
Berjalan keluar dengan Siva tentu membuat mata semua lelaki seperti akan lepas dari tempatnya. Bagaimana tidak, seorang gadis yang mereka puja, dikatakan seperti permata kerajaan dan kecantikan abadi, kini sedang bergandengan tangan dengan lelaki seperti Raynor.
Secara sepihak Raja Sura memang menjodohkan Siva kepada Raynor, dan orang lain tidak mungkin menentang keputusan dari penguasa kerajaan Losborn.
Tapi di sisi lain, orang-orang yang tidak menyukai kehadiran Raynor, mulai membicarakan dari belakang.
"Aku tidak habis pikir dengan putri Siva, menolak Darnu yang memiliki masa depan cerah, dan memilih lelaki seperti dia."
"Bukannya lebih baik dia tetap di desa sana, tempat ini seperti penampungan anak yatim sekarang."
"Sejak awal, Rezar sendiri yang memilih pergi, tapi pada akhirnya anaknya lah yang datang meminta pertolongan."
Raynor cukup terbiasa mendengar semua percakapan itu, karena dia sudah berjanji akan membuat perhitungan kepada siapa pun yang menghinanya.
"Siva untuk sekarang jangan terlalu dekat, aku tidak ingin membuat keributan di tempat ini." Ucap Raynor
"Memangnya kenapa ?, Aku adalah tunanganmu jadi bergandengan tangan bukan hal yang aneh kan ?."
"Tapi ini tidak baik untuk kesehatan ku." Jelas saja, karena Raynor merasakan aura membunuh di sekitarnya.
Meski semua lelaki generasi muda benar-benar ingin membunuhnya itu tidak akan mungkin, kekuatan Raynor berada jauh diatas semua generasi muda di klan harimau merah.
Hanya saja, diasingkan dalam rumah sendiri tentu membuat Raynor merasa tidak nyaman, itu bisa saja mengakibatkan gangguan lambung karena banyak pikiran, walau sebenarnya tidak akan terjadi.
"Apa kau sakit." Tiba-tiba saja tangan Siva menempel di kening Raynor.
Sikap Siva berubah drastis menjadi sangat perhatian dan itu membuatnya tidak nyaman.
"Aku benar-benar tidak tahu harus senang atau sedih mendapat perhatian darimu Siva."
__ADS_1
"Apa salah memperhatikan tunangan ku." Balas Siva tersenyum cerah.
"Itu tidak salah, hanya saja, aku lebih nyaman dengan sikapmu sebelumnya." Tersenyum pahit Raynor karena dia sendiri bingung harus bagaimana menanggapi Siva.
Dan tokoh antagonis pun datang bersama para pengikutnya untuk memprovokasi Raynor, siapa lagi kalau bukan Darnu, dia yang sudah kehilangan muka karena kekalahan melawan Raynor, sekarang harus kalah juga untuk mendapat perhatian putri Siva, kekalahan telak yang menghancurkan harga diri Darnu.
"Raynor, kau itu harusnya sadar, kau tidak lebih dari orang yang numpang hidup setelah kehilangan kedua orang tua mu." Darnu mulai berkicau dengan nada meremehkan Raynor.
Sikap Darnu seperti ingin menunjukan betapa dirinya memiliki kuasa, sebagai anak dari keluarga utama klan harimau merah dan juga calon penerus klan Wu zang. Sudah menunjukkan seberapa penting Darnu di tempat ini.
Terlebih lagi, sekarang Darnu sudah mencapai ranah pemahaman bumi tahap akhir. Sebuah pencapaian yang sangat cepat karena sebelumnya dia masih berada di tahap tengah. Kemungkinan besar kepergian keluarga Darnu beberapa minggu lalu adalah meminta bantuan klan Wu Zang demi meningkatkan kekuatan anak mereka.
Bagi siapa pun di kerajaan Losborn, seorang anak berusia di bawah dua puluh tahun mencapai pemahaman bumi, sudah cukup untuk dikatakan memiliki bakat istimewa.
Sedangkan untuk Raynor yang baru masih berada di ranah pembentukan jiwa tahap tengah, hanya dianggap sebagai seorang ahli beladiri dengan bakat biasa saja.
"Kau tahu, terkadang seseorang harus sadar dengan tempatnya, saat ini yang aku lihat, kau itu ibarat seekor lalat yang tertarik dengan sampah." Kata Darnu dengan nada penuh kesombongan untuk membanggakan diri di hadapan Siva.
"Itu Benar sekali..!!! ." Tegas Darnu menjawabnya.
"Dan tuan putri yang anggun nan cantik ini, sebagai sampah."
"Tepat sekali..!!! ." Tanpa ragu Darnu menjawab dengan lantang.
"Apa tidak ada perbandingan yang lebih jelek lagi, misalnya kotoran gitu ?."
"Harusnya memang be...." Darnu berhenti, dia pun merasa aneh.
Apa yang Darnu dengar dari perkataan Raynor itu membuatnya mati kutu dan seketika terdiam setelah menyadari ada yang salah dari ucapannya.
__ADS_1
Tapi Siva yang mendengar percakapan mereka, memukul kepala Raynor dengan kesal dan marah.
"Kau itu sedang membela atau menghina ku, Raynor ." Siva tentu merasa kalau dirinya hanya menjadi bahan lawakan saja.
Setiap orang tentu melihat apa yang dilakukan oleh putri Siva sebagai kejutan lain, karena itu sangat berlawanan dari penilaian mereka selama ini terhadap perilaku sang putri. Anggapan soal gadis anggun, terhormat, dingin dan penuh pesona kini berubah menjadi sosok pemarah dan tidak tahu malu.
"Apa kau tidak ada kegiatan lain selain memukulku, aku hanya kasihan jika tanganmu itu kesakitan." Ucap Raynor dengan mengelus tangan Siva.
Semua orang terkejut, mulut mereka terbuka dan seakan-akan lupa untuk bernafas.
Wajah Siva merah merona karena baru pertama kali dalam hidupnya mendapat perhatian dari seorang lelaki, dia pun segera berlari pergi untuk kembali ke aula pertemuan.
Tapi Raynor melirik semua orang dan menunjukan senyum sombong. Dia sengaja melakukan itu untuk membakar emosi para lelaki yang sejak awal merasa iri kepadanya.
"Bocah kau masih belum cukup umur. Aku ingatkan bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak layak untuk kau sentuh, termasuk putri Siva, apa kau pikir kau itu pantas." Kata Darnu.
'Hah bocah ?, Aku itu lahir sebelum nenek moyang kau bisa berjalan. tahu !!!' Jawab Raynor dari dalam hati.
Di kediaman klan harimau merah memiliki puluhan kepala keluarga, termasuk puluhan generasi muda yang dikatakan berbakat di kerajaan Losborn.
Darnu bersikap lebih sombong karena dua hal. Pertama tingkat pencapaian Darnu satu tahap lebih tinggi dari pada beberapa waktu lalu, sehingga dia pikir itu cukup membalas perbuatan Raynor.
Dan yang kedua, Raynor tidak memiliki siapa-siapa untuk melindunginya di klan ini, meski dia adalah keponakan ketua Regar, tetap saja, Regar tidak mau mengambil resiko jika harus berurusan dengan klan Wu zang.
Sedangkan di sisi lain, Sania masih memperhatikan Darnu dan Raynor beradu argumen untuk persoalan kecil yaitu memperebutkan seorang wanita.
"Sebenarnya aku selalu sadar dengan situasi sekarang, aku pun tidak ingin cari masalah disini. Tapi kalian juga harus tahu bahwa menghormati orang lain adalah sebuah kewajiban untuk setiap manusia, tapi kalian semua, benar-benar tidak layak." Raynor tersenyum pahit untuk mengejek Darnu.
Darnu pun terbawa emosi, tangan mengepal kuat dan sudah siap mengeluarkan energi tenaga dalam untuk menyerang Raynor.
__ADS_1
Seorang yang sudah berada di ranah pemahaman bumi tahap akhir seperti Darnu, mampu menghancurkan sebuah batu besar dengan mudah tanpa terluka sedikitpun. Raynor sudah tahu tentang tujuan Darnu, dia juga siap dengan tenaga dalam ditangannya.
Tidak terbayang seberapa kuat energi yang di keluarkan Raynor dan Darnu, hanya dengan benturan tenaga dalam mereka saja membuat beberapa orang disekitar terdorong mundur satu langkah.