
Hari libur telah tiba....
Bagi para murid hari libur menjadi satu hari yang sangat spesial, dimana mereka bisa bersantai seharian penuh tanpa perlu mengikuti pembelajaran. Mereka bebas bepergian, rebahan, bercengkrama bersama teman atau pun tetap berlatih sendirian.
Tapi di hari ini menjadi sebuah momen yang sangat menakjubkan untuk Junaidi atau biasa dipanggil Jun, karena dia akan bertemu dengan kekasihnya Qiu Nan di kota Tegalasa.
Raynor terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik Jun yang membuat telinganya tidak nyaman. Melihat aneh Jun berdiri di depan cermin, merapikan rambut dengan bermacam-macam model.
"Fajar saja belum terbit, ayam belum berkokok, tapi kau sudah sibuk merapikan rambutmu saudara, tidak bisakah bersikap biasa saja." Ucap Raynor mengagetkan Jun.
"Kau sudah bangun rupanya Raynor." Balas Jun tertawa aneh.
"Jadi ?, apa sebegitu luar biasanya bertemu dengan Qiu Nan."
"Untuk kali ini aku tidak mungkin biasa saja, karena sejak semalam aku sudah mempersiapkan semua agar bisa berjalan lancar." Ucap mengacungkan jempol.
Raynor menggelengkan kepala seakan tidak percaya, dia melihat Jun seperti lelaki bodoh yang baru pertama kali jatuh cinta.
"Saudara Jun, jika kau benar-benar bersemangat aku tidak menyalahkan mu, tapi menurut pengalaman ku, wanita tidak menyukai lelaki yang terlalu bersemangat."
"Apa aku terlihat seperti itu." Balik Jun bertanya.
"Ya, kau seperti kucing ingin cepat-cepat kawin."
Kini Jun berdiri lemas...."Tapi aku sendiri bingung harus bersikap seperti apa. Apa kau bisa mengajariku Raynor."
"Jika aku jelaskan soal wanita, satu bulan pun tidak akan kelar. Tapi percaya padaku, aku cukup berpengalaman dalam bidang ini." Balas Raynor dengan acungan jempol.
Bagaimana pun Raynor adalah penguasaan tertinggi yang sudah menikahi lebih dari lima puluh wanita dari berbagai alam semesta atas. Sehingga dia cukup yakin soal kemampuannya.
Entah kenapa Jun melihatnya begitu meyakinkan, dia pun merasa tidak salah untuk mendengar nasihat dari Raynor.
"Jadi apa yang harus aku lakukan." Langsung saja Jun bertanya.
"Pertama... Kau tidak boleh terlihat sangat berantusias untuk mendekati seorang wanita. Lebih seperti jual mahal, tapi paham apa yang seorang wanita inginkan." Ucap Raynor.
Jun mengangguk paham mendengar penjelasan Raynor secara cermat. Bahkan dia sudah menyiapkan alat tulis untuk mencatatnya.
"Kedua... Jika seorang wanita hanya diam, kau tidak boleh ikut diam, tanyakan saja apa pun agar bisa terus berbicara."
"Bertanya seperti apa ?." Balas Jun belum paham.
"Terserah kau saja. Apa yang dia makan, apa yang dia lakukan saat libur, hobinya apa, nama bapaknya siapa, sudah be*rak apa belum, apa pun asal dia tahu kau sangat perhatian dan tidak membosankan."
"Tapi aku tidak yakin Jika Qiu Nan akan senang saat ada orang yang banyak bertanya."
"Percaya saja padaku. Bahkan kalau ada pelajaran tentang 'Bagaimana mempelajari wanita' aku sudah bergelar Guru besar tingkat kerajaan." Raynor menepuk dadanya sendiri.
__ADS_1
"Wwwoooaaahhh. Lalu apa lagi..." Bersemangat Jun untuk bertanya hal lain.
Serius Raynor menatap Jun..."Karena kau sudah cukup lama tidak saling bertemu, dan meski pun kalian memiliki hubungan secara khusus, jangan asal main pegang-pegang **."
"Ya aku juga tidak akan melakukannya sembarangan."
"Itu... Itu... Kau jangan munafik saudara Jun, aku mewakili semua lelaki yang ada di seluruh jagat raya, ketika melihat wanita secantik Qiu Nan, mereka tentu akan berubah seperti kucing sang*ean." Jawab Raynor dengan sombong.
"Aku paham sekarang." Entah apa yang Jun pahami dari ucapan Raynor.
Semakin tegas anggukkan kepala Jun sembari terkagum-kagum melihat Raynor memberi nasihat.
"Satu lagi, ini yang terpenting. Jangan sekali-kali mengajak wanita makan atau belanja di tempat-tempat mahal."
"Apa itu karena mereka tidak senang jika lelaki membuang-buang uang." Jun coba menebaknya.
"Tidak bukan itu."
"Lalu kenapa ?."
"Uang mu tidak akan cukup." Jawab Raynor.
Junaidi tertawa dengan menggaruk kepalanya, Raynor seakan tahu berapa banyak uang saku yang dia miliki sekarang.
Pagi sudah datang...
"Sebaiknya aku juga harus pergi." Ucap Raynor sendirian.
Raynor sudah memiliki janji kepada Siva, Erza dan lainnya untuk membahas tentang perkumpulan mereka. Dia yang tidak mau di atur oleh orang lain, maka ide Erdan soal membentuk perkumpulan sendiri pun di setujui olehnya.
Guru Gundira tentu tidak akan menolak permintaan Raynor untuk menjadi pengawas perkumpulan mereka.
Berjalan ke tempat asrama murid bagian luar, cukup banyak orang memperhatikan Raynor, setelah pertandingan melawan Qiu Nan dia benar-benar menjadi terkenal.
Sayangnya terkenal untuk Raynor dapat bukan sesuatu yang bisa dia banggakan, karena cara murid-murid itu menatap seperti ingin melempar batu ke wajahnya.
Siva, Erza dan Erdian jalan bersama, mereka semakin akrab satu sama lain. Terlebih untuk dua wanitanya, setelah saling jujur perihal perasaan masing-masing kepada Raynor, tentu menjadi seperti sebuah hubungan antar saudara senasib dan sepenanggungan.
Melambaikan tangan ketika melihat Raynor di gerbang perbatasan wilayah luar dan dalam, Erza dan Siva tersenyum cerah ketika berjalan mendekat kepada Raynor.
"Bukankah sekarang kalian sangat dekat ?."
"Apa kau tidak senang dengan ini." Balas Erza.
"Tidak mungkin begitu, Aku hanya merasa damai saat tahu jika kalian bisa akur, padahal, awalnya kau dan Erza benar-benar canggung."
Sepintas senyum Siva ditunjukkan...."Tentu saja, karena kami terjebak di masalah yang sama. Kalau kami tidak akur, kami tidak bisa menyelesaikannya."
__ADS_1
"Masalah apa ?, Apa ada yang mengganggu kalian berdua." Balik Raynor bertanya.
"Kau adalah masalah kami." Dengan tegas Erza lah yang mengatakannya.
"Bagaimana mungkin aku dianggap masalah."
"Kami harus memastikan bahwa kau tidak bermain dengan wanita lain, itu masalah yang kami hadapi." Siva pun setuju.
Raynor tertegun mendengar ucapan Siva, banyak hal yang tidak diketahui oleh mereka berdua, dan Raynor pun berharap agar keduanya tidak pernah tahu.
"Jangan khawatirkan soal itu." Mencoba Raynor memberi kepercayaan.
"Karena itu kau. Kami selalu khawatir." Keduanya benar-benar kompak sekarang.
Dari sisi lain, Furan dan juga Erdan pun muncul, tapi kali ini mereka tidak berdua, ada dua orang yang datang mengikuti dengan akrab.
"Furan siapa mereka ?." Bertanya Raynor karena tidak terlalu nyaman melihat dia orang itu.
"Ah, saat aku dan Furan berbicara mengenai perkumpulan yang akan kita buat, mereka juga merasa tertarik." Balas Erdan.
"Oh, begitu... Jadi siapa mereka ?."
"Mereka adalah murid satu angkatan dengan kita, Regun dan Zezan. Keduanya berasal dari kerajaan Soran." Jawabnya.
"Kerajaan Soran kah."
"Ya... mereka juga memiliki latar belakang yang hebat sama seperti ku." Ucap Erdan dengan sombong.
"Maksud mu orang yang tidak tahu malu karena merengek demi menyelamatkan adiknya." Balas Raynor.
Wajah Erdan terlihat malu ketika mendengar perkataan Raynor...."Jangan ingatkan aku soal itu. Regun adalah putra dari seorang jenderal Zernad dan Zezan adalah putra dari raja kerajaan Soran."
"Oh...." Gumam Raynor.
Regun dan Zezan memberi hormat kepada Raynor, keduanya tersenyum cukup lebar sebagai tanda perkenalkan.
Zezan berjalan mendekat...."Aku sangat kagum kepada anda tuan Raynor, saat anda mengalahkan Putri Qiu Nan, aku menyadari bahwa Anda adalah seseorang yang benar-benar berbakat."
"Terimakasih, aku hanya sedikit lebih kuat hebat saja dari Qiu Nan, jadi bukan sesuatu yang bisa dibanggakan."
"Anda sangat merendah diri, sungguh aku merasa terhormat jika bisa ikut di perkumpulan anda."
Tapi tidak sepenuhnya Raynor senang dengan perkataan Zezan...."Tidak perlu, menyanjung ku berlebihan. Tapi kenapa kalian ingin bergabung dengan kami, bukankah ada banyak perkumpulan yang tentunya mau menerima putra dari seorang raja."
"Ada banyak alasan tentang hal ini, salah satunya, mereka hanya melihat dari status ayahku saja, bukan karena kemampuan ku." Balas Zezan dengan ekspresi wajah murung.
"Aku paham, terkadang itu memang memuakkan." Yang menjawab adalah Furan.
__ADS_1
Bagaimana pun Furan sudah banyak melihat manusia-manusia yang berbaik hati kepadanya, tapi bukan karena mereka peduli, melainkan demi mendapat perhatian Regar sebagai kepala klan harimau merah.