami ?, jika mereka menyerang kami berdua, bisa-bisa pulang hanya tinggal nama senior."
"Lan Wereng itu menjanjikan uang yang banyak jika aku bisa membunuh Raynor, dan juga jaminan agar kembali kedalam pilar utama." Balas Jugo dengan senyum penuh makna.
"Tetap saja, jika pada akhirnya kami tewas apa yang bisa dinikmati dari hadiah senior Wereng."
"Hmmm tidak perlu khawatir, kalian berdua adalah pengikut setia ku, tentu aku akan memberi sedikit bagian dan aku pastikan kalian tidak akan tewas." Jawab Jugo.
__ADS_1
Sudah banyak orang tahu tentang sosok Jugo, dimana dia adalah mantan murid pilar utama yang di keluarkan oleh para guru besar karena membunuh salah satu temannya sesama pilar utama.
Tindakan itu jelas menjadi pelanggaran berat, karena sekte teratai api menerapkan peraturan untuk tidak membunuh antar sesama murid yang akan menerima hukuman dengan dikeluarkan mereka dari sekte.
Tapi Jugo masih mendapat keringanan oleh para guru besar yang dimana dia termasuk dalam kategori murid berbakat tinggi menyamai Lan Wereng.
Satu orang lain terus memantau sekitar...."Bukankah, senior Lan Wereng mengatakan jika Raynor itu ada di sini, tapi kenapa aku tidak menemukannya."
"Aku pikir dia takut dan bersembunyi." Balas kawan sebelahnya.
"Dia bahkan belum pernah mengenalku, bagaimana mungkin bersembunyi." Jugo pun tidak serius menanggapi perkataan mereka berdua.
"Itu benar juga. Hahaha."
Jugo merasakan ada aura seseorang yang cukup kuat datang ke tempatnya, bersiap dengan kekuatan tenaga dalam menunggu siapa yang akan menampakkan diri dari balik semak-semak.
Bersiap Jugo melepas pukulan energi, tapi belum sempat menyerang, muncul sebuah wajah yang tidak asing untuk dia kenali.
Ada kejutan diantara mereka ketika saling bertemu... "Du Gong kau disini."
"Kau juga Jugo apa yang kau lakukan disini." Balas Du Gong.
Jugo yang notabenenya pernah menjadi murid pilar utama tentu dia mengenal Du Gong. Hanya saja bukan sesuatu keakraban seperti kawan dekat, sebatas saling tahu nama satu sama lain, terlebih lagi dua-duanya memiliki tubuh yang sama besar.
"Aku punya urusan ku sendiri." Jawab Jugo.
"Aku juga. Tapi sangat kebetulan kita bertemu."
"Kalau begitu kau tidak perlu tahu apa pun." Jugo menyembunyikan alasannya.
Hanya saja, Du Gong tahu kenapa ... "Ah.... Apa kau diperintahkan Lan Wereng untuk menyingkirkan Raynor."
Erdan yang mendengar perkataan Du Gong dengan sangat jelas tentu terkejut, dimana ini berhubungan dengan Raynor dan juga mengarah ke sesuatu yang buruk.
Tidak peduli siapa mereka, jika sudah berurusan dengan juga maka berakhir babak belur.
"Kalau kau sudah tahu kenapa harus bertanya, apa kau melawanku untuk melindungi Raynor itu." Jugo merasa tidak senang dengan jawaban Du Gong.
"Tidak juga, kau yang memiliki urusan, kau juga yang harus menyelesaikannya. Tapi aku ingatkan satu hal, tidak semudah itu mengalahkan Raynor."
Jugo tertawa keras...."Hanya karena mengalahkan Qiu Nan, dia menganggap dirinya sudah cukup kuat, itu salah besar."
"Aku sudah memberi peringatan."
"Terimakasih kasih atas peringatan mu, tapi itu tidak perlu."
Selagi Jugo dan Du Gong berbincang-bincang, sekelompok bandit sudah mengelilingi mereka dengan membawa persenjataan lengkap.
Erdian mendekatkan diri di samping Du Gong, begitu pula dua pengikut Jugo yang sama-sama merasa takut ketika harus berhadapan langsung dengan para bandit.
"Sepertinya orang-orang ini ingin mencari masalah dengan kita." Ucap Jugo tersenyum penuh semangat.
"Itu salahmu karena terlalu berisik dan berteriak-teriak tidak jelas kalau bicara." Balas Du Gong tanpa sedikitpun takut.
"Murid sekte teratai api kah ?." Ucap salah satu bandit yang berdiri di depan.
"Ya kami murid Sekte teratai api apa itu masalah ?."
"Tentu saja, kalian berada di wilayah bandit Taring Hitam, jika kalian mencoba menyerang, kami akan membunuh kalian semua." Balas orang itu dengan mengacungkan pedang ke arah Jugo.
"Coba saja jika kalian mampu." Jugo pun terbawa suasana.
__ADS_1
Kesombongan Jugo jelas bisa di pertanggungjawabkan, tekanan energi yang keluar dari tubuhnya benar-benar bisa membuat para bandit mundur satu langkah.
"Jangan takut, mereka hanya bocah ingusan yang tidak tahu berhadapan dengan siapa. Serang dia." Secara tegas bandit itu pun memberi perintah.
Ketika setiap bandit datang dengan mengarahkan senjata kepada Du Gong dan Jugo, Tapi di lepaskan ledakan energi yang melebar besar untuk mendorong semua bandit hingga terpental jauh.
Du Gong pun tidak tinggal diam, dengan kekuatan fisik yang di tambah lapisan energi penguatan tubuh, satu hantaman maju, membentuk ledakan besar dan menghancurkan tanah serta pepohonan sekitar.
Erdan yang awalnya ketakutan karena dikerumuni para bandit dengan niat membunuh, tapi kini merasa terlindungi oleh Du Gong dan Jugo atas kemampuan bertarung tingkat tinggi sebagai murid pilar utama.
"Bandit Taring Hitam, tidak ada apa-apanya. Kalian tidak lebih seperti seekor lalat yang datang untuk aku singkirkan." Ucap Jugo dengan sombong.
Semakin beringas Jugo melancarkan serangan demi serangan, ledakan yang terjadi pun bisa di saksikan oleh siapa pun dalam jarak cukup jauh.
Tapi dari balik pepohonan seseorang muncul energi hitam menebas lurus dan membelah gelombang energi yang di keluarkan oleh Jugo.
Jugo menerima langsung serangan pedang dari sosok itu, meski dia masih bisa mengalirkan energi untuk melindungi diri, tapi pakaian dan kulitnya mengalami sobekan kecil.
Melihat satu sosok yang datang memberi bantuan kepada para bandit, Jugo atau pun Du Gong merasa terkejut, dimana simbol yang tampak di jubahnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Simbol kerajaan Soran.
Ketika lelaki berjubah kerajaan Soran muncul, dibelakangnya pula ada dua sosok lain yang berpakaian sama.
"Kenapa pasukan kerajaan Soran menyerang ku, bukankah para bandit itu adalah musuhnya." Jelas Jugo merasa kesal.
"Kau tidak perlu tahu apa pun. Kami di sini atas tujuan lain, dan kau salah jika menganggap kami sebagai kawan." Balasnya.
Pertarungan kembali terjadi, tapi kini lawan yang di hadapi oleh Jugo dan juga Du Gong jelas berada di tingkat berbeda. Kemampuan bertarung tingkat tinggi dan energi hitam yang melenyapkan setiap serangan tenaga dalam.
Setiap serangan Jugo dipatahkan dengan mudah, bahkan dalam beberapa gerakan di tubuhnya sudah menerima luka sayatan cukup serius.
Di sisi lain, Du Gong pun mendapat perlawanan sengit yang sama seperti Jugo. Meski tubuhnya sangat kuat, tapi setiap kali energi gelap itu memberi serangan, dirasakan sakit luar biasa dan hampir membuatnya jatuh.
"Kekuatan murid sekte teratai api hanya sebuah omong kosong belaka." Ucap sosok itu dengan senyum mengejek.
Jugo kesal tapi dia jelas tidak mampu melawan musuhnya lebih lama lagi..."Sial. Apa tujuanmu ?."
"Sudah aku katakan kau tidak perlu tahu."
Dilepaskan energi gelap ke tubuh Jugo. Teriakan keras menerima rasa sakit luar biasa membuat Jugo seketika pingsan.
"Oh, bocah ini bisa bertahan setelah menerima energi gelap, cukup mengesankan."
Setelah semua orang berhasil di buat tidak berdaya oleh tiga sosok prajurit kerajaan Soran, satu bayangan keluar dari balik pohon.
"Sepertinya Raynor itu tidak bersama mereka tuan Zezan."
"Kemungkinan Raynor berada di tempat lain dari hutan ini." Jawab Zezan.
"Kalau begitu biar para bandit ini mencarinya."
"Lakukan itu, Xin Nian" Zezan mengangguk.
Setelah Zezan menyetujui, para bandit pun segera bergegas pergi. Tujuan mereka adalah mencari kehadiran Raynor dan membawanya untuk di habisi.
"Jadi apa yang harus kita lakukan ?."
"Bawa saja mereka, kita bisa menjadikan mereka sebagai sandera." Jawab Zezan untuk rencananya.
Termasuk Raynor, dimana dia dan dua wanita di sampingnya melihat kepulan debu disertai suara keras ledakan ratusan meter di arah barat markas bandit Taring Hitam.
"Apa itu, apa binatang iblis menyerang ?." Bertanya Erdian khawatir.
__ADS_1
"Bukan, hanya orang-orang yang mencari kesibukan untuk mengisi waktu luang." Jawab Raynor.
Raynor tahu apa yang terjadi, tiga dari lima bersaudara Xin itu muncul kembali, tapi sekarang mereka berhubungan dengan Zezan, seperti perkiraan Raynor, jika ada suatu hal tidak beres di dalam misi kali ini.