The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
kondisi Furan


__ADS_3

Tiga hari berlalu...


Kondisi Furan kini berubah drastis menjadi lebih baik setelah meminum ramuan yang diberikan oleh Raynor, tentu Regar menunjukkan rasa syukur kepada Raynor atas bantuannya.


Dia yang sudah memberikan segala hal demi kesembuhan Furan, mencari para ahli pengobatan dari kerajaan lain, atau pun membuat ramuan penyembuhan dengan bantuan alkemis tingkat lima. Tapi seakan semua itu tidak berarti.


Melihat bagaimana Furan merasa kesakitan setiap hari, Regar ingin pasrah dan berharap jika anaknya berhenti bermimpi menjadi seorang ahli beladiri.


Hingga kini Furan menunjukkan kesembuhan atas kondisi buruk yang dia alami selama bertahun-tahun.


Seorang lelaki tua duduk di sebelah Furan yang berbaring, jarinya menyentuh pergelangan tangan untuk merasakan denyut nadi. Namun seketika mata terbuka ada kejutan untuk dia ketahui.


"Ini keajaiban tuan Regar, beberapa hari yang lalu aku tidak melihat adanya perubahan dari tubuh Furan, tapi sekarang, energi tenaga dalamnya mengalir dengan lancar, bahkan kondisinya sangat baik." Ucap seorang tabib yang diminta Regar untuk memastikan Furan.


Sepintas terlihat senyum penuh rasa lega di wajah Regar...."Begitukah, aku tidak pernah menyangka jika keajaiban ini datang dari seseorang yang begitu dekat."


"Kalau boleh tahu tuan Regar, apa yang kau berikan sampai mampu menyembuhkan penyakit Furan." Bertanya tabib itu penasaran.


Regar menyerahkan satu botol kosong yang telah di minum oleh Furan, tabib itu pun membuka dan menciumnya, sontak mata terbuka lebar karena terkejut.


"Aku tidak pernah merasakan aroma murni yang begitu kuat seperti ramuan ini." Ucapnya dengan kagum.


"Aku pun sama terkejut denganmu, karena selama ini klan harimau merah membuat ramuan, tidak ada yang mampu memberikan kemurnian seperti itu." Regar mengangguk setuju.


"Jika aku tebak, ramuan yang kau berikan kepada Furan mungkin 90%, tidak lebih dari itu, hampir mendekati sempurna." Seorang tabib yang terkenal di kerajaan Losborn pun mengakuinya.


"Sayangnya, tidak ada ramuan sempurna, setiap kali bahan-bahan dimasak dalam kuali, mereka akan meninggalkan sisa kotoran yang tidak mungkin hilang, hanya bisa untuk dikurangi."


"Tapi selama aku hidup, aku pernah sekali merasakan ramuan dengan aroma kemurnian sangat tinggi dan itu hanya 92%, sedangkan ini jauh di atasnya."


"Itu artinya aku beruntung karena bisa mendapatkan ramuan ajaib untuk menyembuhkan Furan."


Tabib tua menyadari akan keajaiban dari ramuan yang Regar gunakan, tersirat niat lain di wajahnya dengan senyum merayu.


"Kalau boleh, apa tuan Regar tahu siapa yang membuatnya."


"Sungguh sangat disayangkan, aku sudah berjanji, jika tidak akan menceritakan apa pun soal dirinya." Regar tegas menjawab.


"Ayolah tuan Regar, jika anda bisa menjual ramuan ini di klan harimau merah, maka bisa dipastikan anda akan menguasai pasar ramuan di kerajaan Losborn, tidak lebih dari itu, seluruh benua angin biru ini." Penuh semangat tabib menunjukkan niat.


"Ini bukan soal menguasai perdagangan ramuan, atau kekayaan untuk klan, tapi janji yang sudah aku buat adalah bayarkan untuk kesembuhan Furan." Hanya saja ketegasan hati Regar tidak goyah.

__ADS_1


Tabib tua itu hanya mengendus lemas, dia tentu merasa penasaran, tapi ucapan Regar membuatnya mengerti, seberapa besar kebahagiaan Regar untuk keajaiban yang telah dia dapat.


Setelah pemeriksaan terhadap Furan sudah selesai dan tabib itu pun pergi ....


Regar pun berjalan keluar menuju halaman latihan, dimana di sana ada empat orang yang sedang berlatih, mereka adalah Raynor, Sania, Sisha dan Aslan.


Sebenarnya hanya Raynor dan Sania saja yang benar-benar berlatih, sedangkan dua anak kecil itu tidak lebih sebagai pengganggu Raynor dan Sania.


Ketika Sisha berkata .... "Kau anak kecil, kenapa mengikuti paman Ray, apa kau tidak mengurus urusanmu sendiri."


Aslan pun menjawab .... "Jangan sembarangan anak kecil, aku disini juga karena memiliki urusan dengan tuan Raynor, kau tidak akan tahu seberapa penting urusanku di sini."


Sedangkan Raynor yang duduk bersila selagi meditasi seketika membuka mata... "Kalian berdua jika hanya menganggu waktu ku berlatih, sebaiknya pergi yang jauh, sebelum aku kesal."


Sania sendiri mencoba menenangkan kemarahan Raynor... "Sudahlah Ray, mereka hanya anak kecil, jangan dianggap serius."


"Tapi mendengar mereka berdua mengoceh sejak pagi, telingaku seperti ingin lepas."


"Memang bisa di lepas telinganya paman." Sisha dengan polosnya bertanya.


"Kenapa kau bertanya untuk hal itu, anak kecil !!!." Balas Raynor dengan kesal.


Aslan sendiri tersenyum mengejek kepada Sisha karena Raynor jelas marah kepadanya. Tapi tidak lepas pula tatapan kesal Raynor kepada Aslan.


"Jangan khawatir tuan Raynor, aku sudah mendapatkan izin dari ketua Regar untuk belajar kepadamu." Sebuah alasan yang jelas sangat berguna.


Raynor menepuk kepalanya sendiri... "Harusnya aku yang khawatir di sini."


"Memang apa yang kau inginkan."


"Aku ingin belajar kepada anda tuan." Sekali lagi dia menyebutkannya.


"Bukankah kau sudah cukup hebat untuk membuat rangkaian formasi prasasti artefak."


Aslan menggelengkan kepala.... "Tapi itu belum cukup, aku ingin tahu segalanya mengenai formasi prasasti, karenanya aku mohon tuan Raynor bisa mengajariku."


Sania tentu merasakan bagaimana Raynor sedang kesulitan menanggapi Aslan, dia seakan tidak menyerah meski berulang kali Raynor menolak keinginannya.


"Baiklah.... Tapi aku ingin kau mengurai formasi prasasti yang aku buat, jika kau berhasil aku akan mengajarkan kepada mu." Raynor memberi syarat.


"Tentu saja, aku akan berusaha."

__ADS_1


Raynor mengambil sebuah kertas dan pena, dimana dia mulai membuat goresan melingkar dengan beberapa simbol-simbol prasasti, garis-garis untuk saling terhubung satu sama lain, hingga membentuk suatu rangkaian formasi.


"Apa kau tahu ini apa." Raynor bertanya.


Aslan pun memperhatikan dengan cermat, dimana dia memiliki pengetahuan yang cukup dalam membuat rangkaian formasi, hanya saja itu masih dalam tingkat rendah.


Rangkaian formasi yang Raynor buat tidaklah terlalu sulit, itu masih bisa dipahami oleh orang-orang di dunia antah berantah ini karena dia hanya mengubah bentuknya lebih rinci.


"Jika aku lihat, formasi ini seperti rangkaian untuk memperkuat ketahanan benda, tapi...." Aslan bingung jelas dia baru pertama kali melihat rangkaian yang berbeda dari pengetahuannya.


"Kau benar, ini menang rangkaian untuk memperkuat ketahanan benda, tapi aku menambahkan empat kemampuan lain di dalam satu rangkaian."


Setiap satu artefak memiliki satu rangkaian prasasti sebagai kegunaannya, misal artefak baju besi yang memiliki kemampuan anti benturan, di gabungkan dengan rangkaian formasi anti panas, maka Shaman harus membentuk dua rangkaian formasi menjadi satu.


"Woooaaahhhhh luar biasa, selama ini yang aku tahu, Shaman hanya mampu membuat tiga gabungan dalam satu rangkaian, bagaimana cara tuan melakukannya ?."


"Itu yang harus kau cari tahu, uraikan empat kemampuan di dalam rangkaian ini dan kau akan memahami cara kerjanya."


"Baik, akan aku lakukan." Aslan segera mengambil kertas rangkaian yang Raynor buat.


Dia berlari pergi menuju tempatnya membuat artefak agar bisa berkonsentrasi menjawab pertanyaan dari Raynor.


"Ray, bukankah itu terlalu sulit untuk Aslan."


"Jika dia sulit mempelajari empat formasi itu, dia tidak mungkin bisa memahami pengetahuan yang ingin dia ketahui."


"Oh jadi begitu."


Dari tempat lain, Regar berjalan mendekat, dia tentu mendengar semua yang Raynor katakan kepada Aslan. Regar sudah lelah untuk terkejut dengan kemampuan yang di miliki oleh Raynor, sehingga dia cukup terbiasa melihat hal-hal menakjubkan itu.


"Paman Regar...." Raynor membungkuk hormat.


"Ayah..." Sania pun membungkuk.


"Ketua..." Begitu juga untuk Sisha.


Kehadiran Regar bukan tanpa alasan, dia ingin membicarakan sesuatu kepada Raynor.... "Raynor, apa kau sibuk."


"Tidak juga paman."


"Kalau begitu, setelah latihan mu selesai, apa kau bisa menemui ku."

__ADS_1


"Tentu saja."


Regar mengangguk paham, dia pun berjalan pergi meninggalkan mereka dan kembali ke kamar.


__ADS_2