
Raynor masih memantau situasi setelah pertarungan sebelumnya....
Dari kejauhan Raynor melihat beberapa orang berjalan menuju markas para bandit membawa murid-murid sekte teratai api dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dua diantaranya adalah Du Gong dan Erdan. Tiga yang lain Raynor tidak kenal, tapi jelas mereka menggunakan jubah Sekte teratai api.
"Tunggu bukankah itu, kakak Erdan dan juga Senior Du Gong, mereka di tangkap ?." Erdian terkejut.
"Jadi pertarungan tadi berasal dari Senior Du Gong. Tapi harusnya dia tidak mungkin kalah melawan para bandit kelas teri itu." Ucap Siva serius.
"Dan siapa tiga orang murid sekte yang tertangkap itu." Bertanya Raynor.
Siva sedikit berpikir.... "Dia... Kalau tidak salah namanya Jugo, mantan pilar utama yang mendapat masalah serius."
"Masalah serius ?, Masalah seperti apa ?." Kembali Raynor bertanya.
"Ya dia membunuh salah satu sesama pilar utama."
"Ah .. begitu rupanya, tapi kenapa dia ada disini ?." Raynor pura-pura tidak tahu.
Dia sendiri sudah membaca ucapan mereka melalui kemampuan ruang tanpa batas, setelah mendapat peningkatan di tingkat raja tempur, Raynor sudah mampu mengetahui suara dari mereka-mereka yang ada di dalam wilayahnya.
Siva mulai berasumsi..."Entahlah, aku pikir dia secara kebetulan melewati hutan Jatilowa dan bertemu dengan para bandit. Tapi tetap saja, aku tidak menyangka jika Du Gong dan Jugo bisa di kalahkan dengan mudah oleh para bandit."
Tapi bagi Erdian dan juga Siva kejutan lain terlihat ketika seseorang muncul, dia adalah Zezan dimana dia dalam kondisi sehat walafiat berjalan santai ke tempat para bandit berkumpul.
Terdapat pula tiga prajurit dengan jubah kerajaan Soran yang mengelilingi Zezan sebagai pelindung, hanya saja kehadiran mereka di markas bandit tentu bukan untuk bertarung.
Dilihat secara jelas oleh Erdian dan juga Siva jika Zezan mulai berbicara dengan bandit-bandit selagi duduk santai di kursi yang di sediakan secara khusus.
"Ternyata firasat ku benar, ada yang tidak beres dari Zezan, dia sengaja mengantarkan kita kemari untuk diberikan kepada Para bandit." Siva pun merasa kesal sendiri.
Tapi Raynor menjelaskan hal lain...."Menurutku bukan kepada para bandit. Melainkan para bandit itu di perintah olehnya untuk menangkap kita."
"Dua-duanya sama saja, dia ingin membuat kita celaka. Bahkan mungkin misi kali ini hanya siasat dari Zezan saja." Kesal Siva dengan memukul batang pohon dengan kuat.
Melihat tiga penjaga disekitar Zezan, Raynor mengenal mereka, atau lebih tepatnya dia pernah berhadapan langsung dengan dua orang itu. Xin Nian dan Xin Sena.
Siapa yang menyangka, demi menjebak Raynor, Zezan mengatur rencana sedemikian licik dengan misi palsu yang dia buat.
Raynor sendiri sudah merasakan ketidaknyamanan dari perilaku Erdian, dia hendak turun untuk menyelamatkan saudaranya, tapi cepat tangan Raynor menangkap tubuh Erdian segera.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan, jangan bertindak gegabah, itu hanya akan membahayakan nyawa mu." Tahan tubuh Erdian dengan kuat.
"Meski dia kakak yang bodoh dan tidak kompeten, tapi dia tetaplah saudara ku, aku akan menyelamatkannya."
"Kalian kakak dan adik memiliki sifat yang sama." Gumam Raynor dengan gelengan kepala.
Mengingat bagaimana kejadian ketika Erdian terjebak di dalam danau Cicaban dan hampir tewas dimakan raja ikan julung-julung, Erdan pun sampai memohon kepada guru pengawas untuk menyelamatkannya.
Begitu juga untuk sekarang, Erdian seakan tidak peduli soal kemungkinan dia bisa saja terbunuh karena ingin menyelamatkan Erdan. Dua saudara ini sebenarnya akrab satu sama lain, tapi Erdian jelas memiliki kepala yang lebih keras untuk mengakui.
"Lepaskan aku Raynor."
"Bagaimana jika kau terbunuh, tidak hanya aku yang disalahkan, mungkin juga akan terjadi perang antara kerajaan Balasumpang dan kerajaan Soran." Jawab Raynor.
"Sejak awal hubungan kerajaan Balasumpang dan kerajaan Soran memang tidak baik-baik saja, jadi bukan masalah jika nanti perang terjadi karena kami."
Semakin rumit wajah Raynor...."Itu yang kau pikirkan, tapi bagaimana dengan nasibku, aku jelas tidak mau menjadi narapidana karena membiarkanmu terbunuh."
"Itu tanggung jawab mu." Asal saja Erdian menjawab.
Raynor memahami sifat keras kepala Erdian, dia bisa saja melakukan hal nekad demi Erdan.
Terhembus nafas berat dari Raynor sebelum menjawab...."Baiklah aku mengerti, aku yang akan menyelamatkan Erdan, tapi kalian berdua tetap disini."
"Apa yang kau pilih nyawa kakakmu dalam bahaya, atau membahayakan nyawaku sendiri demi kakakmu." Raynor benar-benar tidak tahu tentang jalan pikiran Erdian ini.
"Kalau bisa tidak keduanya."
"Sudahlah jangan khawatir, percaya padaku, aku akan menyelamatkan Erdan, tapi ingat kalian tetap disini dan jangan sampai tertangkap."
"Aku mengerti."
Siva jelas khawatir...."Hati-hati Raynor."
Raynor melompat turun, dia menyembunyikan aura kehadirannya agar tidak diketahui oleh musuh dan melangkah ke lokasi markas para bandit.
Di sisi lain....
Qiu Nan, Furan dan Erza sudah sampai di timur tebing markas para bandit, mereka bersembunyi karena tahu jika di depan sudah memasuki wilayah musuh.
Awalnya Qiu Nan ingin bergerak maju dan melawan mereka, tapi cepat di hentikan ketika dia melihat kehadiran orang lain yang baru datang.
__ADS_1
"Senior tunggu....." Erza menunjuk ke arah seseorang yang datang.
"Du Gong dan Jugo ?, Jadi Lan Wereng sudah memerintahkan dia." Ucap Qiu Nan dari balik semak-semak.
Tidak lama setelah para bandit membawa murid-murid sekte teratai api, Zezan pun muncul bersama tiga prajurit kerajaan Soran.
"Apa kerajaan Soran memiliki hubungan dengan para bandit Taring Hitam."
"Aku tidak terlalu tahu soal hubungan antara mereka, tapi beberapa kali aku mendengar jika memang kerajaan Soran sering meminta bantuan bandit Taring Hitam." Balas Erza.
"Kau tahu cukup banyak Erza."
"Sebelum aku masuk ke sekte teratai api, aku sudah sering bepergian, jadi bukan hal khusus." Tertawa Erza dengan terpaksa.
Erza jelas tidak ingin menceritakan kisah masa lalunya kepada siapa pun, karena anggapan orang lain selalu berbeda-beda jika tahu bahwa dia pernah bergabung dalam kelompok bandit Taring Hitam.
"Sepertinya memang Zezan mengatur rencana ini untuk menjebak ku." Sebuah suara datang tiba-tiba dari belakang punggung Qiu Nan.
Melompat maju dan mengeluarkan pedang yang diacungkan tepat di depan wajah orang itu.
"Raynor... Kau membuatku terkejut, aku pikir kau musuh, walau pun untukku kau juga bukan teman." Teriak Qiu Nan kesal.
"Terserah kau mau mengatakan apa, tapi untunglah kalian belum bertindak untuk menyerang para bandit."
"Harusnya itu aku lakukan tadi, jika bukan karena Erza menghentikan ku, mereka sudah aku habisi." Balas Qiu Nan dengan sombong.
"Tidak apa-apa, bahkan sebaiknya jangan."
"Kenapa kau melarangku, apa kau takut kalah saing Raynor."
"Putri Qiu Nan, senior Du Gong saja bisa dikalahkan, lalu apa kau yakin mampu melawan mereka sendirian." Balik Raynor bertanya.
"Tentu saja aku yakin, meski kekuatan tenaga dalam ku lebih lemah dari Du Gong, aku memiliki kemampuan rangkaian formasi." Qiu Nan seakan tidak mau kalah.
Raynor semakin bingung dengan isi pikiran Qiu Nan ...."Untuk kali ini aku mohon kau jangan bersikap sombong putri Qiu Nan yang terhormat. Meski kemampuan mu dalam rangkaian formasi sangat hebat. Tapi itu membutuhkan waktu lama dalam membuat dan mengaktifkannya, terlebih lagi energi yang dibutuhkan juga sangat besar. Kau akan tewas duluan sebelum menyerang."
Inilah kelebihan dan kekurangan dari formasi prasasti dengan kekuatan tenaga dalam. Jika kekuatan tenaga dalam bisa digunakan dalam waktu singkat tanpa perlu berbelit-belit.
Rangkaian formasi prasasti haruslah membentuk gambar rangkaian secara teliti tanpa boleh ada satu kesalahan pun. Tentu itu membutuhkan waktu tidak singkat, dan juga jumlah energi yang digunakan untuk mengaktifkan rangakaian jauh lebih menguras tenaga.
Daya serang atau tebal pertahanan prasasti bisa dua kali lipat lebih kuat dari kemampuan tenaga dalam. Akan tetapi, dengan kekuatan sebesar itu, pengorbanan energi pun tiga kali lebih banyak.
__ADS_1
Karena itu di dalam pertarungan yang melibatkan banyak lawan dan waktu pertarungan yang lama, Rangakaian formasi prasasti kurang cocok, karena sebelum semua selesai, Shaman sudah pingsan duluan.