The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
iblis kecil


__ADS_3

Tidak ada siapa pun yang membuat sang penguasa tertinggi takut, bahkan jika itu seratus pasukan Ras naga datang menyerang, kecuali dia harus menghadapi kemarahan dari setiap istri-istrinya.


Untuk itulah kehadiran satu makhluk yang dianggapnya sebagai sesosok ras iblis bukan hal penting. Meskipun bagi orang-orang di dunia ini, ras iblis sangatlah menakutkan, karena mereka memiliki ketahanan fisik dan energi tenaga dalam yang jauh lebih kuat.


Bersama dengan Erza dan para penambang batu angkasa, Raynor beranjak turun menuju dasar lembah besar tanpa akhir, kabut putih tebal menutupi pandangan dan lokasi dipenuhi bebatuan besar, ini bukan tempat yang tepat untuk bertarung.


"Aku akan menjaga kalian, jadi mulailah mencari batu angkasa sebanyak mungkin." Ucap Raynor kepada para penambang.


Mereka memasuki lubang-lubang buatan untuk mencari batu angkasa, ini menjadi timbal balik yang cukup menguntungkan, dimana Raynor akan mendapat potongan harga dan mereka merasa aman tanpa perlu mengkhawatirkan makhluk itu mengganggu.


"Aku sedikit khawatir dengan ucapanmu Raynor." Ucap Erza.


"Soal penjaga kuil itu adalah seekor kadal." Asal saja Raynor menjawab.


"Bukan, tapi makhluk hitam yang kau maksud sebagai iblis."


"Apa iblis sebegitu menakutkan Erza ?."


Erza terkejut sekaligus bingung, dimana semua sejarah itu harusnya diketahui oleh orang-orang di seluruh daratan timur.


"Apa kau tidak mempelajari sejarah, satu iblis yang muncul lima puluh tahun lalu hampir memusnahkan wilayah timur, jika bukan karena bantuan kaisar pedang naga, Elonel, seluruh kerajaan dipastikan hancur."


"Oh, siapa Elonel itu ?." Kembali Raynor bertanya.


"Selama ini apa yang sudah kau pelajari, bagaimana mungkin kau tidak mengenal kaisar pedang naga Elonel."


"Jangan salahkan aku karena tidak tahu, apa kau pikir seluruh hidupku hanya untuk mencari tahu asal usul seseorang." Jawab Raynor yang sebenarnya tidak terlalu perduli.


"Tuan Elonel adalah seorang ahli beladiri tingkat Saint, dia juga menjadi salah satu dari tujuh pelindung dunia yang menjaga benua angin biru."


"Aku baru tahu itu, tingkat Saint kah ?, Itu cukup hebat untuk dunia ini." Begitu jelas gumaman Raynor begitu meremehkan.


Selagi menunggu kehadiran makhluk yang mereka tunggu, Erza sedikit bercerita tentang bermacam hal, jika di dunia ini memiliki delapan benua.


Benua angin biru, tempat Raynor tinggal sekarang.


Benua tanah merah yang menjadi kampung halaman dari tuan Lamo.


Benua gurun pasir, tempat panas dan gersang.


Benua hujan beku, tempat dingin yang dipenuhi es.

__ADS_1


Benua hutan hijau, di sana menjadi tempat hidup dari manusia siluman separuh binatang dan para Elf.


Benua suci tanah beladiri. Tempah tujuan dari semua makhluk yang menginginkan kekuatan.


Benua langit hitam, menjadi tempat para iblis hidup.


Benua zaman kuno yang sampai saat ini tidak diketahui seperti apa kehidupan di sana.


Dan dari masing-masing benua memiliki satu pelindung yang bertindak sebagai penjaga, tidak terkecuali benua zaman kuno, tapi kehadiran pelindung dari bentuk zaman kuno itu hanya muncul ketika dunia mengalami suatu kejadian besar.


"Aku ingin bertemu dengan orang bernama Elonel itu."


"Jangan terlalu berharap, tidak ada yang bisa menemukan kaisar pedang naga Elonel untuk keinginan pribadi." Balas Erza.


Selagi Erza bicara, Raynor segera menutupi mulutnya, ruang tanpa batas menangkap satu pergerakan memasuki wilayah tenaga dalam dengan kecepatan tinggi.


"Apa yang kau lakukan." Erza melepas tangan Raynor.


"Makhluk itu ada disini."


Erza menarik senjata, dia pun bersiap untuk menyerang, tapi hanya Raynor yang bisa merasakan kehadiran makhluk itu, karena kabut putih di dasar lembah besar tanpa akhir menganggu pandangan mata.


Lengkingan suara keras menjerit dan menggema di seluruh lembah, meski mata Raynor tidak bisa melihat dengan jelas, tapi dia mengetahui wujud dari makhluk disana.


Tersenyum Raynor..."Dia benar-benar ras iblis."


"Kau jangan bercanda."


"Apa kau pikir aku sedang melawak sekarang ?, Makhluk itu adalah ras iblis, hanya saja dia belum tumbuh, seperti anak kecil yang mulai aktif."


Tahu jika Raynor mengganggu, iblis itu melompat lurus untuk menyerang, meski tubuh iblis masih seperti anak kecil, kekuatan yang dia miliki mampu menghancurkan satu batu besar saat Raynor menghindar.


Erza terkejut mendengar ledakan batu yang tidak jauh dari tempatnya, gerakan iblis terlalu cepat dan kabut menghalangi pandangan, Erza menjadi ketakutan.


"Ray, apa yang terjadi." Erza bingung.


"Bocah iblis ini mengajak kita bermain."


"Menang permainan apa yang sedang kau lakukan, kenapa aku merasakan energi tenaga dalam begitu kuat."


"Tentu saja, karena jika iblis ini menyerang mu, kau bisa tewas."

__ADS_1


"Kalau begitu tolong aku, Ray."


Iblis itu menyadari kehadiran Erza, dia melompat kembali untuk menyerang, tapi dengan cepat pula Raynor menarik tubuh Erza dan menghantamkan satu tendangan keras ke tubuh iblis.


"Azarto, berhenti." Suara seseorang terdengar dan iblis itu melihat kearahnya.


Langkah kaki datang mendekat, Raynor menyadari jika ruang tanpa batas tidak bisa menangkap kehadiran orang itu.


Alasannya sederhana, kekuatan tenaga dalam orang itu sangat tinggi melampaui tingkatan Raynor, sehingga mampu memecahkan energi ruang tanpa batas.


Iblis itu melompat ke arah seseorang yang datang dan hinggap di atas pundaknya. Dia menunjukan diri dengan jubah coklat bercorak asap warna abu-abu.


Raynor sedikit berhati-hati, dimana dia bisa merasakan adanya energi tenaga dalam dari ahli beladiri tingkat lord. Tentu untuk kekuatannya sekarang mustahil untuk menang. Kecuali jika dia membuka segel kekuatan penguasa tertinggi.


"Maaf atas perilaku Azarto kepada anda." Ucap satu lelaki yang datang dengan sopan.


"Aku tidak tahu, jika di dunia ini ada seorang manusia yang mampu menjinakkan iblis."


"Daripada menjinakkan, aku adalah orang yang merawatnya, jadi bisa dibilang aku lebih mirip sebagai orang tuanya."


Raynor tersenyum santai dan bertanya... "Lantas siapa kau, kenapa kau merawat iblis itu."


"Aku adalah penjaga kuil di lembah besar tanpa akhir ini, apa tuan merasa tidak nyaman karena aku merawat sesosok iblis."


Raynor tidak merasakan ada perlawanan dan menganggapnya sebagai musuh, sehingga dia cukup tenang ketika mendengar jawaban dari penjaga kuil.


"Tidak juga, aku pikir iblis juga makhluk hidup, selama dia tidak membuat masalah denganku, aku tidak perduli."


"Baguslah jika tuan memahaminya"


"Tapi kenapa dia mengganggu para pekerja tambang di sini." Raynor mengatakan masalahnya.


"Maafkan soal itu, dia seperti anak kecil, tentu menganggap jika mereka mengajaknya bermain."


"Tapi mainnya jelek, jika tidak berhati-hati para pekerja tambang bisa jatuh dan itu membahayakan nyawa mereka."


"Aku akan lebih memperhatikan Azarto untuk tidak menggangu pekerja tambang."


"Aku sangat berterimakasih." Raynor jelas tidak ingin membuat banyak masalah dan secepatnya mengakhiri pertemuan ini.


Tidak banyak hal yang mereka bicarakan, penjaga kuil pun segera pergi dan lenyap oleh kabut di dalam lembah besar tanpa akhir.

__ADS_1


__ADS_2