The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
tokoh utama


__ADS_3

Zezan duduk santai di kursi dengan secangkir teh hangat. Dia melihat pekerjaan beberapa bandit yang sedang mengangkat hasil rampasan dari para pedagang ketika melewati wilayah ini. Ada pun bandit lain, mereka sedang menikmati minuman dan mabuk meski hari masih siang.


"Xin Nian... Aku dengar kau sudah pernah bertarung melawan Raynor itu." Bertanya Zezan.


Xin Nian membungkuk patuh untuk memberi hormat sebelum dia menjawab...."Ya itu benar tuan Zezan, ketika penyerangan kerajaan Soran ke kerajaan Losborn beberapa bulan lalu."


"Bagaimana hasilnya."


"Hmmm aku tidak terlalu senang mengatakannya, tapi harus aku akui kekuatan Raynor itu cukup kuat." Jawab Xin Nian tersenyum pahit.


Tapi satu wanita di belakang Xin Nian ambil suara menggantikan dia bicara..."Cukup kuat apanya ?, jika bukan karena aku dan kak Tian, kakak Nian pasti sudah tewas."


Xin Sena sedang menggoda Xin Nian, bagaimana pun dia paham tentang sikap Kakaknya Nian karena tidak pernah mengakui kekalahan.


"Diam kau Sena, jangan bicara seenaknya sendiri, aku kalah karena belum sepenuhnya menguasai energi hitam. Tapi sekarang aku merasa yakin mampu mengalahkan Raynor itu." Beralasan Xin Nian selagi teriak keras memarahi adiknya.


Zezan terlihat serius mendengar semua perkataan Xin Nian, kemampuan pasukan khusus dari lima bersaudara Xin jelas bukan sembarangan. Mereka adalah kekuatan utama yang mampu mengalahkan banyak prajurit saat perang dengan kerajaan lain.


Xin Nian cukup berat mengakui kekalahan atas pertarungan melawan Raynor. Zezan tahu, jika sebelumnya lima bersaudara Xin itu setara dengan para pilar utama sekte teratai api, tapi Raynor jauh lebih kuat. Bisa di pastikan selama ini Raynor masih menyembunyikan kekuatan nyata miliknya.


"Bagaimana cara Raynor itu mengalahkan mu Xin Nian." Kembali Zezan bertanya.


"Awalnya aku cukup tertarik dengan senjata yang dia gunakan, kemenangan pun masih berpihak kepadaku. Tapi tiba-tiba saja tekanan energinya berubah menjadi puluhan kali lebih kuat. Hingga akhirnya...."


"Kak Nian dipecundangi dan hampir tewas jika bukan karena aku menyelamatkannya." Xin Sena mengambil alih ucapan Xin Nian.


"Sudah aku katakan diam kau Sena." Semakin kesal Xin Nian.


"Eeehhh aku hanya menceritakan apa adanya."


"Tetap saja kau seperti mengatakan jika aku ini lebih lemah dari Raynor."


Santai Sena menanggapi sikap keras kepala Nian...."Fakta adalah fakta, kakak Nian tidak bisa mengubahnya begitu saja."


"Setelah ini, aku akan mengajarkan mu cara menghargai orang yang lebih tua."


"Itu jika kakak, sudah mampu mengalahkan ku." Tertawa Sena penuh semangat.


Sena menikmati waktu luang untuk menjadikan Nian sebagai bahan lelucon. Diantara kelima bersaudara Xin, Sena masih jauh lebih kuat dari Nian. Dia berada di urutan ke dua dan Xin Tian, atau saudara ke dua adalah yang terkuat.


"Adik Sena, kakak Nian, diamlah, ada seseorang datang." Xin Salim saudara ke empat pun mengarahkan pandangan.


Tapi tidak lama setelah mereka saling meributkan sesuatu yang tidak jelas, satu kehadiran aura kuat muncul dari balik pepohonan.

__ADS_1


Dia adalah Raynor, datang seorang diri tanpa di temani oleh siapa pun.


*******


Raynor sudah memikirkan semua rebcana, jika dia akan datang sendirian untuk melawan mereka semua. Sedangkan Qiu Nan, dia bertugas menjaga Erza, Siva dan lainnya.


"Untuk kali ini aku mohon kepadamu putri Qiu Nan yang terhormat, tolong jaga mereka semua." Ucap Raynor dengan sopan.


"Aku tahu, kau tidak perlu khawatir." Qiu Nan menjawab dengan perasaan kesal.


Dia tidak bisa bertarung jika harus mengkhawatirkan kedua wanitanya, terlebih lagi lawan yang akan dia hadapi adalah pengguna kekuatan energi gelap milik iblis. Dimana ketika Raynor membuat satu kesalahan itu akan membahayakan nyawa.


Raynor mempersiapkan diri...."Baiklah, aku akan keluar...."


"Berhati-hatilah Raynor, kembali dengan selamat." Erza sama seperti Siva yang benar-benar khawatir untuk keselamatan Raynor.


Dengan santainya Raynor berjalan keluar menampakan diri di depan semua orang, pandangan mata para bandit atau ketiga Xin bersaudara itu tertuju langsung ke arahnya.


Dan juga para bandit yang sebelumnya masih bersantai-santai, kini bergerak cepat mengelilingi Raynor dengan senjata lengkap.


Xin Nian tersenyum lebar...."Wah, wah, wah, tidak aku sangka seekor buruan datang sendiri dengan suka rela ke sarang pemangsa."


"Oh. Jadi ini sarang pemangsa, aku pikir ini hanya sarang tikus atau sejenisnya."


"Kau masih saja bermulut besar Raynor, apa hanya itu yang menjadi kelebihan mu." Xin Nian tidak menyukai cara bicara Raynor yang merendahkan mereka.


"Benar-benar orang yang sombong."


"Selama aku bisa mempertanggungjawabkan kesombongan ku tentu bukan masalah."


Tatapan Xin Nian menunjukkan niat membunuh kepada Raynor..."Aku anggap itu adalah kesombongan terakhir yang bisa kau katakan."


Xin Nian sudah memegang gagang pedangnya, dan bersiap pula untuk menarik keluar. Tapi sebelum itu Raynor mengarahkan tangan maju kedepan.


"Tunggu sebentar, sebelum kau ingin bertarung melawanku, ada yang harus aku tanyakan kepada dia." Tunjuk Raynor kepada Zezan.


"Untuk apa ?, Kau tidak perlu bertanya apa pun karena itu tidak berguna di neraka nanti."


"Kau orang yang tidak sabaran, jelas kau tidak disukai oleh para wanita." Balas Raynor.


"Kau......"


Tapi Zezan cukup tenang menanggapi ucapan Raynor, dia berdiri untuk menghentikan Xin Nian menyerang.

__ADS_1


"Tidak apa Xin Nian, biarkan dia bertanya, tidak ada salahnya memenuhi permintaan terakhir sebelum dia mati."


Ada kekaguman sebagai seorang penjilat di wajah Xin Nian...."Sungguh tuan muda Zezan berbesar hati untuk memenuhi permintaan ku."


"Jadi apa yang ingin kau katakan." Bertanya Zezan kepada Raynor.


"Hmmm apa semua rencana mu membuat misi ini, hanya untuk membawaku kemari tuan Zezan." Itu yang ingin dia tanyakan.


Lengkungan bibir Zezan menunjukan rasa bangga dan kepuasan untuk pertanyaan Raynor... "Aku tidak memiliki alasan lain, hanya dengan membuat misi palsu saja, kau bisa keluar dari sekte teratai api dan bisa aku bunuh."


"Ah jadi begitu, aku paham sekarang." Raynor mengangguk.


"Apa hanya itu yang ingin kau tanyakan. Selagi aku merasa senang, kau bisa memberikan beberapa jawaban lain dari pertanyaan mu, Raynor." Zezan menawarkan sedikit kebaikan hati.


"Satu lagi."


"Katakan saja."


Senyum mengejek dari Raynor...."Apa kau yakin hanya dengan mereka bertiga dan sekelompok bandit ikan teri ini mampu melawanku."


"Coba saja jika kau bisa."


"Baik." Raynor segera memunculkan pedang Asarc Rex spatium di tangan.


Ledakan keras membuat tanah di bawah pijakan retak, senyum mengejek terlintas di wajah Raynor, termasuk para bandit disekitarnya pun mulai datang menyerangnya.


Dua puluh bandit yang menyerang Raynor terpental jauh hanya dengan satu ayunan pedang Asarc Rex spatium, gelombang energi tenaga dalam menghasilkan ledakan kuat dimana ketiga Xin bersaudara itu pun bisa merasakan terpaan angin lewat.


"Kau memang sangat luar biasa Raynor, tapi jika kau tidak mengeluarkan kekuatanmu secara nyata, mustahil mampu mengalahkan kami bertiga." Xin Nian memprovokasi Raynor untuk serius.


"Ini masih belum waktunya, apa kau pernah mendengar jika seorang tokoh utama dalam cerita hanya menggunakan kekuatan monster di dalam tubuh, ketika dia akan kalah." Berkata Raynor santai .


"Jadi kau beranggapan seperti tokoh utama itu."


"Tidak juga, karena tanpa perlu menggunakan kekuatan ku yang nyata itu pun, sudah cukup mengalahkan mu." Balas Raynor.


Xin Nian, Xin Sena dan Xin Salim bergerak maju menarik pedang mereka masing-masing, mereka menyerang Raynor dari sisi kiri, kanan dan depan.


Energi hitam sudah berkobar di masing-masing senjata, siap dilepaskan secara bersamaan ke arah dari semua sisi agar Raynor tidak bisa pergi.


Tapi sepintas senyum ditunjukkan oleh Raynor seakan memiliki siasat lain, nyatanya dalam sepersekian detik sebelum serangan mereka mengenai tubuh, sebuah rangkaian formasi prasasti muncul di depan dada Raynor.


Kubah pelindung emas pun menyala menggagalkan serangan mereka bertiga hingga tidak mampu menembus pertahanan miliknya.

__ADS_1


Setelah mereka bergerak mundur, Raynor tidak tinggal diam, dia keluar kubah dan mengayunkan pedang Asarc Rex spatium dengan isian energi tenaga dalam penuh dari tiga kristal energi.


Serangan beruntun, ledakan demi ledakan menghantam satu persatu dari tiga Xin bersaudara, luka berat jelas di terima oleh mereka dan tergeletak jatuh di atas tanah.


__ADS_2