The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Penjaga kuil


__ADS_3

Lembah besar tanpa akhir....


Seorang lelaki paruh baya berjalan keluar dari kuil kecil yang terdapat di dasar lembah besar tanpa akhir, dia terlihat seperti Petapa, orang suci di dalam pengabdian penjaga kuil.


Dia menunjukan diri dengan jubah coklat bercorak asap warna abu-abu, rambut panjang terikat sanggul, rantai terkalung di leher dan berjalan tanpa alas kaki.


Tidak ada orang lain kecuali dirinya sendiri, mengambil setumpuk makanan yang diletakkan di depan pintu, itu adalah sesajen, persembahan atau pun tanda permohonan dari mereka-mereka ketika hendak melakukan sesuatu di lembah besar tanpa akhir.


"Azarto, kemari lah." Panggil penjaga kuil itu ke arah atas dimana kabut yang menyelimuti dasar lembah besar tanpa akhir benar-benar pekat.


Dan sesosok makhluk bertubuh kecil hitam melompat dari dinding-dinding tebing, kemudian hinggap di pundaknya.


"Sudah aku katakan untuk tidak berkeliaran dan mengganggu siapa pun, jika terjadi sesuatu kepada mereka, kita akan kehilangan persembahan makanan ini." Ucap penjaga itu seperti seorang ayah kepada anaknya.


Seakan makhluk kecil paham apa yang di katakan oleh penjaga kuil, dia pun mengangguk-anggukkan kepalanya meski tatapan mata lebih tertarik ke arah daging ayam mentah di dalam keranjang.


Penjaga kuil itu melempar daging kepada makhluk hitam dengan tersenyum senang, mulut bergigi tajam mengunyah rakus tanpa sisa.


Tapi belum menghilangkan rasa laparnya, makhluk kecil menggeliat di kaki penjaga kuil, seperti seorang anak yang merengek untuk meminta lebih.


"Tidak, satu hari hanya satu, kau tidak boleh rakus."


Dari pekatnya kabut di lembah besar tanpa akhir, tiga orang menampakan diri dimana tujuan mereka adalah untuk mendatangi kuil. Tatapan mata penjaga kuil cukup serius ketika tiga orang itu berdiri tepat di hadapannya.


"Greedan Soulland, Hazard Lue, dan Tsyuko, jarang sekali kalian datang bersama ke tempat ini." Ucap penjaga itu melihat mereka bertiga.


Greedan Soulland, raja kerajaan Soran. Hazard Lue, pemimpin besar bandit Taring Hitam dan Tsyuko seorang ahli beladiri tingkat saint suci di daratan tengah.


Ketiganya tentu bukan sembarangan, tapi di depan penjaga kuil lembah besar tanpa akhir, mereka membungkuk memberi hormat seakan statusnya jauh lebih tinggi.


"Ketua sekte iblis tanah neraka, Weramo, kami ingin membahas tentang kebangkitan raja iblis Azarto. Karena dalam dua bulan nanti rangkaian formasi pengorbanan jiwa akan selesai." Ucap Greedan Soulland dengan sopan.

__ADS_1


"Itu terdengar baik, bukan begitu Azarto ?, Sudah dua puluh tahun kita menunggu, dan waktu kebangkitan mu akan datang sebentar lagi.." Ucap Weramo kepada iblis kecil yang ada di pundaknya.


Tidak ada yang tahu tentang keberadaan sekte tanah neraka, karena tempat itu sendiri sangatlah tersembunyi, hanya para pengikut sekte saja tahu soal ini.


Pada kenyataannya kuil ini adalah tempat awal dimana terbentuknya sekte iblis tanah neraka. Dan Weramo sebagai pendiri awal yang sudah hidup selama ratusan tahun, jauh sebelum kerajaan Soran atau pun kerajaan Losborn berdiri.


Weramo membawa mereka bertiga masuk ke dalam kuil, di dalam sana memiliki bermacam-macam simbol dan gambar yang terlihat sangat kuno. Termasuk sebuah cangkang telur berwarna merah di atas altar.


Tapi mereka dibawa masuk lebih dalam, melewati pintu batu yang terbuka dengan rangkaian formasi segel, kemudian turun ke bawah tanah melalui tangga rahasia.


Di bawah kuil kecil lembah besar tanpa akhir, terdapat tempat luas dengan bangunan-bangunan rumah dan ribuan orang hidup di dalamnya.


Mereka semua adalah para pengikut sekte iblis tanah neraka sama seperti lima saudara Xin. Mempelajari teknik terlarang energi gelap setelah menerima kekuatan dari ras iblis.


Selama dua puluh tahun setelah kekalahan sekte tanah neraka, Weramo bersembunyi di bawah kuil lembah besar tanpa akhir, mengubah bentuk penampilan agar tidak dikenali oleh siapa pun dan memperkenalkan diri sebagai orang suci penjaga kuil.


Cerita ini sudah diketahui semua orang selama ratusan tahun, sehingga tidak ada kecurigaan apa pun tentang sosok Weramo.


"Jika saja kita menemukan batu darah iblis yang di bawa oleh Rezar, kita tidak perlu mengorbankan kerajaan Soran untuk membuatnya." Ucap Greedan Soulland.


"Sudahlah jangan mempermasalahkan hal itu Greedan, pengorbanan yang kau berikan kepada raja iblis nanti, akan diganti dengan seluruh wilayah timur ditanganmu." Weramo membalas dengan santai.


"Aku sangat menantikannya."


Hazard Lue membahas hal lain..."Tapi tuan Weramo, apa anda yakin untuk membangkitkan kembali raja iblis Azarto, bagaimana pun juga kaisar pedang naga Elonel masih hidup, bagaimana jika dia mampu mengalahkan raja iblis lagi ?."


Sebuah pertanyaan cukup serius untuk mereka, dimana satu-satunya sosok yang memiliki kemungkinan dapat melawan raja iblis hanya Elonel.


"Dua puluh tahun lalu, ketika raja iblis Azarto di kalahkan, Kaisar pedang naga pun mendapat luka berat, tapi itu tidak mungkin bisa di sembuhkan seumur hidupnya, maka kekuatan raja iblis Azarto setelah bangkit kembali, akan mampu membunuh kaisar pedang naga dengan mudah." Weramo pun tersenyum puas untuk jawabannya.


Greedan Soulland mengingat kembali kejadian di masa silam....

__ADS_1


Awalnya Greedan Soulland takut jika kerajaan Soran menjadi salah satu korban atas kekuatan raja iblis Azarto dan ikut ambil bagian dalam perlawanan bersama kaisar pedang.


Greedan Soulland yang melihat secara langsung bagaimana perang itu terjadi, tentu menyadari seberapa kuat sosok raja iblis dan hampir membuat Elonel tewas.


Meski pihak kaisar pedang naga menang, tapi Weramo berhasil melarikan diri dan membawa benih raja iblis, Siapa sangka, pertemuan kedua dengan Weramo, Greedan merasa tertarik akan kekuatan ras iblis sebagai janji demi menguasai seluruh wilayah timur di dalam tangannya.


"Jika saja Rezar tidak tewas, kemungkinan besar dia akan mewarisi kekuasaan Kaisar pedang naga dan mustahil untuk raja iblis menang. Tapi dengan bantuan kalian bertiga, pewaris kekuasaan Kaisar pedang naga tidak ada lagi." Weramo tertawa dengan senang.


"Tapi tuan Weramo, aku mendengar kabar cukup menarik, jika putra Rezar memiliki potensi bakat sama seperti dirinya." Berkata Hazard Lue.


"Siapa nama putranya itu."


"Kalau tidak salah dia bernama Raynor." Jawabnya.


Sebagai seorang yang menguasai kelompok Taring Hitam, informasi dari seluruh penjuru benua angin biru dengan mudah dia ketahui. Terlebih lagi, ada beberapa masalah antara Raynor dengan Dorondo hingga sampai di telinganya.


"Apa ada kemungkinan kalau Raynor mengalahkan raja iblis." Weramo bertanya.


"Untuk saat ini sepertinya tidak. Pertumbuhannya masih sebatas pemahaman bumi, tapi entah di masa depan nanti, dia mungkin menjadi lawan tangguh." Hazard Lue pun mengakui.


"Baiklah, bunuh Raynor itu, kita harus menyingkirkan siapa pun yang mungkin menjadi musuh merepotkan."


"Tapi tuan Weramo untuk sekarang dia berada di sekte teratai api, cukup sulit untuk orang-orang ku memasukinya." Balas Hazard Lue tidak senang.


Tentu mereka sadar di dalam sekte teratai api ada satu sosok yang cukup sulit untuk di lawan, yaitu Gundira.


Greedan Soulland memikirkan sebuah rencana...."Kalau begitu, aku memiliki putra yang ada di dalam sekte teratai api, aku bisa memintanya untuk membawa dia keluar sekte dan kita bisa mengirim orang untuk membunuh Raynor."


"Itu ide yang bagus."


Pergerakan sekte iblis tanah neraka sudah berada di awal acara, mereka mengumpulkan banyak pengikut untuk mulai menguasai benua angin biru, termasuk tujuan utama mereka adalah membebaskan segel dari benua iblis.

__ADS_1


__ADS_2