
Ramuan perbaikan tubuh yang Raynor racik, tidak hanya berguna untuk menyembuhkan kerusakan organ dalam dan bagian-bagian vital manusia saja, tapi itu juga berguna sebagai penambah energi tenaga dalam ketika melakukan meditasi, penurun panas tubuh ketika demam, mengobati sariawan, pegal-pegal, keseleo atau pun sebagai peningkat vitalitas pria yang lemah syahwat.
Bisa dikatakan ramuan buatan Raynor sangatlah serba guna, tapi itu masihlah versi sederhana dengan bahan seadanya pula. Sedangkan jika dia menggunakan bahan-bahan yang nyata, sesuai panduan resep dimana sebagian besar berada di alam semesta atas. Ramuan itu mampu memperbaiki tubuh meski dalam keadaan nyawa di ujung tenggorokan.
Sania yang sudah menunggu merasa takjub ketika melihat lima botol ramuan berwarna merah pudar dan ada Kilauan cahaya dengan aroma murni begitu kental.
Raynor memberi kepada Sania empat botol, dan satu sengaja dia simpan sendiri.
"Kau berikan tiga botol kepada Furan, pagi, siang dan malam sebelum makan, selama proses penyerapan ramuan, minta Furan untuk melakukan meditasi agar efeknya menyebar sempurna ke seluruh tubuh." Raynor pun memberi tahu Sania cara penggunaan ramuan itu.
"Baiklah, lalu satu botol lagi ?." Balas Sania bertanya .
"Kau simpan itu untuk keperluan mu sendiri Sania."
Berniat Sania mengembalikan..."Aku tidak perlu."
Raynor memaksa Sania untuk menerimanya..."Jangan bilang tidak perlu, asal kau tahu, jika ramuan buatan ku ini dibandingkan dengan milik klan harimau merah, hasilnya seratus kali lebih besar."
"Bagaimana jika dijual."
"Setidaknya itu seharga seratus koin emas, tapi apa kau kekurangan uang ?."
"Tidak juga."
"Kalau begitu jangan, ramuan ini sangat berharga, bahkan kau akan semakin mudah mendapat peningkatan jika menggunakannya." Berkata Raynor dengan pasti.
"Akan aku coba."
Tapi ketika Raynor menjelaskan kepada Sania soal ramuan yang dia buat, sebuah kehadiran datang dan memperhatikan mereka dari balik tumpukan karung.
"Siapa disana, keluarlah." Ucap Raynor.
Sania sendiri bingung, karena dia tidak merasakan aura kehadiran dari siapa pun.
"Ada apa Ray ?."
"Ada seseorang bersembunyi dan sedang mengawasi kita."
"Apa mungkin itu pekerja ?."
"Tidak mungkin karena harusnya mereka semua masih menikmati acara festival."
__ADS_1
Raynor tahu, tapi sosok yang bersembunyi tidak berniat muncul untuk menampakkan diri.
"Ok, baiklah, jika kau tidak keluar maka aku akan menangkap mu."
Setelah mendengar ancaman Raynor, sosok itu pun berjalan keluar, dia memiliki tubuh kecil dan memang dia adalah anak-anak dimana usianya masihlah generasi muda.
"Sejak tadi aku tahu kau mengawasi ku, apa yang kau inginkan."
"Maaf tuan, maaf, aku bukan bermaksud melihat anda, tapi aku hanya tidak sengaja lewat ketika anda membuat ramuan, jadi aku merasa tertarik."
"Benar, kau orang yang sewa oleh klan harimau merah untuk membuat artefak, bukan begitu ?."
Anak kecil itu gugup...."Darimana kau tahu. Selama ini aku selalu menyembunyikan diri dengan jubah penyamaran, dan hanya ketua klan saja yang mengenal wajahku."
"Jangan anggap remeh kemampuan ku dalam mencari tahu rahasia orang lain."
Sania tentu mengetahui jika pembuatan artefak yang dijual oleh klan harimau merah didapatkan dari tempat lain, dan hanya pada tetua klan saja mengetahui siapa pembuatnya.
Tapi melihat seorang anak kecil yang menjadi Shaman itu membuatnya terkejut, siapa yang menyangka bahwa rahasia tentang sosok Shaman selama ini adalah seorang anak kecil.
"Siapa namamu bocah."
"Aku ... Aku Aslan."
"Tapi yang harusnya lebih hebat lagi adalah anda tuan Raynor."
"Aku kenapa denganku."
"Bukankah saat penilaian tingkat kekuatan dengan tugu artefak, anda bisa mengubah formasi prasasti di dalamnya tanpa perlu membuat rangkaian."
"Jadi kau mengetahuinya."
"Woooaaahhhhh.... Itu benar, meskipun harus memerlukan waktu lama untukku sadar, jika anda adalah master formasi prasasti yang luar biasa." Puji Aslan penuh semangat.
"Jangan terlalu memujiku, itu hanya karena aku lebih banyak belajar mengenai formasi prasasti darimu."
Anak itu sangat bersemangat untuk bertanya, dia bahkan berjalan semakin dekat hingga menggenggam tangan Raynor erat. Seakan tahu isi pikirannya, Aslan adalah sosok jenius yang memiliki keingintahuan tinggi terhadap ilmu Rangkaian formasi prasasti.
"Tapi, tapi, tapi.... Itu sangat luar biasa, aku baru mengetahui saat membongkar formasi di tugu artefak, jika tidak ada satu pun kerusakan dalam rangkaiannya, tapi aku merasakan ada jejak goresan energi tenaga dalam ketika membuat rangkaian lain, aku yakin saat menyadarinya, jika anda adalah Shaman tingkat tinggi." Ucap Aslan tanpa rem untuk sejenak mengambil nafas.
Semakin tinggi sanjungan dari anak kecil yang sudah menjadi Shaman pembuat artefak, semakin tidak nyaman untuk Raynor mendengarkannya.
__ADS_1
"Lupakan itu, sebaiknya pergi untuk memberikan ramuannya kepada Furan." Berkata Raynor kepada Sania.
Sania pun mengangguk setuju karena tujuan mereka disini memang untuk membuat ramuan demi kesembuhan Furan.
Tapi kekaguman Aslan tidak berhenti...."Woahhhhhh, memang benar, anda tidak hanya Shaman tingkat tinggi, tapi anda juga master alkemis, sungguh sangat membanggakan aku bisa mengenal anda tuan Raynor. "
"Ok, baiklah, baik, jangan terlalu banyak menyanjung ku, ini hanya sedikit kemampuan yang aku miliki." Ucap Raynor merasa risih.
Tapi tanggapan Aslan jelas berbeda dari harapan Raynor...."Sedikit, anda bilang ini sedikit, woooaaahhhhh, bahkan guruku saja yang berlatih menjadi Shaman masih tidak mampu merangkai formasi menggunakan tenaga dalam untuk waktu singkat."
"Sudah, tolong sudah, jangan bicara terlalu tinggi aku tidak nyaman ketika mendengar sanjungan mu." Raynor kesal.
"Baiklah tuan Raynor."
Meski dia anak kecil bernama Aslan itu sudah diam, tapi ketika Raynor melihat matanya ada kilauan-kilauan yang penuh dengan rasa kekaguman.
Raynor tidak perduli, dia berjalan keluar dengan Sania untuk melihat kondisi Furan sekarang, hanya saja, Aslan yang masih menunjukkan rasa kekaguman kepada Raynor mengikuti mereka keluar.
"Kenapa kau mengikuti ku."
"Tidak jangan pedulikan ku tuan, aku hanya ingin tahu bagaimana cara anda mendapat semua pengetahuan itu." Balas Aslan berjalan di belakang.
"Bukan sesuatu yang spesial."
Hanya saja seakan cara Raynor menjawab itu salah, dan membuat mata Aslan semakin cerah .... "Woooaaahhhhh jika kemampuan anda saja tidak spesial, lalu seberapa menakjubkannya yang spesial itu."
"Apa pantas itu dikagumi, lagian juga apa kau tidak masalah di lihat oleh orang lain."
"Sebenarnya tidak apa-apa."
"Lalu kenapa kau menyembunyikan diri dengan jubah penyamaran." Raynor cukup penasaran.
"Aku hanya takut orang-orang menjahili ku karena aku menjadi seorang Shaman." Jawabnya dengan lemas.
Raynor seakan paham dan tersenyum kepada Aslan.... "Heh... Mereka hanya iri dengan pencapaian mu bocah, menjadi seorang ahli beladiri adalah hal mudah, cukup mengolah tenaga dalam, berlatih gerakan-gerakan seperti menari dan kau bisa bertarung layaknya pendekar. Tapi tidak dengan menjadi seorang Shaman, setiap hal harus di pelajari dengan cermat tanpa kesalahan sedikit pun, bermacam-macam simbol prasasti, bentuk rangkaian formasi dan cara menggabungkan semua itu hingga menjadi artefak yang sesuai keinginan adalah suatu kemampuan istimewa. Bahkan kemampuan Shaman jauh lebih dibutuhkan oleh manusia, daripada kekuatan untuk membunuh sesama mereka."
"Woooaaahhhhh panjang sekali, aku bahkan belum mencatatnya, apa tuan Raynor bisa mengatakannya lagi." Ucap Aslan selagi membuka buku catatan.
Kesal terlihat di wajah Raynor..."Apa perlunya kau mencatat perkataan ku."
"Demi menjadi Shaman yang lebih hebat seperti anda." Di acungkan satu jempol untuk Raynor.
__ADS_1
Kilauan tatapan mata cerah penuh semangat dari Aslan membuat Raynor tersenyum pahit.