The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
tiga guru besar


__ADS_3

Sekte teratai api berdiri di tepian danau Cicaban dengan bangunan yang terbuat dari kayu jati hitam kokoh dua lantai dan mengitari separuh dari danau. Serta ada satu menara tinggi sepuluh lantai berada di tengah danau Cicaban.


Tempat itu adalah menara teratai besar, terhubung dengan satu jembatan kecil untuk keluar masuk sebagai tempat para guru besar tinggal.


Sekte teratai api menjadi salah satu kekuatan khusus di wilayah timur, tidak ada yang bisa mengusik kehadiran sekte teratai api karena tempat itu memiliki tiga guru besar, dua ahli beladiri tingkat lord tempur dan satu ahli beladiri tingkat master.


(*Tingkat penguatan tubuh


*Tingkat penguasaan jiwa


*Tingkat pemahaman bumi


*Tingkat raja tempur


*Tingkat lord tempur


*Tingkat master


*Tingkat Sovereign


*Tingkat Saint suci


*Tingkat immortal


Tingkatkan manusia yang ada di dunia antah berantah ini.)


Di jembatan menara teratai besar, berjalan dua guru besar dengan jubah kebanggaan sekte teratai api, berbalut warna putih dengan corak teratai merah.


Mereka berdua menuju ke bangunan utama, lebih tepatnya mereka sengaja keluar untuk membahas tentang penerimaan murid baru bersama semua guru yang ada dalam sekte.


Satu lelaki tua dan satu wanita pura-pura muda. Guru besar Saproni ahli beladiri tingkat lord tempur tahap tengah, dan guru besar Juminem tingkat lord tempur tahap awal.


"Saudara Saproni, apa nona Sania dari klan harimau merah berminat untuk masuk ke sekte teratai api." Kata seorang guru besar wanita yang berjalan tepat disamping lelaki tua bertubuh kurus.


"Tenang saja adik Juminem aku yakin ketua Regar, tidak akan melewatkan kesempatan untuk memasukan putri Sania ke dalam sekte kita ini." Jawab guru besar Saproni dengan senyum percaya diri.


Di dalam kerajaan Losborn tentu nama putri Sania dari klan harimau merah sangat terkenal, lebih dari kecantikan layaknya sosok malaikat tapi juga bakat pemahaman tenaga dalamnya pun lebih dari cukup untuk dikatakan sebagai generasi muda terbaik.


Karena segala pencapaian putri Sania itulah, mereka ingin bakatnya untuk masuk kedalam sekte teratai api dan mendapat bimbingan langsung dari para guru besar.


"Ngomong-ngomong soal Regar, apa kau masih ingat dengan adiknya, Rezar ?." Juminem balik bertanya menghubungkan nama Regar dengan sosok adiknya yang menjadi pahlawan besar di kerajaan Losborn.

__ADS_1


"Tentu saja aku masih ingat dengan bocah Rezar itu, lelaki dengan bakat yang di berkahi oleh langit."


"Tapi apa kau sudah dengar soal kematian Rezar ketika dia ada di desa Maresha."


"Begitulah, sungguh sangat disayangkan, kejadian itu membuat seluruh penduduk desa Maresha harus tewas, termasuk juga dengan Rezar." Saproni yang awalnya menjawab pertanyaan Juminem langsung menujukan raut wajah murung.


Walau mereka berdua jarang muncul di muka umum dan lebih memilih untuk bermeditasi di dalam menara teratai besar, berita tentang pembantaian desa Maresha terdengar ditelinga mereka berdua.


Terlebih lagi, atas kejadian itu membuat Rezar tewas. Rezar adalah murid yang memberi kebanggaan kepada sekte teratai api, dia pernah membawa sekte menuju puncak kejayaan di daratan timur untuk dua puluh dua tahun silam.


"Sungguh aku pun sampai tidak percaya, jika Rezar mampu mencapai tingkat ahli beladiri Sovereign." Juminem mengingat masa lalu yang menjadi pertemuan terakhir ketika mereka melihat sosok Rezar.


"Dengan kekuatan Rezar yang sangat luar biasa, tentu tidak banyak orang yang mampu melawannya." Balas Saproni.


Dia berpikir tentang siapa saja yang mampu menjadi lawan Rezar di benua angin biru, karena tidak sederhana jika seorang Ahli beladiri tingkat Sovereign dikalahkan.


"Apa mungkin musuh Rezar kali ini, adalah ahli beladiri dari benua luar." Jawab Juminem atas pemikirannya sendiri.


Di kejauhan sesosok lelaki tua melompat terjun dari atas menara kemudian berlari cepat mengejar Saproni dan Juminem yang lebih dulu pergi menuju bangunan utama sekte teratai api meninggalkan dirinya.


"Kalian berdua teganya meninggalkanku tanpa pamit." Berkata Lelaki tua yang sudah berjanggut putih panjang itu dengan wajah murung.


Bentuk wajah keriputan dari lelaki tua itu seakan tidak sesuai dengan usianya yang nyata, terlihat dengan jelas dia begitu bugar, bertubuh kekar dan masih sehat walafiat bahkan setelah dia melompat dari atas menara.


"Itu salahmu sendiri kakak Gundira, kau terlalu lama didalam kamar mandi, memang apa yang kau lakukan, buang hajat atau buang masalah." Juminem berbicara kepada lelaki tua bernama Gundira dengan panggilan kakak.


"Aku harus berkonsentrasi penuh, sehingga memerlukan waktu yang lumayan lama tentunya." Gundira tertawa terbahak-bahak mengatakan alasan dibalik kedatangan yang sedikit terlambat.


Lelaki tua bernama Gundira adalah guru besar utama, dimana kekuatan Gundira pun berada diatas mereka berdua sebagai sesama saudara seperguruan Sekte teratai api.


Guru besar Gundira, ahli beladiri tingkat master tahap tengah.


Tapi dari pandangan Saproni dan Juminem, Gundira hanya sebatas kakek tua yang tidak pernah memandang umur, walau pun memang wajah Gundira seakan 80 tahun bagi manusia biasa, sifat Gundira sangat bertolak belakang dari usianya.


Kekuatan tubuh di tingkat master membuat Gundira sangat kuat bahkan mampu hidup hingga usia ratusan tahun kedepan, bahkan untuk sekarang Gundira sudah menginjak usia 120 tahun.


Tapi karena sosok guru besar Gundira itulah yang membuat sekte teratai api menduduki peringkat sepuluh besar tempat pelatihan terbaik di daratan timur.


Itu dua puluh tahun yang lalu, ketika Rezar masih menjadi murid pilar utama sekte teratai api.


Gundira pun sosok guru besar yang melatih Rezar secara langsung, hingga dia menjadi salah satu ahli beladiri terkenal di seluruh kerajaan daratan timur, serta sosok pahlawan bagi kerajaan Losborn.

__ADS_1


"Bagiamana dengan klan harimau merapi, apa Regar itu mengirimkan anaknya untuk masuk kedalam sekte teratai api kita." Gundira menjadi sedikit lebih serius untuk bertanya tentang kehadiran Sania di sekte teratai api.


"Sepertinya kakak Gundira, dan aku juga memiliki informasi, jika Regar mengatakan kalau anak dari Rezar akan masuk ke dalam sekte." Saproni mengatakan sesuatu yang membuat mata Gundira terbuka lebar.


Bahkan Juminem yang terlihat tenang dan berwibawa saat mendengarkan perkataan Saproni, seketika itu juga membuat kakinya tersandung.


"Apakah itu benar, anak dari Rezar ?." Serius Gundira bertanya.


"Jika kakak tidak percaya, kakak baca saja sendiri surat dari Regar." Saproni menyerahkan selembar gulungan kepada Gundira.


Cepat Gundira mengambil dan cepat pula dia membaca, tapi dari ujung jembatan, sudah menunggu dua sosok murid dan satu guru pengawas yang membungkuk patuh ketika tiga guru besar datang.


Berada tepat di hadapan mereka, satu guru pengawas itu bangkit untuk memberi penjelasan atas kehadirannya yang menemui mereka bertiga.


"Ada keperluan apa guru Seisu." Bertanya Juminem atas kehadiran mereka.


"Maaf atas kehadiran ku yang mendadak guru Gundira, Saproni dan guru Juminem, ini soal penguasa hutan Jatilowa, raja ular putih." Balasnya.


"Apa yang terjadi, apa dia datang menyerang sekte teratai api kita lagi." Gundira cukup santai bahkan tersenyum mengejek jika memang raja ular putih menyerang.


"Tidak bukan itu guru, tapi dua murid ini, Jozan dan Suju tanpa sengaja melihat jika raja ular putih bertarung dengan beberapa orang, dan dia dikalahkan."


"Oh ini cukup mengejutkan, apa kalian tahu siapa ahli beladiri yang mengalahkan raja ular putih itu." Gundira merasa tertarik.


"Kami tidak tahu siapa lelaki muda itu, tapi kami melihat ada putri Sania bersama dengannya."


Ketiga guru besar tertegun, mereka tahu jika putri Sania memiliki bakat tinggi dalam ilmu beladiri, tapi untuk bersaing dengan raja ular putih masihlah terlalu jauh.


"Apa mungkin putri Sania yang mengalahkan raja ular putih ?."


"Sepertinya bukan guru besar, tapi lelaki yang bersama putri sania lah yang melakukannya." Jozan menjawab penuh kehati-hatian.


Ketiganya sedikit berpikir, sosok raja ular sama seperti ahli beladiri tingkat lord tempur, tentu di kerajaan Losborn, bahkan kerajaan Soran hanya segelintir orang mampu mengalahkannya.


"Apa lelaki muda itu memiliki hubungan dengan klan harimau merah."


"Kalau benar adanya, tentu akan menjadi keuntungan untuk kita, jika lelaki yang disebutkan itu bisa masuk ke sekte teratai api." Juminem cukup paham menebak jalan pikiran dua guru yang lain.


"Apa kita harus melihatnya sendiri ke klan harimau merah kakak Gundira."Saproni pun bertanya.


"Biar aku saja yang pergi, aku juga memiliki rencana untuk bertemu dengan Regar dan anak dari Rezar seperti yang dia sebutkan dalam surat ini." Gundira cukup bersemangat untuk datang ke klan harimau merah.

__ADS_1


"Baiklah."


Seperti yang Gundira baca dari surat Regar, dikatakan bahwa anak dari Rezar, bernama Raynor Avya, dia memiliki bakat jauh lebih tinggi dari ayahnya, tentu Gundira ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika semua perkataan Regar dalam surat bukan sekedar omong kosong belaka.


__ADS_2