
Pagi hari.....
Raynor duduk bermeditasi karena peningkatan kekuatan yang dia dapat masih harus di stabilkan, terlebih lagi setelah melakukan banyak hal bersama Erza semalaman penuh tentu menguras separuh energinya.
Tapi ini Raynor merasa kagum dengan manfaat teknik meditasi gabungan jiwa, di percobaan pertama mampu memberi trobosan kepadanya hingga menjadi seorang ahli beladiri tingkat pemahaman bumi tahap tengah.
Meski begitu Raynor tidak bisa dibilang bahwa Erza sangat istimewa. Dia hanya wanita biasa, tanpa bakat diatas rata-rata atau sebagai pemilik kekuatan yang luar biasa, sehingga memberi cukup energi untuk Raynor melakukan terobosan sudah beruntung.
Dan lagi karena teknik meditasi gabungan jiwa yang mereka lakukan, tidak hanya Raynor saja mendapat keuntungan, tapi Erza pun sama, dia berhasil naik tiga tingkat hingga menjadi seorang ahli beladiri tingkat pemahaman bumi tahap awal.
"Benar-benar hebat Teknik meditasi yang dimiliki oleh Dewi keajaiban hidup ini."
Penguasa tertinggi mempelajari teknik meditasi gabungan jiwa karena tidak sengaja tersesat dalam reruntuhan kuno di alam semesta cahaya suci. Namun di dalam perjalanan belum pernah sekali pun Davendra mempraktekkan teknik ini dengan seorang wanita. karena tanpa perlu melakukannya, dia sudah sangat kuat.
"Hmmm aku penasaran bagaimana jika aku melakukan teknik meditasi gabungan jiwa bersama dengan wanita pemilik berkah Tuhan sejati, berapa banyak trobosan yang aku dapat nantinya." Gumam Raynor sendirian.
Raynor membayangkan penuh rasa penasaran, tidak hanya tentang para wanita pemilik tubuh yang diberkahi selalu memiliki wajah rupawan dan indah bagai malaikat. Tapi juga karena tenaga dalam mereka juga berbeda dari manusia biasa.
"Meski begitu apa di dunia ini ada wanita yang memiliki tubuh berkah dari Tuhan sejati."
Kesempatannya sangat kecil, bahkan di sebuah dunia yang penguasa tertinggi kunjungi, ada kurang dari 10 orang dengan tubuh diberkahi oleh tuhan sejati.
Itu benar-benar langka, istimewa dan tidak ternilai harganya, jika ada penguasa alam semesta tahu tentang kelahiran pemilik tubuh berkah Tuhan sejati di wilayah kekuasaan mereka, tentu akan melakukan segala cara demi mendapatkannya.
Selagi Raynor melamun....
Erza baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri untuk pertarungan semalam. Terkejut ketika melihat Raynor duduk diam diatas ranjang tanpa menutupi tubuh, dia masih belum terbiasa.
"Apa ada yang salah ?." Bertanya Raynor saat menyadari Erza berdiri dengan melihatnya ragu-ragu.
"Kenapa kau begitu santai Ray, seakan tidak terjadi apa pun dengan kita. " Berkata Erza bingung dan kesal bercampur aduk.
"Memang apa yang kau harapkan, mengembalikan semua seperti semula, itu tidak mungkin."
'Aku pun tidak mengharapkan hal itu, tapi tetap saja.....' Erza kesal kepada dirinya sendiri yang tampak bodoh ketika mengingat kejadian semalam.
"Paling tidak kau menutupi tubuhmu, aku malu melihatnya."
"Kenapa kau harus malu, bukankah semalam kau sangat bersemangat untuk melihat semua." Goda Raynor.
"Jangan katakan itu. "
'Aku seperti kehilangan akal ketika melakukannya, jelas itu bukan diriku.' Meski dalam pikiran Erza dia menolak kenyataan, tapi Raynor tahu bahwa itu adalah keinginan Erza sendiri.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mandi dan pulang."
Selagi Raynor berjalan melewati Erza, dia menarik tangannya dengan cepat.
"Tunggu Ray, apa yang harus kita katakan kepada Sania." Erza jelas memikirkan tentang Sania, jika dia mengetahui tentang apa yang mereka lakukan.
"Kau ingin mengatakannya ?." Raynor balik bertanya.
"Tentu saja tidak, tapi aku merasa bersalah jika harus berbohong."
"Selama Nia tidak bertanya, untuk apa mengatakan yang terjadi."
"Itu benar, tapi, bagaimana jika dia tahu." Erza tidak bisa tenang.
"Disini hanya kita yang tahu, memang kau pikir Nia bisa tahu jika tidak ada diantara kita mengatakannya."
"Sepertinya begitu." Erza pun mengangguk paham.
Raynor pun mengusap rambut Erza dan berkata.... "Kalau memang Sania tahu, mau bagaimana lagi, biarkan saja, aku melakukannya demi menyelamatkan mu."
"Bagaimana jika dia marah."
"Kau memikirkannya terlalu berlebihan Erza, meski seluruh kerajaan marah dengan mu, aku akan membelamu."
"Tidak perlu khawatir, percaya padaku."
"Baiklah Ray." Ada senyum terlintas di wajah Erza.
Dia pun tidak menyangka seorang Erza yang katanya sudah meninggalkan sifat kewanitaannya datang menarik tubuh Raynor dan memberi pelukan.
"Hei apa kau ingin melakukannya lagi, ini sudah siang, aku harus pulang karena ada hal lain yang akan aku kerjakan." Berkata Raynor.
"Tentu saja tidak, tapi, aku berubah pikiran, aku ingin tetap ikut bersamamu." Jawab Erza dengan wajah malu-malu.
"Aku tidak memaksamu, tapi karena itu yang kau inginkan, tentu aku akan menjagamu." Balas Raynor.
Berjalan pergi Raynor untuk membersihkan diri, dia pun harus segera kembali ke klan harimau merah karena seperti yang dikabarkan, jika hari ini akan dipilih para generasi muda dalam pertandingan empat klan utama.
*******
Di sebuah ruang penuh dengan pernak pernik berpahatan lucu dan aroma ruangan yang wangi dari seorang wanita.
Siva tampak murung dengan wajah datar seakan dia sedang memikirkan sesuatu yang begitu penting didalam hidup.
__ADS_1
Sikap gadis itu seperti mengalami gangguan mental yang bernama jatuh cinta. Dimana sesekali Siva akan tersenyum sendiri, kemudian merenung, kembali tertawa dan berakhir dengan ekspresi melongo seperti tidak ada hal lain yang bisa dia pikirkan selain lelaki bernama Raynor.
Sedangkan dari balik pintu kamar Siva, lelaki paruh baya dengan seorang pelayan tua mencoba melihat dia lewat celah pintu. Mengendap-endap, tidak bersuara, meski pun ketika ada pelayan yang tanpa sengaja lewat dan melihat mereka berdua, pelayan itu segera mengelus dada sambil berkata dalam hati.
'Punya raja kok gini amat....'
Dia adalah Sura Elvord, ayah dari Siva, raja dari kerajaan Losborn dan pelayan setianya, Weiz. Rasa cinta terhadap putrinya lah yang membuat Raja Sura benar-benar khawatir ketika tahu bahwa Siva terlihat begitu aneh setelah pertemuan dengan Raynor.
Para pelayan atau pun penjaga yang sering kali berada di dekat Siva tentu menyadari jika sosok kecantikan abadi di kerajaan Losborn itu seperti orang kebingungan.
"Weiz, sudah satu satu bulan Siva seperti itu, apa perlu kita memanggilkan tabib untuk mengobatinya." Berkata Sura karena sangat mengkhawatirkan kondisi Siva.
"Tuanku, sepertinya memang harus begitu, besok aku akan coba mencari tabib yang terbaik di kerajaan." Weiz pun menjawab perkataan rajanya, dimana dia pun ikut khawatir.
Siva ada didalam ruangan sedikit risih karena mendengar bisikan-bisikan dari ayahnya dan Weiz, meski berusaha mereka berdua berbicara dengan pelan, tapi telinga Siva cukup terlatih untuk tahu siapa-siapa yang selalu bicara di belakangnya.
Siva berjalan menuju pintu dengan perasaan kesal, tentu untuk memarahi kedua orang yang masih sibuk mengintip dari balik celah.
"Wei, Siva datang." Raja Sura memberikan kode untuk segera pergi dari belakang pintu.
Tapi belum sempat mereka berdua pergi, Siva sudah berdiri menyilangkan tangan menatap kesal kepada ayah dan Weiz.
"Ayah, apa ayah tidak memiliki waktu untuk membiarkan ku sendiri." Berkata Siva dengan kesal.
"Tidak, itu tidak benar, aku disini hanya untuk memberitahumu jika kita akan berkunjung ke klan harimau merah siang nanti." Randusa mencari alasan lain untuk Siva.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap." Jawab siva dengan membanting pintu.
"Kenapa kau harus bersiap-siap ?."
Siva membuka kembali pintunya... "Kenapa ?, Bukankah kita akan bertemu Raynor."
"Oh jadi itu yang putriku harapkan ?."
"Memang salah ?." Balas Siva bingung.
"Sebenarnya, ayah pergi ke klan harimau merah untuk membicarakan urusan pertandingan empat klan utama dua Minggu lagi, jadi kau tidak perlu ikut Siva."
"Aku akan ikut."
Siva dengan keras menutup pintu, Raja Sura pun hanya tersenyum sendiri karena putrinya sekarang begitu antusias untuk pergi menemui Raynor.
(Note : jika ada yang bingung tentang kenapa kerajaan Losborn di pimpin oleh raja yang berasal dari klan Garuda api dan itu notabenenya adalah salah satu klan utama. Ini seperti sistem pemerintahan demokrasi, dimana empat klan utama anggaplah partai politik dan mereka akan memperebutkan kursi raja dari pengambilan keputusan bersama.)
__ADS_1