The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
pemeran pengganti


__ADS_3

Keesokan harinya ketika jam pelatihan ilmu tempa senjata...


Qiu Nan tidak lagi mempermasalahkan tentang tempat duduk sebelah yang dihuni oleh Raynor. Tapi jangan berharap jika wanita itu akan lebih banyak diam, Karena untuk sekarang, dia mempermasalahkan hal lain dimana soal perkumpulan ASKAR.


"Bagaimana mungkin aku masuk kedalam perkumpulan mu. Apa kau pikir aku sudi bekerja sama dengan orang yang bahkan tidak menepati janji." Ucap Qiu Nan dengan senyum ejekan kepada Raynor.


Raynor coba bersikap tenang...."Jika kau ingin menolak, katakan itu kepada guru Gundira, dia orang yang memasukan mu di dalam perkumpulan ku. Lagian aku tidak berharap kau ikut, tidak ada untungnya.... Tambahan, harusnya kau berterima kasih karena aku membiarkan Jun yang menemani mu."


Raynor langsung menjawab semua perkataan Qiu Nan agar dia puas, meski pun tahu, jika wanita itu akan meributkan segalanya agar tidak dipandang remeh oleh orang yang dianggap saingan.


Namun ketika Raynor membawa nama Gundira, Qiu Nan seperti kehabisan kata karena dia tidak mungkin menolak perintah guru besar.


"Kenapa juga guru Gundira ingin aku mengikuti mu." Kembali Qiu Nan mengoceh tidak jelas.


"Sudah aku katakan, jangan bertanya kepadaku, aku juga tidak memaksa kau ikut. Terserah kau mau melakukan apa pun, selama tidak menganggu ku dan teman-teman ku." Balas Raynor.


"Teman-teman ?, mereka hanya akan menjadi beban untuk mu Raynor."


Raynor masih bersikap tenang, dia tidak ingin meributkan hal-hal kurang penting yang menganggu waktunya untuk mempelajari ilmu tempa senjata.


"Aku tidak pernah menganggap siapa pun menjadi beban. Jika kau pikir karena sedikit lebih kuat dari mereka, kau jangan seenaknya sendiri bicara. Aku pastikan dalam satu tahun Erza atau Siva akan menyingkirkan kesombongan mu." Jawab Raynor tanpa perlu emosi karena perkataan Qiu Nan.


"Selalu saja ucapanmu terlalu tinggi."


"Terserah kau mau berkata apa, kau hanya perlu menunggu dan lihat hasilnya." Balas Raynor tersenyum sendiri.


Sejenak Qiu Nan diam, tidak ada pembelaan lain untuk diucapkan, Tapi wanita itu seakan menunjukkan sikap yang memprovokasi Raynor.


"Haaaahh padahal aku sudah menantikan waktu untuk kita pergi berdua." Gumam Qiu Nan.


"Kau benar-benar berharap lebih, putri Qiu Nan. Sayangnya aku bukan orang yang setega itu mengambil wanita dari teman satu kamar."


"Meski begitu kau sebagai lelaki harus bisa menepati perkataan mu sendiri."


"Sebegitu inginnya kah kau pergi denganku." Raynor hanya mengikuti alur pembicaraan saja.


"Tentu saja, agar bisa menghabiskan semua uang mu."


Tapi cara Raynor melihat Qiu Nan seperti mengejek... "Ah... Itulah sebabnya kau menjauh dari Jun, dia hanya lelaki miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhan mu."


Qiu Nan berdiri, wajah marah dan di tunjuk langsung ke arah Raynor...."Jangan menjelekkan Jun, kau tidak tahu apa pun."

__ADS_1


"Ternyata kau bisa marah jika menyinggung perasaan lelaki mu." Tertawa Raynor melihat ekspresi Qiu Nan.


Guru pengajar seakan sudah tidak peduli lagi dengan keributan yang dibuat oleh Qiu Nan dan Raynor. Hanya menghela nafas panjang dan gelengan kepala berwajah pasrah.


"Jadi sebenarnya apa yang kau pikirkan, kenapa menghindari Jun, apa karena kau malu memiliki kekasih tidak berbakat."


"Untuk apa kau bertanya ?."


"Apa salahnya ?, Aku adalah teman Jun meski baru beberapa hari, jika bisa aku membantunya tentu aku coba lakukan."


Kembali Qiu Nan duduk. Ekspresi wajahnya berubah menjadi lebih sendu dan dalam, seperti akan ada kisah sedih yang diceritakan olehnya.


"Ini karena aku seperti banyak berharap dengan hubungan antara kami berdua....."


Tangan Raynor maju dan menghentikan Qiu Nan berbicara... "Ok. Aku mengerti, kau yang salah."


"Aku belum selesai bercerita."


"Tidak perlu kau katakan semuanya, aku paham, jika kau berharap banyak kepada Jun agar bisa diakui oleh keluargamu. Aku pun mengerti bagaimana keluarga kerajaan memilih pasangan untuk anak-anak mereka, dan Jun tidak sesuai standar penilaian yang diharapkan, Benar begitu ?."


Qiu Nan benar-benar terkejut mendengar ucapan Raynor..."Apa kau bisa membaca pikiran ku ?."


"Tidak perlu kemampuan pembaca pikiran, untuk mengetahui masalah yang kau hadapi dengan Jun, sudah sangat umum, tidak aneh, bahkan standar kisah romantis yang tidak direstui oleh keluarga, jadi jangan heran aku bisa tahu." Ungkapnya karena sudah terlalu sering menemukan kisah cinta seperti mereka.


"Kenapa juga kau harus marah denganku ?." Baliknya bertanya.


"Meski pun kau mengerti, kau tidak mungkin bisa membantu hubungan kami berdua."


"Tidak juga, aku bisa membantu, tapi perlu waktu cukup lama, dua tahun, itu kalau Jun bersungguh-sungguh." Balas Raynor.


Qiu Nan kembali terkejut mendengarnya, dia yang bertahun-tahun bingung untuk menyelesaikan masalahnya dengan Jun. Tapi Raynor dengan santai mengatakan itu adalah hal mudah.


"Bagaimana ?, Apa yang bisa kau lakukan."


"Harusnya kau tahu, jika Jun bisa menjadi pilar utama sekte ini, kalian akan mendapat restu, tapi kenyataannya Jun tidaklah berbakat, jadi mustahil dia akan mendapat posisi sebagai pilar utama. Itu yang kau pikirkan." Sedikit Raynor memberi nasihat.


"Ya begitulah."


"Kau harus membantunya berlatih, karena lelaki akan menjadi lebih kuat ketika memiliki tujuan yang jelas." Sederhana tanggapan Raynor.


"Apa benar semudah itu."

__ADS_1


"Jika kau tidak percaya, maka coba saja sendiri."


Untuk sekarang, Jun hanya terombang-ambing karena dia tidak memiliki tujuan pasti, menjadi pilar utama memang hal yang membanggakan, tapi Jun ragu jika itu bisa membuat Qiu Nan senang.


Tapi jika Qiu Nan mengatakan tentang hubungan mereka, maka Jun akan lebih bersemangat dalam berlatih dan kerja kerasnya akan menjadi faktor penentu keberhasilan menjadi murid pilar utama.


Seperti halnya Davendra sebelum menjadi penguasa tertinggi, dia juga bukan orang berbakat, pemilik tubuh yang diberkahi oleh tuhan, atau pun orang kaya dengan segala sumberdaya untuk digunakan.


Hanya memiliki keyakinan, kerja keras dan tidak menyerah, membuat Davendra melangkah sedikit demi sedikit, mempelajari banyak hal, sehingga dia mampu menyandang status sebagai sosok terkuat di seluruh alam semesta.


Itu juga berlaku untuk Jun, ketika dia merasa yakin untuk tujuannya kepada Qiu Nan, dia akan mampu melakukan banyak hal dan Raynor hanya perlu sedikit membantunya.


Pelajaran ilmu tempa telah selesai.


Sebelum Raynor pergi, ada hal lain untuk diucapkan kepada Qiu Nan.


"Besok kami akan mulai menjalankan misi, aku tidak memintamu untuk ikut, semua terserah kau saja." Itu yang Raynor katakan.


Tanpa perlu menunggu jawaban Qiu Nan, Raynor pun berjalan pergi meninggalkan ruang pelatihan bersama teman-temannya.


Tapi setelah keluar Erza melirik Raynor dengan tatapan aneh....


"Apa yang kau bicarakan dengan senior Qiu Nan." Bertanya Erza curiga.


"Bukan hal penting, hanya sedikit konsultasi."


"Konsultasi seperti apa ?."


"Kisah percintaan yang tidak direstui oleh keluarga. Kurang lebih seperti itu." Balas Raynor sembari tertawa.


"Alasan saja." Erza tidak terima.


"Kenapa kau sekarang begitu cemburuan Erza, sesekali percayalah kepadaku."


"Jika itu berhubungan dengan wanita secantik Qiu Nan tentu aku curiga." Balas Erza.


"Kau juga sama cantiknya dengan Qiu Nan, jadi jangan khawatir." Goda Raynor.


Wajah Erza merah padam mendengar pujian itu, seakan salah tingkah dan malu ketika harus menatap ke arah mata Raynor.


Tapi kini giliran Siva yang dengan sengaja terbatuk... "Sepertinya sekarang aku hanya menjadi pemeran pengganti saja."

__ADS_1


Raynor tersenyum pahit, dua wanitanya ini benar-benar ingin mendapat perhatian lebih olehnya.


__ADS_2