The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Batu darah iblis


__ADS_3

Xin Nian, Xin Sena dan Xin Salim dipaksa mundur oleh kubah emas yang dibentuk untuk melindungi tubuh Raynor dari serangan energi hitam.


Ditambah tiga serangan beruntun dari pedang besar yang memutahkan energi ledak luar biasa, membuat tubuh mereka bertiga harus menerima luka berat.


Perlahan bangkit, energi hitam yang muncul di tubuh mereka mulai melakukan regenerasi luka hingga kembali seperti tidak terjadi apa pun. Meski begitu wajah ketiga Xin bersaudara masih merasakan sakit yang luar biasa.


Xin Nian menyeka darah di mulut...."Diantara banyak orang yang aku lawan, hanya sedikit yang mampu membuat ku terluka cukup parah, dan kau salah satunya. Raynor."


"Apa aku harus bangga dengan hal itu, dan juga bukankah kau hampir tewas karena ku dulu." Raynor cukup puas tertawa.


"Itu dulu, berbeda dengan sekarang. Aku sudah menguasai sepenuhnya energi gelap jauh lebih tinggi." Balas Xin Nian tidak mau menerima kekalahan di pertarungan sebelumnya.


"Asal kau tahu, jika semua yang kau lakukan percuma, bahkan raja iblis sekali pun belum cukup untuk membunuhku." Senyum sombong ditunjukkan oleh Raynor.


"Sungguh kau tidak tahu apa pun soal raja iblis, tapi dengan mudahnya kau bicara seakan tidak ada harga dirinya."


"Memang begitu kenyataannya, jadi untuk apa aku berbohong."


Raja iblis yang dunia antah berantah ini maksudkan hanya sebatas ujung jari dari penguasa iblis tingkat dewa di alam semesta dunia gelap abadi. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan oleh Raynor, karena dia adalah penguasa tertinggi dan orang yang mengalahkan penguasa iblis itu.


Tapi seakan tidak percaya, ketiganya bergerak maju sekali lagi, energi hitam kembali berkobar di masing-masing senjata mereka. Secara bersamaan melepas serangan langsung ke permukaan kubah emas.


Benturan energi antara dua kekuatan milik Xin bersaudara dan rangkaian formasi pertahanan Raynor, menciptakan gelombang yang melesat lurus ke atas langit.


Langit seakan terbelah menjadi dua, antara hitam dan emas yang menutupi setiap sisi langit diatas hutan Jatilowa.


Erza, Qiu Nan, Siva, Erdian dan banyak orang yang berada di sekitar wilayah hutan Jatilowa tentu merasa takjub dan juga ketakutan ketika melihat ke atas langit.


"Kekuatan macam apa yang mereka lepaskan, aku belum pernah melihat hal seperti ini." Ucap Qiu Nan takjub.


"Itu sudah biasa bagi Raynor." Erza memberi tanggapan santai untuk rasa terkejut dari Qiu Nan.


"Kau sepertinya tidak terkejut melihat Raynor, Erza."


Erza tertawa dengan terpaksa...."Bisa dikatakan aku sudah bosan untuk terkejut jika itu berhubungan dengan Raynor."


"Bukankah ini terlalu luar biasa, bahkan aku merasa dia bisa menyamai sosok kaisar pedang naga Elonel di masa depan nanti." Ada pujian dari Qiu Nan, meski itu tidak mau dia akui.

__ADS_1


'Sebenarnya tidak perlu menunggu masa depan, kekuatan Raynor yang sebenarnya sudah melampaui Kaisar pedang naga, putri Qiu Nan.' balas Erza dalam hati.


Erza yang sudah melihat sendiri seberapa menakjubkan sosok Raynor di dunia ilusi saat melakukan Teknik meditasi gabungan jiwa, tentu mengetahui seberapa tinggi kekuatan miliknya.


Raynor yang awalnya cukup santai, bahkan sambil menguap karena bosan melihat wajah ketiga Xin bersaudara begitu serius, kini terkejut dimana rangkaian formasi kubah emas retak.


"Kalian bertiga benar-benar berusaha keras untuk hal ini, tapi percuma ...." Raynor membentuk rangkaian formasi lain.


Seketika itu juga, lapisan luar dari kubah emas membentuk empat pedang yang melayang, satu persatu mengarah lurus menyerang Xin Nian, Xin Sena dan Xin Salim.


Merasa berbahaya, ketiga Xin segera melepaskan diri dan melompat menjauh dari jangkauan pedang yang datang.


Mereka bertiga harusnya sudah menyadari, jika ada keanehan dari rangkaian formasi kubah pelindung dan juga rangkaian formasi pedang yang di ciptakan oleh Raynor.


"Tidak aku sangka, dia tidak hanya ahli beladiri saja, melainkan seorang Shaman juga." Xin Sena pun merasa kagum dan juga takut.


"Tapi bagaimana mungkin serangan kita tidak mampu merusak rangkaian formasi miliknya." Xin Salim bingung.


Xin Sena yang memiliki pengetahuan tentang rangkaian formasi tidak bisa memahami...."Jelas bukan rangakaian formasi biasa, energi hitam yang kita miliki harusnya mampu memotong segala bentuk kekuatan energi. Sedangkan tidak berguna untuk merobek kubah itu."


Tapi Xin Nian menghentikan itu...."Jika kita melakukan itu, tubuh kita tidak akan mampu menahan tekanan energi hitam."


"Jadi apa yang harus kita perbuat Kakak."


"Kalian jangan ambil resiko, biar aku sendiri yang melawannya." Xin Nian menawarkan diri untuk bertarung lebih serius lagi.


"Bagaimana mungkin kak Nian akan menang, kita bertiga saja tidak mampu." Xin Sena mengakui.


"Aku akan menggunakan batu darah iblis dan membangkitkan kekuatan hitam secara penuh." Itu yang Xin Nian rencanakan.


Ada ketidaknyamanan dari Xin Sena ketika Xin Nian mengatakan rencananya.


Xin Salim terkejut..."Jika kakak melakukan itu, kakak tidak akan bisa kembali sebagai manusia lagi."


"Jangan khawatir, Salim, aku sudah siap dengan resikonya, karena ini menyangkut harga diri dan juga dendam kepada dia." Tegas sorot mata Xin Nian tanpa keraguan.


Raynor mendengar diskusi yang ketiga Xin bersaudara bicarakan, tapi sikap santai ditunjukan olehnya, seakan semua rencana mereka bertiga bukan hal penting.

__ADS_1


"Apa kalian akan terus berbicara dan membuatku bosan menunggu." Berkata Raynor dengan menguap.


Xin Salim tidak terima...."Kau memang seorang pengecut Raynor, hanya berlindung dibalik rangkaian formasi, apa sebegitu takutnya untuk melawan kami."


"Ini tidak bisa di sebut sebagai pengecut, lebih seperti rencana jenius. Bahkan yang harusnya dikatakan pengecut adalah kalian yang bertarung dengan keroyokan." Jawaban Raynor membuat Salim diam.


"Kalau begitu, untuk sekarang aku sendirilah yang akan melawanmu." Bertanya Xin Nian.


Xin Nian berjalan maju tanpa dua saudara yang lain, sebuah batu merah kecil menyala terang seperti memudarkan cahaya lain di sekitarnya.


Raynor tahu jika itu adalah batu darah iblis sama seperti yang dia simpan. Hanya saja ukuran lebih kecil, tidak lebih sebutir beras sedangkan milik Raynor sebesar ibu jari, jari kuli bangunan pula.


Yang menentukan besar batu darah iblis sendiri adalah jumlah tumbal ketika di korbankan di dalam rangkaian formasi pengorbanan jiwa. Batu di tangan Xin Nian, adalah berasal dari prajurit musuh yang mereka tangkap untuk di gunakan sebagai tumbal.


Meski besarnya hanya sebutir besar itu sudah menunjukan aura kuat yang begitu pekat, Xin Nian memasukan batu darah iblis kedalam mulut dan menelan bulat-bulat tanpa minum setelahnya.


"Rasanya sedikit aneh. Agak amis dan sedikit asam. Tapi tidak terlalu buruk." Ungkap Xin Nian meski tidak ada orang bertanya.


Kepulan asap hitam keluar dari pori-pori kulit Xin Nian, awalnya dia masih merasa biasa tanpa dirasakan efek samping apa pun, tapi dalam beberapa nafas, teriakan keras seperti menerima kesakitan luar biasa di mulutnya.


Perlahan sebagian kulit Xin Nian melepuh, melebur dan berganti dengan lapisan energi hitam, rambut yang awalnya hitam panjang pun mulai rontok dan muncul satu tanduk di depan dahi.


Campuran antara batu darah iblis kedalam tubuh yang sudah menerima energi hitam iblis menjadi lebih sempurna, ini juga akan mengubah wujud Xin Nian menjadi setengah iblis.


"Aku merasa seperti terlahir kembali." Ucap Xin Nian dengan gelegar tawa yang menggetarkan seluruh tanah.


Raynor menggelengkan kepalanya...."Aku tidak percaya kau mau melepas tubuh manusia mu dan memberikannya kepada energi iblis."


"Kau tahu apa Raynor, kekuatan iblis adalah puncak dari segala kekuatan yang ada di dunia ini, makhluk abadi dan juga penguasa kegelapan dunia."


"Kau itu sudah dibodohi, iblis hanya makhluk sombong yang penuh hina di hadapan manusia. Potensi manusia mampu mengubah apa pun, bahkan merajai puncak kekuatan di alam semesta, sungguh sayang sekali." Balas Raynor mengatakan kenyataan yang sudah dia jalani.


"Kalau begitu, biar aku buktikan kepadamu, Raynor."


Satu kibasan tangan melepas energi hitam pekat ke tebing di sebelah Xin Nian, hanya dengan sedikit kekuatan itu saja, tebing yang awalnya menjulang pukulan meter, kini tersisa setengah seperti melebur oleh api berwarna hitam.


Jika kekuatan hitam itu menyerang seorang manusia, walau pun seorang ahli beladiri tingkat lord, itu sudah dipastikan membunuhnya tanpa ada perlawanan berarti.

__ADS_1


__ADS_2