
Raynor tidak merasakan niat jahat seperti ingin membuatnya celaka, tapi dia hanya tidak bisa menebak apa yang dipikirkan Serin Sua, begitu mudah mengatakan cinta, sedangkan mereka baru beberapa kali bertemu.
Dalam kasus ini ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan bagi Serin Sua...
"Maaf apa nona Sua kalah taruhan ?." Bertanya Raynor.
Sua terlihat aneh mendengarnya..."Kenapa kau berpikir aku kalah taruhan ?."
"Aku pikir kau mengatakan cinta kepadaku karena kalah taruhan dengan orang lain."
"Tentu saja tidak." Dibantahnya tegas.
"Atau mungkin, kau telah di selingkuhi oleh kekasihmu." Kembali Raynor bertanya.
"Bagaimana mungkin ada yang selingkuh dari ku, kekasih saja tidak punya." Jawab Sua tersenyum pahit.
"Ya aku pikir lagi, kau mungkin sedang patah hati dan mencari pelampiasan dengan mengajakku menikah." Itu alasannya.
"Imajinasi mu terlalu liar Raynor." Balas Serin Sua kesal.
"Ahhhh.... Atau mungkin kau...."
Di tutupnya cepat mulut Raynor sebelum bicara...."Jika kau mengatakan aku hamil duluan dan mencari seseorang yang ingin bertanggung jawab, kau salah, terlebih, aku juga akan membunuhmu."
"Bagaimana kau bisa tahu." Terkejut Raynor, ternyata bukan hanya dia yang bisa menebak jalan pikiran orang lain.
Hembusan nafas berat keluar dari mulut Serin Sua, dia merasa bingung untuk cara berpikir Raynor yang begitu rumit.
"Aku tidak memiliki kekasih, Aku juga tidak hamil duluan, apa lagi sedang patah hati, aku hanya merasa kau adalah lelaki yang pantas Raynor." Ucap Raynor.
Rumit wajah Raynor untuk mencerna perkataan Serin Sua, dia termasuk orang yang blak-blakan dalam berbicara atau mungkin terlalu percaya diri jika Raynor tidak akan menolaknya. Meski pun itu memang benar.
"Aku merasa terhormat karena menjadi orang yang beruntung karena bisa dicintai oleh anda nona Sua, tapi anda tidak sepenuhnya tahu seperti apa sifat ku, jadi jangan terlalu berharap hanya dengan melihat kegiatan ku hari ini." Kata Raynor yang tersenyum namun berbicara dengan nada serius.
"Itu tidak benar, sejak pertama kali kita bertemu aku mulai tertarik denganmu Raynor, tapi siapa sangka sifatmu berbeda dari orang-orang yang selalu mengandalkan kekuasaan klan mereka." Jawab Serin Sua dengan ekspresi wajah yang lembut.
"Hmmm, biarlah nanti akan seperti apa jadinya." Raynor menanggapi perasaan Serin Sua dengan santai.
Tapi sikap santai yang Raynor tunjukan, bukan berarti dia merendahkan perasaan Sua kepadanya, hanya saja, Raynor tidak mengenal sifat wanita ini, termasuk wanita adalah salah satu makhluk yang tidak sulit di tebak jalan pikirannya.
Bukan berarti Raynor takut jika dia hanya dipermainkan oleh Sua, atau pun jika Sua berbuat tindakan yang jahat, Raynor ingin melihat seberapa nyata perasaan cinta itu.
__ADS_1
"Apa kau tidak percaya dengan perasaanku Raynor." Bertanya Sua setelah melihat Raynor yang begitu santai.
"Ini bukan soal percaya atau tidak, biarkan semua berjalan mengikuti alur saja, dan melihat akan berakhir seperti apa." Itu yang Raynor jelaskan kepada sua.
Dari jarak yang cukup dekat, hanya beberapa langkah dari tempat mereka berdua saling berbicara tentang perasaan. Raynor merasakan aura kuat yang datang menatapnya di penuhi kebencian.
Raynor mengarahkan pandangan tepat kepada sesosok manusia yang berjalan mendekat.
Dia lelaki yang tersenyum ketika melihat Raynor, namun dibalik lengkungan bibir kusam itu, Raynor bisa merasakan aura kebencian kuat.
Bagi orang-orang yang tidak memiliki pengalaman dalam pertarungan hidup dan mati, mereka akan sulit merasakan arti dari senyuman lelaki itu, tapi bagi Raynor adalah hal mudah.
Mereka yang tersenyum dengan mata menyipit tajam, ada niat kebencian didalamnya, jika mereka tersenyum dan mata terbuka tanpa berkedip, ada rasa terkejut yang tidak bisa di ungkapkan.
Tapi jika dia tersenyum sedikit gemetar, namun tatapan mereka tajam, ada rasa gelisah, itu karena mencari kamar mandi untuk buang hajat dan lagi sudah diujung tanduk.
Tidak perlu Raynor mengartikan makna senyuman dari lelaki itu, kehadirannya yang datang secara tiba-tiba tanpa basa-basi, sudah menunjukan rasa benci, dia adalah Lan Wereng. Murid pilar utama sekte teratai api peringkat teratas.
Raynor pernah mendengar sedikit informasi perihal Lan Wereng dan Serin Sua, dimana mereka berasal dari Kerajaan yang sama yaitu Sunfall, Hubungan keduanya adalah teman satu daerah, tidak lebih dan tidak kurang.
Hanya saja, itu hanya anggapan bagi Sua, kenyataannya Lan Wereng menaruh hati dengan Sua, sedangkan perasaan Lan Wereng tidak diterima dan berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Saudara Raynor, adik Sua sangat jarang sekali kita bertemu ditempat ini." Ucap Lan Wereng dengan basa basi yang menujukan senyuman terpaksa.
"Ah itu memang benar, aku memang jarang datang ke kota ini tanpa alasan tertentu, tapi memang kebetulan sekali kita bertemu di sini." Jawab Raynor tanpa merasa bersalah.
Walau sedang bersama Sua dan juga tangannya masih erat menggenggam Raynor.
"Aku mendengar jika kau mendapat misi cukup serius dan mendapat perlawan dari musuh yang menyerupai iblis. Apa itu benar ?."
"Seperti itulah, tapi sedikit keajaiban kami semua berhasil selamat, walau beberapa hari aku harus singgah ke desa terdekat untuk menyembuhkan Erza sebelum kembali."
"Ah jadi begitu...." Lan Wereng terfokus kepada tangan Sua.
Lan Wereng yang melihat gadis pujaan, berdiri bersama lelaki lain, entah itu saudaranya, tetangganya, pembantunya, pengawalnya, tukang sayur langganannya, atau pun cuma orang lewat yang bertanya alamat kepadanya. Lan Wereng akan emosi dan ingin segera menghajar orang itu.
Terlebih lagi, saat ini Serin Sua dengan jelas sedang menggandeng tangan Raynor dan didekapnya tepat di depan dada.
Emosi Lan Wereng tidak bisa dibendung, ekspresi wajahnya, tersenyum dengan nafas naik turun, dan wajah bergerak-gerak, seperti orang tersedak biji kedondong.
Tajam tatapan melihat tangan Raynor yang digenggam oleh Sua, bergetar gigi Lan Wereng hingga terdengar suara decitan, geram dan penuh emosi, seakan Raynor dan Sua tidak memperdulikan dirinya untuk tetap bermesraan.
__ADS_1
"Jadi Raynor kalau boleh tahu, dalam rangka apa kau bertemu dengan adik Sua di sini." Bertanya Lan Wereng dengan nada suara sedikit tertekan.
Raynor hanya tersenyum melihat Sarmadi mengekspresikan emosi yang berkecamuk didalam dada, ketika rasa cemburu itu meluap dan siap meledak saat itu juga.
"Tidak dalam rangka apa pun, aku baru kembali dan sejenak mampir ke kota Tegalasa, tapi awalnya aku hanya memiliki keperluan untuk menjual beberapa kristal energi ke serikat perdagangan, tapi siapa sangka, aku bertemu dengan nona Sua." Jawab Raynor tanpa menutupi apa pun tentang pertemuan mereka.
"Raynor, kau melewatkan sesuatu tentang ungkapan tentang perasaanku sebelumnya." Serin Sua pun ikut berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Lan Wereng.
Mendengar hal itu, leher Sarmadi terasa seperti tercekik, ekspresi wajah Sarmadi berubah semakin kacau, nafas berat dan geram tangan mengepal untuk menghantam Raynor.
Raynor tersenyum kecut, merasa jika Serin Sua secara sengaja mengatakan tentang hal itu, agar Lan Wereng melupakan keinginan untuk melamar dirinya.
"Ya itu memang benar, tapi bukannya aku masih belum memberi jawaban untuk itu." Jawab Raynor dengan santai dan tidak perduli, jika Lan Wereng sudah mencapai batas kesabaran.
Tidak kuasa melihat kemesraan antara Serin Sua dan Raynor didepan matanya...
"Kalau begitu aku tidak ingin mengganggu waktu kalian berdua, jadi aku akan pergi dulu."
"Baiklah saudara Lan Wereng silakan." Balas Raynor tersenyum mengantarkan Sarmadi pergi.
"Silakan, silakan untuk pergi saja ." Sua pun tersenyum dan masih saja diganggam tangan Raynor.
Lepas Lan Wereng pergi dan lenyap diantara kerumunan manusia yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Raynor berkata."Aku merasa jika kau melakukannya secara sengaja nona Sua."
Serin Sua tetap tersenyum dan menjawab... "Tentu saja, aku sudah muak jika harus bertemu dengan lelaki itu setiap waktu."
"Hmmm jadi kau mengungkapkan perasaan mu itu hanya untuk menyingkirkan Lan Wereng, sungguh aku yang kecewa." Raynor berspekulasi tentang tindakan Serin Sua.
"Tentu saja tidak, perasaanku tetap sama, tapi kebencianku terhadap lan Wereng sudah mencapai batas." Jawab Serin Sua dengan tersenyum tapi nada suara serius penuh kemarahan.
Raynor sebenarnya tidak perduli jika kejadian ini akan mengakibatkan perpecahan antara dirinya dengan Lan Wereng untuk menjadi musuh. Karena memang dari awal, Raynor tidak sekali pun ingin mengakrabkan diri dengan Lan Wereng.
"Terserah kau saja nona Sua, tapi aku ingin kau berkenalan dengan Erza dan Siva terlebih dahulu, karena mereka adalah wanita ku." Kata Raynor untuk tidak menyembunyikan status dua wanitanya.
"Wanita mu ? Kau sudah memiliki dua ?." Terkejut Sua mendengar perkataan Raynor.
"Itu benar, karena jelas wanita ku adalah prioritas utama yang tidak bisa digantikan oleh apa pun." Jawab Raynor dengan senyuman.
Lengkungan senyum sua menjadi lurus dan berkata. "Sepertinya ini akan menyusahkan."
__ADS_1
Serin Sua bisa merasakan jika Siva dan Erza tidak akan menerima dirinya begitu saja, jika keduanya tahu kalau dia menginginkan Raynor.