
Raynor memiliki pengetahuan untuk menilai kualitas senjata, bisa diketahui jika ada rasa tertarik ketika melihat wujud pisau yang dibawa oleh gadis kecil itu.
Hanya saja pemilik toko menganggap jika pisau usang itu adalah benda tak berguna dan memberi lima koin perak sebagai tanda belas kasih kepadanya.
Wajah gadis itu lemas, dia tidak bisa menolak apa pun dari ucapan pemilik toko, hanya lima koin perak harga sebilah pisau yang dia miliki sebagai harta paling berharga demi mendapat uang.
Tapi sebelum pemilik toko memberikan lima koin ***** itu, Raynor segera mendekat dan berkata.
"Tuan jika kau tidak menginginkannya, berikan pisau itu kepadaku." Raynor segera memintanya dari tangan pemilik toko.
"Tentu saja silakan, tapi aku ingatkan tuan, itu hanya pisau kusam jadi percuma saja jika kau membelinya."
"Tidak apa, kau bisa menganggapnya sebagai caraku untuk menolong seseorang yang membutuhkan."
"Aku bisa paham tentang itu."
Pemilik toko bukankah orang jahat yang mencoba memanfaatkan keadaan gadis kecil demi keuntungan pribadi, dia hanya tidak tahu apa pun untuk menilai sebuah senjata.
Ditambah lagi pemilik toko sangat terkejut ketika melihat seorang gadis cantik yang berdiri di sebelah Raynor, karena semua orang di kerajaan Losborn tahu siapa Sania.
'Kenapa putri Sania bersama dengan lelaki ini, Apa mungkin dia bukan orang biasa, aku harus berhati-hati agar tidak menyinggungnya.'
Raynor membuka kain yang membungkus pisau, bagi orang lain pisau itu terlihat kusam dan sedikit kehitaman, tapi dia sangat serius memastikan kualitas senjata dengan matanya sendiri.
'Beratnya seimbang, bahannya keras, belati ini menggunakan bahan murni dari logam pamor dan lebih penting lagi, pisau ini di tempa oleh seorang dengan pengalaman tinggi.'
Senyum yang Raynor tunjukkan membuat Sania penasaran, itu karena dia tahu, lelaki ini memiliki banyak hal tersembunyi dan semua selalu membuatnya terkejut.
"Ray, ada apa dengan pisau itu." Bisik Sania.
__ADS_1
"Apa kau tahu Nia, dari semua toko senjata yang aku lihat, pisau ini adalah yang terbaik ." Raynor membalas bisikan Sania.
"Memang apa bedanya, aku pikir itu hanya pisau biasa, bahkan tidak terlihat bagus."
"Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya."
"Dan kau juga belum mencobanya." Balas Sania.
"Tapi aku bisa tahu hanya dengan melihatnya saja." Raynor cukup percaya diri dengan penilaiannya.
Sania seakan tidak percaya, tapi dia tahu ada alasan kenapa Raynor menginginkan pisau kusam dari gadis kecil itu.
"Nona kecil, aku yang akan membeli pisau ini, tapi bisakah kau mengantarkan aku dengan orang yang membuatnya." Bertanya Raynor dengan mengusap rambut kusut sang gadis.
"Ayahku yang membuat pisau itu." Jawab gadis kecil dengan bangga.
"Baguslah kalau begitu, aku tidak perlu bingung mencari orang yang membuatnya."
Raynor mengambil sepuluh koin emas yang ada dalam kantong dan menyerahkan ke tangan gadis itu. Matanya menjadi cerah dan berlinangan air mata. Seakan ini pertama kali di dalam hidupnya melihat benda bulat berwarna kuning keemasan.
"Ini terlalu banyak tuan." Gadis itu sedikit menolak pemberian koin emas dengan polos.
"Tidak apa, itu adalah harga yang pantas dan kau bisa membeli banyak hal untuk ayahmu."
"Terimakasih tuan, terimakasih tuan, terimakasih tuan." Gadis itu membungkuk dengan penuh semangat, bahkan dia menangis membasahi pipinya .
Dia menggenggam erat sepuluh koin emas itu dengan dua tangan agar tidak terjatuh atau pun diambil oleh orang lain.
Melihat apa yang dilakukan Raynor, pemilik toko itu terkejut bukan main, sebuah pisau kusam milik gadis itu dibeli olehnya dengan harga dua kali lebih mahal dari pada pedang terbaik dan paling mengkilat yang dia jual.
__ADS_1
"Tuan anda membuang-buang uang untuk sebuah besi kusam itu, jika memang karena kasihan sepuluh koin emas terlalu banyak." Berkata pemilik toko dengan nada suara yang sangat tidak menyenangkan.
"Maaf pak tua, sebenarnya aku tidak ingin berdebat persoalan ini, tapi aku buktikan seberapa pantas pisau miliknya dengan harga sepuluh koin emas." Raynor menjawab lantang untuk membela gadis kecil dengan apa yang dia miliki.
"Tentu saja, aku ingin tahu kenapa bisa tuan mengatakan bahwa pisau itu adalah yang terbaik, itu sama artinya jika tuan pikir senjata ditokoku sangat buruk."
Meski pemilik toko tahu bahwa menyinggung klan harimau merah bukan hal baik, terlebih sosok putri Sania melihat secara langsung, tapi ini dianggap sebagai bentuk membela kehormatannya.
"Aku tidak sampai berpikiran seperti itu, tapi terserah saja." Balas Raynor yang melihat pemilik toko marah.
"Kalau tuan bisa memotong batu asahan dan pisau itu tidak rusak, akan aku beri satu senjata sebagai hadiah." Penuh percaya diri pemilik toko menantang Raynor.
Raynor memegang pisau di tangan, tepat depan toko terdapat sebuah batu persegi cukup besar. Tentu batu itu sangatlah keras karena digunakan untuk mengasah ketajaman senjata.
Semua senjata yang pemilik toko jual berasal dari klan Naga langit dan bisa dia anggap kualitasnya sangat baik di kota kerajaan Losborn. Meski begitu senjata apapun akan rusak jika digunakan untuk memotong sebuah batu asahan.
Pisau yang Raynor pegang mulai dilapisi dengan kekuatan tenaga dalam. Bersiap untuk mengayunkan tangan, sekali gerakan cepat membuat batu itu seketika terbelah dua.
Entah itu Sania, gadis kecil atau pemilik toko terkejut hingga mulut terbuka lebar. Sedangkan Raynor melihat jika tidak sedikit pun ada goresan di mata pisaunya.
"Apa kau sudah melihatnya pak tua, jika kau tahu pisau ini terbuat dari logam khusus dan di buat oleh ahli tempa berpengalaman tinggi, karena itu pisau ini jauh lebih baik dari semua senjata di toko." Ucap Raynor dengan kesombongan untuk menyadarkan si pemilik toko.
Semua senjata di pertokoan terbuat dari logam besi, baja atau pun perunggu, sehingga ketahanannya terhadap benda keras masih memiliki batasan. Tapi tidak dengan senjata yang terbuat dari logam pamor. Semakin banyak digunakan untuk menebas benda keras maka besi pamor akan semakin tajam.
Logam pamor jelas berbeda dari logam biasa, bahan utama pembentuknya adalah batu angkasa, alam semesta menyimpan ratusan ribu misteri tanpa pernah bisa diungkapkan seutuhnya. Begitu juga dengan batu angkasa, selain bahan yang terbilang sulit ditemukan, tidak banyak pula batu meteor dengan memiliki kandungan logam untuk dibentuk menjadi senjata.
Tapi selama perjalanannya menjadi penguasa tertinggi, senjata dengan batu angkasa memang sangat kuat. Bisa dibilang untuk kualitas senjata di dunia antah berantah seperti sekarang, logam pamor adalah yang terbaik.
Hanya saja di alam semakin atas logam pamor seperti tidak ada harganya, karena ada logam lain yang lebih kuat bahkan sangat istimewa.
__ADS_1
Termasuk senjata utama milik penguasa tertinggi berasal dari logam terkuat di alam semesta, dan hanya dia lah satu-satunya orang yang mampu menggunakan senjata itu.