The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
lima bersaudara


__ADS_3

Memberi komando penyerangan kepada semua pasukan, Jendral Zernad bergerak maju memasuki kota kerajaan Losborn bersama para bandit.


Tapi perasaan aneh datang, ketika sang jendral melihat rumah-rumah sekitar, tidak ada satu orang pun, bahkan para penjaga yang mereka lihat sebelumnya kini lenyap.


Requel datang memberi laporan..."Jendral, seluruh tempat ini kosong, tidak ada satu pun bersembunyi di dalam rumah."


"Ini aneh, meski pun acara festival ada di pusat kerajaan, tapi tidak mungkin semua orang pergi untuk melihatnya."


"Kita tetap bergerak maju...." Baru saja jendral memberi perintah.


Tiba-tiba saja pintu gerbang tertutup dengan sendirinya, Dia pun kini sadar, jika mereka telah masuk kedalam jebakan. Jalanan kota yang mereka injak saat ini mengeluarkan cahaya kuning keemasan.


"Sial ini artefak peledak... Semuanya pergi....." Tapi perintah Jendral Zernad terlambat.


Secara beruntun muncul ledakan demi ledakan yang terlihat jelas di depan mata sang jendral, dia tidak menyangka jika semua sudah di persiapkan oleh kerajaan untuk menyambut kedatangan mereka.


Tubuh jendral Zernad menerima ledakan dan terpental jauh menghantam dinding, dia masih bisa selamat karena memiliki baju perang khusus untuk bertahan dari segala serangan.


Tapi karena benturan keras itu membuatnya seluruh tubuhnya mengalami kesakitan. Mata Jenderal Zernad melihat ratusan mayat pasukannya tergeletak dengan tubuh tidak utuh, meski pun ada yang selamat, mustahil mereka ikut berperang.


Dorondo yang masih bisa menyelamatkan diri dari ledakan kini menghampiri Zernad dan membantunya berdiri. Tapi kuat cengkraman tangan mencekik leher Dorondo.


"Kau sudah mengkhianati kami, Dorondo." Tegas jendral Zernad penuh kemarahan.


"Jika aku mengkhianati kalian, untuk apa aku datang kemari."


"Lantas apa yang bisa kau katakan dengan kejadian ini."


Dorondo ingat tentang bawahannya yang dikirim untuk membunuh Raynor, tapi tidak ada kabar apa pun dari mereka.


"Sepertinya ada bawahan ku yang tertangkap dan mengatakan semua rencana kita."


"Kau harus bertanggung jawab, Dorondo."


Requel yang sama-sama menggunakan jubah pelindung khusus, segera mendekat ke jendral Zernad meski pun terlihat banyak luka di tubuhnya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang jenderal, apa kita harus mundur." Requel bertanya karena jelas mereka terperangkap di dalam kota, sedangkan gerbang tertutup rapat.


"Tidak, kita tetap melanjutkan serangan, perintahkan pasukan khusus lima bersaudara itu untuk menghancurkan gerbang ini."


Tetap saja, karena kejadian tidak terduga ini dia sudah kehilangan separuh dari kekuatan tempurnya. Tapi sang jendral tidak berniat untuk mundur karena masih memiliki pasukan lain yang ada di balik gerbang.


Requel melompat tinggi melewati dinding perbatasan, dari atas dia segera memberi tanda perintah seperti yang dikatakan oleh Jenderal Zernad.


Lima orang berjalan maju, mereka adalah prajurit dari pelatihan khusus kerajaan Soran, memiliki peran penting untuk membantu perlawanan terhadap ahli beladiri tingkat tinggi.


"Sungguh tidak berguna, inilah akibatnya percaya kepada para bandit yang licik itu."


"Bagaimana pun kerja sama ini adalah saran dari raja Soran ke tujuh, apa artinya kau menentang perintah raja, kakak."

__ADS_1


"Kalian berdua, jangan banyak bertengkar, kita hanya perlu menyelesaikan perang ini dan pulang."


"Apa yang dikatakan kakak pertama benar. Kita pulang saja."


"Jangan makan gaji buta kau, belum kita bekerja dan kau ingin pulang."


Satu lelaki yang menjadi saudara tertua melepas aura kekuatan tenaga dalam tingkat tinggi, sebagai ahli beladiri tingkat raja tempur membuat dirinya cukup mudah menghancurkan pintu gerbang agar semua pasukan masuk.


"Lepaskan para binatang itu." Kakak pertama memberi perintah sebagai pengganti jendral Zernad.


Segera setelah jalan masuk dibuka, para prajurit membawa sepuluh binatang iblis, mereka melepas rantai pengikat yang menjadi artefak penjinak.


Para binatang iblis menjadi liar, berlarian masuk kedalam kota dan mulai menghancurkan bangunan segala hal yang ada di depan mereka.


Kakak pertama dengan senyum mengejek berkata..."Peperangan ini membuatku tidak senang. Kita yang harusnya menang, kini bersusah payah saat rencana digagalkan."


"Apa kakak menganggap kita akan kalah." Adik perempuan balas bertanya.


Tapi wajahnya seakan kurang senang dari pertanyaan itu .... "Tentu saja tidak, kita akan menang, karena tidak ada kalah untuk pertarungan kita."


Langkah kaki ke lima orang dari pasukan khusus memasuki kota, di depan mereka jendral Zernad masih melakukan perawatan akibat ledakan sebelumnya.


Ada senyum sombong ditunjukkan oleh kakak tertua yang melihat kondisi Zernad, begitu pula untuk Zernad yang tidak menyukai sikap mereka berlima.


"Jendral Zernad sepertinya kau benar-benar harus pensiun." Ucap kakak pertama itu dengan penghinaan jelas.


"Aku tidak berpikir untuk pensiun tiga puluh tahun kedepan."


"Urusan saja urusanmu sendiri."


Selagi jendral Zernad berdebat, orang-orang melihat sebilah pedang jatuh dari atas langit dan membunuh satu binatang iblis dengan mudahnya. Mendengar suara keras ketika pedang menancap ke tanah membuat ledakan cukup keras.


Dan satu sosok bayangan melompat dari ketinggian dinding perbatasan wilayah tengah, dia berdiri di atas gagang pedang untuk bicara.


"Kalian terlalu menganggap remeh kerajaan Losborn, hanya dengan membawa binatang kecil seperti ini mampu untuk menang ?." Ucap Raynor yang menampakkan diri.


"Siapa kau bocah."


"Oh kau mengawali sesi perkenalan, lagian apa perlu kalian berkenalan denganku... Tidak bukan itu, apa aku perlu mengenal kalian ?."


"Jangan banyak omong kau, jika kau tidak mengatakan namamu, maka kami tidak bisa membuat batu nisan untukmu."


"Sungguh baik hati sekali, tapi maaf aku lebih suka membuatnya sendiri." Balas Raynor.


Raynor turun dan menarik pedangnya, segerombolan prajurit datang menyerang, dia pun bersiap dalam kuda-kuda, satu ayunan di lakukan dan lebih dari dua puluh orang terpental jatuh.


Pertarungan itu tidak hanya Raynor saja, pasukan kerajaan Losborn pun datang meski mereka kalah jumlah, tapi dengan bantuan para tetua klan utama, sudah cukup menutupi kekurangan pasukan yang ada.


Perhatian saudara tertua dari kelima orang pasukan khusus itu tertuju kepada Raynor, dimana dia melihat sendiri seberapa brutal kekuatannya ketika berurusan dengan ratusan prajurit yang coba melawan.

__ADS_1


"Pemuda itu sangat kuat, berbeda dengan para orang tua disana, dia benar-benar gila akan pertarungan." Seakan kakak pertama tahu dari raut wajahnya.


"Apa kau akan melawannya kakak."


Tersirat senyum penuh semangat untuk bertarung...."Aku hanya ingin tahu apa dia bisa sedikit menghibur ku."


Selagi Raynor sibuk mengurus para prajurit yang datang terus menerus, ruang tanpa batas menangkap adanya energi besar datang dengan cepat.


Tebasan energi tenaga dalam hitam melesat lurus kearah Raynor, tidak perduli dengan orang-orang yang ada di pihaknya, membuat siapa pun di sekitar arah serangan terbunuh.


Raynor sigap menggunakan pedang di tangannya untuk menahan serangan orang itu, meski terdorong mundur beberapa langkah.


Kehadiran sosok lelaki dengan tekanan aura membunuh yang sangat kuat, membuat Raynor tertarik, meski hanya seorang ahli beladiri tingkat raja tempur tahap akhir, tapi energinya mampu menyamai seorang ahli beladiri tingkat lord.


Ini jelas tidak biasa, dia sangat berbakat karena melampaui batas kekuatan yang seharusnya.


"Ternyata kau masih bisa selamat setelah menerima serangan dariku. Sebuah pujian untukmu."


"Aku tidak butuh pujian, karena itu tidak membuat perutku kenyang." Dibalas oleh Raynor dengan lemparan pedang disertai tenaga dalam.


Melesat lurus cepat dan kuat, lelaki itu melakukan hal yang sama, dia tidak menghindar, melainkan menangkis pedang yang Raynor lempar.


"Orang ini...."


Tapi sontak matanya terbuka lebar, tubuhnya terdorong mundur cukup jauh, dia terkejut karena berat pedang lawan tidak biasa. Termasuk lapisan energi tenaga dalam yang dia berikan, jauh diatas rata-rata seorang generasi muda, sehingga sangat sulit untuk membalik serangan.


Kejutan belum selesai sampai disitu, bola kristal yang sudah terisi penuh energi tenaga dalam kini menyala ketika melepas gelombang ledakan.


Tubuh lelaki itu mendapat luka sobek yang cukup parah, tapi dia masih selamat karena sesegera mungkin menghindar dan kekuatan fisiknya sangat terlatih.


"Aku yakin senjatamu bukan senjata energi, tapi mampu memanipulasi energi di dalamnya, dimana kau membelinya." Bertanya sang kakak pertama itu.


"Meski kau mencari ke setiap toko di dunia ini, kau tidak akan menemukan senjata seperti milikku."


"Jadi itu senjata yang kau buat sendiri. Aku cukup tertarik."


"Sayangnya senjata ini tidak dijual." Balas Raynor.


"Kalau begitu biar aku rebut sendiri."


"Jika kau mampu."


Raynor bisa merasakan sesuatu yang sangat berbahaya dari aura kehadiran lelaki itu, aura kekuatan hitam pekat seakan menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Terima ini."


Sebuah ayunan pedang dengan gelombang tenaga dalam hitam memaksa Raynor untuk menghindar, dia tahu seberapa berbahayanya energi hitam itu jika diterima tanpa perlindungan.


Raynor menjaga jarak, terus menghindar dan menangkis, mencoba membalas tapi kecepatan langkah dari lawan bergerak jauh lebih cepat.

__ADS_1


"Kekuatan iblis memang sangat merepotkan." Ucap Raynor.


Lelaki itu diam tidak memberi tanggapan apa pun soal perkataan Raynor. Orang lain tentu tidak menyadari jika sosok itu memiliki kekuatan iblis.


__ADS_2