
Tangan Xin Nian putus setelah mencoba menghindari tebasan pedang dari makhluk emas berwajah tiga yang di munculkan oleh Raynor. Kekuatan luar biasa itu membuat dirinya harus terdiam sejenak untuk menerima kenyataan.
Xin Nian melihat ke belakang, dimana garis lurus arah serangan Raynor sebelumnya melewati batas hutan Jatilowa dan mencapai satu bukit hingga terbelah dua.
Darah hitam keluar dari tangan Xin Nian yang kini tinggal setengah, membuatnya berteriak keras menahan rasa sakit luar biasa.
Walau Iblis mempunyai kemampuan bawaan dimana mereka bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang dan itu hanya membutuhkan waktu berbulan-bulan, selama anggota badan yang putus bukanlah kepala.
Ada satu cara lain, yaitu dengan mengorbankan eksistensi kehidupan untuk para iblis mengembalikan bagian tubuh yang hilang dengan regenerasi super cepat.
Hanya saja, eksistensi kehidupan adalah bagian penting dari nyawa semua makhluk hidup, jika mereka menggunakannya, maka itu juga akan mengurangi tingkat kekuatan sebagai bentuk pengorbanan.
Xin Nian tidak mungkin mengorbankan separuh kekuatannya hanya demi menumbuhkan satu tangan, dia bertahan dengan rasa sakit.
Tanpa perlu ragu sedikitpun Raynor melangkah maju ke tempat iblis xin Nian yang jatuh bersimpuh lutut di tanah, dia tentu merasakan perbandingan kekuatan begitu besar ketika harus melawan Raynor.
Pedang Asarc Rex spatium di arahkan lurus ke depan wajah Xin Nian selagi berkata... "Apa kau sudah paham sekarang Xin Nian, seorang manusia memiliki potensi besar untuk mengalahkan para iblis, hanya saja kau tidak percaya dengan perkataan ku."
"Aku tidak menyesal dengan ini, jika pun kau membunuhku. namun ketika raja iblis Azarto bangkit, kau tidak akan pernah bisa menyombongkan diri lagi Raynor." Jawab Xin Nian tersenyum sendiri dengan sorot mata tajam.
"Kau selalu saja berisik dengan anggapan-anggapan bodoh, padahal sudah aku katakan meski pun itu raja iblis, tidak mungkin mampu mengalahkan ku. Karena aku adalah tokoh utamanya." Sebilah pedang berayun cepat menuju leher Xin Nian.
Tapi belum sempat pedang itu memotong leher Xin Nian, lonjakan energi hitam meledak dan menghalangi pandangan mata dari Raynor.
Jiwa iblis di tubuh Xin Nian mulai mengambil alih kesadarannya, dimana perubahan wujud iblis semakin sempurna dengan pertumbuhan menjadi lebih besar berkali-kali lipat.
Dua tanduk muncul di kepala Xin Nian, sayap hitam dan ekor panjang berduri. Wajah yang sebelumnya masih terbilang simetris seperti seorang manusia, kini memiliki mulut lebar dengan dua taring tajam.
Aura gelap menutupi langit menjadi mendung, kilatan petir bergemuruh keras seperti menunjukkan bencana akan datang. Nyatanya memang benar, kekuatan sempurna dari Xin Nian sekarang jauh lebih besar dan itu cukup mampu meluluhlantakkan sebuah kerajaan seorang diri.
Kebangkitan iblis di tubuh Xin Nian, membuat Raynor harus melompat mundur menjaga jarak dari serangannya.
Kumpulan energi gelap berkonsentrasi dalam satu titik menjadi sebuah bola diatas telapak tangan iblis dan dia lepaskan lurus ke tempat Raynor berdiri.
Ledakan besar ******* habis tebing yang menjadi markas bandit Taring Hitam dan sekitar hutan Jatilowa, tiang cahaya dipenuhi energi gelap kembali membelah langit untuk naik ke atas.
__ADS_1
Sedangkan dari tempat iblis xin Nian berdiri semua tampak kacau balau, terbentuk rongga lingkaran akibat sisa-sisa ledakan setelah energi iblis lenyap.
Suara tawa keras menggema di seluruh wilayah hutan Jatilowa, binatang-binatang iblis yang hidup di dalamnya mulai panik, berhamburan pergi untuk menyelamatkan diri.
Dari tempat lain....
Qiu Nan sudah membawa semua orang pergi semakin jauh, tapi di kejauhan hingga dua kilometer dari tempat markas para bandit.
Mereka masih bisa merasakan sensasi aura buruk penuh bahaya yang berasal dari kekuatan makhluk hitam ketika menampakkan diri.
Di atas batang pohon, Qiu Nan, Du Gong, Erdan, Erza, Jugo dan lainnya melihat langsung ke tempat Raynor bertarung, dimana kini menjadi hancur berantakan.
Ada rasa ketidak percayaan bagi mereka semua, entah itu soal Raynor atau pun makhluk hitam yang dikenal oleh dunia sebagai sosok iblis.
"Qiu Nan, sebenarnya apa yang terjadi di sana, kenapa Raynor bertarung dengan makhluk seperti iblis itu ?." Kembali Du Gong bertanya karena dia belum mendapat jawaban yang diinginkannya.
Qiu Nan merasa kesal dan menarik pedang seperti ingin membunuh...."Du Gong kenapa kau banyak bertanya sekarang, bisakah kita berpikir bagaimana cara menyelamatkan Raynor."
"Tapi aku masih belum bisa memahami apa pun, karena itu aku bertanya. Lagian juga bagaimana mungkin kita menyelamatkan Raynor, kita sendiri pun harus menyelamatkan diri." Jawab Du Gong.
Erza menambahkan...."Raynor bertarung melawan makhluk aneh itu untuk menyelamatkan anda senior dan juga memberi kita kesempatan pergi dari hutan Jatilowa. Tapi apa kita harus meninggalkannya."
"Bukannya aku tidak mau percaya jika Raynor bisa menang, tapi memang kekuatan makhluk seperti iblis itu benar-benar terlalu kuat." Qiu Nan tidak bisa berbohong untuk hal ini.
Du Gong menunjuk tegas...."Itu dia, jika Raynor saja tidak mampu mengalahkannya, bagaimana mungkin kita ikut bertarung."
"Kita hanya bisa berdoa agar Raynor bisa selamat." Balas Erza khawatir.
Jugo yang ikut melarikan diri dengan bantuan Qiu Nan, tentu mendengar perkataan mereka. Dan nama Raynor di sebutkan, itu membuatnya merasa bingung.
"Apa kau yakin orang itu yang bernama Raynor." Bertanya Jugo.
"Hanya kau yang tidak mengenalnya, jadi berterimakasih lah." Balas Du Gong.
"Jadi dia menyelamatkan kita." Jugo coba menerima kenyataan.
__ADS_1
Dia yang diperintahkan oleh Lan Wereng demi menyingkirkan Raynor, tapi semua seakan berbalik arah. Bukan dia yang harus membunuh, melainkan nyawanya sudah selamat berkat Raynor.
"Aku juga bingung buat apa Raynor memintaku untuk menyelamatkan orang sepertimu Jugo, jelas-jelas kau berniat membunuh Raynor, tapi lihat, apa kau yakin bisa melakukannya." Qiu Nan menjawab.
"Lan Wereng mengatakan jika Raynor hanya seorang ahli beladiri tingkat raja tempur, sedangkan pertarungan tadi bukanlah kekuatan seorang raja tempur, jauh lebih hebat lagi. Mungkin seperti pertarungan para saint suci."
Du Gong menanggapi perkataan juga dengan ejekan...."Harusnya kau merasa bersyukur karena belum melawan Raynor, jika tidak nyawamu sudah lewat."
Jugo diam sejenak dia memang orang yang kasar dan tidak memiliki belas kasih, tapi jika itu berhubungan dengan hutang nyawa, dia pun memiliki sikap untuk membalas budi.
Dari belakang dua sosok lain datang menghampiri, mereka adalah Erdian dan juga Siva, keduanya bersembunyi cukup jauh selagi memantau keadaan.
Tapi siapa sangka, kondisi pertarungan Raynor dan Xin Nian menjadi sangat kacau, dan mereka pun pergi karena bisa saja menjadi korban serangan brutal dari kekuatan iblis.
Erdian yang tahu saudaranya berhasil melepaskan diri, dia pun tersenyum lega setelah cukup lama khawatir untuk keselamatan Erdan.
"Senior Qiu Nan, senior Du Gong, kalian berhasil selamat." Berkata Siva.
"Ya...begitulah. tapi Raynor masih di sana." Jawab Qiu Nan.
"Untuk sekarang, lebih baik kita kembali ke Sekte teratai api dan menceritakan semua kepada guru Gundira."
"Apa kau tidak khawatir soal Raynor."
"Aku khawatir, tapi apa yang bisa kita lakukan sekarang ?, Jika kita mencoba membantunya itu hanya akan menjadi beban Raynor." Balas Siva dengan kesal.
Qiu Nan tahu, Erza dan Siva adalah dua orang yang begitu berat meninggalkan Raynor, meski Erza ingin menyelamatkannya, tapi Siva berpikir realistis atas kemungkinan terburuk dan mencari solusi terbaik.
"Aku akan tetap disini." Ucap Erza.
"Erza kau..." Siva enggan meninggalkannya.
"Tidak apa Siva, kau kembalilah ke sekte teratai api, aku akan mengawasi Raynor, karena jika tidak ada yang mengantarkannya pulang, dia akan tersesat nanti." Jawab Erza tersenyum pahit.
"Kalau begitu, kau berhati-hati lah."
__ADS_1
"Aku tahu itu."
Siva dan yang lain segera pergi untuk meninggalkan hutan Jatilowa, sedangkan Erza tetap diam melihat selagi hatinya mendoakan keselamatan Raynor.